Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Bapak Komik Indonesia

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Bapak Komik Indonesia
    e-ti | blogspot.com
    Komikus
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Bagi generasi tahun 1950-1960-an, komik-komik karya RA Kosasih memenuhi ruang imajinasi anak-anak sampai orang tua di masa itu. Karya-karyanya banyak berhubungan dengan kesusastraan Hindu (Ramayana dan Mahabharata) dan sastra tradisional Indonesia, terutama dari sastra Jawa dan Sunda. Generasi komik masa kini menggelarinya Bapak Komik Indonesia. Dia meninggal dengan tenang pada usia 93 tahun pada 24 Juli 2012 di kediamannya, Cempaka Putih, Ciputat.

    QR Code Halaman Biografi RA Kosasih
    • biografi tokoh indonesia ra kosasih
    • profil kosasih pengobatan
    • urutan halaman buku melodi maranatha kosasih
    • biografi ra kosasih
    • biografi singkat bapak koperasi R.A Aria wiadmaja
    • bapak komik indonesia

    Komikus yang namanya dijadikan nama jalan di daerah Sukabumi ini lahir pada 4 April 1919 di Bogor, Jawa Barat. Kedua orang tuanya berdarah ningrat. Ayahnya bernama Raden Wirakusumah seorang pedagang dari Purwakarta. Ibunya bernama Rasmani, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    Bogor. Ia adalah anak bungsu dari delapan bersaudara.

    Minat menggambar Kosasih datang tanpa sengaja. Ketika kelas satu Inlands School, Bogor, ia acap menunggu ibunya berbelanja. Nah, di saat membantu membongkari belanjaan sang ibu itulah, matanya menangkap Komikus
    Komikus
    komik
    Tarzan dari potongan-potongan koran bungkus belanjaan. Ia pun menjadi penikmat Komikus
    Komikus
    komik
    itu, meski dengan cerita yang tentu, tak berurutan.

    Lulus dari Inlands School 1932, ia melanjutkan ke Hollandsc Inlands School (HIS) Pasundan. Di HIS inilah Kosasih mulai tertarik pada seni menggambar secara formal. Ketertarikannya itu muncul setelah ia melihat ilustrasi pada buku pelajaran Bahasa Belanda yang bagus-bagus. Buku catatannya banyak yang cepat habis karena dibuatnya jadi tempat gambar.

    Selepas HIS, Kosasih tidak meneruskan sekolah, meski kesempatan menjadi pamong praja menunggunya. Masa menganggur itu ia puaskan dengan menggambar dan menonton wayang golek. Ia selalu pulang pagi, terutama jika lakonnya Arjuna, Bima, atau Gatotkaca. Karena sering menonton, ia sampai hapal semua cerita wayang, juga gaya para pedalang. Setelah menonton wayang, kepalanya masih selalu dipenuhi gambaran cerita wayang. Saat itu, ia mendapat ide bagaimana jika cerita itu dipersingkat tapi tetap berbobot dan disukai banyak orang. Tapi, ide itu hanya sebatas ide.

    Tahun 1939, ia melamar sebagai juru gambar di Departemen Pertanian Bogor. Diterima, ia pun menjadi penggambar hewan dan tumbuhan. Gajinya cukup, meski tak mewah. Ketika Jepang ekspansi ke Indonesia tahun 1942, RA. Kosasih kelimpungan dan hidupnya tak karuan. Pekerjaan pun jadi berantakan. Ia tak lagi mendapatkan Komikus
    Komikus
    komik
    -komik kegemarannya. Yang ia dapatkan hanya komik Flash Gordon dari bekas kertas pembungkus. Flash Gordon adalah sosok Lihat Daftar Pahlawan Nasional
    Lihat Daftar Pahlawan Nasional
    pahlawan
    fiksi Australia yang digambar Alex Raymond yang diterbitkan sejak tahun 1934.

    Setelah merdeka, ia melihat banyak peluang di koran-koran. Pada tahun 1953, ia melamar kerja sebagai komikus di harian Pedoman Bandung. Setelah diterima, ia masuk malam, karena siang masih bekerja di Departemen pertanian.

    Pada tahun yang sama, salah satu majalah terbitan Jakarta memuat iklan. Isinya, penerbitan Melodie mencari penggambar komik. Kosasih tertarik lalu mengirimkan karyanya. Tatang Atmadja, pemilik penerbitan Melodie kepincut dengan karya Kosasih dan menemuinya di Bogor.

    Dari pertemuan itu, Kosasih diberikan komik-komik Amerika. Dia diminta untuk meniru, namun harus dijadikan tokoh Indonesia. Kosasih tertarik dengan superhero Wonder Woman terbitan King Feature Syndicate. Kosasih menyulapnya menjadi tokoh Sri Asih.

    Serial komik Sri Asih dirampungkan sebagai komik pertamanya. Sri Asih dikarakterkan sebagai superhero Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    berkostum wayang. Memakai kain kebaya dan kemben, rambutnya panjang dengan mata besar, bermahkota giwang dan manik di dahi. Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    yang jago berkelahi, bertenaga kuat, dan bisa terbang.

    Komiknya laku keras di pasar dengan cetak 3000 eksemplar. Honornya tak tanggung-tanggung, Kosasih mengantongi Rp 4.000. Jauh lebih besar dibandingkan honornya menjadi pegawai Departemen Pertanian yang hanya Rp150.

    Sukses komik pertama, Kosasih semakin bersemangat membuat komik. Akhirnya terbitlah komik keduanya, namanya Siti Gahara. Komik ini bercerita tentang pendekar Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    wanita
    bernama Siti Gahara. Sosok Gahara adalah plesetan dari Sahara, ratu Kerajaan Turkana yang berpakaian Timur Tengah. Kostumnya, dengan perut terbuka, lengan baju sebatas siku, dan bercelana panjang. Keheroan perempuan ini, bisa terbang dan jago berkelahi. Musuh bebuyutannya, nenek sihir. Komik ini pun laku keras.

    Meski pundi-pundi honor hasil komiknya terus bertambah, Kosasih tak tinggal diam. Ia terus berimajinasi. Selanjutnya RA. Kosasih menggambar serial Sri Dewi. Sosok yang dikenal sebagai dewi kesuburan yang oleh orang Jawa dan Bali identik dengan
    Dewi Padi.

    Minat menggambar Kosasih datang tanpa sengaja. Ketika kelas satu Inlands School, Bogor, ia acap menunggu ibunya berbelanja. Nah, di saat membantu membongkari belanjaan sang ibu itulah, matanya menangkap komik Tarzan dari potongan-potongan koran bungkus belanjaan. Ia pun menjadi penikmat komik itu, meski dengan cerita yang tentu, tak berurutan.

    Pada serial ini, sosok Sri Dewi kontra dengan Dewi Sputnik. Pada komik ini, Kosasih menggambarkan Sri Dewi merupakan perempuan dengan gaya tradisional dan Dewi Sputnik bersosok modern. Kosasih ingin memperlihatkan kepada pembaca bahwa Sri Dewi tak bisa dikalahkan dan selalu menang.

    Di tengah upayanya merintis karir sebagai komikus, Kosasih yang sudah berumur 31 tahun belum juga menikah. Padahal, banyak perempuan yang ingin merebut hatinya. Alasannya, Kosasih berpikir mencari pendamping hidup. Pamannya kemudian memperkenalkan Kosasih dengan seorang perempuan. Namanya Lili Karsilah yang saat itu berusia 25 tahun. Kosasih langsung kepincut dan bersedia menikahinya. Dari perkawinan mereka dikarunia dua orang anak. Anak pertama laki-laki diberi nama Kusumandana. Dan yang kedua, perempuan bernama Yudowati Ambiyana. Namun Tuhan berbicara lain. Hidup putranya Kusumandana tak berlangsung lama. Tahun 1957 pada usia empat tahun, Kusumandana meninggal dunia terkena serangan demam. Kemudian dikuburkan di pemakaman Dreded, Bondongan, Bogor, Jawa Barat.

    Dengan komik, Kosasih menafkahi keluarganya. Jika sedang berimajinasi, ia menolak untuk diganggu oleh siapa pun termasuk istri dan anak-anaknya. Kosasih bahkan tak segan-segan mengunci kamarnya. Hingga makan pun terkadang luput dari ingatannya. Ia bahkan berpesan kepada istrinya untuk mengatakan bahwa dirinya sedang pergi jika ada tamu yang tidak penting mencarinya.

    Kosasih bahkan tak ingin orang lain tahu mengenai dirinya yang tenar dari komiknya. Begitu pula dengan Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    apalagi dengan tetangga rumahnya. Ia selalu mewanti-wanti agar tidak memberikan alamat tempat tinggalnya. Tapi sepintar-pintarnya sembunyi, akhirnya identitasnya terbongkar juga. Seorang Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    Kompas bernama Arswendo Atmowiloto pada 1970-an mengetahui alamatnya saat berada di Paris.

    Arswendo langsung mendatangi rumahnya di Bogor dan Kosasih bersedia menemuinya untuk diwawancarai. Tidak lama kemudian, Kompas memuat tulisan tentang sosok RA. Kosasih. Sejak itu, pengemar komik buatan Kosasih mulai berdatangan. Tetangga mulai menaruh hormat padanya. Bahkan, banyak pengemar perempuan yang mengirimi surat. Bermacam-macam isinya, ada yang memberikan apresiasi karyanya, sekadar menyapa berkenalan, bahkan tak sedikit yang mengajak menikah.

    Pada tahun 1955, Kosasih mengambil keputusan berhenti menjadi pegawai Departemen Pertanian karena kesibukannya di dunia komik. Tahun 1960-an, kondisi politik membuat dirinya menghentikan dulu komiknya. Saat itu, PKI melalui Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) mengecam komiknya karena dianggap berunsur ke barat-baratan. Tak ayal, tiras komiknya berkurang. Justru yang banyak beredar adalah komik-komik keluaran China.

    Karena tidak mau tinggal diam, Kosasih menyiasatinya dengan menggambar sosok wayang. Komiknya antara lain, Mundinglaya Dikusuma, Ganesha Bangun, Burisrawa Gandrung, dan Burisrawa Merindukan Bulan. Dua komik terakhir menjadi komik terlaris di pasar. Singkat cerita, komik-komik Kosasih kembali merajai pasar komik Indonesia.

    Selanjutnya, Kosasih membuat komik Ramayana dan Mahabharata. Idenya dari bacaan Bhagawat Gita terjemahan Balai Pusaka. Hasilnya luar biasa. Angka penjualannya mencapat 30 ribu eksemplar. Tiras paling besar sepanjang sejarah komik Indonesia.

    Dua karya itu memang melambungkan nama Kosasih, namun yang lebih penting lagi, komik Mahabbarata berhasil memperkenalkan kisah itu kepada generasi baru, yakni anak-anak dan remaja perkotaan yang jarang nonton wayang kulit atau wayang orang. Bagi mereka, komik Kosasih adalah referensi awal ke kisah klasik asal India itu.

    Walau tidak ada catatan pasti berapa jumlah komik Mahabbarata yang berhasil terjual. Kosasih ingat bahwa Mahabbarata dan Ramayana adalah dua karya yang kemudian berhasil membuatnya membeli rumah. Kesuksesan sebagai komikus jualah yang membuat Kosasih berani berhenti dari pekerjaannya dan total menggambar.

    Di tahun-tahun selanjutnya, ia tetap menguasai pasar komik Indonesia dengan kembali membuat komik Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    wanita
    superhero, Cempaka. Sosok perempuan berbaju loreng, kekar, tinggi dan seksi. Sosok Cempaka diilhami oleh sosok Tarzan. Sayangnya, komik itu tidak terlalu laris seperti komik sebelumnya.

    Ketika popularitas komik wayang menyusut, Kosasih membuat komik berkarakter lain dengan imajinasinya sendiri. Ia beralih ke komik dari legenda. Misalnya, komik tentang Lutung Kasarung, Sangkuriang dan lainnya.

    Pada tahun 1964, Kosasih hijrah ke Jakarta dan bekerja untuk penerbitan Lokajaya. Ia membuat serial Kala Hitam dan Setan Cebol. Lagi-lagi, ia tak seberuntung dulu. Komiknya hanya laku 2000 eksemplar. Empat tahun kemudian, 1968, kesehatannya mulai tidak stabil. Kosasih memilih istirahat setahun lamanya dan kembali ke Bogor.

    Dua tahun setelah istirahat, tahun 1970-an, ia diminta oleh penerbit Maranatha Bandung untuk membuat komik ulang Mahabharata. Karyanya berbeda dengan gambar yang kali pertama dibuatnya. Hasilnya pun dianggap gagal.

    Dengan sisa kekuatan imajinasi, ia terus menggambar. Pada tahun 1984, ketika sedang menggambar, tangannya gemetaran. Pensilnya sulit dikendalikan. Tangannya secara tiba-tiba membuat gambarnya menjadi berantakan. Sejak saat itu, Kosasih sudah benar-benar tidak pernah lagi menggambar. Ia tidak mau memaksakan diri lagi dan lebih memilih berhenti total sebagai pembuat komik. Tahun 1994, ia menyatakan diri 'pensiun' dari dunia komik dan memilih menikmati sisa hidupnya.

    Sejak tahun 1990-an, Kosasih hijrah ke rumah anak perempuannya Yudowati di daerah Rempoa, Ciputat, Jakarta Selatan. Kosasih menempati satu kamar yang berada di lantai dua. Sedangkan rumah di Bogor, dijualnya. Alasannya, agar dekat dengan anak dan cucu satu-satunya bernama Adinadra. Pada tahun 1994, istrinya Lili Karsilah, dipanggil sang Khalik setelah menderita stroke dan asma. Sang istri tercinta dikebumikan di pemakaman Tanah Kusir, Jakarta.

    Kini kondisi kesehatan peraih penghargaan anugerah Lifetime Achievement (2005) ini semakin menurun. Ia tidak dibolehkan banyak bicara karena akan terjadi pengeringan cairan pada bagian paru-parunya. Penyakitnya tidak boleh kekurangan dan kelebihan air putih. Untuk itu, ia tidak boleh jauh dari air minum.

    Sejak tahun 2009, Kosasih sering keluar-masuk rumah sakit. Ia mengidap sakit pembengkakan pembuluh jantung. Ketika Kosasih masuk RS Bintaro pada Januari 2009, perlu dana 15 juta untuk membiayai perawatannya. Lalu saat masuk rumah sakit itu kembali pada November 2009, ia mengeluarkan dana sekitar Rp 18 juta.

    Melihat kondisi itu, para penggemar komik tak tinggal diam. Apalagi diketahui, Kosasih keluar dari rumah sakit karena keluarganya tidak punya biaya lagi. Para komunitas komik menggalang dana untuk kesembuhan RA. Kosasih.

    Setiap awal bulan, Kosasih harus periksa ke dokter. Dan setiap periksa, ia mendapatkan obat baru yang habis setiap bulan sekali. Biaya periksa dan obat-obatan memerlukan biaya minimal sejuta. Untuk biaya pengobatan itu, Kosasih tidak bisa berharap dari royalti komiknya karena tidak ada royalti. Dulu ia dibayar sesuai pesanan.

    Pada 4 April 2010, usianya mencapai 91 tahun. Kondisi matanya masih cukup baik untuk pria seusianya. Ia masih bisa melangkah dengan kakinya. Tongkat yang ia gunakan hanya sebagai alat bantu saja. Begitu juga dengan kacamata yang sesekali saja dipakai jika diperlukan. Saat itu, Kosasih sudah siap dipanggil Tuhan. Hal itu terlihat ketika Kosasih merayakan ulang tahunnya yang ke-91, para tamu menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. Namun, saat tiba di kalimat "selamat panjang umur…", tiba-tiba Kosasih memotong. Ia tidak mau lagi didoakan selamat panjang umur karena merasa umurnya sudah kepanjangan. Bahkan peraih Satyalancana Kebudayaan (2008) dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ini bergurau bagaimana kalau umurnya yang panjang itu dibagikan saja ke tamu yang datang.

    Memang tidak ada seorangpun yang bisa menentukan lamanya hidup seseorang. Dua tahun kemudian, di usianya yang ke-93, Kosasih akhirnya dipanggil Sang Pencipta. Ia meninggal di kediamannya dini hari, Selasa 24 Juli 2012, sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelumnya, Kosasih sempat menjalani perawatan di RS Bintaro karena penyakit jantung. Walaupun ia sudah tiada, karya-karyanya akan tetap hidup selamanya. e-ti | muli, mlp

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 27 Jan 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Jul 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Dalam dunia bisnis, setiap orang dibayar dengan 2 koin: uang dan pengalaman. Ambil pengalaman untuk yang pertama, maka uang akan datang kemudian." ~ Harold S. Geneen

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us