PROLOG 2: Diam (tak banyak bicara), akhirnya menjadi suatu kekuatan bagi Megawati. Kendati, mendapat tekanan dan rintangan bahkan caci-maki, dia tetap diam dan sabar. Buahnya, dia pun berhasil menggapai singgasana Presiden RI ke-5.
- biografi tokoh indonesia megawati soekarnoputri
- buku biografi megawati
- biografi tokoh indonesia megawati
- riwayat hidup megawati soekarno putri
- auto biografi megawati
- artikel megawati soekarnoputri
- alamat email megawati soekarnoputri
- biografi megawati
- biografi megawati soekarno putri wikipedia
- artikel tentang megawati soekarnoputri
- misi dan visi megawati menjadi presiden ri
- youtube biografi megawati
- biografi megawati soekarnoputri
- toko biografi prseden mega wati
- contoh biografi megawati
- biografi tokoh megawati soekarno putri
- biografi tokoh politik megawati
- contoh visi dan misi mega wati soekarno putri
- bipografi megaati
- biografi megawati
- biografi megawati soekarno putri
- autobiografi megawati soekarno putri
| Article Index |
|---|
| Mbak Pendiam itu Emas |
| 01 | Mengalah, Malah Dianggap Remeh |
| 02 | Terpilih Jadi Presiden |
| 03 | Terbiasa dalam Tekanan Politik Berat |
| All Pages |
Penulis: Ch. Robin Simanullang
Karena terlalu diam, beberapa pengamat dan lawan politiknya sempat menuding itu sebagai indikasi kebodohan. Namun, Megawati tetap diam dan sabar. Para lawan politiknya menjadi semakin penasaran. Setelah menjabat presiden, ia pun tetap tak banyak bicara. Tampaknya, ia tak mudah terombang-ambing. Puteri Bung Karno ini pun semakin sulit ditebak.
Dia memang sudah terbiasa mendapat tekanan sejak ayahandanya, Soekarno, diturunkan dari jabatan Presiden pada SI-MPRS 1996. Selama 32 tahun, Megawati (keluarga Bung Karno), tidak bebas mengekspresikan aspirasi politiknya. Namun, posisi diamnya memberi ruang gerak bagi Megawati, dibandingkan saudara-saudaranya, sehingga dia 'dibiarkan' masuk dalam kancah politik, masuk Senayan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI)[1] dan memimpin PDI Cabang Jakarta Pusat (1987-1992).
Kendati kemudian, ketika, dengan proses berliku, dia terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia (1993-1998) pada Kongres PDI di Surabaya, pemerintah Orde Baru menekannya dengan keras. Namun, dia teguh dalam perjuangan dan tetap juga diam. Sehingga, Megawati patut disebut sebagai simbol penerima tekanan Orde Baru. Sekaligus simbol perlawanan secara damai dan tak banyak bicara. Bio TokohIndonesia.com | crs
Footnote:
[1] Partai Demokrasi Indonesia (PDI) berdiri pada tanggal 10 Januari 1973 dari hasil fusi 5 (lima) partai politik, yakni (1) Partai Nasional Indonesia (PNI), berdiri 4 Juli 1927 di Bandung berideologi nasinalis dan marhaenis; (2) Partai Kristen Indonesia (Parkindo) berdiri 18 November 1945 merupakan penggabungan dari partai-partai Kristen lokal seperti Partai Kristen Indonesia (PARKI) di Sumut, Partai Kristen Nasional (PKN) di Jakarta dan Partai Politik Masehi (PPM) di Pematang Siantar; (3) Partai Katolik lahir kembali 12 Desember 1945 merupakan kelanjutan dari Pakepalan Politik Katolik Djawi (PPKD) berdiri 1923; (4) Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) berdiri 20 Mei 1954. Pendirinya banyak tentara antara lain AH. Nasution, Kol Gatot Subroto dan Kol Azis Saleh. Partai ini sempat ingin berfusi dengan Golkar; (5) Murba berdiri 7 November 1948 setelah Tan Malaka keluar dari penjara. Gabungan Partai Rakyat, Partai Rakyat Jelata dan Partai Indonesia Buruh Merdeka. Berasas sosialisme dan antifasisme, anti imperialisme-kapitalisme. Deklarasi fusi ditandatangani oleh wakil kelima partai yaitu MH. Isnaeni dan Abdul Madjid mewakili PNI, A. Wenas dan Sabam Sirait mewakili Parkindo, Beng Mang Rey Say dan FX Wignyosumarsono mewakili Partai Katolik, Achmad Sukarmadidjaja dan Drs. Mh. Sadri mewakili IPKI dan S Murbantoko RJ Pakan mewakili Partai. Fusi kelima partai ini merupakan keharusan atas kehendak pemerintah Orde Baru menyederhanakan partai demi menjamin kelanggengan kekuasaan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang diseklarasikan 14 Februari 1999 di Istoran Senayan Jakarta merupakan kelanjutan dari PDI. Nama Perjuangan terpaksa ditambahkan karena meskipun pemerintahan sudah berganti, namun pemerintah masih tetap mengakui PDI dibawah kepemimpinan Soerjadi dan Buttu Hutapea bentukan pemerintah Orde Baru.
Update Data & Sponsorship
Dukungan Anda, Semangat Kami
(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.
Update Konten/Saran
Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:
- Menambah (Daftar) Tokoh
- Memperbaharui CV atau Biografi
- Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
- Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
- Menambah Galeri Foto
- Menambah Video
- Menjadi Member
- Memasang Banner/Iklan
- Memberi Dukungan Dana
- Memberi Saran
Contoh Penggunaan
Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:
Rumah Presiden SBY
Rumah Presiden Soekarno
Rumah Megawati Soekarnoputri
Silakan menghubungi kami di:
- Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
- Email:
- Atau gunakan FORM KONTAK ini
Sponsorship
Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.
Sponsor Bronze ![]() | Sponsor Silver ![]() |
Sponsor Gold ![]() | |


Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia: 



























Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.