Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ibu Guru di Hutan Belantara

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ibu Guru di Hutan Belantara
Butet Manurung | e-ti | rpr

Butet Saur Marlinang Manurung putri bangsa berdarah Batak kelahiran Jakarta, 21 Februari 1972. Perempuan luar biasa yang mendedikasikan diri sebagai guru bagi suku pedalaman Jambi. Dia seorang pahlawan pendidikan. Majalah Time menganugerahinya  "Heroes of Asia Award 2004".

Guru anak suku pedalaman Jambi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Butet Manurung

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Butet Manurung

QR Code Halaman Biografi Butet Manurung
Bio Lain
Click to view full article
Sabar Subadri
Click to view full article
Sidrotun Naim
Click to view full article
Herman Prayitno
Click to view full article
Chris John
Click to view full article
Budi Hardjono
Click to view full article
Urip Santoso
Click to view full article
Kartika Affandi
BERITA TERBARU

Namanya Saur Marlinang Manurung. Teman-temannya biasa memanggilnya Butet. Dia merasakan betul ketidakberdayaan Orang Rimba yang tak bisa baca tulis saat mereka seringkali dimanfaatkan "orang terang". Orang terang adalah sebutan yang diberikan Orang Rimba terhadap seseorang di luar komunitas mereka.

Orang Terang sering menipu mereka. Tanah mereka kerap dirampas lewat selembar surat perjanjian. Para perampas itu sering mengatakan pada mereka jika selembar kertas itu adalah sebuah penghargaan dari kecamatan, kemudian mereka diberi uang yang jumlahnya sangat sedikit. Setelah itu mereka diminta untuk membubuhkan cap jempol di atas sehelai kertas. Karena buta huruf, mereka turuti saja apa kemauan orang terang, mereka tidak menyadari bahwa itu adalah penipuan.

Kini berkat jerih payah Butet yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajar baca-tulis bagi suku Anak Dalam atau Kubu di Taman Nasional Bukit 12 (TNBD) dan Bukit 30, Jambi, sejak 1999 ini. Meski sempat mendapat penolakan dari masyarakat Rimba itu sendiri karena menganggap pendidikan merupakan budaya luar dan bukan budaya Orang Rimba.

Namun Butet yang selalu optimis dan pantang menyerah ini berhasil meyakinkan masyarakat rimba bahwa pendidikan dapat melindungi mereka dari ketertindasan dunia luar. Para anak-anak Suku dalam pun sudah dapat lebih teliti. Ketika akan melakukan proses jual-beli, membaca akta perjanjian, dan dapat menghitung sehingga tidak lagi menjadi korban penipuan.

Sokola Rimba (sekolah rimba) yang dia bangun bukanlah sebuah sekolah formal yang lazimnya ada di masyarakat, yakni berbentuk sepetak bangunan tembok dan beratap genteng. Sokola itu hanya berbentuk dangau kecil tak berdinding yang bersifat nomaden. Jadi jika tak dibutuhkan lagi bisa segera ditinggalkan.

Jika ditanya, dimana alamat Sokola Rimba itu, maka dengan mudah Butet menjawab, "Pada koordinat 01' 05' LS - 102' 30' BT." Karena sentra sekolah itu tak pasti desa maupun kecamatannya.

Dalam pola pengajaran, Butet menerapkan cara belajar yang berbeda, mengenalkan huruf per huruf berdasarkan bentuk dan cara mengejanya. Misalnya, A seperti atap, C seperti pegangan periuk, ucapkan M dengan mulut dikatupkan. Huruf pun dirangkai dalam 14 kelompok berpasangan. Berkat metode mengajarnya ini, tahun 2001 Butet dianugrahi "The Man and Biosphere Award" dari LIPI-UNESCO.

Begitupun saat murid-muridnya mulai menulis. Lulusan Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
antropologi
Universitas Padjadjaran membagikan buku tulis bergaris, pensil, dan pena. Bagi murid yang tidak kebagian alat-alat sekolah, mereka mengambil ranting dan menggarisi di atas tanah. Tak jarang, saat tiba waktunya menggambar, salah satu murid menangkap seekor kijang kecil. Binatang itu ditidurkan di atas kertas dan mulailah sang murid menggambar ruas-ruas tubuh kijang tersebut.

Untuk mengatasi kebutuhan jumlah pengajar, Butet membuat sistem melatih anak-anak yang sudah mahir untuk menjadi guru. Butet mengistilahkan tim kecilnya ini sebagai kader guru. Dengan 14 orang kader guru angkatan pertama Sokola Rimba inilah Butet terus merangsek ke jantung rimba. Dalam buku Sokola Rimba, Butet banyak membahas tentang suka dukanya dalam memberikan pendidikan pada orang rimba.

Butet yang selalu optimis dan pantang menyerah ini berhasil meyakinkan masyarakat rimba bahwa pendidikan dapat melindungi mereka dari ketertindasan dunia luar. Para anak-anak Suku dalam pun sudah dapat lebih teliti. Ketika akan melakukan proses jual-beli, membaca akta perjanjian, dan dapat menghitung sehingga tidak lagi menjadi korban penipuan.

Dia masuk ke dalam jajaran Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
berpengaruh versi majalah Globe Asia edisi Oktober 2007, menempati peringkat 11 dari 99 Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
paling berpengaruh di Indonesia dengan skor 94,7. Diatas Ketua Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (2011-sekarang)
Ketua Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (2011-sekarang)
Yenny Wahid
yang memiliki skor 94,5. Sementara itu, peringkat pertama dipegang Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
dengan skor 98,5.

Berawal dari Iklan

Saat merasa jenuh menjadi pemandu wisata di Taman Nasional Ujung Kulon pada medio 1999, pemilik dua gelar kesarjanaan, Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
sastra Indonesia
dan Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
antropologi
dari Universitas Padjajaran ini membaca sebuah iklan di harian Kompas: "Dicari fasilitator pendidikan alternatif bagi suku asli Orang Rimba, Jambi." Bunyi iklan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Warung Informasi Konservasi (Warsi) itu menggugahnya. "Mungkin inilah yang kucari," kata batin Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
kelahiran Jakarta, 21 Februari 1972 ini.

Pada tujuh bulan pertama ketika berada di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi, dimana Orang Rimba berada, Butet tidak langsung mengajar. Dia harus meriset berbagai kehidupan Orang Rimba mulai dari pola pengasuhan anak, hubungan orangtua dengan anak, hubungan antar anak sambil berbaur dengan mereka.

Selain pendidikan dasar, baca, tulis dan hitung, dia menerapkan pula pola pendidikan advance yaitu pengetahuan tentang dunia luar, life skill, dan pengenalan tentang organisasi, sehingga bisa menjadi mediator ketika mereka bersinggungan dengan dunia luar, agar mereka tak mudah dieksploitasi lagi.

Selama delapan tahun, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
penerima anugerah "Woman of The Year" tahun 2001 di bidang pendidikan oleh televisi swasta Anteve ini, menggerakkan Sokola-Kelompok Pendidikan Alternatif. Kini, Sokola Alternatifnya sudah menyebar di 10 daerah, diantaranya Jambi, Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
, Makassar, Bulukumba (Sulawesi), Flores, Pulau Besar dan Gunung Egon, Halmahera, Klaten, Bantul, dan Kampung Dukuh (Garut).Sayang, Kampung Dukuh sudah berhenti, jadi tersisa hanya sembilan.

Wanita yang juga penerima penghargaan dari majalah Time sebagai "Heroes of Asia Award 2004" dan peraih "Woman of The Year" bidang pendidikan oleh televisi swasta Anteve pada tahun 2004 ini, selalu merasa nyaman di hutan karena sejak masih mahasiswa sudah akrab dengan hutan. Karena begitu masuk ke sana, menurutnya, seakan jarum jam berhenti, identitas gelar sarjana yang dimilikinya terlupakan dan yang paling membuatnya terharu dan tak akan dilupakan, saat semuanya memanggilnya "Bu Guru". e-ti | zah, red

Juga diterbitkan Majalah Berita Indonesia Edisi 48, 5 Oktober 2007

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 28 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 25 Des 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Facebook

TIKomen

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: