WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kapolri, Alumni Terbaik Akpol 1973

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Kapolri, Alumni Terbaik Akpol 1973
Sutanto | TokohIndonesia.com | wp

Presiden SBY melantik Jenderal Sutanto sebagai Kepala Kepolisian Negara RI, menggantikan Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar (8/7/2005). Pelantikan dilakukan setelah DPR secara aklamasi menyetujui usai melakukan uji kepatutan dan kelayakan ((fit and proper test)) terhadap Komjen Sutanto di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, 4/7/2005.

Kepala BIN (2009-2011)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Sutanto

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Sutanto

QR Code Halaman Biografi Sutanto
Bio Lain
Click to view full article
Surisman Marah
Click to view full article
Sylvia W Sumarlin
Click to view full article
Ahmad Sumargono
Click to view full article
Andien
Click to view full article
Syaharani
Click to view full article
Andre Hehanussa
Click to view full article
WS Rendra
BERITA TERBARU

Dia pensiun 30 September 2008 dan digantikan Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Pol. Bambang Hendarso Danuri.

Sutanto yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) berpangkat Komisaris Jenderal Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
secara resmi diangkat menjadi Kapolri dengan Keppres Nomor 28/Polri/2005 tertanggal 5 Juli 2005. Kemudian dengan Keppres Nomor 29/Polri/2005 tanggal yang sama pangkatnya dinaikkan menjadi Jenderal Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
.

Sebelumnya Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
mengajukannya sebagai satu-satunya calon Kepala KeKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar kepada DPR. Kemudian Komisi III DPR secara aklamasi menyetujui usai melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test)4/7/2005 dan Rapat Paripurna DPR 5/7/2005.

Dalam rapat tertutup (internal) dicapai kesepakatan persetujuan secara aklamasi. Seluruh fraksi (10 fraksi) di Komisi III, mendukung pejabat Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional itu menjadi Kapolri. Keputusan Komisi III itu dilaporkan dalam rapat paripurna Selasa 5/7/2005 yang dimulai pukul 09.00.

Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) berlangsung serius, walau kadang diselingi canda. Sebanyak 34 anggota Komisi III mengajukan pertanyaan. Di antaranya mengenai terorisme, narkoba, perjudian, pelacuran, pornografi, dan pornoaksi, pemberantasan korupsi, pembenahan moral polisi, dan cara mengatasi godaan dari bos-bos penjahat untuk melobi agar kasusnya dihentikan.

Selama 30 menit, Sutanto diberi kesempatan memaparkan visi misinya. Sutanto menyatakan akan secara tegas dan konsisten menindak empat jenis kejahatan. Pertama, kejahatan yang merugikan kekayaan negara (korupsi, illegal logging, illegal mining, penyelundupan); Kedua, kejahatan yang berdampak luas terhadap masyarakat (judi dan narkoba); Ketiga, kejahatan yang meresahkan masyarakat (kejahatan jalanan dan kejahatan oleh kawanan bandit); dan Keempat, segala pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, ketidaktertiban dan kemacetan.

Secara khusus, Sutanto mengatakan dalam mengatasi masalah narkoba, ada tiga langkah yang secara simultan harus dilakukan. Ketiganya adalah pencegahan, penegakan hukum, dan terapi-rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

Dia juga menegaskan adalah kewajiban pemerintah untuk menyediakan panti rehabilitasi yang murah, tidak saja di kota-kota besar, tetapi juga di kabupaten-kabupaten. Karena narkoba sudah merambah pelosok desa dan banyak disalahgunakan masyarakat menengah ke bawah.

Mantan Ajudan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
kelahiran Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950, ini merupakan satu di antara sedikit polisi yang baik, jujur, bersih, dan punya komitmen tinggi memberantas kejahatan di negeri ini.

Alumni Terbaik Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Akabri
Kepolisian 1973, ini memang sudah santer disebut-sebut akan menjadi Kapolri sejak Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
dilantik menjadi Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
. Pasalnya, SBY dan Sutanto sudah lama bersahabat karena seangkatan ketika menjadi taruna Akademi Angkatan Bersenjata (Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Akabri
). Keduanya lulusan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Akabri
(Darat dan Kepolisian) tahun 1973.

Teman taruna seangkatan (1973) SBY dan Sutanto lainnya antara lain Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Slamet Soebijanto dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Menko Polkam (2009-sekarang)
Menko Polkam (2009-sekarang)
Djoko Suyanto
. Mereka merupakan lulusan terbaik di angkatan masing-masing. Mereka sama-sama memperoleh penghargaan Adi Makayasa.

Selain karena pertemanan dengan presiden, Sutanto juga dinilai bersih selama karirnya di kepolisian. Dia juga dikenal konsisten dan dekat dengan bawahan. Ayah dari empat anak ini dikenal jujur, bersih, dan punya komitmen tinggi memberantas kejahatan.

Saat menjabat Kapolda Sumut (2000), dia berupaya secara gigih memerangi perjudian, premanisme, dan peredaran narkoba di provinsi itu. Dia hadapi apa pun risikonya, baik dari para bandar judi dan internal Polri sendiri. Mereka yang tidak senang judi diberantas di daerah itu tidak suka Sutanto berlama-lama di Medan. Mereka ingin Sutanto cepat pindah. Memang, Sutanto hanya tujuh bulan menjadi Kapolda Sumut (Maret sampai Oktober 2000). Dia dipindah menjadi Kapolda Jawa Timur.

Di Jatim, Sutanto langsung menyatakan perang terhadap illegal logging, praktik BBM oplosan, judi dan narkoba. Salah satu gebrakannya adalah menangkap dan menahan Sundono alias Jhonson Limuel Lim, bos kayu ilegal nomor satu di Jatim yang sebelumnya sulit tersentuh hukum. Dia juga mengusir dan menampik utusan Sundono yang hendak menyuapnya Rp 2 miliar agar Sundono bisa ditahan luar.

Dia bergeming, Sundono terus ditahan sampai kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Walaupun setelah kasus illegal logging itu digelar di PN Surabaya, Sundono malah divonis bebas, yang sebelumnya oleh jaksa penuntut umum hanya dituntut hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Setelah dua tahun menjabat Kapolda Jatim (2000-2002), Sutanto dimutasi menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (2002-2005). Dia seperti sengaja 'disimpan' di situ. Namanya pun nyaris tidak pernah muncul lagi di media massa. Namun setelah SBY jadi presiden, nama Sutanto kembali berkibar. SBY mengangkatnya menjadi kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kalakhar BNN) pada awal Maret 2005. Dia pun naik pangkat dari Irjen menjadi Komjen Pol. Saat itu, banyak kalangan sudah memprediksi Sutanto akan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar.

Kendati sebentar di BNN, dia telah melakukan gebrakan menangkap anggota sindikat peredaran narkoba internasional dan berhasil menggerebek dan menemukan sejumlah pabrik narkoba besar di sekitar Jakarta.

Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
mengatakan pergantian Kapolri dilakukan dalam rangka penyegaran kepemimpinan di lingkungan kepolisian. Da'i sudah mengemban tugas sebagai Kapolri selama 3 tahun 8 bulan. Menurut SBY masa tugas tersebut, sudah cukup bagi Da'i untuk mengabdi kepada negara dan bangsa.

Menurut Presiden, konteks pergantian ini dalam kerangka positif. Selain untuk regenerasi, juga sambil memberi kehormatan kepada Da'i dan penugasan kepada penggantinya. SBY berharap DPR segera menyetujui usul pergantian Kapolri tersebut. Sementara Da'i Bachtiar kemungkinan akan diangkat menjadi Dubes di Malaysia. tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 28 Jun 2005  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Teguh Demi Kesejahteraan Rakyat Ibu Negara Pejuang Hak Perempuan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: