-
BIO
-
BIOGRAFI
-
- Dodi Reza Alex, Lic, MBA
- Deni Akendra Alex (Alm.)
- Luri Elza Alex, SH. LLM
- Hj. Thia Yufada,
- H. Marko Klemt, LLm
- Aletta Khayarra Alex
- Atalie Mazzaya Alex
- Fakultas Teknik Universitas Trisakti, Jakarta 1980
- Fakultas Hukum Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta 1981
- International Training Course in Regional Development Planning
- United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) Nagoya, Japan (1985)
- Post Graduate Diploma : Integrated Development Management Institute for Housing Studies (HIS), Rotterdam, Netherlands (1987-1988)
- Program of the United Housing and Urbanization Harvard University, Cambridge (1992)
- International Training Course in Integrated Urban Policy United Nation Population Fund (UNFP)Kobe, Japan ( 1996)
- Gurbenur Sumatera Selatan (2008-2013)
- Bupati Musi Banyuasin (2001-2008)
- Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (1999)
- Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (1998)
- Ketua Bappeda Kodya Palembang (1994)
- Kepala Dinas Pariwisata Kodya Palembang (1990)
- Kacabdin Pariwisata Kodya Palembang dan Kabupaten Musi Banyuasin (1989)
- Pj. Kabid fisik prasarana Bappeda Tk.I Sumatera Selatan (1988)
- Kasi Perhubungan & Pariwisata Bappeda TK.I Sumatera Selatan (1983)
- Staf Bappeda TK.I Sumatera Selatan (1981)
- Ketua DPC Pemuda Panca Marga Kodya Palembang (1981-1986)
- Ketua DPD Pemuda Panca Marga Prov. Sumsel (1987-1991)
- JURKAM Golkar PEMILU (1982,1987)
- Pengajar KARAKTERDES Golkar Kodya Palembang Wakil Sekretaris DPD Golkar Kodya Palembang (1988-1993)
- Wakil Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Panca Marga Jakarta (1991-1994)
- Wakil Sekjen Patriot Panca MArga Pusat (2002-Sekarang)
- Ketua DPD Patriot Panca Marga Sumsel (2004-sekarang )
- Wakil Ketua BAPILU Kodya Palembang (1992)
- Wakil Ketua KORPRI Unit Kantor Dinas Pemda TK.I Sumsel (1997-1999)
- Ketua Persatuan Senam Indonesia (PERSANI)
- Kodya Palembang (1991-1995 & 1995-1999)
- Pengurus Institute Karate-Do Indonesia (INKAI) Sumsel (Sejak 1984)
- Ketua DPD INKAI Sumsel (1993-1995)
- Penasehat DPD INKAI Sumsel (1995-Sekarang)
- Wakil Ketua KONI Kodya Palembang (1995-1998)
- Anggota Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (PERBAKIN)
- SUMSEL (1997-Sekarang)
- Wakil Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI)(1997-Sekarang)
- Wakil Ketua Umum Pengurus Daerah Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI)SUMSEL (1997-Sekarang)
- Pengurus Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumsel (1997-Sekarang)
- Ketua Persatuan Sepakbola Musi Banyuasin (PERSIMUBA) (2000-2004)
- Ketua KONI Kab. Musi Banyuasin (2001-2010)
- Wakil Ketua PENGDA PERBAKIN SUMSEL (2002-2006)
- Ketua Umum Portela Sumsel (2002-2007)
- Wakil Ketua Pengda PSASI Sumsel (2002-2007)
- Wakil Ketua Executive Shooting Club Sumsel (2002-2007)
- Anggota Kehormatan Purna PASKIBRAKA Indonesia Sumsel (2002-2007)
- Ketua Umum Pordasi Sumsel dan Ketua DPD Golkar Sumsel (2004-2009)
- Ketua I Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas (2003-2005)
- KETUA Badan Kerjasama Kabupaten Seluruh Indonesia (BKKSI/APKASI) (2005-2008)
- WAKIL KETUA PB PRSI (2005-2009)
- Ketua Bidang Pembinaan Daerah Pengda PODSI Sumsel (2000-2005)
- Ketua Umum Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) (2006-2009)
- Ketua Bidang Dana PB. PABSI (2006)
- Ketua Umum Pengprov Perbakin (2006-2010)
- Ketua Dewan Presidium Liga Catur Indonesia (2006-2010)
- Menerima Penghargaan dari Menteri Perhubungan "Wahana Tata Nugraha (WTN)" di bidang tertib lalu lintas dan angkutan kota, 20 Juli 2011
- Penghargaan sebagai Tokoh Pemerhati Karang Taruna dari Gubernur Sumatera Selatan (Palembang, 27 Desember 2001)
- Manggala Karya Kencana "Panghargaan dalam mendukung keberhasilan Program KB Nasional untuk mewujudkan keluarga berkualitas" dari Kepala BKKBN (2002)
- Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia (2002)
- Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dari Mendiknas (2002)
- ASKES Award Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Sistem Asuransi Kesehatan
- Anugerah Dalam Rangka Pelaksanaan Pemberantasan Buta Aksara dari Presiden RI (2002)
- Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (2002)
- Penghargaan dari PWI atas kerjasama dengan pihak PERS (2003)
- Penghargaan Olahraga pada hari OLAHRAGA NASIONAL XX dari Gubernur Sumsel (2003)
- Penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden dan Wirakarya Kencana dari Kepala BKKBN dalam Mendukung Pelaksanaan Pembangunan Program KB dan Keluarga Sejahtera serta membangkitkan motivasi bagi para pengelola program KB Nasional Pembangunan Keluarga Sejahtera (2003)
- Penghargaan Atas Partisipasi dan Prakarsanya dalam Mengembangkan Berbagai Program/Kegiatan Mewujudkan Ketahanan Pangan di wilayahnya dari Gubernur Sumatera Selatan (2003)
- Penghargaan Manggala Karya Bakti Husada Arutala atas Pengabdian dan Jasa Besar di Bidang Pembangunan Kesehatan dari Menteri Kesehatan RI ( Jakarta, 28 Oktober 2003)
- Penghargaan Manggala Karya Bakti Husada Arutala atas Pengabdian dan Jasa Besar di Bidang Pembangunan Kesehatan dari Menteri Kesehatan RI ( Jakarta, 28 Oktober 2003)
- Penghargaan di Bidang Ketahanan Pangan dari Presiden RI (14 Januari 2004)
- Satya Lancana Pembangunan (Mei 2004)
- Penghargaan Bidang Kelistrikan dari PLN WS2JB ( 2004)
- Penghargaan Anggota Kehormatan Purna Praja STPDN (Jatinangor, 2004)
- Lencana Aditya Karya Mahatua Yoda Utama II dari Menteri Sosial RI
- Penghargaan Pembina Terbaik Karang Taruna, Bangka, 28 Des 2004
- Penghargaan Bidang Otomotif Dari IMI Pusat
- Penghargaan Piala Adipura Kategori Kota Kecil Terbersih (Istana Bogor, 2005)
- Penerima Gelar Adat " Yang Dipertuan Datuk Sri Paduka Baginda" dari Yang Dipertuan Agung Raja ALam Pagaruyung ( Palembang, 2005)
- Penghargaan Adi Manggalya Krida dari Presiden RI
- Penghargaan Pembina Olahraga Terbaik, Jakarta 9 September 2005
- Anugrah Kepemudaan Tahun 2005 dari Pemerintah Republik Indonesia
- Pengakuan PBB dan ASEAN (Jakarta, 28 Oktober 2005)
- Bintang Kelas Utama Pemuda Pancamarga
- Piagam Penghargaan Widya Praja dari PGRI, 8 Mei 2006
- Penghargaan Piala Adipura Kategori Kota Kecil Terbersih (Istana Negara Jakarta, 12 Juni 2006)
- Anugerah Delima Eka Yasa dari PP. IBI ( Sekayu, 13 Juni 2006)
- Penghargaan dari PW. NU Sumsel atas Bimbingan dan Bantuan untuk Pengembangan Jam’iyah NU dan Umat (Palembang, 26 Juni 2006)
- Penghargaan dari PMI Pusat dalam Bidang Kemanusiaan atas bantuan, sumbangan dan perhatian terhadap kemajuan PMI (Palembang, 5 Juli 2006)
- Penghargaan Lencana Melati dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Jakarta, 1 Agustus 2006)
- Piala Citra Pelayanan Prima Bidang Air Bersih dari Presiden RI (Jakarta 22 Desember 2006 )
- Penghargaan selaku Pembina Karang Taruna dari Gubernur Sumatera Selatan (Palembang, Januari 2007)
- Penghargaan Suratin Madya dari Ketua Umum PSSI (Makasar, 19 April 2007)
- Patri Award (Pontianak, 23 Juli 2007)
- Penghargaan Insan Pemerhati Mode Indonesia Sumsel 2007 (Palembang, 4 November 2007)
- Warga kehormatan Korps Brigade Mobile (BRIMOB) (Sumatera Selatan, 14 November 2007)
- Satyalancana Pembangunan bidang pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Riau, 25 November 2007)
- Mendapat Gelar Sultan Agung H Alex Noerdin Bandar Adat Munggu dari kerabat adat Munggu
- Penghargaan Tokoh Aparatur Negara Anti Narkoba (5 Juni 2008)
- Bintang Keteladanan Koperasi dari Ketua Umum Dekopin Prof Dr Sri Edi Swasono (Sekayu, 12 Juli 2008)
- alexnoerdin.info
- sumsel.go.id
- Jl. Merdeka No. 23 B. Palembang, Sumatera Selatan
- Jl. Merdeka No.56A, Palembang, Sumatera Selatan
Jakarta, 17 Februari 2011 © Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CVBerani mengambil risiko dan teguh pada pendirian demi kesejahteraan rakyat, itulah tipe kepemimpinan Alex Noerdin. Setelah sukses memimpin Kabupaten Musi Banyuangi selama dua periode, anak pejuang yang sukses dalam berbagai bidang kehidupan ini dipercaya menjabat Gubernur Provinsi Sumatera Selatan.
Alex Noerdin, putera ketiga dari tujuh bersaudara pasangan H. Moehamad Noerdin Pandji, seorang pejuang pada masa kemerdekaan dan Hj. Siti Fatimah, ditempa dalam keluarga yang taat beragama dan penuh kedisiplinan. Tidaklah mengherankan apabila pria kelahiran Palembang, 9 September 1950 ini merangkai perjalanan hidupnya dengan berbagai prestasi. Ia menyelesaikan kuliahnya dengan meraih dua gelar dalam waktu yang berdekatan, yakni gelar sarjana teknik dari Universitas Triksakti Jakarta yang diraihnya pada tahun 1980 dan tahun berikutnya (1981) ia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Atmajaya, Jakarta.
Sejumlah pendidikan dan pelatihan di luar negeri pernah dikecapnya seperti International Training Course in Regional Development Planning, United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) Nagoya, Japan (1985); Post Graduate Diploma: Integrated Development Management Institute for Housing Studies, Roterdam Netherlands (1987-1988); Program of the United Housing Urbanization, Harvard University, Cambridge (1992); International Training Course in Integrated Urban Policy United Nations Population Fund (UNFP) Kobe, Japan (1996).
Setelah menyandang gelar sarjana, pria yang dinobatkan sebagai kepala daerah paling berpengaruh di media tahun 2010 versi lembaga riset politik Cham Politika ini, memulai karirnya dari bawah dengan menjadi Staf Bappeda, pegawai negeri sipil di Pemda Tingkat I. Secara perlahan jabatannya terus menanjak hingga menjadi kepala dinas.
Pada tahun 1989, oleh Pemda Tk I Sumatera Selatan, ia diangkat menjadi Kacabdin Pariwisata Kodya Palembang dan Kabupaten Musi Banyuasin. Tapi pada tahun 1998, ia ditarik kembali ke Pemda Tk I sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.
Selanjutnya pada tahun 1999, Alex diangkat menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Dua tahun jadi Sekda, ia kemudian terpilih menjadi Bupati Muba untuk periode 2001-2006. Atas keberhasilannya membangun Kabupaten Muba pada periode pertama kepemimpinannya, ia kembali terpilih memimpin Kabupaten itu untuk periode 2007-2012.
Saat menjadi Bupati Kabupaten Muba, Alex banyak melakukan terobosan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, ekonomi dan lainnya. Sejak memimpin Muba tahun 2002, ia mengalokasikan 20 persen lebih APBD untuk pendidikan. Untuk tahun 2002 misalnya, APBD pendidikan mencapai 20,01%, selanjutnya tahun 2003 (21,81%), hingga tahun 2006 sempat mencapai 26,02%.
Pendidikan gratis bagi sekolah negeri, baik SD, SMP, dan SMA negeri sudah diberlakukannya sejak tahun 2002. Pelahan-lahan pada tahun 2006 diperluas hingga sekolah swasta dan madrasah. Tahun 2007 kembali diperluas ke tingkat akademi, yaitu Politeknik dan Akademi Perawat Sekayu dengan standar internasional. Sementara untuk meningkatkan kualitas guru, sejak 2005, Alex memberikan kuliah gratis kepada 1800 orang guru.
Pada bidang kesehatan, Alex mewujudkan program Berobat Gratis. Pengobatan mulai dari Puskesmas Pembantu, Puskesmas, bahkan pengobatan dapat dirujuk ke RSUD Sekayu, RSU Mohammad Hoesin Palembang, hingga RS Cipto Mangoenkoesoemo Jakarta diberikan secara gratis. Terhadap dua hal di atas, yakni pendidikan dan kesehatan, Alex sangat memberikan perhatian karena ia meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci dari pembangunan berkelanjutan.
Alex juga memberikan pelayanan pembuatan sertifikat tanah gratis bagi warga yang tidak mampu sejak tahun 2006, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, bahkan dalam pembuatan SIM. Kepeloporan H. Alex Noerdin dalam kepedulian meringankan beban rakyat yang tidak mampu juga diwujudkan dalam program Khitan Gratis, Pelayanan KB Gratis, Melahirkan Gratis, bahkan Menikah Gratis.
Di bidang infrastruktur, ia berhasil melakukan perbaikan jalan yang rusak parah menjadi relatif lebih baik sepanjang 1.000 km. Sementara di bidang pertanian, ia berhasil mengangkat Kabupaten Muba menjadi salah satu Lumbung Padi di Provinsi Sumatera Selatan. Dan yang tak kalah penting, selama delapan tahun Alex Noerdin menjadi Bupati Muba, APBD Muba yang hanya Rp 175 miliar di awal pemerintahannya, naik menjadi 4,7 triliun atau meningkat 1.000 persen lebih tanpa ada utang.
Saat menjadi Bupati Kabupaten Muba, Alex banyak melakukan terobosan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, ekonomi dan lainnya. Mengalokasikan 20 persen lebih APBD untuk pendidikan dengan memberikan pendidikan gratis bagi sekolah negeri, baik SD, SMP, dan SMA negeri.Pelahan-lahan pada tahun 2006 diperluas hingga sekolah swasta dan madrasah. Tahun 2007 kembali diperluas ke tingkat akademi, yaitu Politeknik dan Akademi Perawat Sekayu dengan standar internasional. Sementara untuk meningkatkan kualitas guru, sejak 2005, Alex memberikan kuliah gratis kepada 1800 orang guru.
Di tengah masa jabatannya sebagai bupati, pada tahun 2008 suami dari Hj. Eliza Alex ini mendaftar mengikuti pemilihan gubernur Provinsi Sumatera Selatan. Dalam pemilihan gubernur itu, ia berhasil mengalahkan saingannya dan dilantik menjadi gubernur untuk periode 2008-2013 pada 7 November 2008. Ketika Alex menjadi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), program-programnya ketika memimpin Kabupaten Muba terus ia lanjutkan. Program sekolah gratis dan pelayanan kesehatan gratis misalnya, terus ia perluas yakni untuk seluruh warga Sumsel.
Tidak hanya sukses dalam bidang pendidikan dan karir, ia juga aktif di berbagai organisasi baik organisasi kepemudaan/kemasyarakatan maupun organisasi keolahragaan dan politik. Ia misalnya dipercaya menjadi Ketua DPD Golkar Sumsel untuk periode 2004-2009, Ketua DPD Patriot Panca Marga Sumsel, Ketua DPD INKAI Sumsel (1993-1995), Ketua Umum Pengprov Perbakin (2006-2010), dan lain sebagainya.
Atas prestasinya selama di pemerintahan, ayah tiga anak ini telah mengantongi puluhan penghargaan atas nama pribadi maupun atas nama Pemda. Seperti, Satyalancana Pembangunan bidang pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, gelar Sultan Agung H Alex Noerdin Bandar Adat Munggu dari kerabat adat Munggu, dan penghargaan Tokoh Aparatur Negara Anti Narkoba pada 5 Juni 2008.
Tidak seperti kebanyakan orang yang sukses di bidang karir namun mengorbankan keluarga, Alex Noerdin merupakan sosok kepala keluarga yang baik. Atas pertimbangan dan kesepakatan bersama, isterinya Hj. Sri Eliza memilih menjadi ibu rumah tangga agar fokus mengurus dan mendidik anak-anaknya.
Keputusan ini tidaklah sia-sia. Anak pertamanya, H. Dodi Reza Alex, Lic. Econ, MBA lulus magna cumlaude dari Solvay Business School, Universite Libre de Bruxelles, Brussels, Belgia. Sekarang ia menjadi pengusaha muda sukses di Jakarta. Bisnisnya sama sekali tidak bersinggungan dengan pemerintahan tempat ayahnya menjadi Bupati. Dodi menikah dengan Hj. Thia Yufada, presenter Metro TV, dan dikaruniai anak kembar Aletta Khayarra Alex dan Atalie Mazzaya Alex. Kemampuan dan prestasinya membuat Dodi sekarang dipercaya sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Sumatera Selatan. Anak kedua, Deni Akendra Alex, meninggal dunia tahun 2003. Anak ketiganya, Hj. Luri Elza Alex SH, LLM, adalah seorang pengacara. Ia menikah dengan H. Marko Klemt, LLM yang juga seorang pengacara. Mereka tinggal di Frankfurt, Jerman.
Berkat kepemimpinan dan teladannya, pemerintah pusat memercayakan Provinsi Sumsel menjadi tuan rumah penyelenggaraan SEA Games XXVI tahun 2011. Selain Sumsel, ada tiga daerah lain yang menjadi tuan rumah yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Alex bersama jajarannya dengan penuh keberanian membangun berbagai sarana olahraga baru berstandar internasional termasuk perkampungan atlet (athlete village) yang berbiaya triliunan rupiah. Di saat pemerintah daerah-daerah lain tidak punya keberanian membuat sebuah terobosan besar karena takut "digeledah" KPK, Alex justru tampil dengan program-programnya yang spektakuler. Alex memahami betul bahwa pembangunan itu penuh risiko. Namun baginya, kalau niatnya baik, tidak ada yang perlu ditakutkan. "Kalau saya tidak berani melakukan itu, tidak akan pernah ada SEA Games di Sumsel. Bisa-bisa SEA Games 2011 di Indonesia batal," katanya.
Untuk mewujudkan ide-idenya, ia menggaet investor. Di sinilah kelihaian Alex ditunjukkan dimana selama ini ia berhasil membangun berbagai fasilitas yang nilainya triliunan di daerah pemerintahannya tanpa perlu menyentuh APBD. Ia merangkul kalangan dunia usaha di Sumsel dengan program BOT (build, operate, transfer). Di sini, pihak swasta yang membangun sarana olahraga sekaligus menjadi pengelolanya, tapi setelah sekian tahun tertentu, pengelolaannya harus dikembalikan ke pemerintah. Bio TokohIndonesia.com | hs-mlp

Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia:




















Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.