Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Ekonom Bertangan Dingin

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Ekonom Bertangan Dingin
    Boediono | TokohIndonesia.com | MediaIndonesia.com
    Wakil Presiden RI (2009-2014)
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Wakil Presiden pendamping Presiden SBY, ini seorang ekonom bertangan dingin. Tangan dingin Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada dan Doktor Ekonomi Bisnis lulusan Wharton School University of Pennsylvania, AS 1979, ini terbukti selama menjabat Ketua Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (1998-1999)) Menteri Keuangan (2001-2004), Menko Perekonomian (2005-2008), maupun sebagai Gubernur Bank Indonesia (2008-2009).

    QR Code Halaman Biografi Boediono
    • biografi tokoh indonesia boediono
    • riwayat hidup boedioeno
    • riwayat boediono video
    • boediono
    • biografi dan prestasi budiono
    • kebijakan makro ekonomi masa boediono
    • budiono tokoh ekonomi
    • tokoh ekonomi boediono
    • biografi ahli perencana yang terdapat dalam negeri
    Article Index
    Ekonom Bertangan Dingin
    02 | Dipilih Jadi Cawapres
    03 | Sedih Dituding Neoliberalisme
    04 | Lanjutkan dengan Team Work Lebih Baik
    05 | Cepat, Tepat dan Akuntabel
    All Pages

    Hanya saja, dia terlibat dalam skandal Bank Century (2008). Dia sangat berperan dalam kebijakan FPJP dan bailout Bank Century sebesar Rp.6,7 triliun, yang oleh Badan Pmeriksa Keuangan (BPK) dan DPR dinilai bermasalah dan berbau korupsi. Kebijakan bailout Bank Century itu dilakukan dengan alasan menyelamatkan Indonesia dari ancaman krisis keuangan global yang episentrumnya terjadi di Amerika.

    Namun, diduga terjadi rekayasa kebijakan dan penyimpangan aliran dana bailout Bank Century itu. Bahkan diduga mengalir ke partai politik penguasa dan pasangan Capres-Cawapres tertentu. Maklum, pengucuran dana p.6,7 triliun itu dilakukan menjelang dan bertepatan hiruk-pikuk Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

    Dengan terungkapnya kasus bank Century ini, banyak pihak menjadi paham mengapa Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Susilo Bambang Yudhoyono
    (SBY), yang dalam Pemilu Presiden 2009 diusung Partai Demokrat kembali sebagai Calon Presiden, secara mengejutkan memilih Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
    Boediono
    sebagai Cawapresnya. Ketika pilihan itu diumumkan dan dideklarasikan 15 Mei 2009, tidak banyak pihak yang memahaminya.

    Prof. Dr. Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
    Boediono
    yang memiliki jejak rekam dalam tata kelola ekonomi disebut akan berpihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Namun, entah kenapa beberapa pihak melemparkan tudingan yang menyebut Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
    Boediono
    menganut ekonomi neoliberalisme dan terlalu berpihak kepada asing. Maka, Prof. Dr. Boediono merasa sedih dan tidak tahu mengapa diberi label sebagai antek neoliberalisme dan terlalu berpihak kepada asing. Sebab, menurutnya, sejak awal dalam kebijakan ekonomi, ia selalu mendahulukan kepentingan nasional, kepentingan rakyat yang belum mendapatkan manfaat pembangunan.

    Jejak Rekam
    Selama menjabat Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan, suami dari Herawati dan ayah dua anak (Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan), ini berhasil membenahi bidang fiskal, masalah kurs, suku bunga dan pertumbuhan ekonomi juga berhasil mengakhiri kerjasama dengan IMF (Dana Moneter Internasional).

    Bersama tim dalam kabinet dan Bank Indonesia, Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972), itu berhasil menstabilkan kurs rupiah pada kisaran Rp 9000-an per dolar AS. Begitu pula dengan suku bunga berada dalam posisi yang cukup baik merangsang kegiatan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    , sehingga pertumbuhan ekonomi menaik secara signifikan. Pria berpenampilan kalem dan santun serta terukur berbicara itu juga dinilai mampu membuat situasi ekonomi yang saat itu masih kacau menjadi dingin.

    Saat baru menjabat Menkeu, langkah pertama yang dilakukan ekonom berpenampilan rapih dan low profile itu adalah menyelesaikan Letter of Intent dengan IMF yang telah disepakati sebelumnya serta mempersiapkan pertemuan Paris Club September 2001. Paris Club ini merupakan salah satu pertemuan penting karena menyangkut anggaran 2002. Setelah itu, dia bersama tim ekonomi Kabinet Gotong-Royong, secara terencana mengakhiri kerjasama dengan IMF (Dana Moneter Internasional) Desember 2003.

    Departemen Keuangan di bawah kendali pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943, itu pun berhasil melampaui masa transisi pascaprogram IMF, yang sebelumnya sudah dia ingatkan akan sangat rawan, bukan hanya menyangkut masalah dana, tetapi juga menyangkut rasa percaya (confidence) pasar. Apalagi kala itu, Pemilihan Umum 2004 juga berlangsung. Kondisi rawan itu pun berhasil dilalui tanpa terjadi guncangan ekonomi.

    Dia berhasil menggalang kerjasama dengan Bank Indonesia dan tim ekonomi lainnya, kecuali dengan Menko Ekonomi RI, 1999-2000
    Menko Ekonomi RI, 1999-2000
    Kwik Kian Gie
    yang kala itu tampak berbicara sendiri sebagai Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala Bappenas.

    Sebagai Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dalam Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
    Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
    Kabinet Gotong Royong
    , ia berhasil memperbaiki keuangan pemerintah dengan sangat baik sehingga mampu membawa Indonesia lepas dari bantuan Dana Moneter Internasional.

    Tak heran bila majalah BusinessWeek (AS), memberi Boediono pengakuan sebagai tokoh yang kompeten di posisinya sebagai menteri keuangan. Ia dipandang sebagai salah seorang menteri yang paling berprestasi dalam Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
    Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
    Kabinet Gotong Royong
    .

    Maka ketika Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Susilo Bambang Yudhoyono
    (BY) terpilih sebagai presiden (2004), banyak orang mengira bahwa Boediono akan dipertahankan dalam jabatannya. Sebetulnya ia diminta tetap bertahan di kursi Menteri Keuangan. Namun guru besar ekonomi Universitas Gadjah Mada ini mengaku ingin beristirahat dan kembali mengajar. Selain itu, tampaknya Boediono sungkan kepada Megawati, yang pada Pilpres 2004 dikalahkan SBY. Akhirnya, posisi Menteri Keuanagn ditempati Jusuf Anwar. Namun, Jusuf Anwar hanya bisa bertahan lebih satu tahun.

    Saat Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Susilo Bambang Yudhoyono
    melakukan perombakan (reshuffle) kabinet pada 5 Desember 2005, SBY kembali meminta kesediaan Boediono bergabung dalam tim ekonomi Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Kabinet Indonesia Bersatu
    . Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden SBY
    , dalam jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara Kelapa Sawit, Medan, Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
    Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
    Sumatera Utara
    , Jumat (2/12/2005), mengungkapkan telah meminta mantan Menteri Keuangan Boediono untuk memperkuat tim ekonomi Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Kabinet Indonesia Bersatu
    .

    Kemudian sebelum terbang ke Sibolga, Kamis (1/12/2005) pagi, Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden SBY
    mengakui telah bertemu Boediono, memintanya memperkuat tim ekonomi. Menurut Presiden, Boediono cukup meyakinkan untuk mengelola makro-ekonomi dengan baik. Namun, menurut Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden SBY
    , Boediono mengaku ingin beristirahat sambil berbuat baik bagi negara tanpa harus bergabung di kabinet. "Tetapi saya minta, Pak Boediono kalau negara memerlukan, kalau rakyat menghendaki dan Anda harus masuk pemerintahan, tentu itu amanah," kata Presiden SBY.

    Akhirnya, Boediono memenuhi permintaan SBY. Boediono diangkat menggantikan Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
    Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
    Aburizal Bakrie
    menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan mengangkat Direktur Pelaksana Bank Dunia
    Direktur Pelaksana Bank Dunia
    Sri Mulyani
    menggantikan Jusuf Anwar sebagai Menteri Keuangan. Presiden SBY menginginkan ada komunikasi dan konsultasi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia.

    Pasar pasar pun menyambutnya dengan antusias. IHSG dan mata uang rupiah langsung menguat. Nilai tukur rupiah pun langsung naik di bawah Rp 10.000 per dolar AS. Boediono, ekonom bertangan dingin, dinilai mampu mengelola makro-ekonomi yang kala itu belum didukung pemulihan sektor riil dan moneter. Juga perdagangan di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) naik signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ langsung ditutup menguat hingga 23,046 poin (naik sekitar 2 persen) dan berada di posisi 1.119,417, berhasil menembus level 1.100.

    Diungkapkan, inflasi tahun 2005 yang lebih buruk dari tahun 2004 dinilai jauh dari harapan. Tentu ada faktor yang bisa menjelaskan mengapa inflasi buruk. Harus ada keterpaduan atau harmoni kebijakan fiskal yang dibuat pemerintah dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia.

    Presiden SBY, kala itu berharap, Boediono akan mampu membenahi kinerja ekonomi Indonesia, terutama di sektor riil dan terkait dengan tingginya laju inflasi saat itu menyusul kenaikan harga BBM pada 1 Oktober 2005 diiringi tingginya tingkat konsumsi pada bulan puasa Ramadhan dan Lebaran November 2005.

    "Mengapa saya akan menata kembali tim ekonomi karena kita ingin semuanya tertata baik, makro-ekonomi, mikro-ekonomi, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Ada yang harus bergerak cepat, yaitu ekonomi, tetapi harus ada yang menjaga stabilitas jangka panjang, sustainability dan balance, kata Presiden SBY.

    Presiden menginginkan orang yang tepat di posisi yang tepat untuk mendukung kerja tim yang kuat. Pemilihan figur didasarkan pada kemampuan melakukan koordinasi dan kerja sama tim yang baik. Presiden berkepentingan dengan dua hal itu, untuk memiliki dewan menteri dan tim kerja yang baik.

    Berbagai pelaku Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    menilai Boediono kredibel, low profile, tidak banyak bicara, prudent dan sangat konservatif. Hal itu dibuktikannya, dengan dukungan Menteri Keuangan Direktur Pelaksana Bank Dunia
    Direktur Pelaksana Bank Dunia
    Sri Mulyani
    yang juga handal, serta kerjasama yang baik dengan Dewan Gubernur Bank Indonesia, dengan hasil gemilang membawa perekonomian Indonesia pada track dan daya tahan yang baik, terutama dalam menghadapi krisis ekonomi global.

    Kemudian, Presiden SBY kepada DPR mengajukan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanuddin Abdullah. Pengajuan nama Boediono ini 'terpaksa' dilakukan setelah sebelumnya DPR menolak Agus DW Martowardojo (Dirut Bank Mandiri) dan Raden Pardede yang diajukan Presiden untuk mengisi jabatan Gubernur Bank Indonesia. Pada tanggal 9 April 2008, DPR secara aklamasi menyetujui dan mengesahkan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanuddin Abdullah.

    Sebelum menjabat Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia pada Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Kabinet Indonesia Bersatu
    , Menteri Keuangan Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
    Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
    Kabinet Gotong Royong
    (2001–2004) dan Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Boediono telah menjabat Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Ia juga pernah menjabat Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Bank Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Soeharto
    .

    Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, ini memperoleh gelar S1 (Bachelor of Economics (Hons.)) dari [Universitas Western Australia] pada tahun 1967. Lima tahun kemudian, meraih gelar Master of Economics dari Universitas Monash. Kemudian meraih gelar S3 (Ph.D) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania pada tahun 1979. Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
    Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
    Ch. Robin Simanullang



    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 07 Apr 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Kemampuan adalah apa yang dapat Anda lakukan. Motivasi menentukan apa yang Anda lakukan. Sikap menentukan seberapa baik Anda melakukannya." ~ Lou Holtz

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Bogor 24/01/03: Dr. Th. Sumartana yang dikenal sebagai cendekiawan Kristiani dan Dosen Universitas Satya Wacana Salatiga, meninggal dunia secara mendadak saat santai baca koran di

    Click to view full article

    Jenderal TNI AD Sumitro saat menjabat Pangkopkamtib/Wapangab (1971-1974), sebuah jabatan yang sangat berkuasa pada era itu, didaulat para Lihat Daftar Aktivis
    Lihat Daftar Aktivis
    Aktivis
    mahasiswa untuk berkenan menjadi

    Click to view full article

    Sarwono Kusumaatmadja potret seorang pribadi Lihat Daftar Tokoh Politisi
    Lihat Daftar Tokoh Politisi
    politisi
    bersahaja, bersih dan cerdas. Lulusan Teknik Sipil ITB kelahiran Jakarta, 24 Juli 1943 ini adalah mantan Ketua Umum Dewan

    Click to view full article

    Hakim Konstitusi Akil Mochtar terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015. Pria kelahiran Putussibau, Kalimantan Barat, 18 Oktober 1960, itu menggantikan


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us