Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Berbakti, Hidup Lebih Bermakna

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Berbakti, Hidup Lebih Bermakna
    e-ti
    Anggota MPR (1992-1998) dan Anggota DPA (1998-2000)
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Berbakti itu tidak harus selalu sebagai anggota lembaga tinggi negara, tetapi bisa dalam profesi apa saja, baik sebagai presiden, menteri, anggota legislatif, pegawai, militer, pedagang, wartawan, guru, maupun petani dan profesi lainnya. Wakil Ketua Komisi Kesra DPA, Letjen TNI (Purn) I Putu Soekreta Soeranta menegaskan, semuanya harus membaktikan hidupnya secara tulus kepada sesama dan masyarakat. Dengan demikian, hidup akan lebih bermakna.

    QR Code Halaman Biografi Soekreta Soeranta
    • biografi tokoh indonesia soekreta soeranta
    • tugas foto bermakna
    • foto berbakti
    • tema bermakna untuk hari kebangkitan nasional
    • foto presiden soeharto bermakna
    • letjen purn tni i putu soekreta soeranta

    Kearifan yang tulus itu dicetuskan Soeranta dalam melihat posisinya sebagai anggota DPA yang keberadaan lembaga itu akan dihapuskan sesuai amanat amandemen UUD 1945. Soeranta memang dikenal para sahabatnya sebagai seorang yang arif dan bijaksana. Ia telah lama menganut pandangan hidup atau filosofi, bahwa hidup manusia yang usianya terbatas pada hakikatnya adalah diutus Tuhan untuk menyejahterakan sesamanya. Untuk membaktikan diri kepada manusia lainnya, kepada masyarakat.

    Filosofi itu dikemukakannya dalam percakapan dengan Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    Tokoh Indonesia tentang bagaimana reaksi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dengan adanya amandemen UUD 1945 yang salah satu isinya adalah penghapusan DPA dari struktur lembaga tinggi negara? I Putu Soekreta Soeranta berpendapat bahwa anggota DPA bukanlah orang yang berambisi untuk terus duduk di lembaga tinggi negara. Menurut suami Ni Luh Gede Murwaningsih, ini seluruh anggota DPA kompak menerima hasil amandemen MPR. Namun, kalau boleh berpendapat, alangkah lebih baik bila DPA tetap dipertahankan. Tetapi, itu sudah tidak mungkin lagi.

    Soekreta menilai, para pendiri negara (founding fathers) tentu memiliki pertimbangan mengapa mereka memasukkan DPA dalam posisi sebagai Lembaga Tinggi Negara. Ia menduga, pemimpin negara pasti memerlukan nasehat dari orang-orang yang tidak partisan, tidak memiliki ambisi, sudah banyak pengalaman, serta lebih arif dan bijaksana dalam menjalankan roda pemerintahan guna mencegah terjadinya ketergesa-gesaan maupun sifat atraktif dalam pengambilan keputusan oleh Presiden/pemerintah. "Itu barangkali pokok pikiran para founding fathers ketika mereka memasukkan DPA dalam struktur kenegaraan," katanya.

    Dengan melihat kondisi saat ini, di mana pemerintahan, kabinet dan DPR diisi oleh orang-orang partai politik, maka keberadaan pemberi nasehat yang independen dan sederajat untuk memberikan masukan kepada presiden adalah penting. Mereka ini harus berasal dari orang yang tidak lagi memiliki kepentingan kelompok, sehingga memiliki wawasan yang lebih luas. Baktinya hanya pada negara dan rakyat. Sementara, para elite yang masih berada di partai, memiliki kepentingan tersendiri terhadap partainya.

    Namun, para penasehat itu perlu diberi legitimasi dalam sebuah lembaga tinggi negara yang memiliki kekuatan. Sehingga, nasehatnya lebih didengar, karena berasal dari lembaga tinggi negara yang terhormat. Di sinilah lembaga DPA ini diperlukan. "Namun, sudahlah. Sudah menjadi keputusan Majelis Permusyaratan Rakyat bahwa DPA tidak akan ada lagi. Anggota DPA tidak punya pilihan lain kecuali harus menerimanya sebagai suatu putusan yang bersifat konstitusional. Bila kami memiliki pendapat yang diperlukan bangsa, maka kami akan mengemukakannya demi kebaikan bangsa ini. Bukan demi sebuah posisi di lembaga," katanya arif.

    Menurut penerima berberapa bintang jasa termasuk Bintang Jasa Utama (1995) ini, berbakti itu tidak harus selalu sebagai anggota lembaga tinggi negara, tetapi bisa dalam profesi apa saja. Semuanya harus dilakukan secara tulus, baik sebagai pegawai, militer, pedagang, Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    , guru, bahkan terutama para pemimpin, termasuk presiden. Mereka harus membaktikan hidupnya kepada masyarakat. Dengan demikian, hidupnya akan bermakna.

    Kurang ada artinya orang rajin berdoa dan bersembahyang tanpa melakukan kebajikan sosial terhadap lingkungannya. Hal itu dapat dilakukan dari lingkungan terkecil yakni keluarga, RT, RW, masyarakat sekitar, baru kemudian bangsa dan negara.

    I Putu Soekreta Soeranta adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan I Made Nyaboeh Soeranta dan Ni Putu Kerti. Ia lahir di Klungkung, Bali, 11 April 1938. Ia mengisi masa kecil di tanah kelahirannya. Menamatkan pendidikan SMA B di Bali. Kemudian melanjut ke AMN Magelang. Dalam pendidikan militer ia juga mengikuti SESKOAD dan SESKOGAB di Bandung serta IDMC -USA (Monterey- California) dan Lemhanas.

    Ayah dari Putu Gede Arya Sasangka, SE, Niluh Made Dewi Purnamaningsih, SE, MBA, Nyoman Bagus Wirya Suteja, Bsc, MBA dan Ketut Wahyu Wijaya, Kapten Pnb. TNI AU ini memiliki visi agar masyarakat bisa bersatu untuk mencapai kemakmuran. Tanpa persatuan, seluruh cita-cita luhur akan kandas. Apalagi bila mereka saling berlawanan. Tidak ada peluang sama sekali untuk bisa mengejar ketertinggalan dari bangsa lain yang telah maju.

    Masalah ini, menurutnya, merupakan tugas berat pemimpin bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Tetapi, kemajemukan itu tidak harus diartikan sebagai perbedaan yang berlawanan. Justru kemajemukan itu menjadi modal untuk bisa maju secara bersama-sama. Yang terjadi sekarang adalah, semangat persatuan telah berkurang. Hal itu ditandai dengan adanya keinginan beberapa daerah untuk merdeka, serta terjadinya pertentangan kelompok, baik karena perbedaan etnis maupun agama.Sementara para pemimpin bangsa yang diharapkan menjadi perekat perbedaan, justru tidak bisa berbuat banyak. Banyak di antara para pemimpin itu terjebak dalam konflik kepentingan. Mereka lebih memilih mendahulukan kepentingannya. Hal ini, dikatakannya sebagai sesuatu yang wajar, mengingat Indonesia masih berada di masa transisi. Para pemimpin memerlukan waktu untuk menunjukkan eksistensinya. Bila hal ini telah dilewati, para pemimpin itu sudah bisa meninggalkan kepentingan kelompoknya dan lebih memperhatikan kepentingan bangsa yang lebih besar. Ia memprediksi, negarawan dan tokoh nasional yang memperhatikan bangsa secara utuh akan muncul setelah dua sampai tiga kali pemilu lagi. Pemimpin partai yang sekarang masih sektoral, nanti diharapkan sudah matang.

    Bila pemimpinnya sudah matang, maka proses demokrasi di Indonesia akan berjalan dengan baik. Sebab, para pemimpin itu akan memberi contoh bahwa demokrasi bukan sekadar kebebasan berpendapat, tetapi juga mengakomodasi pendapat yang berbeda. Selanjutnya dicarikan jalan tengah yang terbaik untuk mengatasi perbedaan itu. Dengan demikian, perbedaan pendapat tidak harus berakhir dengan pertikaian atau permusuhan.

    Maka, ia lebih menyukai iklim demokrasi yang menerapkan asas musyawarah untuk mufakat. Dengan asas ini, semua pihak dimintakan kesediaannya untuk menanggung bersama keputusan yang diambil, yang karena itu semua pihak berhak untuk memberikan solusi terbaik. Musyawarah untuk mufakat ini dianggapnya lebih baik daripada adu unggul suara.

    Mengenai Hak Asasi Manusia, Soeranta memiliki pandangan seorang demokrat religius. Hak tiap orang harus dihargai. Menegakkan HAM berarti mengabdi kepada manusia yang sekaligus merupakan kerja untuk mencapai kesejahteraan manusia. Padahal, mensejahterakan manusia adalah tugas manusia dari Tuhan. Berarti, meneggakkan HAM adalah sama dengan menjalankan perintah Tuhan. Dalam ajaran agama Hindu yang dianutnya, ada ajaran tentang Tatwam Asi (aku adalah engkau). Di sini yang muncul adalah konsep kesetaraan. Kita berasal dari Tuhan, maka akan kembali kepada Tuhan.

    Di samping itu, ia juga menyebut ajaran Tri Kaya Parisada sebagai ajaran moral untuk mencapai kebahagiaan, yang terdiri dari berpikir dengan baik, berkata dengan benar, dan berbuat dengan benar. Ini merupakan modal manusia dalam hidup bermasyarakat. Manusia tidak dapat hidup sendiri, maka untuk itu perlu memiliki sikap tenggang rasa terhadap sesamanya. Kebebasan HAM tidak berarti bebas berbuat semaunya, namun harus tidak melanggar hak orang lain, bahkan menghormatinya. Kebebasan berbeda dengan egoisme yang memaksakan kehendak sendiri dan meniadakan kehendak orang lain.

    Soeranta saat ini masih menjabat sebagai Ketua Sabha Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia. Sebelumnya, tahun 1996-2001, ia menjadi Ketua Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia. Selain aktif di DPA, ia juga menjadi Komisaris Bank Yudha Bhakti, sebuah bank milik Dephan/TNI yang cukup sehat.

    Karirnya di militer dirintisnya setelah memasuki Akademi Militer Nasional di Magelang tahun 1958 dan lulus tahun 1961. Dalam karir militernya, ia ingin menguasai persoalan militer secara mendalam dan utuh, sehingga menjadi militer yang profesional. Ia tidak memerlukan berbagai gelar bila tidak didukung kemampuan profesional yang prima. Maka, meskipun banyak menerima tawaran kuliah, ia menolaknya, sebab hal itu tidak berhubungan dengan bidang militer. Namun, bila ada pendidikan kemiliteran, ia akan menyerap ilmunya. Ia tidak ingin menjadi seorang generalis yang mengetahui banyak hal tetapi pengetahuannya sempit, melainkan menjadi spesialis yang memiliki pengetahuan mendalam tentang satu hal saja.

    Jabatan terakhir di dinas militer yang dipangkunya adalah Komandan Sesko TNI di Bandung. Ia pensiun dari dinas aktif TNI tahun 1993 dengan pangkat terakhir letnan jenderal. Setelah itu, ia memangku jabatan sebagai Irjen Dephankam. Ia menjadi anggota DPA pada tahun 1998 dan akan berakhir tahun 2003. e-ti

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 19 Okt 2002  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Koperasi pertama kali dikenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wriatmadja di Purwokerto Jawa Tengah pada tahun 1896. Saat itu beliau mendirikan koperasi kredit yang bertujuan membantu masyarakat yang terlilit hutang.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us