WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.
Sejarah PT Kodja (Persero)

Doktrin Kodja: Kepentingan Nasional

Doktrin Kodja: Kepentingan Nasional
Soeparno Prawiroadiredjo | TokohIndonesia.com | ms

Pemerintahan Orde Baru bergerak mulai meninggalkan Ekonomi Terpimpin[1] ke arah Ekonomi Pasar[2]. Di tengah perubahan ini mengawali kepemimpinnya di Perusahaan Negara Kodja - PT Kodja (Persero). Soeparno menya­dar­i bahwa hakekat Ekonomi Pasar adalah persaingan kualitas, harga dan penyerah­an tepat waktu dengan konsu­men yang bebas memilih. Tentu, hal ini membutuhkan ketersediaan fasilitas, modal kerja dan sumber daya manu­sia serta potensi pasar.

Dirut PT Kodja (Persero) 1966-1988
Lihat Curriculum Vitae (CV) Soeparno Prawiroadiredjo

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Soeparno Prawiroadiredjo

Sementara, sejak awal Soeparno sudah menyadari bahwa industri perkapalan Indonesia, khususnya PT Kodja (Persero) adalah perusaha­an kecil dibandingkan dengan industri perkapalan dunia maupun di negara tetangga. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini, sejak awal Perusahaan Negara Kodja selalu mengedepan­kan kerjasama antara industri-industri perkapalan Indonesia untuk menguasai pasar nasional dan merambah pasaran interna­si­onal yang sudah penuh persa­ingan.

Namun, awalnya, ajakan ini kurang direspon oleh sesama industri perkapalan nasional, mungkin kemampuan masing-masing memang kurang, atau belum percaya diri. Karena itu, pada awalnya PT Kodja memasuki pasaran internasional seorang diri, walaupun sadar bahwa untuk mengerjakan order inter­na­sional harus dikerjakan oleh kerjasama antar industri kapal karena fasilitasnya memang terbatas. Selain itu Perusahaan Negara Kodja tidak mau serakah.

Sehubungan dengan itu, Soeparno sejak awal telah menekankan bahwa Doktrin Usaha PT Kodja (Persero) adalah harus melihat segala sesuatunya dari kepentingan nasional dan menganggap industri perkapalan dalam negeri sebagai mitra, bukan saingan. Saingannya adalah industri perkapalan luar negeri, yang akan memangsa order-order untuk galangan dalam negeri.
Antara industri perkapalan dalam negeri harus ada kemitra­an. Inilah sikap Perusahaan Negara Kodja sejak awal dan yang telah dibuktikan oleh sepak terjangnya di kemudian hari. Namun, Perusahaan Negara Kodja juga menabukan "patriotis­me lokal".

Dalam konteks inilah tampak­nya Soeparno menemukan dan menikmati seni manajemen keteladanan, kebersahajaan dan kebersamaan, yang diyakininya sangat tepat diterapkan dalam memimpin PT Kodja. Dia melihat, terbatasnya peralatan, SDM dan permodalan, dan segala persoalan yang timbul, baik dalam tingkat engineering, manajemen maupun lapangan, harus dipecahkan dengan cara yang sederhana dan pikiran yang sederhana (bersa­haja) dalam kebersamaan. Dengan kesederhanaan dan kebersamaan yang dipandu dengan kepemimpinan keteladan­an, semua persoalan ternyata dapat dipecahkan. Bio TokohIndonesia.com | crs-ms


Footnote:
[1] Sisitem Ekonomi Demokrasi Terpimpin. Ekonomi terpimpin merupakan bagian dari demokrasi terpimpin, yang diterapkan sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dimana semua aktivitas ekonomi disentralisasikan di pusat pemerintahan sementara daerah merupakan kepanjangan dari pusat. Adalah Bung Hatta sebagai pemrakarsa Ekonomi Terpimpin. Bung Hatta menyebut istilah Ekonomi Terpimpin merupakan konsekuensi dan nasionalisme yang timbul sebagai bentuk dari perlawanan menentang kolonialisme dan imperialisme. Prinsip ekonomi terpimpin sejalan dengan sila ke-5 pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Bung Hatta ekonomi terpimpin merupakan rival dari sistem ekonomi liberal.
[2] Sistem Ekonomi Pasar adalah sistem ekonomi liberal dimana segala sesuatunya ditentukan oleh pasar, sedangkan pemerintah tidak boleh campur tangan. Sebagaimana ditulis oleh Adam Smith dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the wealth of Nation, ciri system ekonomi pasar antara lain, kegiatan ekonomi di semua sektor dilakukan oleh pihak swasta, pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi, modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi, semua kegiatan ekonomi didorong oleh prinsip laba, dan berlakunya persaingan secara bebas.

 

Page 1 of 5 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »
© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 29 Dec 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Buku ini mengulas ilmu grafologi yaitu bagaimana menganalisis tulisan tangan seseorang untuk mengetahui kepribadian atau karakternya.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: