- Leonora C. Manullang, MM, SE
- Leonard S. Manullang, MM, SE, Cand. Doctor
- Darius A. Satrianegara, MM, SE
- Rizal R. Manullang, MM, SE
- Yolanda P. Manullang, MM, SE
- Pamela Abigail Febiola Laurent
- Briggita Laurencia Geovana
- Patricia Desire Lorenza Sabbathini
- Strata 1 IKIP – Medan – Ek. Perusahaan, Sosial, 1970
- Strata 1 STIE – IBEK Jakarta – Akuntansi, 1994
- Strata 2 STIE – IBEK Jakarta – Keuangan, Program MM, 1996
- Strata 3 Univ. Persada Indonesia YAI, Pasca Sarjana, 2004
- 1948–1954: SR VI Pardamean
- 1954–1957: SMP Negeri Narumonda
- 1957–1960: SMA Advent d/h namanya North Sumatera Training School, Pematang Siantar
- 1960–1963: Perguruan Tinggi Advent Bandung, B.A. Accounting
- 1968–1970: - IKIP Medan
- BA. Pendidikan, Jurusan Ekonomi Perusahaan
- Drs. Pendidikan, Jurusan Ekonomi Perusahaan
- 1994: Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Institute Bisnis, Ekonomi dan Keuangan, Lulus Summa Cum Laude
- 1996: Magister Manajemen, Konsentrasi Manajemen Keuangan–Institute Bisnis Ekonomi dan Keuangan, Lulus Summa Cum Laude
- 2004: Doktor Ekonomi–Minat Jalur Utama–Manajemen Akuntansi–Universitas Persada Indonesia/YAI, Sidang Terbuka tanggal 12 Mei 2004, Judicium Sangat Memuaskan
- Manggala Nasional, tahun 1986
- Lulusan Lemhannas KRA XXIII, tahun 1990
- Doctor in Humane Letters, Ottawa University, Kansas, AS (1986)
- Doctor of Accounting, Legalisasi–Pittsburg State University, Kansas (1989)
- Visiting Professor, Pittsburg State University, (1989) (Semua Faktor Penunjang ini Dikti tidak dapat melegalisasi sebab gelar ini digondol tidak berdasarkan Ijin Belajar dan I–20)
- 1963–1968: Indonesian Union Corporation
- Firstly: Accounting Manager
- Secondly: Auditor
- Thirdly: Secretary/Treasurer
- 1970: U.S. Embassy, Jakarta,
- Position: Procurement Analyst–USAID
- 1971: Auditor Arthur Young, Jakarta
- 1972–1973: I.C.I (Export), Position: Accountant
- 1972–1980: PT. Richardson–Merrel Indonesia, Position:
- Firstly: Accounting Manager
- Secondly: Financial Controller
- Thirdly: Finance Director
- 1980–1982: Widjojo Group, Position: Group Vice President Finance
- 1982–1984: Wirontono Group, Position: Group Vice President Finance
- 1985–1989: PT. Artha Borindo Persada, Position: President Director
- 1987–1996:Ketua Yayasan Institut Bisnis, Ekonomi dan Keuangan
- 1996–Sekarang: Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi–IBEK
- 2003–Sekarang: PT. IBEK Network–Business Intelligent Service, Position: President Director
- 2007–Sekarang: Pendiri dan Rektor Universitas Timbul Nusantara
Doktor ekonomi bidang manajemen akuntansi ini dikenal handal dalam teori dan terdepan dalam aplikasi. Pendiri, Rektor Universitas Timbul Nusantara (STIE IBEK) ini disegani sebagai seorang pemikir brilian dan top eksekutif keuangan dunia yang handal. Mantan Vice President of IAFEI, ini di mata para top eksekutif keuangan dunia, memiliki kompetensi dan jaringan luas untuk mengelola keuangan dan badan usaha negara dalam kapasitas decisive (menteri).
| Article Index |
|---|
| Top Eksekutif Keuangan Dunia |
| 02 | Kompetensi dan Jaringan |
| 03 | Tekad Hentikan Korupsi |
| 04 | Jalur Utama Akuntansi |
| 05 | Pendidikan dan Budaya |
| All Pages |
Pemikiran brilian dan fenomenal yang disampaikannya dalam Kongres Sedunia IAFEI (International Association of Financial Executive Institute) di Atlanta, AS (1979), telah menjadi penggerak utama yang bergulir bagai bola salju, mengubah wajah paradigma eksekutif keuangan di berbagai perusahaan berskala dunia. Dia adalah orang pertama di dunia yang mempresentasikan terjadinya pergeseran paradigma peranan eksekutif keuangan dari sekadar eksekutif biasa menjadi eksekutif inti.
Ketika itu, dalam forum Kongres Sedunia IAFEI di Atlanta, AS (1979), itu dalam makalah berjudul The Changing Roles of Controllers, dia mempresentasikan sekaligus menyosialisasikan terjadinya pergeseran pradigma peranan eksekutif keuangan dari eksekutif biasa menjadi eksekutif inti yang bukan hanya terlibat dan berperan mendesain financial strategy, namun mempunyai andil besar secara induktif merumuskan manajemen strategi dalam ruang lingkup lebih luas.
Presentasinya itu telah menjadi penggerak utama, sebagai snow ball atau bola salju bergulir, meyakinkan berbagai perusahaan berskala dunia bahwa peranan eksekutif keuangan tidak kalah pentingnya dari peranan seorang presiden direktur. Semua lalu terkesima, kagum dan tersadar dibuatnya. Usai itu, gengsi, gaji, kehormatan, martabat hingga penghargaan atau reward terhadap eksekutif keuangan mulai dihargai lebih tinggi dibandingkan eksekutif bidang lain.
Pemikiran yang brilian itu mengantarkan putera bangsa kelahiran Porsea, Sumatera Utara 12 September 1941, yang sudah yatim-piatu pada usia delapan tahun, ini terpilih menjadi Chairman of IAFEI for Asean di kongres sedunia IAFEI di Atlanta saat itu (1979). Bahkan dalam kongres sedunia IAFEI tahun berikutnya (1980) di Sydney, Australia, dia terpilih secara aklamasi sebagai Vice President of IAFEI (Wakil Presiden IAFEI). Sebelumnya (1978), dia sudah terpilih sebagai Main Speaker dalam IAFEI World Congress di Buiness Airies, Argentina.
Sejak itu, namanya nyaris melegenda khususnya dalam kalangan eksekutif keuangan dunia. Undangan demi undangan membanjiri Presiden Direktur PT IBEK Network (Business Inteligent Service) ini untuk menjadi pembicara seminar di dalam dan luar negeri. Dalam manajemen modern jika para manajer dihargai berdasarkan kinerjanya, you are paid and awarded by performance, demikian pula terhadap Laurence. Karena kepakaran, dia menjadi populer, baik di kalangan ekonom, akuntan, financial expert di dalam negeri dan luar negeri.
Dia telah memimpin lebih 75 seminar dalam pelbagai segmen dari MBO, IMF and World Bank Roles in Developing Countries, Taxation, Capital Market dan Investment Opportunities. Juga telah menghadiri paling sedikit 10 pertemuan internasional. Di samping itu, dia sudah beberapa kali mengikuti kongres FIDIC, Asosiasi Konsultan Internasional dan menjadi anggota delegasi Menteri Pekerjaan Umum melakukan studi banding ke Bejing 1990.
Top eksekutif dunia yang memulai debutnya dari accounting manajer, controller, financial director hingga president director di beberapa perusahaan nasional dan multinasional, ini sampai-sampai ditetapkan sebagai visiting proffesor dalam bidang financial management di Pittsburg State University, salah satu perguruan tinggi negeri bergengsi di negara bagian Kansas, AS. Di universitas yang sama, dia pun dianugerahi Doctor of Accounting.
Makalah yang dia bawakan di Atlanta, bertajuk The Changing Roles of Controllers, itu kemudian dikembangkan dan dimanifestasikan menjadi Financial Management Suddenly Become Important sebagai sebuah pidato pengukuhannya menjadi Guru Besar tamu (Visiting Profesor) di Pittsburg State University, Kansas, Amerika Serikat itu.
Pidato dan pengukuhan guru besar yang berlangsung di Bangkok, tahun 1989, itu dihadiri para petinggi Thailand antara lain Secretary to His Majesty the King of Thailand, Secretary General of the Association of ASEAN of Higher Learning, Dean of Chula Longkorn University, Chairman of Institute of Technology, Rector Ramkhamhaeng University, Commander in Chief Royal Thai Army, dan ratusan undangan penting lainnya.
Sama seperti saat berpidato di Atlanta tahun 1979, dalam pidato pengukuhan Guru Besarnya itu, Laurence Manullang mengajukan aksiomanya tentang delapan tanggungjawab eksekutif keuangan, yakni sebagai diagnotist, planner, controlling, directing, accounting information system expert, financial executive, dan top management. (Baca Tulisan dalam Boks: Aksioma 8 Tanggungjawab Eksekutif Keuangan).
Suatu hari, pada lebih satu dekade silam, sebuah media di Jakarta mengisahkan tentang suatu perusahaan asing yang menugaskan seorang staf yang kerjanya tiap hari hanya mengumpulkan berita atau bahan apa saja mengenai Laurence A. Manullang. Tema seminarnya diburu. Segala majalah dan koran setiap hari disortir. Asal ketemu artikel tulisan Manullang atau berita presentasi dan wawancaranya, semuanya dikliping dan difile apik.
Lalu seseorang menanyakan hal tersebut ke pimpinan perusahaan itu, seorang expert warga AS: "Mengapa secara khusus harus mengkliping artikel dan wawancara Manullang?" Pimpinan perusahaan asing itu menjawab: "Analisis dan estimasi Mister Manullang setara dengan mahaguru ekonomi dan moneter di negeri kami." Dia memang seorang ekonom dan pakar moneter berskala dunia. Tian Son Lang (Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 13)

Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia:

















Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.