WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pemimpin Tanpa Menghukum

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pemimpin Tanpa Menghukum
Soeparno Prawiroadiredjo | TokohIndonesia.com | ms

Soeparno Prawiroadiredjo, Dipl.-Ing, lahir di Pasuruan, 4 Juni 1933. Mantan CEO PT Kodja (Persero), ini seorang pemimpin yang tak pernah menghukum (punishment) tetapi tidak sulit memberi penghargaan (reward). Kunci utama kepemimpinnnya adalah keteladanan, kebersahajaan dan kebersamaan, tentu saja plus integritas, intelektualitas dan kapabilitas yang memumpuni.

Dirut PT Kodja (Persero) 1966-1988
Lihat Curriculum Vitae (CV) Soeparno Prawiroadiredjo

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Soeparno Prawiroadiredjo

QR Code Halaman Biografi Soeparno Prawiroadiredjo
Bio Lain
Click to view full article
Ajip Rosidi
Click to view full article
Suhardiman
Click to view full article
Alexander Sonny Keraf
Click to view full article
Pranawengrum Katamsi
Click to view full article
Tan Joe Hok
Click to view full article
Andrias Harefa
Click to view full article
Zainuddin MZ

Penulis Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang

Dengan gaya kepemimpinan seperti itu (keteladanan tanpa menghukum), dia memimpin (Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Utama) PT Kodja (Persero) selama 22 tahun (1966-1988). Sampai akhirnya dia diangkat menjabat Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Jenderal Industri Mesin, Logam Dasar dan Elektronika, Departemen Perindustrian RI (1988 – Maret 1994).

Peraih gelar Diploma-Ingenieur Teknik Perkapalan dari Technis­che Hochschule Hannover, Jerman, 1960, ini mengabdikan diri dalam dunia maritim sejak tahun 1960. Saat dia memulai karir sebagai Engineering Super­intendant di PT Pelni (1960-1962). Dia seorang pemimpin industri kapal yang mengutama­kan keteladanan daripada banyak memerintah. Dia juga seorang pemimpin yang bersahaja dan sangat tidak mau menonjol-nonjolkan diri, apalagi menonjol­kan prestasi.

Sangat sulit menemukan artikel yang menguraikan profil atau jejak rekamnya, baik semasa masih menjabat Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Utama PT Kodja (Persero) selama 22 tahun (1966-1988) maupun sebagai Direktur Jenderal Indus­tri Mesin, Logam Dasar dan Elektronika, Departemen Perin­dus­trian RI (1988-Maret 1994).

Dia selalu mengelak jika berbicara tentang kisah dirinya sendiri. Maka, TokohIndonesia. com sangat berterimakasih karena mendapat kesempatan membuka pintu menggali peng­alaman Soeparno, mulai dari masa kecil sampai usia emasnya. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik, bukan hanya bagi diri sendiri tapi bagi orang lain (publik).
Soeparno Prawiroadiredjo yang sejak pensiun 1994 masih banyak melakukan kegiatan konsultasi, kegiatan sosial dan kegiatan organisasi, di antaranya aktif sebagai Anggota Dewan Penase­hat Forum Masyarakat Maritim Indonesia (FMMI)[1], itu dalam percakapan dengan Warta­wan TokohIndonesia.com, Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
dan Marjuka Situmorang, di rumah kediaman­nya, Jalan Jambore, Villa Cibu­bur Indah Blok T1 Kav. 28-29, Cibubur, Jakarta, Kamis 29 Juli 2010, selalu menjawab merendah secara diplomatis, jika ditanya tentang prestasi atau keberhasil­annya.

Dia tidak pernah merasa punya pengalaman besar yang perlu dibagikan kepada orang lain. Namun, bagi TokohIndonesia. com, sekecil apa pun pengalaman seseorang, apalagi pengalaman seorang pemimpin yang mengede­pankan kepemimpinan ketela­danan, seperti Soeparno, pastilah berguna sebagai guru dan sekolah kehidupan bagi banyak orang yang mau belajar dari pengalam­an orang lain.

Beruntung, TokohIndonesia. com, banyak menerima kesaksian dari mantan stafnya, di antara­nya Harjono, yang juga saat ini aktif sebagai Wakil Sekjen FMMI. Juga dari dokumen (tulisan) berjudul 'Kodja Dalam Kenangan' yang disusun oleh sebuah team yang dipimpin Drs. Suyanto S. Ica, mantan Sekretaris Perusaha­an PT Kodja (Persero) yang memulai karirnya di PT Kodja sejak tamat SMA, binaan Soe­parno.

Selain setelah memperoleh informasi dari hasil percakapan langsung dengan Soeparno, dan hasil pengamatan kami sebagai jurnalis terutama saat dia bertugas sebagai CEO Kodja dan Dirjen, kami juga mendapat bahan yang cukup dari orang-orang yang pernah amat dekat dengannya. Sehingga kami berkeyakinan mengapresiasi bahwa Soeparno adalah seorang pemimpin (tokoh) yang ketela­danan kepemimpinannya, patut diukir sebagai sekolah kehidupan (pengalaman) yang berguna bagi siapa saja yang mau belajar dari pengalaman orang lain.

Kami mengapresiasinya sebagai seorang 'Pemimpin Tanpa Meng­hukum' - Leader Without Punishing. Tidak banyak orang yang mampu dan berhasil mengaplika­sikan pola kepemimpinan seperti ini. Sebab, pastilah lebih mudah memimpin dengan (ancaman) menghukum daripada memimpin tanpa menghukum.

Pola kepemimpinan atau sistem manajemen yang umumnya dianut, baik di lingkungan birokrasi maupun perusahaan adalah penerapan kombinasi reward (hadiah, penghargaan atau imbalan) dan punishment (hukuman atau sanksi).[2] Pola inilah menjadi rujukan banyak pemimpin.

Namun, bagi Soeparno, sistem punishment atau penerapan disiplin tradisional, tidak masuk dalam kamus manajemennya. Dia tampil dengan kepemim­pinan, termasuk penerapan disiplin tanpa hukuman (punishment), namun di sisi lain tak pernah sulit memberikan reward.

Syarat utama kepemimpinan seperti ini adalah keteladanan, kebersahajaan dan kebersamaan. Di samping integritas, intelektu­al­itas, moralitas dan kapabilitas yang mumpuni. Jika syarat utama ini tidak atau kurang dimiliki seseorang, pastilah dia tidak mungkin tampil sebagai seorang pemimpin yang dipatuhi tanpa menghukum.

Soeparno, terutama saat memimpin PT Kodja (Persero) sebagai Direktur Utama, berhasil menerapkan pola kepemimpinan (mana­je­men) tanpa menghu­kum tersebut. Soepar­no berhasil menggalang kebersamaan, hubung­an dekat, mulai dari tingkat pimpinan (direksi) dan staf hingga karyawan terbawah. Hubungan yang solid pun tercipta layaknya hubungan dalam satu keluarga. Hubungan dekat tersebut mendorong setiap anggota merasa bertanggung jawab untuk berkontribusi terhadap pengembang­an perusahaan, sense of responsibility. Mereka juga sama-sama merasa ikut memilikinya, sense of belonging.

Keteladanan menjadi unsur utama dalam kepemimpinannya. Dia lebih menonjolkan keteladanan daripada banyak memerintah. Dia seorang pekerja keras, berdisiplin, kreatif dan inovatif, bertanggung jawab, punya prinsip etika dan moral, beriman dan hidup bersahaja.

Perihal keteladanan dan kebersahajaannya, sebagai contoh kecil, jika dia menjelas­kan sesuatu, sambil menulis di papan tulis, dia selalu mengha­pus sendiri, tidak mau memerin­tah orang (bawahan). Dia merasa lebih baik menghapus sendiri, daripada menyuruh stafnya yang justru dia harapkan supaya lebih bisa konsentrasi menangkap penjelasannya. Lagi pula, bagi dia, sambil menghapus bisa sambil berpikir.

Contoh lainnya, sebagaimana dikemukakan Harjono, mantan stafnya di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, karena terbiasa sebagai pekerja keras, beliau itu kalau pagi melihat mobilnya kotor, nggak nunggu orang lain, beliau lap sendiri, padahal dia Dirut dan Dirjen.

Menurut Harjono, yang saat ini masih bersama dengan Soeparno di Forum Masyarakat Maritim Indonesia (FMMI), Soeparno adalah pimpinan yang tidak pernah merendahkan bawahan. "Jadi saya dulu masih paling bawah, tapi ke mana-mana oleh beliau diajak dan saya tidak pernah merasa bahwa saya orang bawahan," kata Harjono yang menganggap Soeparno sebagai orang tua, sahabat, guru dan teman (lawan) diskusi. Soeparno tidak pernah menunjukkan diri sebagai orang yang hebat, apalagi paling hebat dari orang lain.

Kendati Soeparno tak pernah merasa hebat, di mata Harjono, sesungguhnya dia adalah orang besar dan hebat. Dia seorang pimpinan dan senior yang bisa didebat (diberi argumentasi alternatif) oleh bawahan dan juniornya. "Saya, walaupun seorang karyawan paling bawah, tidak pernah merasa sungkan, apalagi takut, untuk menyatakan pendapat yang berbeda," ungkap Harjono.

Bukankah jika demikian, berarti sang atasan atau senior­lah yang hebat, bukan bawahan­nya. Kalau senior tidak bisa didebat (tidak mau menerima pendapat bawahan atau orang lain), selain menunjukkan kelemahannya, juga itu menun­juk­kan kentalnya sifat feodal. Soeparno, sangat jauh dari sifat feodalistik, dia seorang pemimpin (orang tua) yang egaliter.

Dengan gaya kepemimpinan keteladanan, kebersahajaan dan kebersamaan seperti itu, Soepar­no merasa tidak perlu mengede­pan­kan perintah-perintah yang bersifat komando dan menerap­kan disiplin keras, kaku dan menghukum (tradisional). Bah­kan dia nyaris tak pernah mela­ku­kan rapat direksi formal. Kalaupun ada rapat, pasti dila­ku­kan dengan rileks, bersaha­bat.

Dengan soliditas seperti itu, dia pun tidak sulit memberikan reward kepada yang berjasa, tetapi sebaliknya tidak pernah memberikan punishment, karena memang tidak perlu. "Saya nggak ada punnishment, wong kerjanya baik semua. Sebab semua sadar, kalau kita kerjanya salah, akan bangkrut. Makanya selama saya di sana (Kodja) nggak ada orang main korup," ungkap Soeparno. Tentang pengawasan, Soeparno menerapkan bahwa setiap pim­pin­an diyakini menguasai dan mengawasi paling tidak dua tingkat ke bawahnya.

Dengan manajemen seperti itu, semuanya bekerja dengan kreatif, cerdas, bersemangat dan bertang­gung jawab. Untuk mempertinggi Motivator dan Guru Etos
Motivator dan Guru Etos
etos kerja
, Direksi di bawah kepemimpinannya, selalu bersi­kap adil terhadap anggotanya. Kepada setiap anggota diberikan perumahan, kendaraan dan kesejahteraan yang diambil dari surplus usaha dan dibebankan kepada proyek-proyek yang dimenangkan.

Sehingga dengan kebersamaan dan kepemimpinan yang baik, kemampuan rancang bangun dan rekayasa, kemampuan manaje­men dan pelaksana lapangan, yang cekatan pula, maka PT Kodja selama 22 tahun dalam kepemimpinannya, secara berta­hap semakin menonjol di antara BUMN kapal, dan selalu menyaji­kan keuntungan dan cashflow yang positif.

Sampai, akhirnya Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perindustrian Ir. Hartarto Sastro­soenarto[3] mengajaknya mengem­ban jabatan penting di Departe­men Perindustrian. Ajakan itu, dia hormati dan syukuri sebagai amanah. Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
[4] pun menandatangani Surat Keputus­an pengangkatannya menjadi Direktur Jenderal Industri Mesin, Logam Dasar dan Elektronika, Depperin (1988). Jabatan yang diembannya, sampai dia pensiun tahun 1994. Bersambung. Bio TokohIndonesia.com | crs

Footnote:
[1] Forum Masyarakat Maritim Indonesia (FMMI), sebagai tempat berkumpulnya para penggiat maritim ndonesia, dideklarisikan pembentukannya pada tanggal 9-9-1999, oleh sekelompok pemrakarsa "Peduli Maritim" di Akademi Maritim Indonesia, Jakarta. Kemudian, pertama kali Anggaran dasarnya disahkan pada tanggal 10 September 1999.
[2] Reward merupakan bentuk reinforcement yang positif, sedangkan punishment sebagai bentuk reinforcement yang negatif, yang keduanya dimaksudkan memotivasi karyawan (bawahan) agar bekerja lebih baik dan menghindari kesalahan.
[3] Ir. Hartarto Sastrosoenarto, lahir di Solo, Jawa Tengah, 30 Mei 1932. Dua periode menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perindustrian yakni pada Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
IV (1983-1988) dan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
V (1988-1993). Stelah itu dia menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
VI (1993-1998) dan Menteri Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Menko Wasbangpan) pada Kabinet Pembangunan VII (1998-1999). (www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/h/hartarto-sastrosoenarto/)
[4] Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
, bernama lengkap H. Muhammad Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
dan akrab dipanggil Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
. Presiden Republik Indonesia selama 32 tahun (1966-1998). Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1983 memberinya penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Nasional. Jenderal besar ini meletakkan jabatan presiden dan menyerahkannya kepada Wakil Presiden Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
BJ Habibie
, Kamis 21 Mei 1998. Lahir di Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921 dan wafat di Jakarta, Minggu, 27 Januari 2008 serta dikebumikan di Astana Giribangun, Karanganyar, Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
, Jawa Tengah, Senin, 28 Januari 2008. (www.tokohindonesia.com/rumah/ Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
/)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 30 Dec 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Jenderal Pejuang Dan Panutan Politisi Bersahaja Tiga Orde

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Wastafel, selain fungsinya untuk mencuci tangan, wajah, atau benda kecil lainnya, ternyata juga dapat mempercantik tampilan interior rumah jika diatur dan dipikirkan dengan baik.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: