WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pemimpin yang Tak Pernah Tidur

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pemimpin yang Tak Pernah Tidur

Soemino, seorang putera terbaik bangsa di bidang perkeretaapian di republik ini. Dia pantas digelari seorang pemimpin yang tak pernah tidur dalam megurusi kereta api. Selalu tampil dengan program dan karya nyata untuk memperbaiki kondisi perkeretaapian Indonesia. Dari sejak penugasan awalnya di PJKA (Surabaya) sampai menjadi Direktur Utama Perumka hingga menjadi Direktur Jenderal Perkeretaapian Dephub RI, yang pertama.

Dirjen Perkeretaapian, Dephub (2005-2007)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Soemino Eko Saputro

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Soemino Eko Saputro

QR Code Halaman Biografi Soemino Eko Saputro
Bio Lain
Click to view full article
Rudolf Tendean
Click to view full article
Taufan EN Rotorasiko
Click to view full article
Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
Click to view full article
Ihromi
Click to view full article
Dian Sastro
Click to view full article
Muladi
Click to view full article
Pangeran Diponegoro

Sebutan sebagai pemimpin yang tak pernah tidur, pertama kali dialamatkan kepada Ir Soemino Eko Saputro, MM, tatkala menjabat Kepala Eksploitasi PJKA di Padang. Kala itu pria kelahiran Delanggu, Jawa Tengah, 10 September 1947, itu berhasil menghidupkan kembali kereta api yang nyaris ditutup Menhub di daerah itu

Lulusan S1 ITS ini, pertama kali memprakarsai penggunaan HT (handy talky) untuk alat komunikasi jajaran PJKA saat menjabat Kepala Eksploitasi PJKA di Padang. Kendati mendapat tantangan, dia bersikukuh memperlengkapi jajarannya dengan HT, sebagai alat komunikasi. HT itu selalu diaktifkkan didekatnya selama 24 jam setiap hari. Sehingga dia bisa memantau dan mengomando tugas anak buahnya selama 24 jam. Sejak itu, dia digelari KE yang tak pernah tidur.

Prestasi yang gemilang di Padang, membuatnya disayangi oleh Azwar Anas yang kala itu menjabat Gubernur Sumatera Barat (Sumbar). Maka tatkala Azwar Anas diangkat menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perhubungan, Soemino langsung dipercaya menjabat Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Teknik PJKA. Setelah delapan tahun, dia pun dipercaya menjabat Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Utama.

Ketika Soemino menjabat Dirut, KA mencapai kemajuan gemilang. Dia mewujudkan beroperasinya kereta api Argo Bromo, Argo Lawu, Argo Muria, Argo Anggrek dan Argo Gede. Semula, waktu tempuh Jakarta-Surabaya 11 sampai 13 jam, dipersingkat menjadi hanya 9 jam. Jakarta-Bandung yang semula 3 jam sampai 4 jam, jadi 2,5 jam. Jakarta-Solo yang biasanya 9-10 jam, ditekan menjadi 7 jam. Semua bisa dan selalu tepat waktu. (Selengkapnya baca: Masa Jaya Kereta Api, halaman 16)

Semua keunggulan itu bisa dipertahankan sampai dia keluar dari Kereta Api. Soemino menduduki jabatan Dirut, kurang lebih empat tahun. Kemudian, dia diganti. Sejak itu, kereta api kembali mengalami masa surut.

Entah kenapa di kereta api banyak juga terjadi kecelakaan. Hal ini, sesungguhnya membutuhkan orang kereta api yang harus berjaga-jaga 24 jam. Satu hal yang sering terjadi, apakah kebetulan atau memang karakternya seperti itu, setiap serah terima jabatan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, selalu ada kecelakaan. Ada saja cobaannya.

Ini tantangan berat yang harus dihadapi para pejabat dan karyawan kereta api. "Kerja di tempat lain, mungkin tantangan seberat itu tidak terlalu terasa, tapi kalau di kereta api, hal itu harus dihadapi!" kata Soemino dalam percakapan dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Tokoh Indonesia.

Maka, menurutnya, siapa pun pejabat di kereta api, harus siap tidak tidur, artinya harus selalu siaga 24 jam setiap hari. Dan, baginya hal itu bukan hanya ucapan kosong yang indah didengar, tetapi memang dilakoninya sampai saat dia dipercaya menjabat Dirjen Perkeretaapian Dephub.

Sejak awal bertugas di Surabaya (1976-1977), IKD 10 Malang (1977-1978), IKD 11 Jember (1978-1981), EKD Sumut (1981-1985), Kasi Konstruksi Kantor Pusat, Bandung (1985-1987), Kepala Eksploatasi Sumbar (1987-1988), Pjs Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Teknik (1988-1991), Direktur Teknik (1991-1995), hingga menjabat Dirut Perum Kereta Api (1995-1998), dia memang mengabdikan diri, dengan selalu bersiaga 24 jam setiap hari, mengurusi kereta api. Tak asing baginya menyelusuri dan memeriksa setiap jengkal rel kereta api, untuk mengetahui kondisi kelayakan rel.

Selepas menjabat Dirut KA, karirnya dianggap sudah mencapai puncak dan selesai. Dia memang masih diberi jabatan Staf Ahli Dirjen Hubdat (1995-1998), Kapuslitbang Manajemen Transportasi Multi Moda (2001-2002) dan Staf Ahli Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Bidang Ekonomi (2002-2005), tapi bagi banyak orang jabatan itu dianggap sebagai 'buangan'. Namun, jabatan-jabatan barunya ditekuni sebagai tantangan dan peluang. Di situ dia tak pernah berhenti berpikir memecahkan berbagai masalah transportasi, terutama perkeretaapian.

Maka tatkala Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perhubungan Hatta Radjasa membentuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian Dephub, Sumino dipilih dan dipercaya menjabat Direktur Jenderal yang pertama (2005 sampai sekarang). Sebagai Dirjen Perkeretaapian yang pertama, dia bekerja keras secara kreatif menyusun program kerja jangka pendek, menengah sampai jangka panjang.

Program itu dipersiapkan secara matang dan diperbaharui setiap saat tatkala ada ide dan temuan baru. Dia biasa harus bangkit dari tempat peraduan tengah malam menakala ada sesuatu yang muncul dalam pikirannya untuk menyempurnakan program-program yang dirumuskan dan digariskannya. Dia tak sungkan menelepon staf lalu menghidupkan komputernya untuk menulis ide dan program kereta api itu. Sehingga dia digelari seorang Dirjen yang tak pernah tidur. (Selengkapnya baca: Inginkan KA Jadi Unggulan, halaman 22)

Bagi Soemino, KA harus mampu merebut peluang dengan pola jemput bola, bukan pola menunggu, berinisiatif serta kreatif untuk memenangkan kompetisi. Untuk itu, menurutnya, seluruh jajaran KA harus memiliki jiwa enterpreneur yang disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Intinya, bagaimana bisa memberikan nilai tambah kepada perusahaan. Sebagai mantan orang pertama di Perumka (kini PT KAI), Soemino tahu persis seluk-beluk dunia KA nasional. Atas dasar itulah, dia berpandangan, keunggulan KA yang bersifat massal itu harus mampu membentuk brand image yang melekat di benak masyarakat luas.

Segenap jiwa, raga, keahlian dan tenaga dia tumpahkan dalam tugas pengabdiannya di kereta api. Berkarir di kereta api memang adalah pilihannya secara rasional dan profesional. Dia secara sadar lebih memilih berkarir di kereta api daripada di Pertamina dan Semen Gresik, yang juga menawarkannya ikatan dinas sesaat setelah menamatkan studi S1 di Institut Teknologi 10 November, Surabaya (ITS). (Selengkapnya baca: Memilih Kereta Api, Bukan Pertamina, halaman 12).

Disepuh di Surabaya, Medan dan Padang, putera bangsa kelahiran Solo dari keluarga berlatar darah dan budaya Jawa, ini memang tampil menjadi pemimpin yang berkarakter dan berkepribadian kuat.

Anak petani ini terasah mandiri sejak kecil. Bahkan dia sengaja memilih kuliah di Surabaya, bukan di Jogyakarta, untuk melatih diri sebagai diri sendiri yang mandiri dalam menghadapi tantangan hidup. (Selengkapnya baca: Anak Petani Dari Delanggu, halaman 20).

Dia pun menyepuh diri tatkala mengawali karir di Surabaya, kemudian ke Medan dengan aneka ragam karakter dan tantangannya. Slogan Ini Medan Bung (selengkapnya halaman 14, dijawabnya tangkas dengan membuka diri memperluas pergaulan. Di situ dia lulus, bahkan unggul. Berhasil menyelesaikan tugas sampai finis, hal yang nyaris sulit dicapai beberapa pendahulunya.

Setelah sempat bertugas di Kantor Pusat (Bandung) dia pun ditugaskan 'menghidupkan kembali' kereta api di Padang, Sumbar, yang sebelumnya telah diniatkan untuk ditutup. Di situ, dia sekali lagi mengukir prestasi menunjukkan kapasitas diri sebagai seorang pengabdi kereta api yang profesional, tak kenal lelah, sampai digelari KE yang tak pernah tidur.

Itu sekelumit perjalanan hidup dan karir yang sesungguhnya menunjukkan keutuhan dirinya laksana tokoh Gatotokoco sebagaimana digambarkan dalam kisah pewayangan. Tak heran bila di sudut-sudut tertentu di ruang kerjanya sebagai Dirjen Perkeretaapian, terpampang beberapa akronim wayang, satu di antaranya Gatotkoco putra Werkudoro (Bima).

Memang, Gatotkoco baginya banyak memberikan teladan dan spirit. Kelahiran Gatotkoco sudah digembleng di kawah candradimuka dan dipersiapkan oleh para Dewa untuk mengatasi serbuan para raksasa yang menyerang orang-orang yang tidak bersalah. Setelah tumbuh dewasa Gatotkoco mampu mengalahkan para raksasa.

Gatotkoco yang memiliki otot kawat tulang besi dan bisa terbang serta sakti, ini bisa diartikan punya cita-cita tinggi dan spirit yang kuat dan mengasihi sesama. Sebagai seorang satria, memiliki karakter terhadap tugas yang diembannya dan berjuang demi negara. (Selengkapnya baca: Pencinta Gatotkoco, halaman 25).

Sedikit banyak, cerminan tokoh wayang ini terpatri dalam diri Soemino. Sempat 'diparkir' tanpa jabatan di Departemen Perhubungan setelah ditarik dari jabatan Dirut Perumka, tidak membuatnya patah semangat apalagi frustrasi sebagaimana dialami banyak orang. Dia bahkan berkesempatan menunjukkan keutuhan diri, karakter dan kepribadian serta komitmennya pada tugas pengabdian sebagai seorang pegawai negeri sipil.

Selain selalu berdisiplin masuk kantor, dia juga mengunakan kesempatan belajar hingga meraih gelar S2 Manajemen Pemasaran dari STIE IPWI Jakarta, tahun 2000. Dia pun tak sungkan sempat membangun usaha keluarga, jualan nasi di atas mobil yang beroperasi di Jalan Pajajaran, Bandung. (Selengkapnya baca: Diparkir dan Jualan Nasi, halaman 18).

Keutuhan diri yang berkarakter dan berkepribadian kuat membuatnya selalu bersemangat dalam keadaan apa pun. Sampai akhirnya, setelah dikira banyak orang karirnya sudah habis, dia malah dipercaya menjabat Dirjen Kereta Api dengan tugas berat membenahi perkeretaapian yang belakangan demikian terpuruk di negeri ini.

Dia berkeyakinan, berbagai program yang telah dicanangkannya, akan berhasil secara bertahap mengatasi masalah pelik perkeretaapian itu. Dia berjanji, tidak akan pernah tidur, untuk bisa mewujudkan impiannya menjadikan KA Tulang Punggung Angkutan Darat.

Soemino sangat teguh pada prin-sip bahwa kereta api merupakan moda transportasi dengan multi keunggulan komparatif, hemat lahan dan energi, rendah polusi, besifat massal, dan adaptif dengan perubahan teknologi. Pada era kompetisi ini, potensi KA dapat direvitalisasi dalam fungsi memobilisasi arus penumpang dan barang di atas jalan rel, dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. e-ti/Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang

***TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

Page 1 of 4 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »
© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Sep 2006  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Nyanyi Adalah Jiwaku Pembelajar Sejarah Lokal

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini, Mien R. Uno memaparkan kiat-kiat awet mudanya, yang menurutnya bukanlah hal yang istimewa dan perlu dirahasiakan bahkan banyak dari kiat-kiat tersebut telah kita ketahui, hanya saja kita mengabaikannya seperti selalu bersyukur, berpikir positif, dan menjaga kesehatan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: