WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Low Profile dan Tegas

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Low Profile dan Tegas
e-ti | koranbogor.com

Bicaranya kalem, apa adanya, sederhana, tegas, serta tidak memiliki ambisi duniawi yang menonjol. Itulah Busyro Muqoddas yang menjabat sebagai Ketua KPK periode 2010-2011. Meski kepribadiannya itu sering ditafsirkan sebagai kelemahan, dosen Universitas Islam Indonesia ini tidak ambil pusing dan siap memimpin dengan kebenaran dan suara hati nurani.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 2010
Lihat Curriculum Vitae (CV) Busyro Muqoddas

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Busyro Muqoddas

QR Code Halaman Biografi Busyro Muqoddas
Bio Lain
Click to view full article
Roy Suryo
Click to view full article
Abdul Khaliq Ahmad
Click to view full article
Bill Saragih
Click to view full article
Djeno Harum Brodjo
Click to view full article
Asnawati
Click to view full article
Radius Prawiro
Click to view full article
Manuel Kaisiepo
BERITA TERBARU

Sejak 20 Desember 2010, M. Busyro Muqoddas, S.H, M. Hum resmi menjabat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggantikan Ketua KPK, 2007
Ketua KPK, 2007
Antasari Azhar
yang sedang menjalani hukuman. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial (KY) ini terpilih melalui proses seleksi yang cukup ketat oleh panitia seleksi yang dipimpin KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Hukum dan HAM. Ia kemudian disetujui DPR pada 25 November 2010 melalui pemungutan suara di Komisi III DPR, mengalahkan rivalnya, Bambang Widjojanto. Tidak hanya terpilih sebagai pimpinan KPK, ia juga terpilih menjadi Ketua KPK mengalahkan pimpinan KPK aktif yang lain.

Dalam kesehariannya, Busyro terlihat biasa-biasa saja. Semua serba biasa dan terukur. Ia bisa membuat lelucon tertentu namun juga tidak membuat orang terbahak-bahak. Mampu menasehati namun tidak dengan marah. Tak heran, orang terkadang menjadi tidak mengenal sepak terjangnya dan menganggapnya tidak berprestasi.

Padahal menilik pada kisah masa kecilnya, Busyro suka berkelahi dengan teman-teman sekolahnya yang dianggapnya sewenang-wenang dan mau menang sendiri. Karena ulahnya itu, orangtuanya bahkan pernah harus memindahkan Busyro ke sekolah lain. Namun, hal itu tidak menghentikan aksinya.

Tidak jelas sampai kapan kebiasaannya meladeni tantangan kawan-kawannya itu berhenti, tapi yang jelas, di tengah pertambahan usianya, Busyro berevolusi menjadi sosok yang santun, lembut dalam bertegur sapa, sederhana, low profile dan religius. Busyro memang tumbuh dan besar dalam gerakan Islam Muhammadyah. Ayahnya seorang pegawai Departemen Agama dan ibunya merupakan guru agama Islam di Madrasah Mu'allimat Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Berangkat dari keluarga demikian, perjalanan hidup Busyro banyak diwarnai latar belakang keluarga yang religius tersebut.

Kepribadian Busyro ini juga diamini oleh istrinya, Soimah Kusuma Wahyuni. "Pak Busyro di mata saya, sosok idealis yang religius dan sangat humoris. Memang wajahnya kelihatan kaku dan tegang, tapi sebenarnya dia itu murah senyum," ujar Soimah. Disebut religius, karena seperti disaksikan istrinya, Busyro ini orang yang rajin shalat. Ia sebisa mungkin setiap hari shalat tahajud lewat tengah malam. Sehabis shalat tahajud, kemudian terus ke masjid untuk shalat Subuh. Ia juga selalu berusaha melakukan puasa Senin-Kamis.

Penampilannya yang kalem itu juga membuat orang terkadang meragukan gaya kepemimpinan Busyro, tidak tegas dan cenderung kompromistis. Namun, kinerjanya ketika memimpin Komisi Yusial (KY) selama lima tahun membuktikan sebaliknya.

Ketika dirinya menjabat Ketua KY, sebenarnya tidak sedikit orang yang berusaha mencampuri kebijakan KY. Misalnya, dalam pelaksanaan pengawasan hakim atau seleksi hakim agung. Sejumlah orang penting disebut-sebut pernah menelepon atau mendatangi kantornya. Tapi, ia kukuh pada prinsip.

Busyro juga pernah mengusulkan wacana kocok ulang hakim agung dalam rangka proses pembaruan atau reformasi sistem peradilan terhadap hakim agung yang jumlahnya 49 orang. Menurutnya, langkah itu penting dilakukan untuk membersihkan dunia peradilan. Saat itu, Busyro bersama KY berencana memeriksa 13 hakim agung yang dipimpin Ketua MA (2001-2008) & Ketua Dewan Pers (2010-2014)
Ketua MA (2001-2008) & Ketua Dewan Pers (2010-2014)
Bagir Manan
. Namun mendapat tentangan dari MA. Lembaga peradilan tertinggi di Indonesia itu kemudian mengajukan gugatan kepada Komisi Konstitusi. Bahkan sampai ada laporan ke Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
mengenai adanya dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan KY terhadap hakim agung. Namun akhirnya gugatan ini tidak diketahui ujungnya.

Selain itu, langkah Busyro yang patut diapresiasi ketika di KY adalah ketika ia melimpahkan kasus komisioner Komisi Yudisial Irawady Joenoes ke jalur hukum. Irawady tersandung kasus penyuapan gedung baru KY di Jalan Kramat, Jakarta. Irawady akhirnya dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 400 juta.

Penampilannya yang kalem itu juga membuat orang terkadang meragukan gaya kepemimpinan Busyro, tidak tegas dan cenderung kompromistis. Namun, kinerjanya ketika memimpin Komisi Yusial (KY) selama lima tahun membuktikan sebaliknya.Ketika dirinya menjabat Ketua KY, sebenarnya tidak sedikit orang yang berusaha mencampuri kebijakan KY. Misalnya, dalam pelaksanaan pengawasan hakim atau seleksi hakim agung. Sejumlah orang penting disebut-sebut pernah menelepon atau mendatangi kantornya. Tapi, ia kukuh pada prinsip.

Sebelum menjadi Ketua KY, Busyro adalah akademisi dan advokat yang pernah membela kasus-kasus yang berhadapan dengan penguasa. Misalnya, dalam kasus penembak misterius, Abdullah Umar yang dituduh terlibat dalam kasus Komando Jihad, Mozes Gatotkaca, dan lain sebagainya. Dari contoh itu, Busyro memang jelas bukan orang yang gampang diajak kompromi.

Apalagi menilik masa lalu alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
ini, sudah sarat dengan pengalaman memimpin dan beroganisasi. Di kampusnya, UII Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
misalnya, pria yang masih aktif sebagai pengajar di UII ini pernah menjadi anggota Majelis Permusyarakatan Mahasiswa. Pada tahun 1983, ia menjabat sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum. Di kampus itu juga, ia pernah mengemban tugas-tugas di bidang hukum sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Hukum UII (1986-1988), dan sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Hukum hingga tahun 1990. Kemudian menjabat Ketua Pusdiklat dan LKBH Laboratorium Fakultas Hukum UII pada tahun 1995-1998, serta menjadi peserta Investigasi Pelanggaran HAM berat pada tahun 2004.

Tidak hanya di situ, peraih gelar Magister Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 1995 ini, pada tahun 1999 pernah menyandang tugas sebagai Ketua delegasi Dekan-Dekan Fakultas Hukum se-DI Yogyakarta ke DPR RI untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran tentang RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya. Kemudian menjadi anggota dewan kode Etik IKADIN Yogyakarta (1998-2000) dan anggota Dewan Etik ICM Yogyakarta (2000-2005).

Selain mengajar dan berorganisasi, Busyro juga menulis. Ia berpengalaman menyunting buku Politik Pembangunan Hukum Nasional dan Kekerasan Politik yang Over Acting serta termasuk dalam tim penulis buku Peran Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
dalam Konflik Sosial Politik di Indonesia, sekaligus menjadi anggota tim riset konflik Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
.

Pimpin KPK
Dalam memimpin KPK, Busyro hanya menjabat untuk satu tahun, yakni sampai Desember 2011, menyesuaikan masa periode pimpinan KPK. Untuk selanjutnya, pimpinan KPK periode 2012-2017 secara keseluruhan akan dipilih kembali. Tapi tidak tertutup kemungkinan Busyro akan ikut terpilih kembali.

Satu tahun memimpin KPK jelas merupakan kurun waktu yang sangat singkat untuk menegakkan hukum terkait korupsi di negeri ini, terlebih karena menumpuknya beberapa kasus besar yang masih belum terselesaikan selama ini, seperti kasus Bank Century, BLBI, dan kasus dugaan korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum sendiri.

Namun Busyro mengaku tidak mempermasalahkan singkatnya masa jabatannya itu. Ia tetap optimis memulai karyanya di KPK untuk menyelamatkan keuangan negara secepatnya dengan gerakan-gerakan yang lebih akseleratif dan sistemik dengan melibatkan aparat penegak hukum lainnya.

Sedangkan mengenai caranya memimpin KPK, ia mengatakan, memimpin KPK harus memiliki sikap bijaksana dan protektif terhadap dirinya sendiri. Namun tetap harus membuka diri terhadap kritik dari DPR, pers, LSM, dan juga masyarakat. Hal itu menurutnya untuk memungkinkan sistem komunikasi dengan publik. Selain itu, untuk memerangi korupsi tidak bisa sendiri, maka KPK akan bekerjasama dengan institusi Polri, Kejaksaan Agung, dan institusi terkait lainnya, termasuk PPATK dan kelompok masyarakat madani.

Begitu duduk memimpin KPK, ia pun langsung disambut dengan ramainya kasus mafia pajak yang melibatkan Gayus HP Tambunan. Tentang kasus itu, walaupun penanganannya masih di tangan keKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an, namun KPK tidak tinggal diam. Karena dianggap sudah merambah ke berbagai instansi, Busyro dan pimpinan KPK lainnya sejak dini sudah siap-siap menangani kasus tersebut. Tapi agar tidak tumpang-tindih dengan penegak hukum lainnya, KPK masih memilah dan memetakan kasus yang akan ditangani, yakni kasus yang terkait dengan tidak pidana korupsi.

Dalam kasus ini, Busyro Muqoddas langsung menunjukkan diri sebagai pemimpin yang sigap dan tegas. Ia langsung mengambil langkah pro aktif dengan mengundang pengacara Gayus, Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
Adnan Buyung Nasution
ke kantor KPK untuk berdiskusi tentang kasus Gayus, Rabu, 12 Januari 2011. Ia menyatakan akan membidik seluruh perusahaan yang memakai jasa Gayus untuk memanipulasi pembayaran pajak. "Semua perusahaan tidak terbatas pada perusahaan tertentu saja," ujarnya. e-ti | basan, jk, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 24 Jan 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Menjulang Setelah Reformasi Terkenal Lewat Supernova

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Berbagai persoalan bangsa dan khususnya TNI diulas - masalah integritas bangsa, proses reformasi, demokratisasi yang bergulir hampir tanpa kawalan nilai-nilai keindonesiaan, serta jatidiiri dan profesionalisme TNI.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: