WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Manajer Satu Miliar

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Manajer Satu Miliar
Tanri Abeng | TokohIndonesia.com | rpr

Tanri Abeng, seorang manajer handal Indonesia. Ia adalah ikon majaner profesional Indonesia. Pada masanya, ia dijuluki Manajer Satu Milyar. Jumlah nilai 'transfernya' dari Multi Bintang Indonesia (MBI) ke Bakrie Group. Ia sukses menakhodai kedua perusahaan itu. Salah satu resepnya adalah keberaniannya mengambil tantangan dan risiko. Setelah mencapai puncak karir sebagai CEO, ia pun dipercaya menjabat Menteri Negara Pemberdayaan BUMN Kabinet Pembangunan IV dan Kabinet Reformasi.

Meneg Pendayagunaan BUMN Kabinet Pembangunan VII
Lihat Curriculum Vitae (CV) Tanri Abeng

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Tanri Abeng

QR Code Halaman Biografi Tanri Abeng
Bio Lain
Click to view full article
Bahtiar Effendy
Click to view full article
Christopher Abimanyu
Click to view full article
Indroyono Soesilo
Click to view full article
Bagir Manan
Click to view full article
Tuti Maryati
Click to view full article
Ubiet
Click to view full article
AT Mahmud

Suami Farida Nasution ini lahir di pelosok desa Pulau Selayar, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
tanggal 7 Maret 1942, dari sebuah keluarga miskin. Sejak kecil ia telah memperlihatkan keuletan dan kemauan bekerja keras. Ia sangat rajin belajar, seraya bekerja mencari uang untuk menopang kebutuhan sehari-harinya. Ia memberi les dan menstensil catatan-catatan sekolah dan kuliah untuk dijual kepada peserta les dan pelajar atau mahasiswa lain yang membutuhkan.

Kesungguhannya balajar membuatnya terpilih sebagai peserta program pertukaran pelajar American Field Service. Ketika di Amerika itu, ia pun menemukan orangtua asuh, yakni keluarga Gibson. Selepas itu, ia kembali ke tanah air dan melanjutkan kuliah di Universitas Hasanudin. Semasa kulia itu, ia pun sambil bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan eksportir dan mengajar bahasa Inggris di sebuah SMA.

Kemudian, ia memperoleh beasiswa untuk mengambil Master of Business Administration dari State University, New York. Gelar yang masih langka di Indonesia pada masa itu. Setelah lulus MBA itu, ia bergabung dengan Union Carbide. Dimulai dari management trainee di Amerika Serikat. Ketika masih berusia 29 tahun, ia pun sudah menduduki jabatan Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan multinasional tersebut.

Kemudian, lima tahun berikutnya, ia dialihtugaskan ke Singapura dan bertanggungjawab atas pemasaran di Eropa, Asia dan Afrika. Ketika karirnya tengah menanjak di Union Carbide itu, pria berkumis ini malah hengkang, memilih masuk ke PT Perusahaan Bir Indonesia (sekarang Multi Bintang Indonesia). Padahal di Union Carbide, ia pun diiming-iming gaji dan fasilitas sebagai presiden Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
. Tapi ia tak bergeming. Ia berani dan kukuh dalam pilihannya.

Tahun 1979, ia resmi pindah, menjadi CEO (Chief Executive Officer) di Multi Bintang. Di sini ia berhasil menaklukkan tantangan kerja sehari-hari. Tangan dinginnya berhasil mengangkat perusahaan multinasional ini menjadi bintang pasar minuman di Indonesia. Saat itu, sejalan perkembangan pesat perusahaan ini, namanya berganti dari PBI (Perusahaan Bir Indonesia) menjadi PT MBI (Multi Bintang Indonesia).

Saat mencapai keberhasilan puncak di MBI, tahun 1991, ia pun mendapat tantangan baru menjadi CEO di Bakrie Brothers. Tantangan itu ditangkapnya dengan nilai transfer satu milyar rupiah. Sejak itu ia digelari Manajer Satu Milyar. Manajer dengan nilai tertinggi pada masa itu. Namun pihak MBI tetap memintanya menjadi Non Executive Chairman di perusahaan itu. Di Bakrie ia kembali membuktikan kemampuannya sebagai manajer nomor wahid. Di sini ia melakukan turn around dengan melakukan restrukturisasi, profitisasi, dan akhirnya menjadi perusahaan publik. Dalam setahun ia telah berhasil meningkatkan keuntungan kelompok usaha Bakrie hingga 30%.

Di tengah kesibukannya sebagai CEO, ia juga memegang banyak posisi senior non eksekutif di banyak organisasi kepemerintahan dan LSM seperti Komisi Pendidikan Nasional, Badan Promosi Pariwisata, Dana Mitra Lingkungan, Asosiasi Indonesia Imggris, Institut Asia-Australia, Yayasan Mitra Mandiri dan sebagainya.

Lalu ketika pemerintah berniat melakukan pendayagunaan (restrukturisasi dan privatisasi BUMN), ia pun menjadi orang yang dinilai paling pantas (kompeten) untuk itu. Ia pun diangkat menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Negara Pendayagunaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
VII, kebinet terakhir pemerintahan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
(1998). Di sini ia menakhodai 164 BUMN dengan 1.300 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang dengan nilai total mencapai kisaran Rp 500 triliun.

Ia merasa enjoy dan sekaligus tertantang. "Selain merupakan sesuatu yang berat, tugas itu merupakan suatu kehormatan luar biasa karena saya termasuk dalam kabinet penuh tantangan," ujarnya kepada pers ketika itu.

Setelah Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
lengser, digantikan Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
BJ Habibie
, ia pun tetap dipercaya di posisi yang sama dalam Kabinet Reformasi (25 Mei sampai dengan 13 Oktober 1999). Secara konseptual ia telah menggariskan langkah-langkah pendayagunaan BUMN demikian baiknya. Namun di titik ini garis nasibnya mulai bergeser. Tampaknya semangat profesionalismenya, sadar atau tidak, terkontaminasi ambisi politik pribadi, atau sekedar solidaritas politik. Ketika itu, ia mulai memasuki wilayah politik yang sebelumnya tidak pernah ia sentuh.

Ia pun diisukan ikut menjadi anggota Tim Sukses Habibie dalam Pemilu 1999. Konon, ia ikut terlibat dalam intrik-intrik kotor untuk menggolkan Habibie. Salah satunya, dengan menyikat rupiah dari pundi-pundi Bank Bali. Akibatnya, ia sempat mesti sibuk berurusan dengan aparat penegak hukum dan DPR.

Skandal Bank Bali, boleh dibilang, telah membuatnya terpuruk dalam lilitan persoalan. Untuk bisa keluar ia harus membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Ia harus mengklarifikasi tuduhan ikut hadir dan terlibat dalam pertemuan tanggal 11 Februari dan 26 Mei 1999 di hatel Mulia. Sebuah pertemuan yang menggagas "perampokan" Bank Bali tersebut. Ia memang menyangkal pernah hadir. Bahkan mengatakan pertemuan semacam itu tidak pernah ada. Dan, mungkin karena 'kekuatan politik' kasus ini, hingga kini belum pernah tuntas.

Kini ia lebih banyak mencurahkan waktunya untuk mengembangkan pemikiran dan pendidikan manajemen, termasuk penulisan buku manajemen. Tahun 2000, ia meluncurkan buku "Dari Meja Tanri Abeng: Managing atau Chaos", yang diterbitkan Pustaka Sinar Harapan. TI, dari berbagai sumber

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Jun 2003  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Berpeluang Menang Konvensi Maestro Gendang Dari Makassar

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Langkah-langkah praktis dalam buku ini dapat Anda terapkan dengan mudah, dan dapat menjadi pelengkap untuk kegiatan belajar formal anak di sekolah.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: