WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Cerita Indah di Indonesia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Cerita Indah di Indonesia
Franz Magnis-Suseno | TokohIndonesia.com |itb

Setelah memperoleh tugas pertama di Indonesia mengajar pelajaran Agama di SMA Kolese Kanisius, Jakarta antara tahun 19662-1964 serta merangkap Kepala Asrama Siswa yang membuatnya mengenal dan hafal nama 500 remaja binaannya, Franz Magnis-Suseno, SJ lalu ditugaskan belajar studi teologi ke Institut Filsafat Teologi Yogyakarta, di Yogyakarta antara tahun 1964 hingga 1968. Di situ dia mulai merasakan hidup dan studi nikmat bersama dengan para mahasiswa Yesuit lainnya. Ada yang warga negara Jerman, orang Indonesia, dan sebagian besar orang Jawa.

Direktur Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
Lihat Curriculum Vitae (CV) Franz Magnis-Suseno

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Franz Magnis-Suseno

QR Code Halaman Biografi Franz Magnis-Suseno
Bio Lain
Click to view full article
Djoko Kirmanto
Click to view full article
Najwa Shihab
Click to view full article
Achdiat Karta Miharja
Click to view full article
Zaenal Soedjais
Click to view full article
Emirsyah Satar
Click to view full article
Achmad Sahal
Click to view full article
Kestity Pringgoharjono
Skip TOC

Article Index

  1. Cerita Indah di Indonesia current position
  2. 02 | Jerman Beretika Jawa
  3. 03 | Romo Digelari Kyai Katolik

Kesempatan hidup nikmat yang seperti demikian adalah sangat jarang diperoleh oleh orang asing. Yakni, sebuah kesempatan untuk secara amat leluasa bisa terus-menerus berhubungan dengan orang Jawa, sekaligus berkomunikasi dengan mereka tanpa dirusak oleh suasana hubungan kewibawaan seperti antara pastor dengan dengan umatnya, atau hubungan seperti antara orang ahli asing dari luar negeri dengan orang pribumi yang bukan ahli. Franz Magnis berbicara dengan semua mahasiswa dalam bahasa Jawa ngoko atau bahasa umum.

Di kampus itu dia mulai mengenal betul kodrat asli orang Jawa. Sesudah lebih dari setahun kuliah, atau tepatnya setelah empat setengah tahun bermukim di Indonesia sejak 29 Januari 1961 dia mengalami sebuah goncangan kebudayaan atau culture shock. Dia merasa orang Jawa --sementara orang Tionghoa diantara mahasiswa Yesuit lainnya lain lagi-- memiliki pendirian, komunikasi, cara memandang masalah, situasi-situasi menentukan dan sebagainya, yang sama sekali berbeda. Dia agak shock lalu bertanya dalam hati, apakah dalam suasana demikian bisa mengembangkan identitas diri.

Untunglah hubungan-hubungan mereka sesama mahasiswa, khususnya dengan mahasiswa Jawa bagus sehingga hal-hal seperti itu dapat dibicarakan dalam batas-batas tertentu. Dia dapat melampaui krisis goncangan sekaligus berkesimpulan sudah berada di tempat yang benar.

Semua orang pada dasarnya menerima dia dengan utuh. Penerimaan itu dikukuhkan dengan sikap positif yang terus-menerus ditunjukkan oleh rekan-rekan seordo orang Indonesia. Bahkan, atasan Indonesia dalam Serikat Yesus dan Gereja berulangkali menyerahkan posisi-posisi penting yang penuh tanggungjawab kepada dia. Dia lalu memutuskan untuk terus maju menjadi orang Indonesia tanpa merasa sesal.

Dia melihat bahwa orang Jawa itu sopan dan ramah. Memang benar demikian, hal itu bukan sekadar penampilan luar saja. Walau demikian, kepada orang Jawa sekali-kali tidak boleh berusaha mendesak atau menyudutkan mereka. Orang Jawa rela bekerjasama asal bisa merebut hati mereka. Hormatilah kebebasan orang Jawa untuk mengambil keputusan sendiri, jangan memaksakan diri atau memanfaatkan sikap ramah dan kesopanan mereka untuk memperoleh kedudukan yang lebih baik. Bersikap sabar menghormati kebebasan orang lain, dan menaruh kepercayaan kepadanya, adalah cara-cara yang paling baik mengembangkan hubungan-hubungan yang langgeng, positif, jujur, dan sangat memuaskan dengan orang Jawa.

Persepsi dia tentang orang Jawa terus saja berkembang. Bahkan beberapa tahun kemudian, sekitar tahun 1975 dia mencoba mencari apa landasan teoritis terhadap pengalaman-pengalaman empirik dia berhubungan dengan orang Jawa, yang saat itu sudah berlangsung 14 tahun. Landasan teoritis itu dia cari antara lain lewat studi literatur Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
antropologi
, Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983)
Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983)
sosiologi
, sejarah kebudayaan, termasuk studi literatur Jawa klasik abad ke-18 dan 19. Hasilnya adalah sebuah buku berjudul "Javanische Weisheit und Ethik", diterbitkan oleh Oldenburg di tahun 1981.

Buku itu, setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul "Etika Jawa", dan diterbitkan oleh Gramedia, terjual laris hingga mencapai oplag 15.000 eksemplar. Kepada Franz Magnis banyak orang Jawa lantas mengatakan, bahwa dalam buku itu mereka dapat menemukan sesuatu dari jati diri mereka sebagai orang Jawa. Malah, mereka melanjutkan, boleh dikatakan untuk pertamakali mereka sempat melihat diri dalam jarak, mereka sempat memproyeksi diri. Tujuan Magnis mencari landasan teoritis dan menerbitkan buku, itu memang dimaksudkan untuk menggambarkan sebuah "tipe ideal" seorang Jawa Tengah yang "klasik". Dia lalu merumuskan tipe atau tipos itu secara tertulis sekaligus mengukirnya sebagai figur.

Pada tahun 1977 die resmi dinyatakan sebagai warga negara Indonesia, setelah tujuh tahun menunggu. Namanya pun "diindonesiakan" menjadi Franz Magnis-Suseno, SJ. Peristiwa itu adalah sebuah langkah penting baginya sebab ditempuh dengan kesadaran penuh. Bagi dia, menjadi warga negara Indonesia sesungguhnya bukanlah berarti penolakan terhadap masa silam Jerman dia yang, selama 24 tahun pertama adalah masa-masa pembentukan dan paling menentukan dalam hidupnya. Dia tak bermaksud dan tidak bisa menanggalkannya.

Orang-orang Indonesia pun sesungguhnya tidaklah mengharapkan dia menjadi orang Indonesia atau orang Jawa tulen. Dia, justru menjadi sangat diterima sebagai seorang "Kasman", atau bekas Jerman. Dia yakin, setiap orang pasti tidak mampu memasuki hubungan positif dengan dunia baru jika orang itu mempunyai hubungan yang tidak beres dengan tanah asalnya semula, dengan sejarah kehidupan pribadinya, dan dengan kehidupan sosialnya sendiri. Pelarian dari masa lalu adalah jaminan yang buruk untuk suatu masa depan yang positif. Kecuali, pelarian dari masa lampau itu secara objektif menakutkan dan mengerikan sekali sehingga sungguh-sungguh sangat memerlukan awal yang baru sama sekali.

Dia merasa masa silam Jerman dengan segala sesuatu yang tercakup di dalamnya bukan sebagai beban untuk bisa mengakar di Indonesia. Malah, semakin lama dia merasakan ada jarak tertentu, termasuk jarak emosional terhadap peristiwa-peristiwa di Jerman. Sayangnya, dia menyebutkan sudah lupa sejak kapan dia mulai secara spontan mengidentifikasikan diri sebagai Indonesia ketika mengikuti penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan olahraga internasional.

Disebutkannya lagi, justru kombinasi antara masa silam Jerman dengan suatu identitas baru yang terus bertumbuh secara batiniah selama 40 tahun lebih, itu telah memungkinkan dia untuk memberikan sumbangan yang spesifik dan terbatas dalam upaya Indonesia membangun suatu masa depan yang manusiawi. Sumbangan itu, yang jika dilihatnya dari segi filsafat dan iman Kristiani, adalah berupa mau menjadi teman seperjalanan yang baik yang ikut dalam pencarian arah perjalanan. (Bersambung) e-ti | crs-marjuka situmorang | Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
Edisi 12

 

Page 1 of 3 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »
© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh sira  -  Dibuat 21 Jun 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Perhatian Pada Masalah Sosial Pemimpin Yang Mengenal Bawahan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Saya Indonesia Saya Pancasila

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini hadir untuk menjawab seputar permasalahan yang sering terjadi pada perabot rumah.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: