gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Ekonom Bertangan Dingin

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ekonom Bertangan Dingin
Boediono | TokohIndonesia.com | MediaIndonesia.com
Pekerjaan Utama:
Wakil Presiden RI (2009-2014)
Lihat CV
Nama:
Prof. Dr. Boediono
Lahir:
Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943
Agama:
Islam
Jabatan:
Wakil Presiden RI, 2009-sekarang
Isteri:
Herawati
Anak:
  • Ratriana Ekarini
  • Dios Kurniawan
Pendidikan:
  • S3: Doktor Ekonomi Bisnis Wharton School University of Pennsylvania, AS 1979
  • S2: Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972)
  • S1: Bachelor of Economics (Hons.), University of Western Australia (1967)
Pekerjaan:
  • Wakil Presiden RI (2009-2014)
  • Gubernur Bank Indonesia (2008-2009)
  • Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2008)
  • Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004)
  • Penasehat Komisaris PT Pertamina, 2003
  • Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
  • Direktur I Bank Indonesia Urusan Operasi dan Pengendalian Moneter (1997-1998)
  • Direktur III Bank Indonesia Urusan Pengawasan BPR (1996-1997)
  • Presiden Komisaris PT Bank PDFCI, 1994-1998
  • Staf Ahli Dewan Moneter, 1974
  • Wakil Direktur Workshop Purna Sarjana Ekonomi dan Pertania Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, 1973-1975
  • Internal Auditor Bank of America cabang Jakarta, 1969-1970
  • Dosen Fakultas Ekonomi UGM
Alamat:
Jalan Mampang Prapatan XX No.26, Jakarta Selatan
Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CV

Wakil Presiden pendamping Presiden SBY, ini seorang ekonom bertangan dingin. Tangan dingin Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada dan Doktor Ekonomi Bisnis lulusan Wharton School University of Pennsylvania, AS 1979, ini terbukti selama menjabat Ketua Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (1998-1999)) Menteri Keuangan (2001-2004), Menko Perekonomian (2005-2008), maupun sebagai Gubernur Bank Indonesia (2008-2009).

Article Index
Ekonom Bertangan Dingin
02 | Dipilih Jadi Cawapres
03 | Sedih Dituding Neoliberalisme
04 | Lanjutkan dengan Team Work Lebih Baik
05 | Cepat, Tepat dan Akuntabel
All Pages

Hanya saja, dia terlibat dalam skandal Bank Century (2008). Dia sangat berperan dalam kebijakan FPJP dan bailout Bank Century sebesar Rp.6,7 triliun, yang oleh Badan Pmeriksa Keuangan (BPK) dan DPR dinilai bermasalah dan berbau korupsi. Kebijakan bailout Bank Century itu dilakukan dengan alasan menyelamatkan Indonesia dari ancaman krisis keuangan global yang episentrumnya terjadi di Amerika.

Namun, diduga terjadi rekayasa kebijakan dan penyimpangan aliran dana bailout Bank Century itu. Bahkan diduga mengalir ke partai politik penguasa dan pasangan Capres-Cawapres tertentu. Maklum, pengucuran dana p.6,7 triliun itu dilakukan menjelang dan bertepatan hiruk-pikuk Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

Dengan terungkapnya kasus bank Century ini, banyak pihak menjadi paham mengapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dalam Pemilu Presiden 2009 diusung Partai Demokrat kembali sebagai Calon Presiden, secara mengejutkan memilih Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono sebagai Cawapresnya. Ketika pilihan itu diumumkan dan dideklarasikan 15 Mei 2009, tidak banyak pihak yang memahaminya.

Prof. Dr. Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono yang memiliki jejak rekam dalam tata kelola ekonomi disebut akan berpihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Namun, entah kenapa beberapa pihak melemparkan tudingan yang menyebut Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono menganut ekonomi neoliberalisme dan terlalu berpihak kepada asing. Maka, Prof. Dr. Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono merasa sedih dan tidak tahu mengapa diberi label sebagai antek neoliberalisme dan terlalu berpihak kepada asing. Sebab, menurutnya, sejak awal dalam kebijakan ekonomi, ia selalu mendahulukan kepentingan nasional, kepentingan rakyat yang belum mendapatkan manfaat pembangunan.

Jejak Rekam
Selama menjabat Menteri Keuangan, suami dari Herawati dan ayah dua anak (Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan), ini berhasil membenahi bidang fiskal, masalah kurs, suku bunga dan pertumbuhan ekonomi juga berhasil mengakhiri kerjasama dengan IMF (Dana Moneter Internasional).

Bersama tim dalam kabinet dan Bank Indonesia, Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972), itu berhasil menstabilkan kurs rupiah pada kisaran Rp 9000-an per dolar AS. Begitu pula dengan suku bunga berada dalam posisi yang cukup baik merangsang kegiatan bisnis, sehingga pertumbuhan ekonomi menaik secara signifikan. Pria berpenampilan kalem dan santun serta terukur berbicara itu juga dinilai mampu membuat situasi ekonomi yang saat itu masih kacau menjadi dingin.

Saat baru menjabat Menkeu, langkah pertama yang dilakukan ekonom berpenampilan rapih dan low profile itu adalah menyelesaikan Letter of Intent dengan IMF yang telah disepakati sebelumnya serta mempersiapkan pertemuan Paris Club September 2001. Paris Club ini merupakan salah satu pertemuan penting karena menyangkut anggaran 2002. Setelah itu, dia bersama tim ekonomi Kabinet Gotong-Royong, secara terencana mengakhiri kerjasama dengan IMF (Dana Moneter Internasional) Desember 2003.

Departemen Keuangan di bawah kendali pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943, itu pun berhasil melampaui masa transisi pascaprogram IMF, yang sebelumnya sudah dia ingatkan akan sangat rawan, bukan hanya menyangkut masalah dana, tetapi juga menyangkut rasa percaya (confidence) pasar. Apalagi kala itu, Pemilihan Umum 2004 juga berlangsung. Kondisi rawan itu pun berhasil dilalui tanpa terjadi guncangan ekonomi.

Dia berhasil menggalang kerjasama dengan Bank Indonesia dan tim ekonomi lainnya, kecuali dengan Kwik Kian Gie Menko Ekonomi RI, 1999-2000 Kwik Kian Gie yang kala itu tampak berbicara sendiri sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala Bappenas.

Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Gotong Royong, ia berhasil memperbaiki keuangan pemerintah dengan sangat baik sehingga mampu membawa Indonesia lepas dari bantuan Dana Moneter Internasional.

Tak heran bila majalah BusinessWeek (AS), memberi Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono pengakuan sebagai tokoh yang kompeten di posisinya sebagai menteri keuangan. Ia dipandang sebagai salah seorang menteri yang paling berprestasi dalam Kabinet Gotong Royong.

Maka ketika Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono (BY) terpilih sebagai presiden (2004), banyak orang mengira bahwa Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono akan dipertahankan dalam jabatannya. Sebetulnya ia diminta tetap bertahan di kursi Menteri Keuangan. Namun guru besar ekonomi Universitas Gadjah Mada ini mengaku ingin beristirahat dan kembali mengajar. Selain itu, tampaknya Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono sungkan kepada Megawati, yang pada Pilpres 2004 dikalahkan SBY. Akhirnya, posisi Menteri Keuanagn ditempati Jusuf Anwar. Namun, Jusuf Anwar Duta Besar RI di Jepang (2005-sekarang) Jusuf Anwar hanya bisa bertahan lebih satu tahun.

Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono melakukan perombakan (reshuffle) kabinet pada 5 Desember 2005, SBY kembali meminta kesediaan Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono bergabung dalam tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu. Presiden SBY, dalam jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara Kelapa Sawit, Medan, Sumatera Utara, Jumat (2/12/2005), mengungkapkan telah meminta mantan Menteri Keuangan Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono untuk memperkuat tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu.

Kemudian sebelum terbang ke Sibolga, Kamis (1/12/2005) pagi, Presiden SBY mengakui telah bertemu Boediono, memintanya memperkuat tim ekonomi. Menurut Presiden, Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono cukup meyakinkan untuk mengelola makro-ekonomi dengan baik. Namun, menurut Presiden SBY, Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono mengaku ingin beristirahat sambil berbuat baik bagi negara tanpa harus bergabung di kabinet. "Tetapi saya minta, Pak Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono kalau negara memerlukan, kalau rakyat menghendaki dan Anda harus masuk pemerintahan, tentu itu amanah," kata Presiden SBY.

Akhirnya, Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono memenuhi permintaan SBY. Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono diangkat menggantikan Aburizal Bakrie Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha Aburizal Bakrie menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan mengangkat Sri Mulyani menggantikan Jusuf Anwar Duta Besar RI di Jepang (2005-sekarang) Jusuf Anwar sebagai Menteri Keuangan. Presiden SBY menginginkan ada komunikasi dan konsultasi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia.

Pasar pasar pun menyambutnya dengan antusias. IHSG dan mata uang rupiah langsung menguat. Nilai tukur rupiah pun langsung naik di bawah Rp 10.000 per dolar AS. Boediono, ekonom bertangan dingin, dinilai mampu mengelola makro-ekonomi yang kala itu belum didukung pemulihan sektor riil dan moneter. Juga perdagangan di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) naik signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ langsung ditutup menguat hingga 23,046 poin (naik sekitar 2 persen) dan berada di posisi 1.119,417, berhasil menembus level 1.100.

Diungkapkan, inflasi tahun 2005 yang lebih buruk dari tahun 2004 dinilai jauh dari harapan. Tentu ada faktor yang bisa menjelaskan mengapa inflasi buruk. Harus ada keterpaduan atau harmoni kebijakan fiskal yang dibuat pemerintah dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia.

Presiden SBY, kala itu berharap, Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono akan mampu membenahi kinerja ekonomi Indonesia, terutama di sektor riil dan terkait dengan tingginya laju inflasi saat itu menyusul kenaikan harga BBM pada 1 Oktober 2005 diiringi tingginya tingkat konsumsi pada bulan puasa Ramadhan dan Lebaran November 2005.

"Mengapa saya akan menata kembali tim ekonomi karena kita ingin semuanya tertata baik, makro-ekonomi, mikro-ekonomi, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Ada yang harus bergerak cepat, yaitu ekonomi, tetapi harus ada yang menjaga stabilitas jangka panjang, sustainability dan balance, kata Presiden SBY.

Presiden menginginkan orang yang tepat di posisi yang tepat untuk mendukung kerja tim yang kuat. Pemilihan figur didasarkan pada kemampuan melakukan koordinasi dan kerja sama tim yang baik. Presiden berkepentingan dengan dua hal itu, untuk memiliki dewan menteri dan tim kerja yang baik.

Berbagai pelaku bisnis menilai Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono kredibel, low profile, tidak banyak bicara, prudent dan sangat konservatif. Hal itu dibuktikannya, dengan dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga handal, serta kerjasama yang baik dengan Dewan Gubernur Bank Indonesia, dengan hasil gemilang membawa perekonomian Indonesia pada track dan daya tahan yang baik, terutama dalam menghadapi krisis ekonomi global.

Kemudian, Presiden SBY kepada DPR mengajukan Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanuddin Abdullah. Pengajuan nama Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono ini ‘terpaksa’ dilakukan setelah sebelumnya DPR menolak Agus DW Martowardojo (Dirut Bank Mandiri) dan Raden Pardede yang diajukan Presiden untuk mengisi jabatan Gubernur Bank Indonesia. Pada tanggal 9 April 2008, DPR secara aklamasi menyetujui dan mengesahkan Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanuddin Abdullah.

Sebelum menjabat Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu, Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001–2004) dan Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Boediono Wakil Presiden RI (2009-2014) Boediono telah menjabat Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Ia juga pernah menjabat Direktur Bank Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto.

Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, ini memperoleh gelar S1 (Bachelor of Economics (Hons.)) dari [Universitas Western Australia] pada tahun 1967. Lima tahun kemudian, meraih gelar Master of Economics dari Universitas Monash. Kemudian meraih gelar S3 (Ph.D) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania pada tahun 1979. Ch. Robin Simanullang



© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 07 Apr 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Intermezzo
Orang-orang Dayak suku Benuaq di pedalaman Kalimantan Timur juga punya kuburan unik. Mayat tidak dikubur dalam tanah melainkan diletakkan ke dalam peti yang disangga oleh tiang atau digantung pada tali. Setelah beberapa tahun peti itu dibuka lagi, lalu tulang-belulang mayat didoakan, kemudian dimasukkan lagi ke dalam peti bertiang yang permanen.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Dr. Bambang Kesowo, SH, LLM lahir di Sragen, Jawa Tengah, 27 Maret 1945. Menteri Sekretaris Negara Kabinet Gotong Royong (2001-2004), ini seorang ahli hukum bidang hak milik

Click to view full article

Hidup bersahaja dan mengalir laksana air. Baginya pedoman hidup adalah nurani dan amal. Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Kabinet Gotong-Royong, Sekjen DPP Nasional Demokrat

Click to view full article

Chaerul Saleh lahir di Sawah Lunto, Sumatera Barat, 13 September 1916. Dia salah seorang tokoh perumus naskah proklamasi. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara

Click to view full article

Laksamana TNI (Purn) Sudomo Pangkopkamtib, Menkopolkam dan Ketua DPA Sudomo seorang pemimpin kontroversial. Dia Pangkopkamtib paling tegas dan berwibawa. Dia tidak ragu mengambil tindakan keras, namun dia secara pribadi juga


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh