WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Politisi Berbasis Kerakyatan

Politisi Berbasis Kerakyatan
Taufiq Kiemas | TICOM | rp

Taufiq Kiemas dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 2009-2014 dan sekaligus dilantik Sabtu, 3 Oktober 2009. Suami Megawati Soekarnoputri kelahiran Jakarta, 31 Desember 1942 yang juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P, itu terpilih bersama empat Wakil Ketua yang diajukan delapan fraksi dalam satu paket.

 

Ketua MPR (2009-2014)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Taufiq Kiemas

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Taufiq Kiemas

Taufiq Kiemas (lahir di Jakarta, 31 Desember 1942; umur 66 tahun) adalah politikus Indonesia yang menjabat Ketua MPR RI periode 2009–2014. Ia juga dikenal sebagai suami Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri. Ia pernah menjadi anggota GMNI. Ia adalah anggota DPR periode 2009–2014 dari PDI-P untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II.

Hanya terdapat satu paket pimpinan yang diusulkan delapan dari sembilan fraksi yang ada di MPR. Kedelapan fraksi itu adalah Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Kebangkitan Bangsa, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Fraksi Partai Hanura, dan Fraksi Partai Gerindra.

Kedelapan fraksi MPR itu mengusung Taufiq Kiemas dari unsur Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai ketua MPR. Empat wakil ketua adalah Melani Leimena Suharli (Partai Demokrat), Hajriyanto Y Thohari (Partai Golkar), Lukman Hakim Saifuddin (PPP), dan Ahmad Farhan Hamid (DPD). Fraksi Partai Keadilan Sejahtera akhirnya gagal mengajukan paket calon pimpinan MPR bersama Kelompok DPD karena kurang dukungan.

Mayoritas anggota DPD tidak menghadiri sidang paripurna. Dari 132 anggota DPD, hanya 25 yang menghadiri sidang paripurna. Mayoritas anggota DPD memilih tidak hadir karena usulan mereka agar komposisi pimpinan MPR terdiri dari tiga unsur DPR dan dua unsur DPD (3-2) tidak dikabulkan.

Karena hanya ada satu paket calon pimpinan MPR, sebanyak 549 anggota MPR yang menghadiri sidang menyatakan setuju secara aklamasi paket calon itu menjadi pimpinan MPR periode 2009-2014. Sidang yang dipimpin Ketua Sementara MPR Marzuki Alie itu hanya berlangsung sekitar 45 menit.

Kemudian, satu jam berikutnya, Taufik Kiemas beserta keempat wakilnya dilantik Pelantikan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain telah memilih pimpinan MPR, sembilan fraksi juga telah memilih pimpinannya, yakni F-PD diketuai Agus Hermanto, F-PG Hajriyanto Y Thohari (masih sementara menunggu hasil Munas Golkar, 5-8 Oktober), F-PDIP Panda Nababan, F-PKS Sumandjaja, F-PAN Ibrahim Sakty Batubara, F-PPP Irgan Chaerul Mahfiz, F-KB M Lukman Edy, Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat, dan Fraksi Partai Hanura Soemintarsih Muntoro serta Fraksi Kelompok DPD Wahidin Ismail dari daerah pemilihan Papua.

Setelah pelantikan, Taufiq memimpin sidang perdana di ruang Nusantara gdung MPR Senayan Jakarta, Sabtu (3/10/2009)tengah malam. Dalam sambutannya, dia mengatakan, lembaga MPR yang dipimpinnya lima tahun ke depan diharapkan menjadi lembaga negara yang demokratis dan dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sesuai amanah undang undang dasar (UUD).

"Tugas-tugas MPR sejalan dengan tugas-tugas lembaga negara yang lain yakni sesuai amanah UUD," kata Taufiq Kiemas.

Dia juga mengajak presiden dan lembaga negara lainnya untuk bersama-sama menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan bidang tugas dan kewenangannya masing-masing.Taufiq juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan negara sesuai dengan profesi dan pekerjaannya masing-masing.

Menurut Taufiq, selama lima tahun ke depan, MPR memiliki sejumlah agenda yang harus dilaksanakan dengan baik. Agenda terdekat akan melaksanakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Tanpa Rakyat Tak Berarti Apa-apa
Itulah judul buku Taufiq Kiemas, suami Presiden Megawati Soekarnoputri, yang diluncurkan pada saat merayakan ulang tahunnya ke-60. Sebuah buku yang ditulisnya sendiri.

Buku yang diterbitkan Pustaka Sinar Harapan dan Panitia Penerbitan Buku 60 Tahun Taufiq Kiemas dengan editor Panda Nababan ini terdiri 4 bab 832 halaman. Berisi pokok-pokok pikiran Taufiq Kiemas dan pandangan cendekiawan, kerabat, dan sahabat, bahkan lawan politiknya. Benang merah pemikirannya berujung pada asas kerakyatan.

Perhatian besar Taufiq Kiemas terhadap kehidupan rakyat kecil dituangkan pada halaman 16-17. "Tanpa dukungan rakyat, aku tidak akan jadi seperti sekarang ini," kata Taufiq. Dia memberi contoh perjuangannya terhadap kehidupan rakyat kecil, yaitu, bersama beberapa kawannya aktivis GMNI, memelopori pembentukan koperasi tukang becak.

Mula-mula mereka menangani langsung manajemen koperasi dan bengkel becak itu. Tapi, setelah jalan, diserahkan kepada para tukang becak sendiri.

Buku ini juga mengisahkan penangkapan Taufiq Kiemas dan puluhan aktivis GMNI Palembang pasca-tragedi 1965. Juga mengukir kisah asmaranya dengan Megawati. Juga perihal pendampingannya selama Megawati dalam perjalanan panjang kehidupannya dalam dunia politik. Antara lain saat naiknya Megawati ke puncak kekuasaan, menyusul lengsernya KH Abdurrachman Wahid sebagai Presiden RI pada pertengahan 2001.

Setelah reformasi, peran dan pengaruh Taufiq sangat signifikan dalam menentukan arah dan peta perpolitikan di Indonesia. Bukan semata-mata karena statusnya sebagai suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, tapi juga karena posisinya yang cukup sentral sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI Perjuangan. Dia piawai memainkan perannya sebagai aktor politik, lewat berbagai manuvernya yang telah mewarnai kanvas perpolitikan negeri ini. tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Oct 2009  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini hadir untuk menjawab seputar permasalahan yang sering terjadi pada perabot rumah.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: