WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Raja Terlama Dinasti Mataram

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Raja Terlama Dinasti Mataram
Paku Buwono XII | TokohIndonesia.com | id.rodovid.org

Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XII, raja terlama dalam Dinasti Mataram. Raja Keraton Kasunanan Surakarta yang bernama Raden Mas Gusti Suryo Guritno dinobatkan menjadi raja tanggal 12 Juli 1945, pada usia 20 tahun, dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Paku Buwono Senopati Ing Ngalago Abdurahman Sayidinan Panatagama XII, kemudian disingkat Paku Buwono (PB XII). Ia menjabat sampai meninggal dunia Jumat 11 Juni 2004 pukul 08.15 WIB di Rumah Sakit Dr Oen.

Raja Keraton Kasunanan Surakarta (1945-2004)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Paku Buwono (PB) XII

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Paku Buwono (PB) XII

QR Code Halaman Biografi Paku Buwono (PB) XII
Bio Lain
Click to view full article
Nurdin Purnomo
Click to view full article
Ronny Sianturi
Click to view full article
Aksa Mahmud
Click to view full article
Kuntoro Mangkusubroto
Click to view full article
Dewa Made Beratha
Click to view full article
Tilhang Oberlin
Click to view full article
Ashadi Siregar

Sinuhun, panggilan akrab PB XII, beberapa hari sebel;um meninggal mengalami koma dan menjalani perawatan intensif di ruang gawat darurat di rumah sakit itu, sejak Senin (7/6/2004). Sejumlah tenaga medis dari Jakarta termasuk dari RS Pertamina sebelumnya didatangkan untuk ikut menangani sakit yang diderita Sinuhun. Menurut pihak keluarga kondisi kesehatan raja terganggu akibat kelelahan setelah menjalani sejumlah aktivitas.

Sekretaris pribadi Paku Buwono XII, Sulistyo Wibowo mengatakan, Sinuhun dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
, di Imogiri, DI Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, Senin 21 Juni 2004. Sinuhun meninggal pada usia 79 tahun. Putra bungsu Paku Buwono XI dengan permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Pabu Buwono, putri Kanjeng Pangeran Puspodiningrat Paku Buwono IX, ini dilahirkan 14 April 1925.

Sepanjang kekuasaan Dinasti Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
, PB XII adalah raja yang paling lama memerintah (12 Juli 1945-11 Juni 2004). Sejak dinobatkan menjadi Raja Kraton Kasunanan Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
sampai wafat tidak mengangkat permaisuri dan hanya memiliki garwa ampil (selir) dengan 37 orang anak.

PB XII adalah raja di kerajaan penerus Dinasti Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
, yang terpecah menjadi dua, yakni Keraton Kasunanan Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
, dan Kasultanan Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, selepas Perjanjian Giyanti. Dalam beberapa waktu terakhir ini, praktis tidak ada aktivitas berat yang dilakukan Sinuhun, termasuk pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh politik seperti yang sebelumnya biasa dilakukannya.

PB XII di masa kecilnya masuk sekolah ELS (Europeesche Lagere School) di Pasar Legi, Solo. Di sekolah yang sama ini pula beberapa pamannya, putra Sinuhun Paku Buwono X yang sebaya dengannya menempuh pendidikan. PB XII termasuk murid yang mudah bergaul dan hubungannya dengan teman-teman berlangsung akrab dan di sekolah pun bergaul tanpa memandang status sosial yang disandangnya.

Mulai tahun 1938 PB XII terpaksa berhenti sekolah agak lama, sekitar lima bulan, karena harus mengikuti ayahandanya yang memperoleh mandat mewakili Sinuhun Paku Buwono X pergi ke Belanda menghadiri undangan perayaan peringatan 40 tahun kenaikan Tahta Ratu Wilhelmina.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Hogere Burger School (HBS) Bandung bersama beberapa pamannya. Baru dua setengah tahun ia belajar, pecah perang Asia Timur Raya, dan waktu itu bala tentara Jepang menang melawan sekutu dan Indonesia pun jatuh ke tangan Jepang.

Paku Buwono XI memintanya pulang dari Bandung ke Solo. PB XII pun menurut, tak mau membantah perintah dari ayahandanya tersebut. Ternyata, sesaat berada kembali di Kraton Kasunanan Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
, ia harus menerima kenyataan menyedihkan lantaran pada Sabtu, 1 Juni 1945, ayahandanya --Paku Buwono XI-- wafat.

Kemudian, ia dinobatkan menjadi raja menggantikan ayahandanya pada 12 Juli 1945. Lalu, hanya sebulan setelah naik tahta, Republik Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya oleh Soekarno-Hatta. Oleh karena itu, Paku Buwono XII disebut pula sebagai Sinuhun Hamardika yang artinya raja di zaman kemerdekaan.

Selama revolusi fisik PB XII memperoleh pangkat militer kehormatan (tituler) Letnan Jendral dari Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
. Kedudukannya itu menjadikan ia sering diajak mendampingi Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
meninjau ke beberapa medan pertempuran terutama saat pecah agresi Belanda ke dua.

Dalam rangka mendukung perjuangan bersenjata merebut kemerdekaan tersebut, Kraton Solo dan Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
banyak berperan dalam membantu memasok logistik maupun menyumbang berbagai perlengkapan lain, seperti mobil, persenjataan serta dana.

Atas perannya tersebut, PB XII memperoleh Bintang Gerilya dan piagam sekaligus medali penghargaan dari Dewan Harian Angkatan 1945 pada 28 Oktober 1995 di Kraton Surakarta.

RM Yuli Sulistio Wibowo, Sekretaris Pribadi PB XII menuturkan bahwa semasa hidupnya PB XII melebur Kraton Solo menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tetap konsisten perhatiannya terhadap rakyat. tsl-sp-ant

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Jun 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Membawa Aceh Ke Puncak Kejayaan Wartawan Dan Sejarawan Otodidak

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

20 drama William Shakespeare yang dihadirkan dalam buku ini merupakan hasil adaptasi dari drama ke dalam bentuk prosa.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: