WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kiprah Politik Bermoral

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Kiprah Politik Bermoral

Pria kelahiran Jombang 12 Februari 1943 ini patut diperhitungkan dalam dunia perpolitikan nasional. Dia mengusung politik bermoral. Konstruksi pemikiran dan solusi yang dia tawarkan atas pemecahan permasalahan bangsa masih jernih. Dia bersedia menjadi ketua umum sebuah partai Islam tertua di Indonesia, PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia) yang kemudian berganti nama menjadi Partai Sarikat Indonesia (PSI) setelah menjalani istiqoroh selama beberapa hari berturut-turut.

Ketua Umum PSI, 2002-2010
Lihat Curriculum Vitae (CV) Rahardjo Tjakraningrat

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Rahardjo Tjakraningrat

QR Code Halaman Biografi Rahardjo Tjakraningrat
Bio Lain
Click to view full article
Mochtar Buchori
Click to view full article
Wage Rudolf Soepratman
Click to view full article
Siti Fadilah Supari
Click to view full article
Anggito Abimanyu
Click to view full article
Samsuri Aspar
Click to view full article
Tjilik Riwut
Click to view full article
Amien Rais

Seluruh DPD PSI Oktober 2003 sepakat mengusung nama Siswono sebagai calon residen Pemilu 2004. Partai inilah pertama kali yang menyatakan secara tegas dan resmi menjadikan Siswono sebagai satu-satunya Capres dari PSI.

Siswono yang kuliah di ITB Bandung sudah dikenal Rahardjo semenjak masa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-UI), sebab Siswono yang ketika itu berpacaran dengan Ratih Gondokusumo (yang kemudian menjadi istrinya) adalah adik kelas Rahardjo di FH-UI. Semasa kuliah mereka sudah sering bertemu.

Sementara Rahardjo sendiri sedari awal diangkat menjadi Ketua Umum PSI tahun 2002, sudah menyatakan sikap untuk tidak mencalonkan diri menjadi presiden, tidak mau masuk dalam kabinet, tidak pula ikut menjadi calon anggota legislatif. Dia hanya bertekad membesarkan PSI supaya menjadi partai yang modern.

Dia memilih akan menjadi oposisi agar lebih bebas mengkritisi setiap kebijakan pemerintah secara konstruktif. Kendati, Siswono kelak yang terpilih menjadi presiden. Dia tetap akan berada di luar struktur pemerintahan untuk segera teriak jika Siswono tidak konsisten atau lupa pada platform perjuangan.

Pria kelahiran Jombang 12 Februari 1943 ini boleh dikata adalah seorang pendatang baru yang patut diperhitung-kan dalam dunia perpolitikan nasional. Konstruksi pemikiran dan solusi yang dia tawarkan atas pemecahan permasalahan bangsa masih jernih. Bicaranya ceplas ceplos tanpa tedeng aling-aling tanpa tendensi dan interest pribadi. Terkadang kuping tidak kuat mendengar kekritisannya sebab dia menganalisa persoalan bangsa begitu tajam.

Dalam dua tahun terakhir dia adalah ketua umum sebuah partai Islam tertua di Indonesia, PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia). Dia mau bersedia menjadi ketua partai itu setelah menjalani istiqoroh selama beberapa hari berturut-turut.

Dia sebelumnya telah sukses dalam Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
telekomunikasi, hingga pernah dipercaya sebagai orang swasta pertama menjabat komisaris PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tahun 2000-2002. Bahkan, sebelumnya dia pernah dua kali menerima Penghargaan Adikarya Pembangunan Bidang Telekomunikasi dari Pemerintah RI tahun 1996 dan 1997.

Rahardjo, anak kelima dari enam bersaudara adalah keturunan ningrat, berdarah biru, dari seorang ayah asal Madura. Namun jika berbicara nadanya sudah sangat kental dengan logat Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
. Ayah lima orang anak dan kakek dari beberapa orang cucu ini hidup beristrikan Sobah Murad Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
asal Jakarta bercampur sedikit darah Arab. Dalam membangun terminologi, paradigma dan sudut pandang tajam dan jelas.

Misalnya, ketidakinginannya masuk dalam struktur pemerintahan melainkan menjadi oposisi adalah agar bisa lebih independen mengkritisi kebijakan pemerintah. Sistem pemerintahan Indonesia yang presidensial belakangan ini menjadi banci. Sebab banyak tokoh partai yang tak mau melepaskan jabatan ketua dan sekjen partai masuk dalam kabinet. Dalam keadaan ini maka sudah tidak bisa lagi dibedakan antara pengontrol dan pemerintahan. Sebab tokoh partai yang harusnya mengawasi jalannya pemerintah telah menjadi anggota pemerintahan itu sendiri.

Seharusnya sesuai sistem pemerintahan presidensil maka siapapun calon presiden yang menang pemilu apakah itu menang tipis dengan perbedaan hanya satu atau dua suara, maka wajib dipercayakan kepadanya membentuk pemerintahan tanpa harus berkoalisi. Yang kalah dipersilakan menjadi oposisi dan jangan mengikutkan kadernya dalam kabinet, jadilah menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintahan agar check and balances.

Berbeda jika partai PSI tampil sebagai pemenang mutlak pemilu maka adalah tugas pemenang menyusun kabinet. "Tapi, belum tentu pengurus partai duduk di situ, termasuk saya, belum tentu. Mungkin, kita akan ambil kader-kader bangsa, putra-putra bangsa terbaik, kan banyak yang profesional," kata Rahardjo. Dia akan tetap sebagai ketua umum sebab dari awal masuk partai dia tidak berkeinginan menjadi penjabat.

"Saya disuruh menjadi penjabat saya nggak suka. Apaan penjabat, bedanya cuma satu huruf dengan penjahat. Penjabat salah sedikit jadi penjahat, buat apa. Udah itu dikawal-kawal kemana-mana ah.… Saya lebih menghargai kebebasan dalam hidup saya. Makanya dari dulu saya tidak mau ditarik grupnya Tommy, ditarik grupnya Bimantara, ditarik grupnya Tutut, saya nggak pernah mau. Kenapa, karena saya nggak mau dibudakin," terang Rahardjo dalam dialek Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
yang kental.

Konsisten membina partai, menyiapkannya menjadi partai kader yang berprospek baik bermasa depan bagi anak muda, adalah sebab utama dia tidak mau menjadi caleg PSI. "Dari 258 caleg PSI hanya 13 yang merupakan pengurus partai," jelasnya lagi.

Dia bertekad betul hanya mau menjalankan kiprah politik yang baik-baik, yang bermoral, walau itu dianggap orang banyak sesuatu yang masih tidak lazim di negeri ini.

Ingin Perubahan
Dia yang sesungguhnya adalah Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
yang sejak tahun 1967 sudah sukses menggeluti dagang usaha telekomunikasi, terjun ke politik melalui cara yang unik. Berawal dari omong-omong dengan Ketua Umum Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Taufik Cokroaminoto di tahun 1998. Taufik pernah memintanya untuk membantu PSII duduk sebagai salah seorang ketua. Permintaan membantu dia amini namun tawaran duduk sebagai pengurus teras partai dia tolak, sebab memang tidak menaruh minat ke politik.

Sepenggal kepeduliannya terhadap politik yang pernah diperlihatkannya hanyalah tatkala arus reformasi menggelinding begitu kuat di tahun 1998. Dia membangun sembilan dapur umum menyiapkan logistik buat para mahasiswa di gedung DPR/MPR Senayan yang sedang berdemonstrasi. Kemudian berlanjut ke Pemilu 1999 dia banyak mengeluarkan uang dari kocek sendiri untuk menyiapkan kaos dan bendera PDI-P agar partai ini bisa memenangkan pemilu.

Yang terbersit di hatinya ikhlas membantu arus reformasi sederhana saja, ingin melihat perubahan baru terjadi di republik ini. Perubahan memang drastis terjadi tapi serba absurd. Gedung DPR/MPR yang pernah menjadi gelanggang bagi kekuatan reformasi berkumpul telah berubah menjadi arena politik dagang sapi. Sebelum menjadi anggota parlemen, beberapa kawannya di partai-partai politik sering digelari bersepatu miring sebab kehidupannya masih turun naik bis kota, masih sering minta dan meminjam duit, dan rumah ngontrak. Namun baru dua tahun saja menginjak Senayan mereka sudah mempunyai mobil mewah, rumah mentereng satu-dua buah, kekayaannya bahkan sudah melebihi Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
.

Setelah Taufik Cokroaminoto meninggal dunia dengan wasiat agar pengurus PSII mencari Rahardjo Tjakraningrat apabila terjadi sesuatu hal terhadap partai. Maka, tahun 2002, tak kurang 10 pengurus PSII, menemui Rahardjo dan mendaulatnya menjadi ketua umum PSII. Dengan berbagai cara dia mengelak hingga berbulan-bulan. Namun setelah melalui istiqoroh selama tiga hari berturut-turut dan menjelang subuh di hari ketiga akhirnya dia diberi tanda dalam bayangannya muncul dua kalimat syahadat yang sekelabat melintas. Dari pengurus PSII dia akhinya mengetahui bahwa dua kalimat syahadat itu adalah lambang PSII.

Berdasarkan petunjuk itulah dia mau memulai kiprah politik memimpin PSII, membangun fondasi dan infrastruktur partai, melakukan konsolidasi dan kaderisasi partai, mencoba membangun koalisi baru dengan partai-partai kecil lain agar bisa lolos mengikuti Pemilu 2004. Bersama berbagai tokoh puncak partai-partai yang tak lolos electoral threshold pada Pemilu 1999, dia berhasil menggagas "Deklarasi Bogor" pada 13 Desember 2002. Salah satu isinya, memunculkan nama baru Partai Sarikat Indonesia (PSI) sebagai kendaraan politik menuju Pemilu 2004. Tak lama kemudian, 17 Desember 2002 pendirian PSI resmi dideklarasikan di Surabaya, Jawa Timur sebagai sebuah entitas partai politik baru berazaskan Pancasila.

Berdarah Biru
Rahardjo Tjakraningrat lahir di Jombang, Jawa Timur 12 Februari 19043 sebagai anak kelima dari enam bersaudara. Ayahnya yang asal Madura adalah berdarah biru, keturunan Tjakraningrat IV yang selalu diuber-uber Belanda. Mereka selalu hidup berpindah-pindah untuk menghindari kejaran Belanda. Karena itu dari mereka enam bersaudara, empat laki-laki dan dua Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
, tidak ada satupun yang sama tempat lahirnya. Ada yang lahir di Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Pasuruan, Jombang, dan Sumba. Adek bungsunya, Sumbawati, lahir di Sumba Nusa Tenggara Timur, mengikuti tempat pembuangan ayahnya yang akhirnya bisa tertangkap Belanda. Waktu pembuangan itu, Rahardjo masih kanak-kanak berusia tujuh tahun.

Memasuki usia remaja, Rahardjo tergolong bandel yang suka berkelahi. Sikap itu mengikuti kultur pendidikan dan pengajaran ayahnya yang bergaya Madura. Ia diajar harus berani. Jika pulang ke rumah dengan muka bengkak sehabis kalah berkelahi, ayahnya akan memaksa mengantarnya kembali menghadapi lawan mainnya untuk berkelahi ulang. "Jadi, kalau saya berkelahi sama yang lebih besar yang saya tahu saya pasti kalah, saya nggak berani bilang, saya ngumpat, kalau nggak saya disuruh berkelahi," kenangnya.

Walau keturunan ningrat, ia melihat ayahnya sangat merakyat, sehingga tak suka menggunakan gelar bangsawannya. Gelar itu dianggap feodal. Ia sendiri baru berani menggunakan nama Tjakraningrat setelah ayahnya meninggal dunia.

Penelusuran kepastian sejarah darah biru itu baru berhasil dia ketemukan dua tiga tahun terakhir. Semasa hidup ayahnya tidak pernah menjelaskan soal asal usul darah birunya itu secara terbuka.

Rahardjo memasuki pendidikan FH-UI tahun 1966 sekedar mengikuti keinginan ayahnya yang hakim militer. Bersama teman-temannya di UI dalam satu geng, Rahardjo yang suka berkelahi pernah aktif mengganyang CGMI. Namun, ketika geng-nya itu mulai ikut-ikutan menyerang pribadi Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
, dia berhenti dan keluar. Rahardjo sadar, bisa menikmati pendidikan tinggi dan alam kemerdekaan adalah hasil perjuangan Bapak Bangsa Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
.

Kemudian Rahardjo mulai aktif berdagang. Dagang apa saja, nyatut sana nyatut sini, termasuk memanfaatkan posisinya sebagai Ketua Grup Diskusi Mahasiswa UI Rayon Menteng yang banyak beranggotakan gadis-gadis cantik Menteng, Jakarta Pusat. Dengan perusahaan Berdikari yang banyak diisi kakak-kakak kelasnya Rahardjo banyak berLihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
DO (delivery order), misalnya barang pecah-belah, atau mesin tik. Masih lajang namun sudah banyak duit, ia pun jadi malas meneruskan kuliah.

Sejak tahun 1969, ia resmi memasuki dunia Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
dan fokus hanya di bidang telekomunikasi. Dalam setiap perusahaan yang didirikan bersama kawannya, Rahardjo selalu memilih menjadi pemilik saham terkecil, misalnya 30:70, atau 40:60. Namun, kendali perusahaan harus selalu dia pegang sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
utama agar mudah mencari proyek. Sedangkan urusan keuangan dipercayakan sepenuhnya kepada partner. Dia selalu fokus di telekomunikasi. Pernah suatu ketika dia melakukan diversifikasi usaha di Belitung Tourism, Bangka Belitung, namun hasil yang dia petik adalah uang berhamburan tak karuan modal hilang tak kembali. Pengalaman itu mengajarnya untuk tak beranjak dari telekomunikasi.

Organisasi telekomunikasi seperti Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel) dan Masyarakat Telematika (Mastel) berkali-kali dia pimpin. Kiprahnya yang demikian panjang hingga kawakan di telekomunikasi berhasil menarik perhatian pemerintah. Dua kali ia menerima penghargaan dan dipercaya menjadi Komisari PT Telkom.

Kedaulatan Rakyat
Rahardjo sangat berharap Pemilu 2004 berhasil mengembalikan kedaulatan kepada rakyat, sesuai platform PSI. Sebab, menurutnya, PSI melihat rakyat saat ini sudah tidak berdaulat. Semua ditentukan partai tanpa rakyat bisa bicara apa-apa. Semua ditentukan oleh penguasa. MPR pun sudah dikebiri melalui amandemen padahal sebelumnya rakyat masih belum berdaulat melalui MPR. Sekarang kedaulatan rakyat itu kembali dikebiri melalui undang-undang yang dibuat DPR.

"Mestinya kedaulatan itu dikembalikan ke rakyat. Caranya gimana, bisa macam-macam. Menurut saya pemilu legislatif nggak mesti ada. Yang ada adalah pemilu memilih anggota MPR langsung, tidak melalui partai. Bagaimana mekanismenya, bisa dibikin. Duduklah di MPR 1.000 orang yang dipilih rakyat langsung. Dialah nanti yang akan melakukan pemilihan anggota DPR, eksekutif, dan yudikatif."

Sasaran kedua, masih sesuai platform PSI, bangsa Indonesia mesti kembali ke kodrat sebagai bangsa agraria. Bangsa Indonesia telah diberikan Tuhan laut yang kaya, tanah yang subur, sumber alam yang melimpah, iklim yang bagus, sebaiknya harus membangun industri agro sebab 65 persen rakyat hidup di situ. Ia sangat berharap Indonesia bisa melalukan terobosan-terobosan ekonomi yang revolusioner. Dengan menjalankan industri agro pembukaan lapangan kerja bisa dilakukan, kemiskinan bisa diatasi, industri substitusi impor bisa tumbuh dengan sendirinya. Akumulasinya adalah untuk meningkatkan daya beli rakyat.

Jadi, konsep-konsep itulah yang didorong kepada Siswono yang kalau berkuasa nanti harus fokus kepada pembangunan agroindustri. Itu yang kita minta kepada dia karena di situlah rakyat miskin kita 65 persen berada.

Ia melihat untuk melakukan hentakan dan terobosan-terobosan ekonomi yang revolusioner itu perlu ada political will, political decision, dan political action pemerintah. "Ketiganya mesti ada, baru bisa jalan. Makanya pemerintah kalau nggak dipimpin oleh seorang entrepreneur nggak akan jalan," kata Rahardjo yang merasa sangat heran Indonesia negara kepulauan tapi tiap tahun harus mengimpor garam satu juta ton/tahun. Indonesia penghasil buah yang baik namun di desa-desa dengan mudah bisa ditemukan peer dan apel impor.

Sesuai platform sebagai partai kader, apapun Pemilu 2004, berhasil atau tidak meloloskan PSI dari batasan electoral threshold, Rahardjo sudah menyiapkan konsep membangun partai lima tahun ke depan. Pendidikan kader adalah kunci keberhasilan PSI ke depan. Rahardjo sudah akan menciptakan sistem manajemen kepartaian yang baku yang tidak tergantung kepada figur pemimpin.

Siapa pun yang memimpin PSI jika sistemnya sudah jalan tidak akan menggoyahkan perahu partai. Sama seperti partai LDP di Jepang yang terkadang setiap tiga bulan sekali bisa berganti ketua umum karena berbagai tuduhan. Tapi partai LDP tetap jalan smooth. "Ini, harus kita ciptakan. Karena itu perlu kaderisasi agar kader PSI bisa militan yang kalau otaknya dipecah isinya PSI, kasarnya begitu."

Selain menciptakan manajemen kepartaian yang baku, ia juga sudah menyiapkan konsep sistem ekonomi partai melalui Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
koperasi
sehingga setiap daerah DPC bisa membiayai dirinya sendiri tanpa droping-droping-an dari pusat. "Insya Allah, PSI ini akan menjadi partai yang modern. Kita nggak bisa mengandalkan iuran anggota partai, omong kosong itu. Dalam 10 tahun ke depan iuran nggak bisa diharapkan selama rakyat masih miskin dan belum cerdas."

Walau umur sudah melebihi 61 tahun namun sepintas raut muka Rahardjo tampak jauh lebih muda dari usia yang sesungguhnya. Laksana baru memasuki usia kepala lima saja. Dia ternyata punya resep tersendiri untuk hal itu. Yaitu, selalu santai dan tidak pernah ngoyo dalam menghadapi setiap masalah. Apapun yang dikerjakan harus dengan ikhlas. Membantu teman pun harus ikhlas jangan mengharapkan sesuatu balikannya. Termasuk menghadapi masa-masa perhitungan suara hasil pemilu legislatif, ia tampak tidak ngoyo atau berusaha mempengaruhi hasil perhitungan suara yang menggunakan teknologi informasi. Ia menyebutkan, setelah berusaha maksimum PSI mau nomor berapa perolehan suara atau dapat kursi berapa di parlemen, itu terserah saja sudah tidak bisa diapa-apain melainkan sudah urusan Tuhan.

Ia kini hidup bahagia bersama istri dan lima orang anak, terdiri empat Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
satu laki-laki. Tiga anak pertama sudah menikah dan memberinya sejumlah cucu. Sebelum resmi terjun ke dunia politik adalah istrinya yang pertama kali dia mintakan pendapat tentang kemungkinan kiprah barunya itu. Dia menjelaskan segala konsekuensi pilihan itu, seperti pengorbanan akan uang, tenaga, dan waktu yang pasti akan tercurah ke partai.

"Kalau memang sudah harus begitu, kenapa nggak, ambil saja," sikap istrinya mendukung Rahardjo. Dukungan istri itu semakin nyata. Sang Isteri ikut mendampingi Rahardjo dua bulan penuh berkunjung ke daerah-daerah bahkan ikut berkampanye.

Ia membiasakan diri, apapun yang dikerjakan, harus lebih dahulu memperoleh dukungan dari keluarga terutama istri. Sebab jika tidak direstui, misalnya, akan selalu muncul rasa tidak enak di hati.

Rahardjo menyebut adalah biasa dalam rumah tangga muncul ribut-ribut. Jika itu timbul maka ia pasti akan berusaha menyelesaikan masalah itu sesegera mungkin tanpa menunggu esok pagi. Jika hingga malam, atau subuh masalah itu belum terselesaikan, maka ia lebih memilih diam di rumah tidak berangkat ke kantor. "Kalau sudah selesai, saya ke kantor diantar ke depan pintu, nah, itu baru enak. Kalau keluar kita nggak ngomong sama istri waktu ngerasain di kantor nggak enak, saya itu gitu. Jadi saya harus selesaikan dulu. Selesai udah, damai kita, dada-dadaan deh, ke kantor, baru kita enak," ujarnya. ht/ms

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 17 Apr 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Parpol Dan Pemilu 2009 Calon Tunggal Gubernur Bi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Saya Indonesia Saya Pancasila

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini hadir untuk menjawab seputar permasalahan yang sering terjadi pada perabot rumah.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: