- Agus Harimurti Yudhoyono dan
- Edhie Baskoro Yudhoyono
- Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
- American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
- Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
- Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
- On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
- Jungle Warfare School, Panama, 1983
- Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984
- Kursus Komando Batalyon, 1985
- Sekolah Komando Angkatan Darat Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas, AS, 1988-1989
- Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS
- Doctorate (Dr) Institut Pertanian Bogor (IPB) Indonesia
- Doktor Honoris Causa Ilmu Hukum Webster University
- Doktor Honoris Causa Ilmu Politik Thammasat University, Thailand
- Presiden RI 2004-Sekarang
- Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004
- Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)
- Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
- Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
- Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
- Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
- Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
- Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
- Asops Kodam Jaya (1994-1995)
- Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
- Korspri Pangab (1993)
- Dosen Seskoad (1989-1992)
- Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
- Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
- Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
- Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
- Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
- Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
- Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
- Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
- Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
- Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
- Honorour Graduated IOAC, USA, 1983
- Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967
Ini dia Presiden Republik Indonesia 'terpopuler'. Presiden RI pertama hasil pilihan rakyat secara langsung (2004). Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY ini selalu berusaha meningkatkan citra. 'Jenderal yang Berpikir', ini mengatur penampil, wibawa serta bertutur kata bersayap dan sistematis. Berkat popularitasnya yang ditopang program pragmatis bantuan langsung tunai, dia terpilih kembali (2009) menjabat Presiden periode kedua (2009-2014).
| Article Index |
|---|
| Presiden RI 'Terpopuler' |
| 02 | Lulusan Terbaik Akmil 1973 |
| 03 | Karir Politik, Dibesarkan Gus Dur dan Megawati |
| 04 | Dinamika Dwitunggal SBY-JK |
| 05 | Kejutan Pasangan SBY-Boediono |
| All Pages |
Dia meniupkan harapan kepada rakyat yang menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, paduan dwitunggal ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil dan sejahtera kepada rakyat. Pasangan ini meraih suara mayoritas rakyat Indonesia (61 persen), mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri - KH Hasyim Muzadi.
Kemudian dengan mengandalkan popularitas dan program bantuan langsung tunai, SBY berpasangan dengan Boediono sebagai Calon Wakil Presiden Popularitas dengan penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata bersayap dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional.berhasil meraih kemenangan dalam Pilpres 2009 dalam satu putaran dengan perolehan suara 60,8 persen.
Popularitas dengan penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata bersayap dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).
Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu, TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. "Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu," katanya. Maka, Tokoh Indonesia DotCom menjulukinya sebagai 'mutiara di atas lumpur'.
Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. (Hampir sama dengan pengalaman Jenderal Soeharto, ketika enam jenderal TNI diculik dalam peristiwa G-30-S/PKI, 'the smiling jeneral' itu berhasil tampil sebagai 'penyelamat negeri' dan memimpin republik selama 32 tahun. Sayang, kemudian jenderal berbintang lima ini terjebak dalam budaya feodalistik dan kepemimpinan militeristik. Pengalaman Pak Harto ini, tentulah berguna sebagai guru yang terbaik bagi pemimpin nasional negeri ini). (Bersambung) Ch. Robin Simanullang

Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia:











Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.