Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Arsitek Pemulihan Ekonomi

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Arsitek Pemulihan Ekonomi
e-ti | tokohindonesia.com-ist

Dia seorang pengusaha sukses dan kader Golkar yang justru berkibar dalam era reformasi. Dia memang seorang tokoh yang dinilai 'bersih' dan dapat diterima semua golongan. Dalam jabatannya sebagai Wakil Presiden (2004-2009), dia berperan sebagai arsitek pemulihan ekonomi. Ketua Umum DPP Partai Golkar (2004-2009) ini menunjukkan kemampuan melakukan perubahan dalam memimpin tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu. Setelah melepas jabatan Wapres, pria kelahiran Watampone, 15 Mei 1942, terpanggil memimpin Palang Merah Indonesia.

Wakil Presiden RI (2004-2009), Ketua Umum PMI
Lihat Curriculum Vitae (CV) Jusuf Kalla

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Jusuf Kalla

QR Code Halaman Biografi Jusuf Kalla
Bio Lain
Click to view full article
Amin Alwakiah
Click to view full article
Roy Sembel
Click to view full article
William Wongso
Click to view full article
Kemala Motik
Click to view full article
Rita Subowo
Click to view full article
Meggy Z
Click to view full article
Wahono
BERITA TERBARU

Pada Munas Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
di Bali (19/12/2004), dia ter[ilih menjadi Ketua Umum dengan meraih 323 suara mengalahkan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Akbar Tandjung
yang hanya meraih 156 suara, tiga suara tidak sah dari 482 suara.

Nama putera kelahiran Watampone, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
ini makin mencuat pada era reformasa tatkala mendapat kesempatan menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
. Ia pun menjadi tokoh utama perdamaian Malino. Tokoh yang berpenampilan bersahaja ini pun sempat ikut konvensi capres Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
, sebelum dipinang SBY menjadi pasangan Cawapres.

Peluang tokoh berjiwa kebangsaan ini cukup terbuka menjadi calon presiden. Terutama setelah Ketua Umum DPP Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Akbar Tandjung
mengatakan calon presiden dari Partai Golkar tidak harus ketua umumnya. Tapi terbuka kesempatan bagi semua kader Partai Golkar untuk diseleksi menjadi calon presiden. Segera gayung bersambut. Beberapa nama muncul ke permukaan. Salah satu nama yang paling mencuat adalah Muhammad Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
, kader Golkar yang ketika itu tengah menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Kabinet Gotong-royong.

Pada Prakonvensi Capres Golkar, ia salah seorang kandidat yang lolos mengikuti Konvensi Nasional. Namun sehari sebelum Konvensi Nasional Partai Golkar itu digelar, 20 April 2004, ia secara resmi mengundurkan diri sebagai konstentan, karena ia telah dipinang Capres Partai Demokrat Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
menjadi pasangan Cawapres (calon wakil presiden).

Kemudian, ia pun mengundurkan diri dari jabatan Menko Kesra, karena pencawapresan tersebut. Ia mengucapkan terimakasih kepada Presiden Megawati yang memberinya kepercayaan memegang jabatan itu. Selama menjabat Menko Kesra ia pun melaksanakan tugas dengan baik.

Saat masih menjabat Menko Kesra, anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat, ini dalam percakapan dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Tokoh Indonesia
di ruang kerjanya, Jumat 14 Februari 2003 lalu, menguraikan berbagai pengalaman dan pemikirannya. Ia seorang tokoh yang tidak mau menonjol-nonjolkan diri.

Pada masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
, ia dipercaya memimpin Departemen Prindustrian dan Perdagangan. Kendati hanya enam bulan. Ia bersama Meneg BUMN Menteri Negara BUMN (1999-2004)
Menteri Negara BUMN (1999-2004)
Laksamana Sukardi
dipecat dengan alasan yang tidak jelas. Pada mulanya alasan pemecatannya disebut karena tidak bisa bekerjasama dengan tim ekonomi lainnya. Kemudian dalam rapat tertutup dengan DPR, Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
menyebut alasan pemberhentiannya karena KKN. Namun semua tuduhan itu dibantah Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
dan Menteri Negara BUMN (1999-2004)
Menteri Negara BUMN (1999-2004)
Laksamana Sukardi
. Sementara, Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
sendiri tak bisa membuktikannya.

Pemecatan kader Golkar dan kader Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
PDIP
ini diyakini banyak pihak sebagai kesalahan politik Gus Dur yang terbesar yang secara langsung berpengaruh pada proses politik yang bermuara pada tergulingnya Gus Dur dari singgasana Presiden.

Dalam bukunya berjudul "Enam Bulan Jadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
" ia kemudian menguraikan pengalamannya. Buku ini menurut pengantar penyusunnya, S. Sinansari Ecip, tidak hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai pertanggungjawaban seorang pejabat tinggi kepada masyarakat.

Dalam buku ini, ia antara lain berkisah tentang dana Yanatera Bulog sebesar Rp 435 milyar. Pembicaraan tentang dana ini pada mulanya terkuak dari adanya keinginan Gus Dur untuk menyelesaikan masalah Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
dengan memberi bantuan kemanusiaan.

Menurutnya, ada dua konsep pembukuan dana ini. Pertama, masuk anggaran biasa atau masuk neraca Bulog. Kedua, tetap sebagai dana taktis yang bisa dikeluarkan Kabulog atas persetujuan presiden.

Gus Dur ingin memanfaatkan dana itu. Tapi Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
yang merangkap tugas Kabulog meminta surat tertulis dari presiden. Akhirnya dana itu tak jadi dikeluarkan. Namun, kemudian tanpa pengetahuannya, dana itu dikeluarkan oleh Waka Bulog Sapuan sebesar Rp 35 milyar kepada Suwondo yang mengaku sebagai penasehat spritual presiden. Kasus ini kemudian dikenal dengan sebutan Buloggate.

DPR yang sudah sering "tersinggung" oleh beberapa ucapan dan keputusan Gus Dur, akhirnya membentuk Pansus Buloggate, yang melahirkan Memorandum I dan II dan bermuara pada Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban presiden. Gus Dur menolak bahkan mengeluarkan dekrit pembubaran DPR dan MPR. Tapi dekrit itu ditolak bahkan SI MPR dipercepat memecat Gus Dur dari jabatan presiden.

Setelah Megawati Sukarnoputri naik tahta menjadi Presiden menggantikan Gus Dur, ia dipercaya kembali duduk di jajaran kabinet sebagai Menko Kesra periode 2001-2004.

Kiprahnya dalam menjalankan tugas sebagai Menko Kesra terbilang menonjol. Dia sukses meletakkan kerangka perdamaian di daerah konflik Poso dan Ambon. Lewat pertemuan Malino I, dia berhasil meredakan konflik di Poso. Kemudian, dia pun memprakarsai pertemuan Malino II. Dalam pertemuan ini, dia bisa mengajak kelompok Islam dan Kristen yang bertikai di Ambon untuk menghentikan pertikaian.

Mungkin, sebagaimana ditulis TEMPO, Muhammad Jusuf Kalla ini dilahirkan untuk bergelut dengan krisis. Sebab ketika masih berusia 25 tahun, putera Bone yang sepenuhnya setuju dengan pendapat para tetua di daerahnya, ini sudah harus memegang kendali Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
ayahnya yang sedang menurun. Dan ia berhasil. Tangan dinginnya mampu menyingkirkan berbagai kesulitan dan menyelamatkan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
keluarganya. Lalu, pada usia bekepala enam, tangannya masih bertuah mengantarkan perdamaian di Poso dan Ambon.

Dengan merendah, ia mengatakan upayanya dalam perjanjian Malino adalah bahagian dari tugas sebagai seorang menteri, pembantu presiden, mengatasi masalah konflik dan kesejahteraan rakyat. Ia melihat konflik dan perselisihan akan menyebabkan kemiskinan, baik dalam bentuk materi ataupun nonmateri. Sehingga, kepada mereka yang bertikai, harus diberikan kesadaran untuk menghentikan konflik dengan cara damai bukan melalui perang.

"Karena mereka yang berselisih ini memandang dari sudut agama, jadi kita memberikan kesadaran dari sisi agama juga. Karena semua agama, menurut saya, melarang membunuh tanpa alasan yang jelas," ujar Ketua IKA-UNHAS (Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin) ini.

Kendati ia yakin bahwa konflik di Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
bukanlah konflik agama, tapi awalnya dipicu oleh persoalan ekonomi. Bahwa akhirnya tampak sentimen agamanya yang dominan, menurutnya, itu karena orang tidak menelisiknya dari awal. Penyebab utamanya adalah gara-gara kelompok Kristen menjadi miskin karena harga cengkeh anjlok. Sementara orang-orang Islam di sana nasibnya lebih beruntung. Ia yakin atas kebenaran pendapatnya, karena memang ia cukup mengenal daerah yang berkonflik itu.

Di tengah konflik yang tajam waktu itu, ia berupaya memahami cara berpikir yang sederhana orang Islam dan Kristen di daerah itu. Mereka berpikir bahwa dengan semakin banyak membunuh semakin cepat masuk surga. Lalu ia berupaya secara ikhlas memberikan pengertian bahwa apa yang mereka lakukan baik itu kepada orang Islam maupun Kristen sebenarnya semakin membawa mereka masuk neraka. "Saya katakan demikian dengan nada yang keras bagi kedua kelompok," kata nahdliyin yang menjabat Ketua Harian Yayasan Islamic Center AI-Markaz ini.

Ia merasa yakin kalau berani terjun langsung, berbicara dengan masyarakat bawah, persoalan apa saja dapat ditemukan jawabannya. Dengan keyakinan itu, ia bisa membujuk dua kelompok yang bermusuhan di Ambon untuk duduk dalam satu meja di Kota Malino, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
, Februari 2002. Walaupun, ikrar perdamaian itu sempat ternoda oleh sekelompok orang yang belum mepunyai kesadaran damai. Pada awal April 2002, terjadi kerusuhan yang membuat kompleks Kantor Gubernur Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
luluh-lantak. Tak lama kemudian, meledak kerusuhan berdarah di Soya. Ambon pun sempat kembali tegang. Namun kesadaran masyarakat yang menginginkan damai sudah tumbuh. Sehingga kerusuhan itu tidak membuat mereka terpancing untuk bertikai lagi.

Ketika itu, sempat berkembang dugaan adanya upaya pihak tertentu untuk menggeser lagi penyelesaian konfflik di daerah itu dari perundingan ke penanganan secara militer. Bola solusi yang semula digiring oleh Menko Kesra diupayakan berpindah ke Menko Polkam. Apalagi ketika itu, Mayjen TNI Djoko Santoso diangkat menjadi Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
.

Tapi ia membantah terjadi perebutan bola solusi atau tumpang tindih dalam penanganan masalah Ambon dan Poso. Menurutnya, mereka menjalankan tugas saling melengkapi sesuai fungsi masing-masing. "Saya dan Menko Polkam, saling mendukung untuk dapat menyelesaikan tugas yang diberikan negara melalui presiden, baik itu di Poso, Ambon atau di Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
. Untuk bagian Poso dan Ambon saya yang memimpin sedangkan untuk bagian Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
Menko Polkam yang memimpin. Jadi kami saling bekerjasama," katanya.

Ketika konflik antarmasyarakat sudah berhenti, perlu segera dilakukan penegakan hukum lewat penyerahan senjata, penindakan, penangkapan, penanganan desersi dan sebagainya. Hal ini adalah urusan tentara dan Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
di bawah koordinasi Menko Polkam. "Tapi soal rehabilitasi, soal pengungsi, dan sebagainya, saya yang menangani. Sedangkan Wakil Presiden mengevaluasi secara keseluruhan. Jadi, semuanya bekerja berdasar fungsi masing-masing," kata putera bangsa kelahiran Watampone, Bone, 15 Mei 1942 ini.

Ia mengaku tidak merasa mengalami tantangan yang berarti dalam menangani konflik itu. Kiatnya adalah keikhlasan hati dan keberanian untuk memasuki pokok persoalan. Keikhlasan hati itu ditunjukkan dan dikomunikasikan. Kemudian, persoalan harus dipahami. Lalu, ada keberanian untuk menyikapi dan menentukan mana yang salah dan yang benar.

Memang, dalam menangani konflik Poso dan Ambon, ia berani mempersalahkan kedua belah pihak. Ia tidak hanya memuji dan membujuk mereka yang bertikai. Bahkan, "saya marah kepada keduabelah pihak itu," katanya tulus.

Mengenai keyakinannya bahwa konflik Ambon bukan dipicu oleh urusan agama melainkan urusan ekonomi, ia mengatakan, sebanyak 75 persen konflik di dunia ini gara-gara masalah ketidakadilan dan kemiskinan. Itulah sebabnya sebagian besar konflik terjadi di negara-negara yang tingkat pendapatan per kapitanya rendah, seperti Malaysia, Filipina, India, atau Sri Lanka.

"Di Ambon juga begitu. Semua tak lepas dari pemiskinan yang terjadi di sana. Pada awal 1990-an, harga cengkeh di sana bisa Rp 10 ribu per kilogram. Tapi, setelah ada monopoli Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC), harganya malah anjlok hingga tinggal Rp 2.000 per kilogram. Orang Ambon pun marah, lalu membabati tanaman cengkehnya. Akhirnya, mereka jatuh miskin dan banyak menganggur. Sebanyak 75 persen tanaman cengkeh berada di kampung- kampung Kristen," jelasnya.

Sementara, katanya, para pendatang muslim dari Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
dan Tenggara justru nasibnya makin bagus. "Mereka menguasai pasar, transportasi, angkutan kota, perdagangan antarpulau, dan sebagainya.. Bahkan warga muslim juga menguasai struktur pemerintahan. Sebelumnya Gubenur Maluku selalu beragama Kristen, tapi belakangan menjadi yang beragama Islam.

Dengan kondisi seperti itu, menurutnya, masalah sepele saja bisa menjadi pemicu konflik. "Kasus Ambon kan dimulai dari konflik sopir dengan pemalak atau orang menagih setoran. Tapi, dalam satu-dua hari telah berubah menjadi konflik agama yang susah berakhir. Malah belakangan datang Laskar Jihad dari kelompok Islam. Lalu muncul pula Front Kedaulatan Maluku dari kelompok Kristen. Keadaan tegang ini terus berlangsung hingga kita berhasil menghentikan konflik dan meneken kesepakatan Malino II."

Mengenai bidang tugasnya sebagai Menko Kesra. Sesaat setelah dilantik 19 Juli 2001, ia mengatakan tujuan kita berbangsa dan bernegara ialah kesejahteraan rakyat (kesra). Akan tetapi, katanya, janganlah selalu memaknakan kesra itu dalam konteks bencana: gempa bumi, longsor, banjir dan gelombang pengungsian. Kesra yang dia maksudkan, jauh lebih luas dari itu, yakni membangun cita-cita berbangsa yang bermuara kepada kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

Dia juga menekankan masalah kebersihan aparat, di lingkungan kerja Menteri Koordinator Kesra. "Aparat yang korup, mengomersialkan jabatan, KKN, atau melakukan tindak kejahatan lainnya, tidak akan saya tolerir. Saya pun akan mengajak aparat menciptakan suasana kondusif, misalnya dengan meningkatkan solidaritas pada golongan ekonomi lemah. Solidaritas itu, misalnya, bisa berupa mengurangi kebutuhan sekunder dan tersier," janji menteri yang berlatarbelakang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
sukses ini.

Menurutnya, sangat tidak bijak mendorong aparat terjebak dalam kebutuhan selera tinggi. Pokoknya, tingkat luxuries harus dikurangi, agar ada semacam solidaritas bangsa. Bagi kalangan berkemampuan ekonomi tinggi dan mempunyai uang lebih, silakan menikmati hidup ekstra nyaman. Akan tetapi, mungkin ada baiknya tidak terlampau ditonjol-tonjolkan agar tidak menampakkan perbedaan mencolok. Kini terdapat hampir 9 juta penganguran terbuka dan 40 juta yang setengah menganggur. Di jalan-jalan raya di banyak kota, tampak sangat banyak pengemis, gelandangan, anak-anak telantar, anak-anak yatim dan sebagainya.

Keprihatinan hidup sebagaian besar rakyat bangsa ini sangat dirasakannya. Maka ia pun menolak kemewahan di kantornya. Di ruang tunggu kantornya (Menko Kesra) hanya tersedia kursi lipat yang dijejer melingkar di ruang sederhana. Kursi tamu dalam kamar kerjanya juga sederhana.

Ketika menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, ia memilih lebih pas bekerja sepenuhnya di salah satu kantornya yang lebih sederhana. Ketika itu, ia punya tiga kantor. Selaku menteri perindustrian ada kantor di Jalan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Gatot Subroto
. Selaku menteri perdagangan di Jalan Ridwan Rais, Menteng dan selaku Kabulog di Jalan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Gatot Subroto
.

Dua kantor itu dinilainya terlalu mewah. Satu di antaranya luasnya sekitar 200 m2. Ada ruang rapat khusus, bahkan ada tiga ruang rapat, tiga televisi, ada dapur, musala, kamar tidur dan kamar mandi dua. Dalam kondisi ekonomi negara yang hancur dan pinjaman menumpuk, rasanya tak pantas bermewah-mewah. Itulah yang timbul dalam benaknya. Maka ia pun memilih berkantor di Perindustrian yang luasnya sekitar 50 m2 dengan perabot yang sudah lama.

Ketika mempimpin perusahaannya, ia juga tidak mau bermewah-mewah. Ruang kerjanya sederhana, baik yang di Jakarta maupun di Makassar. Gaya hidup sederhana ini, ia tunjukkan pula dalam Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
yang dipakai. Ia sangat jarang pakai stelan jas. Bahkan pakai safari dinas menteri juga jarang. Ia lebih sering memakai Desainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik atau kemeja lengan panjang.

Padahal sebagai seorang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
, tergolong konglomerat, ia sanggup saja hidup mewah. Tapi, itu tidak dilakukannya. Dari segi pendapatan (gaji), sesungguhnya ia 'nombok' sebagai menteri. Sama sekali ia tidak mengharapkan kekayaan dari jabatannya. Bahkan setiap bulan ia meminta prusahaannya menyediakan dana untuk berbagai keperluan yang secara langsung atau tidak langsung menunjang pekerjaannya sebagai pejabat publik.

Menteri yang juga dikenal sebagai kader Golkar yang cukup berpengaruh di Indonesia Bagian Timur, terutama di Sulawesi Selatan, ini sangat peduli atas percepatan pembangunan di kawasan timur itu. Hal ini tercermin dalam buku tentangnya berjudul: "Mari ke Timur!" (Penerbit PT Toko Gunung Agung, Jakarta, 2000). Buku itu berisi pikiran-pikirannya tentang Indonesia Timur.

Namun, bukan berarti ia hanya berpikir tentang kawasan Indonesia bagian Timur. Melainkan hal itu menunjukkan kepeduliannya untuk membangun seluruh negeri secara adil dan merata.

Secara politik ia juga dikenal tidak hanya bisa berkomunikasi dengan teman-teman separtainya. Ia bisa diterima di berbagai kelompok kepentingan. Ia bukan Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
sektarian. Ia seorang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
dan Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
negarawan.

Namun, ia pernah juga diisukan aktip dalam diskusi pembentukan kaukus Islam. "Ini perlu diluruskan. Pertemuan itu bukanlah kaukus. Kami cuma berdiskusi agar tokoh-tokoh Islam dapat memahami berbagai masalah secara fair dan mendalam. Pers yang sibuk sendiri, menafsirkan terlalu jauh, sama dengan isu darurat militer di Ambon. Padahal, kami tak merasa membicarakan itu," kata tokoh berlatarbelakang pengurus masjid, HMI, KAHMI dan Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
ICMI
ini.

Menurutnya, pertemuan-pertemuan yang sempat ditenggarai hendak menggulingkan Megawarti itu, betul- betul itu hanya diskusi untuk mencari solusi. "Di situ saya malah mengatakan bahwa kita tak usah bicara mengenai umat Islam, tapi bicara tentang bangsa. Kalau bicara tentang bangsa, itu sudah menyangkut 85 persen umat Islam. Kalau bangsa ini sehat dan kuat, Islam pun kuat. Jadi, yang dibutuhkan ummat adalah pemerintahan yang kuat. Pemerintah itu boleh siapa saja: boleh nasionalis, Islam, atau yang lain, terserah," jelasnya.

Ia memang dikenal sebagai seorang anak bangsa, penganut agama Islam, yang berjiwa kebangsaan. Itulah sebabnya ia bisa dengan berani berbicara dengan kelompok-kelompok bertikai di Poso dan Ambon. Ia tidak berpihak kepada salah satu kelompok. Keikhlasan dan kejujurannya sudah dikenal oleh masyarakat setempat. Ia orang yang biasa menghargai orang lain, termasuk orang yang berbeda pandangan dan keyakinan dengannya.

Dari kecil ia memang sudah diasuh orang tuanya untuk hidup jujur dan menghargai orang lain. "Prinsip yang ditanamkan oleh orangtua saya sebenarnya sangat sederhana, yaitu menjadi orang yang bekerja sebaik-baiknya (bekerja keras), jujur dan menghormati orang lain. Salah satu dari sikap jujur itu adalah tidak menjadi orang yang melupakan janji atau mencederai janji.

Ayahnya, H Kalla, seorang pengusaha. Usaha yang dirintis orang tuanya ini kemudian berkembang di tangan generasi keduanya yang dinakhodai Jusuf Kalla. Lulusan S1 Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967, ini dari sejak usia muda memang sudah sering diikutsertakan dalam usaha, membantu orangtua. Sehingga ia dapat mengerti persoalan dalam dunia usaha.

Dalam dunia usaha, ia telah dididik untuk menjadi orang yang ulet, jujur, memperhatikan langganan, mempunyai visi ke depan dalam menjalankan usaha bersama karyawan-karyawan yang lain. Itulah yang mengantarkannya mampu mengendalikan sejumlah perusahaan di antaranya sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Utama NV. Hadji Kalla, PT Bumi Karsa, PT. Bumi Sarana Utama, PT. Kalla Inti Karsa dan Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International dan PT. Bukaka Teknik Utama sampai tahun 2001 sebelum ia menjadi menteri. crs-mti-03

 

Halaman 1 dari 7 All Pages

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 24 Feb 2003  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Facebook

TIKomen

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: