WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pengasuhan Kebebasan Berpikir

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pengasuhan Kebebasan Berpikir
Urip Santoso | TokohIndonesia.com | ms

BIO 02 | Urip Santoso kecil diasuh dalam keluarga yang membuka ruang kebebasan berpikir. Dalam proses pengasuhannya, kedua orang tuanya selalu memberi bimbingan, dorongan dan pengawasan tanpa terlalu banyak mencampuri kehidupan anak-anaknya. Bahkan memberi kebebasan berpikir dan memilih jalan hidup anak-anaknya. Orang tuanya mengawasi, tapi tak pernah mempersoalkan rapor, pilihan sekolah dan karir anak-anaknya.

Pembentuk Kopaska dan Pionir Wisata Bahari
Lihat Curriculum Vitae (CV) Urip Santoso

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Urip Santoso

QR Code Halaman Biografi Urip Santoso
Bio Lain
Click to view full article
Eko Teguh Paripurno
Click to view full article
Sudharmono
Click to view full article
Hanung Bramantyo
Click to view full article
Siswono Yudo Husodo
Click to view full article
Mundardjito
Click to view full article
Imam Prasodjo
Click to view full article
I Gusti Made Sutjaja

Kendati status sosial orang tuanya sudah terbilang terhormat — di atas rata-rata – kala itu, sebagai kontrolir (sinder) kehutanan pada zaman penjajahan pemerintahan Hindia Belanda, tetapi tidak ada kesan (apalagi proses pengasuhan yang bersifat) feodalistis dalam keluarganya. Keluarganya hidup dalam sifat yang egaliter.

Urip lahir pada zaman penjajahan Belanda, yang ditandai dengan perjuangan para pejuang bangsa merintis kemerdekaan Indonesia, seperti Soempah Pemoeda (28 Oktober 1928)[1]. Pada saat Soempah Pemoeda itu, memang Urip kecil masih berusia lima tahun. Dia belum menjadi seorang pelaku sejarah Kongres Pemoeda tersebut. Tetapi sudah menjadi bagian pelaku (implementasi) awal Soempah Pemoeda itu, secara langsung atau tidak langsung.

Pada zaman penjajahan Belanda itu dia lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang relatif berkecukupan. Ayahnya, Glompong Oeminhoem Soemarto, berasal dari Kauman, Tegal, punya jabatan sinder (opsiner, pengawas, mandor, kontrolir) kehutanan. Sedangkan ibunya, RA Koenmarjati, dari Pati, Kudus, masih ada hubungannya dengan RA Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Kartini
.
Kisah orang tuanya terbilang berkecukupan itu, selain dia rasakan sendiri, juga dia ketahui dari kakaknya yang lebih tua. Sebagai gambaran, menurut kakaknya yang kini sudah almarhumah, waktu Urip lahir, sebagai anak laki-laki pertama, orang tuanya menyelenggarakan pesta selama tiga hari. Yang diundang, bukan hanya kerabat dekat, tetapi juga ada orang Cina, Belanda dan Arab.

Dia punya dua kakak Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
, keduanya sudah meninggal. Kakak pertama, suaminya Siregar. Kakak kedua, itu mungkin orang banyak tahu, bernama Sri Ayati, dulu ditaksir sama almarhum Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
Chairil Anwar
[2]. Tentang kisah Sri Ayati dan Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
Chairil Anwar
ini, dia mengaku tidak tahu banyak. Barangkali, yang tahu banyak mengenai Sri Ayati justru Wartawan Budayawan
Wartawan Budayawan
Rosihan Anwar
[3], karena satu angkatan di AMS (sekolah menengah) Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
.

Dalam proses pengasuhan, kedua orang tuanya selalu memberi bimbingan, dorongan dan pengawasan tanpa terlalu banyak mencampuri kehidupan anak-anaknya. Mereka mengawasi, tapi tak pernah mempersoalkan rapor anak-anaknya. Bukan hanya terhadap Urip, tapi juga kepada lima saudaranya yang lain, dua kakak Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
, dua adik laki dan satu adik Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
. Dari enam bersaudara, masih ada dua yang masih hidup (2010), yakni Urip dan adik perempuannya. Satu orang kakaknya, baru meninggal April 2010.

Pada tahun 40-an, ayahnya sudah pensiun. Terakhir bekerja di Arbijds Inspectie Departemen Tenaga Kerja. Tapi dia tak pernah mendengar kedua orang tuanya mengeluh. Hal ini, dikemukakan kepada isterinya, bahwa dia tak pernah melihat ayah dan ibunya ribut (bertengkar) atau saling memaki, padahal rumah mereka tidak terbilang besar. Bio TokohIndonesia.com/CRS

Footnote:
[1] Soempah Pemoeda (Sumpah Pemuda) merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928 di Waltervreden (Jakarta). Tanggal ini kemudian selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Isi Soempah Pemoeda tersebut adalah: Pertama, kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia; Kedua, kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia; dan Ketiga, kami poetra dan poetri Indonesia mengjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia. Panitia Kongres Pemoeda tersebut terdiri dari: Ketua, Soegondo Djojopoespito (Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
I); Wakil Ketua, R.M. Djoko Marsaid (Jong Java); Sekretaris, Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond); Bendahara, Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond); Pembantu I, Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond); Pembantu II, R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia); Pembantu III, Senduk (Jong Celebes); Pembantu IV, Johanes Leimena (yong Ambon); Pembantu V, Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
) dan 70-an peserta dari seluruh nusantara. (Pusat Data Tokoh Indonesia)
[2] Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
Chairil Anwar
(1922-1949), Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
Legendaris Indonesia. Puisi-puisi "Si Binatang Jalang" Chairil Anwar telah menjadi inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan bangsanya. Pria kelahiran Medan, 26 Juli 1922, ini seorang Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007, Chairil Anwar, yang meninggal di Jakarta, 28 April 1949, masih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. (www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/c/chairil-anwar/)
[3] Wartawan Budayawan
Wartawan Budayawan
Rosihan Anwar
, Symbol Kebebasan Berpikir. Pria kelahiran Kubang Nan Dua, Sumatera Barat, 10 Mei 1922, ini seorang Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
, penulis, pendidik, seniman dan sejarawan sepanjang hidup. Sosok yang layak disebut sebagai simbol kebebasan berpikir. Rezim Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
dan Lama menyimpan rasa love-hate terhadapnya. Karena dia selalu mengikuti insting jurnalistiknya, menyuarakan isi hatinya, mengungkapkan kebenaran, ketidakadilan. Tak satu gembok pun bisa mengunci kebebasan berpikirnya. (www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/r/rosihan-anwar/)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 27 Dec 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Pemimpin Yang Zikir Pikir Dan Ukir Dukung Angket Dpt Dipecat

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dinosaurus!: Utahraptor dan Dinosaurus Serta Reptil lainnya Dari Cretaceous Awal

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: