WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Lebih Bangga CEO KODJA

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Lebih Bangga CEO KODJA
Soeparno Prawiroadiredjo | TokohIndonesia.com | ms

Soeparno Prawiroadiredjo, Dipl.-Ing, telah berkarya dan mengabdikan diri melintasi berbagai jenjang karir, baik dalam lingkup birokrasi mau­pun perusahaan (BUMN). Setiap jenjang karir memiliki kesan dan rasa bangga ter­sen­diri baginya. Namun, dia lebih merasa berkesan dan lebih bangga sebagai CEO (Chief Executive Officer) BUMN dari pada sebagai Direktur Jenderal (Eselon I).

Dirut PT Kodja (Persero) 1966-1988
Lihat Curriculum Vitae (CV) Soeparno Prawiroadiredjo

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Soeparno Prawiroadiredjo

QR Code Halaman Biografi Soeparno Prawiroadiredjo
Bio Lain
Click to view full article
La Ode Ida
Click to view full article
Eddie Lembong
Click to view full article
Danto Pramonosidi
Click to view full article
Nurdin Halid
Click to view full article
Didik Nini Thowok
Click to view full article
Eko Widaryanto
Click to view full article
Humuntar L Gaol

Panggilan jiwanya selain lebih menyatu dengan manajemen kewirausaha­an (entrepreneur) dari pada jadi birokrat (penguasa), juga lebih menyatu dengan dunia maritim (industri perkapalan) dari pada industri mesin, logam dasar dan elektronik.

Maka, dari semua bidang tugas yang diembannya, yang paling dia banggakan bukan saat menjabat Dirjen Industri Mesin, Logam Dasar dan Elektronika, Departe­men Perindustrian RI (1988-Maret 1994), sebuah jabatan tertinggi (Eselon I) bagi pegawai negeri sipil. Tetapi justru dia lebih senang dan bangga saat menjabat Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Utama PT Kodja (Persero) selama 22 tahun (1966-1988).

"Walaupun tinggi, saya nggak bangga, saya bangga Dirut Kodja. Padahal Dirjen eselon 1," ungkap Soeparno dalam percakapan dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndone­sia.com, Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
dan Marjuka Situmorang, di rumah kediamannya, Jalan Jambore, Villa Cibubur Indah Blok T1 Kav. 28-29, Cibubur, Jakarta, Kamis 29 Juli 2010.

Bahkan dibanding saat menja­bat Dirjen, Soeparno lebih bangga saat bertugas di Departe­men Perhubungan Laut dengan jabatan Kepala Direktorat Perkapalan dan Kepala Biro Pembangunan Perusahaan (pelayaran, industri kapal dan pelabuhan), 1962-1966, karena waktu itu terlibat dalam perju­angan Trikora.

Orang mungkin bertanya, mengapa lebih bangga sebagai Dirut PT Kodja (Persero) daripada Dirjen Industri Mesin, Logam Dasar dan Elektronika, Depar­temen Perindustrian RI? Setelah TokohIndonesia.com melakukan penelusuran, bisa dipahami bahwa pantas Soeparno merasa lebih berkesan dan bangga sebagai Dirut PT Kodja ketimbang sebagai Dirjen.

Sebab, selain dia lebih menji­wai manajemen kewirausahaan daripada birokrat (penguasa), dia telah memimpin perusahaan galangan kapal milik negara itu mulai dari kecil hingga berkem­bang dan mampu bersaing di tataran nasional dan internasio­nal. Lagi pula, tampaknya dia lebih menikmati dunia maritim (industri perkapalan) daripada birokrasi dunia industri mesin, logam dasar dan elektronika. Hidupnya lebih menyatu dengan dunia industri maritim.

Tentu dia merasa bangga sebagai anggauta struktural dari Departemen Perindustrian yang dipimpin oleh Dr. Ir. Hartarto Sastrosoenarto telah berhasil menempatkan peranan Sektor Perindustrian sebesar 22% dari PDB pada akhir Pelita V. Penca­pa­ian ini adalah tribut kepada Bapak Hartarto seorang diri semata; peranan lima pejabat eselon I dalam pencapaian itu dia perkirakan hanya 10% saja, karena itu peranannya dia sendiri maximum hanya 2%. Inilah hitungan yang sederhana dengan cara yang sederhana pula.

Juga merupakan kebanggaan­nya adalah sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Jenderal Industri Mesin, Logam dan Elektrronika ia digantikan oleh seorang Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
nya, Ir. Efendi Sudarsono, Direktur Industri Logam. Kemudian Direktur yang lain, seperti Direktur Industri Elektronika, Ir. Firdaus Ali, menjadi Direktur Jenderal Industri Elektronika dan Direktur Perencanaan Ir. Doddy Soepardi Harun Alrasyid menjadi Direktur Jenderal Industri Aneka; Direktur Industri Perkapalan, Sutito N.A (alm) dan Ir. Marwoto secara berurutan diangkat menjadi Staf Akhli Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perindustrian.

Para junior yang pada waktu itu masih ada pada jabatan eselon III dan IV saat ini telah menduduki jabatan eselon I seperti Ir. Agus Tjahajana MSc sebagai Direktur Jenderal IMLD dan kemudian Sekretaris Jende­ral Departemen Peridustrian, Ir. Ardiansyah Parman sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dan kemudian Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan, Dr. Ir. Budi Darmadi sebagai Direktur Jende­ral Industri Industri Alat-alat Angkut dan Telematika.

Pengangkatan-pengangkatan itu membuktikan bahwa ia telah menjalankan pembinaan SDM dengan benar. Di perusahaan galangan kapal itu, selain dia bisa berkreasi mengaplikasikan ilmu teknik perkapalan yang dimilikinya, juga berhasil menerapkan manajemen keteladanan, kebersahajaan dan kebersamaan. Alasan lain, jabatan Dirjen memang lebih tinggi, tetapi kalau ketemu orang di luar negeri, tidak tahu apa itu Dirjen. Sedangkan galangan kapal Kodja, orang luar negeri banyak yang tahu.

Prioritas SDM
Pada awal kepemimpinannya di PT Kodja, dia melihat kualitas SDM harus menjadi prioritas. Sejak awal, dia menyadari bahwa untuk bersaing di pasar bebas, PT Kodja harus mempunyai kemam­pu­an rancang bangun dan rekayasa yang cerdas, mempunyai kemampuan manajemen yang handal dan SDM pelaksana di lapangan yang harus di-upgrade dan penambahan tenaga baru yang masih segar.

Kebutuhan ini tidak gampang dipenuhi, bahkan pada waktu itu masih banyak orang yang tidak mengetahui apa artinya manaje­men itu. Sehingga, Soeparno mengawali kepemimpinannya di Kodja dengan merekrut orang-orang muda menjadi staf manaje­men dan karyawannya. Pertama, dia merekrut para Perwira TNI AL yang telah diberhentikan akibat melakukan protes, untuk mengisi staf manajemen. Para perwira muda itu tergabung dalam GPPR, Gerakan Perwira Progresif Revolu­sioner1, yang semuanya adalah lulusan Akademi Angkatan Laut Surabaya dan Akademi Pener­bang­an Curug. Dia mendayagu­na­kan potensi para perwira muda GPPR itu, dimana mereka seti­dak-tidaknya telah mengerti ilmu dasar manajemen. Di antara mereka terdapat nama-nama Ivo Sumampouw, Ansar Sar'an, Ansar Sar'an, Otto Ulaan dan Jumarman (Alm) yang dalam Buku Rajawali Samudra, Per­ingatan 50 Tahun Penerbang­an TNI Angkatan Laut termasuk sebagai perwira andalan.

Kedua, untuk masalah (pengua­sa­an) teknisnya, mengisi kebu­tuh­an rancang bangun dan rekayasa, dia mengombinasikan­nya dengan merekrut mahasiswa tingkat 3 Departemen Perkapalan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar (Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Ujung Pandang
), satu-satunya universitas yang pada waktu itu menyelenggarakan pendidikan tinggi teknik perka­pal­an, di mana Soeparno aktif sebagai pengajar Luar Biasa Konstruksi dan Kekuatan Kapal (1962-1981). Hal itu dilakukan­nya sampai tahun kedua. Ketika itu, dampak terjadinya peristiwa G-30-S/PKI, yang juga dibarengi krisis ekonomi, telah menimbul­kan perusahaan kesulitan dana. Lalu, Soeparno memindahkan mahasiswa yang dari Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Ujung Pandang
ke Jakarta, sambil bekerja di Kodja.

Sementara, ketiga, untuk memenui kebutuhan peremajaan di lapangan dilakukan dengan merekrut lulusan SMA dan STM dengan memberikan upgrading atau meng-upgrade dirinya sendiri. Lulusan SMA dan STM juga ditempatkan di bidang rancang bangun dan rekayasa dan manajemen, karena dari mereka juga banyak yang cerdas. Semua mendapat kesempatan yang sama.

Dalam perjalanan waktu, banyak juga dari mereka yang kemudian mencapai gelar S1 di berbagai kecabangan ilmu. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang mencapai kedudukan direktur, pakar audit management dan ahli teknik yang berkualitas tinggi. (Selengkapnya baca: Alumni Perusahaan Negara Kodja). Bio TokohIndonesia.com | crs-ms

Footnote:
1 GPPR (Gerakan Perwira Progresif Revolusioner) yang terdiri dari perwira muda lulusan akademi, pada tahun 1965 menguncang TNI AL. Para perwira muda itu melaporkan kepada Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
bahwa pimpinan TNI AL saat itu telah memberikan laporan palsu kepada Presiden tentang kesiapan tempur armadanya. Menurut GPPR kesiapan tempur armada perang TNI AL telah sangat menurun seusai operasi perebutan Irian Barat (Trikora). Dilaporkan bahwa aneka ragam alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Uni Soviet yang banyak dimiliki TNI AL kala itu memiliki banyak masalah perawatan, amunisi, spesialisasi personel, dan lain-lain. Hampir semua armada yang berada di pangkalan AL Surabaya tidak dimanfaatkan dan tidak berdaya karena kegiatan teratur latihan tempur di laut sudah diabaikan. Namun, akibat laporan ini, justru dilakukan pembersihan besar-besaran di kalangan perwira GPPR yang sebagian besar berujung dipecat dari kedinasan, termasuk di antaranya tiga perwira eks KIM (Akademi Angkatan Laut Belanda). (Sukono, dkk, Dan Toch Maar: Apa Boleh Buat, Maju Terus!, Penerbit Buku Kompas, Cetakan I, Agustus 2009)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 29 Dec 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Legenda Cerita Silat Politisi Yang Selalu Ganteng

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini akan dibahas beberapa bahan pangan penting yang memiliki khasiat ampuh untuk keawetmudaan dan panjang umur.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: