WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Masa Kecil dan Sekolah

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Masa Kecil dan Sekolah
Soeparno Prawirodiredjo | TokohIndonesia.com | ms

Soeparno Prawiroadiredjo lahir di Pasuruan, 4 Juni 1933. Dia tidak merasa ada hal khusus yang dialami dalam masa kecil. Dia merasa menjalani hidup sebagaimana layak­nya anak-anak di ling­kung­annya. Walaupun ayahnya, Soendaroe Pra­wi­roadiredjo seorang pega­wai pemerintahan dalam negeri, ambtenaar Binnen­lands Bestuur (disingkat BB), sudah men­ja­bat Asisten Wedana (Camat) pada Zaman Hindia Belan­da. "Tapi kalau orang sebut, nama­nya BB, Budak Belan­da, atau Bruine Bo­nen (Kacang Merah)," ungkap Soeparno, meren­dah.

Dirut PT Kodja (Persero) 1966-1988
Lihat Curriculum Vitae (CV) Soeparno Prawiroadiredjo

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Soeparno Prawiroadiredjo

QR Code Halaman Biografi Soeparno Prawiroadiredjo
Bio Lain
Click to view full article
Suryadharma Ali
Click to view full article
Farah Quinn
Click to view full article
Mundardjito
Click to view full article
Yusuf Abdulrahman
Click to view full article
Donny Gahral Adian
Click to view full article
Poedijono
Click to view full article
Hotman Paris Hutapea

Tapi, semua orang tahu, bahwa bahkan saat ini, Camat mempunyai kedudukan terhormat, apalagi pada zaman Belanda. Waktu itu, anak camat boleh sekolah Belanda. Soeparno pun mengecap pendidikan Europees­che Lagere School (ELS)[1] di Sidoarjo. Namun, di sekolah Belanda (ELS) ini, dia hanya sampai kelas 3 (1942). Karena pemerintahan Hindia Belanda ditaklukkan Jepang[2]. Bersamaan dengan itu, semua sekolah Belanda ditutup dan dibubarkan oleh Jepang. Namun, beberapa saat kemudian, sekolah kembali dibuka dengan nama dan sistem baru. Tidak diperbolehkan lagi menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar, tetapi harus dengan bahasa Indonesia, serta wajib memelajari bahasa Jepang dan menyanyikan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo.

Jenjang pendidikan dasar diberi nama Sekolah Rakyat, atau Kokumin Gakko (bahasa Je­pang)3. Soeparno masuk Sekolah Rakyat (SR) di Pasuruan, kemu­dian pindah ke Lumajang, dan tamat SR tahun 1947. Kala itu, terjadi Clash I (Agressi Militer Belanda I)[4], Belanda dan sekutu­nya menyerang, ingin menancap­kan kekuasaannya kembali di Indonesia. Rakyat pun mengung­si, termasuk Soeparno dan keluarganya mengungsi ke hutan di Dampit. Perlawanan sengit pun dilakukan TNI bersama laskar rakyat secara gerilya. Akibatnya, Soeparno, seperti juga anak-anak yang lain, selama hampir satu tahun tidak sekolah.

Namun, ketika di hutan, dia bersama anak-anak lainnya juga belajar di bawah bimbingan para guru, atau yang sudah terpelajar, yang ikut bergerilya di hutan. Salah seorang gurunya di hutan di Dampit adalah yang kemudian dikenal sebagai Jenderal TNI Soemitro.[5]

Kemudian setelah situasi memungkinkan, Soeparno sekolah lagi, masuk SMP (Seko­lah Menengah Pertama) di Malang. Lalu, setamat SMP, Soeparno melanjut ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota yang sama, Malang, tamat tahun 1953.

Setamat SMA, dia mengajukan permohonan beasiswa ke Depar­te­men Pendidikan dan Kebuda­yaan RI. Hanya dalam tempo satu minggu, permohonannya langsung ditanggapi. Dia diminta segera datang ke Jakarta. Permo­honan bea siswanya dikabulkan, tanpa tes lebih dulu.
Kemudian dia meninggalkan tanah air, menuju Belanda untuk kuliah di Delft University of Technology.[6] Setelah beberapa saat belajar di Belanda, dia pindah ke Jerman, akibat per­kem­bangan politik antara Repu­blik Indonesia dengan Belanda. Di Jerman, dia melanjut ke Technische Hochschule Hanno­ver7, hingga meraih gelar Diplom-Ingenieur Teknik Perkapalan, 1960.

Menikah dengan Teman SMA
Satu tahun setelah Soeparno meraih gelar Diplom-Ingenieur Teknik Perkapalan dari Technis­che Hochschule Hannover, Jerman, 1960, Soeparno menikah dengan Sri Roesmani Priosepoetro (lahir di Bangil 19 Desember 1933) di Jakarta pada tanggal 21 Mei1961. Mereka sudah berteman sejak SMA di Malang. Namun waktu itu, mereka masih belum saling menyatakan perasaan cinta, masih sekadar teman. Kemudian, setamat SMA, Soeparno berang­kat beasiswa ke Belanda. Sedang­kan gadis kenalannya melanjut­kan sekolah ke School of International Relations, John Hopkins University, Washington, Amerika (1959-1960), setelah memperoleh gelar 'Meester in de Rechten' dari Fakultas Hukum dan Pengetahu­an Massyarakat Universitas Indonesia (1958).

Kemudian suatu waktu mereka ketemu dan berproses saling mencintai hingga sepakat meni­kah, 1961. Buah kasih pernikah­an­nya, dua orang anak, satu puteri dan satu putera. Puterinya Hesti Damayanti Porter Soepar­no, sekolah di Iowa State University di Ames, Amerika, menikah dan menetap di sana bersama suaminya, Michael (Mike) Glen Porter, teman se-universitas.

Puteranya, Heru Tjahjono Soeparno, sekolah matematika di Technische Universitaet Berlin, Jerman. Tapi jenuh. Memilih menjadi wiraswasta, punya pabrik pengolahan beras di Bandung. Sudah menikah dengan gadis Jawa, Rita Bintari Lestari Gondosasmito dan memberinya tiga cucu, Heri Adinegoro Soepar­no, Ruri Anggiani Soeparno dan Henri Adinegoro Soeparno. Sementara puterinya yang di Amerika, tampaknya belum mau punya anak.
Isterinya mengajar Hubungan Internasional di Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Universitas Indonesia, sebagai lektor kepala (Associate Proffesor) dengan pangkat IVD, Pembina Utama Muda, sampai meninggal dunia tahun 2001. Sepeninggal isterinya, kesehatannya sedikit terganggu. Namun, sebagai seorang muslim yang taat, dia melewati kesedihan atas mening­gal­nya isteri yang amat dicintai­nya itu. Sehingga, kini, kesehat­an­nya masih terpelihara. Kepas­rah­an dan ketaqwaannya kepada Illahi, serta kebersahajaan hidupnya, menjadi kunci dari kesehatannya. Dia masih rajin senam, olah raga kebugaran yang disenanginya sejak dulu. Dia Dirut BUMN dan Dirjen yang tidak main golf. Bio TokohIndonesia.com | crs-ms

Footnote:
[1] Europeesche Lagere School, disingkat ELS, adalah Sekolah Dasar pada zaman kolonial Belanda di Indonesia. ELS menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Awalnya hanya terbuka bagi warga Belanda di Hindia Belanda. Lalu, sejak tahun 1903 kesempatan belajar juga diberikan kepada orang-orang pribumi yang mampu dan warga Tionghoa. (Pusat Data Tokoh Indonesia)
[2] Penjajahan Jepang di Indonesia (1942-1945): Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tanggal 9 Maret 1942, ditandai menyerahnya Belanda kpada Jepang. Saat itu, Jepang menyatakan bahwa Jepang adalah saudara tua Indonesia dan Jepang bertujuan untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan. Indonesia dimasukkan dalam kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, di bawah kepemimpinan Jepang. Di bawah pendudukan Jepang, Indonesia dibagi dua, yakni: 1) Pulau Jawa dan Sumatra di bawah komando angkatan darat, berpusat di Jakarta; dan 2) Kalimantan, Sulawesi dan Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
di bawah Komando Angkatan Laut yang berpusat di Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Ujung Pandang
. Ternyata, pendudukan Jepang, jauh lebih kejam dari penjajahan Belanda. Pendudukan Jepang berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan M. Hatta atas nama bangsa Indonesia, beberapa hari setelah tentara Jepang ditaklukkan tentara Sekutu. (Pusat Data Tokoh Indonesia)
[3] Sekolah Rakyat atau Kokumin Gakko: Setelah Jepang mengusir Belanda dari Indonesia, Maret 1942, segera menutup seluruh sekolah Belanda dan menggantikan dengan sistem pendidikan baru. Pendidikan dasar disebut Sekolah Rakyat atau dalam bahasa Jepang Kokumin Gakko (kokumin-rakyat, gakko-sekolah). Wajah pendidikan berubah secara total dan fundamental. Salah satu yang paling mendasar ialah penghapusan diskriminasi antarberbagai sekolahan. Hanya ada satu macam sekolah untuk seluruh warga Indonesia. Untuk tingkat dasar hanya ada satu macam yaitu "Sekolah Rakyat" atau Kokumin Gakko selama 6 tahun. Tidak ada beda antara anak seorang Bupati dengan anak seorang petani dalam hal kemudahan masuk sekolah. Berbeda dengan sistem pendidikan Belanda, yang dibedakan berdasar berbagai kriteria dan golongan penduduk. (Pusat Data Tokoh Indonesia)
[4] Clash I atau Agresi Militer Belanda I atau disebut juga Operasi Produk adalah operasi militer Belanda di Jawa dan Sumatera terhadap Republik Indonesia yang digencarkann dari 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947. Agresi ini merupakan pelanggaran dari Persetujuan Linggajati dengan menggunakan kode "Operatie Product". Diawali perselisihan pendapat akibat perbedaan penafsiran ketentuan-ketentuan dalam persetujuan Linggarjati. Pihak Belanda tetap mendasarkan tafsirnya pada pidato Ratu Wilhelmina tanggal 7 Desember 1942 bahwa Indonesia akan dijadikan anggota Commonwealth dan akan berbentuk federasi, sedangkan hubungan luar negeri diurus Belanda. Belanda juga menuntut agar segera diadakan gendarmerie bersama. Perdana Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Syahrir yang kemudian digantikan Amir Sjarifuddin menolak tuntutan Belanda. Kemudian, 15 Juli 1947, Belanda mengultimatum, 32 jam RI harus memberi jawaban. Penegasan penolakan disampaikan Amir Sjarifuddin tanggal 17 Juli 1947 melalui RRI Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Akhirnya, 21 Juli 1947, Belanda melancarkan serangan serentak dengan sasaran kota-kota besar di Pulau Jawa dan Sumatera. Serangan militer ini dikenal sebagai Agresi Militer Belanda Pertama. Menghadapi agresi militer Belanda yang bersenjata lengkap dan modern, satuan-satuan TNI terdesak ke luar kota. Selanjutnya, TNI bersama laskar rakyat melakukan serangan balasan dan taktik Wakil Panglima Besar (1962-1965) Ketua MPRS (1966-1972)
Wakil Panglima Besar (1962-1965) Ketua MPRS (1966-1972)
perang gerilya
. Kemudian, 19 Desember 1948, Belanda melakukan Agresi Militer Kedua. (Agresi Militer Belanda Pertama, 30 Tahun Indonesia Merdeka, Seri 1945-1950, Skretariat Negara, Cetakan Keenam, 1985, hlm.144-145.
[5] Jenderal TNI AD Sumitro, lahir 13 Januari 1927 dan meninggal di Jakarta, 10 Mei 1998. Mantan Komandan Peleton Daidan Fukukan Probolinggo (1944), Ketua BKR Probolinggo (1945), Danton Yon I Probolinggo (1945-1947), Wadan Yon II Brigade I Divisi VIII/Brawijaya (1948) dan Komandan Militer Kota Malang (1948-1949), ini terakhir menjabat Pangkopkamtib/Wapangab (1971-1974). Saat menjabat Pangkopkamtib/Wapangab (1971-1974), sebuah jabatan yang sangat berkuasa pada era itu, dia didaulat para Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
mahasiswa untuk berkenan menjadi Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
menggantikan Jenderal Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
. Akibatnya, Sumitro yang akrab dengan mahasiswa terpaksa mengundurkan diri.Kala itu terjadi unjuk rasa mahasiswa menentang berbagai kebijakan pemerintah, antara lain tentang produk-produk Jepang yang menguasai pasar domestik. Unjuk rasa itu ditentang penguasa dan berujung pada terjadinya kerusuhan. Sehingga pemerintah menyebutnya sebagai Peritiwa Malari (Malapetaka 15 Januari 1974). (www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sumitro)
[6] Delft University of Technology (Technische Universiteit Delft), juga dikenal sebagai TU Delft, adalah perguruan tinggi teknologi terbesar dan tertua di Belanda. Terletak di Delft, Belanda. Universitas ini didirikan pada tanggal 8 Januari 1842 oleh Raja William II sebagai Royal Academy, dengan tujuan utama sebagai tempat pelatihan pegawai negeri sipil koloni Belanda. Kemudian, berkembang pesat menjadi Sekolah Politeknik pertama tahun 1864, lalu menjadi Institut Teknologi pada tahun 1905 sampai 1986, dan akhirnya mendapatkan hak menjadi universitas penuh pada 1986 sampai sekarang. (http://en.wikipedia.org/wiki/Delft_University_of_Technology)
[7] University of Hannover yang sejak 1 Juli 2006, diberi nama "Gottfried Wilhelm Leibniz Universität Hannover" (http://www.uni-hannover.de/).

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 29 Dec 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Dosen Dan Pengamat Politik Pengusaha Berdinas Celana Pendek

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Apakah kamu pencinta wisata kuliner yang rindu akan makanan khas daerah asal? Atau mungkin kamu ingin merasakan berbagai makanan khas daerah Nusantara?

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: