WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ahli Fosil dan Mantan Rektor UGM

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ahli Fosil dan Mantan Rektor UGM
e-ti | po

Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Profesor Dr Teuku Jacob, seorang ahli paleoantropologi dan antropolog ragawi. Guru besar antropologi UGM kelahiran Aceh Timur, 6 Desember 1929, ini meninggal dunia dalam usia 77 tahun akibat sakit liver pada Rabu 17 Oktober 2007 pukul 17.45 di Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta.

Guru Besar Antropologi UGM (1971-2007)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Teuku Jacob

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Teuku Jacob

QR Code Halaman Biografi Teuku Jacob
Bio Lain
Click to view full article
Azwir Daini Tara
Click to view full article
Sri Widiyantoro
Click to view full article
Chusnul Mariyah
Click to view full article
Carmanita
Click to view full article
Zaenal Maarif
Click to view full article
Anis Khoirunnisa
Click to view full article
Teten Masduki

Menurut Kepala Humas RS Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, Profesor Jacob sudah lama mengidap penyakit liver dan semakin parah karena usia yang sudah menua. Sebelum meninggal dia sempat dirawat selama 12 hari di Ruang Isolasi ICCU RS Dr Sardjito. Dua setengah jam sebelum meninggal, tekanan darahnya terus melemah dan denyut nadi sudah tidak teraba. Kondisi makin buruk karena kemudian terjadi perdarahan.

Jenazah dimakamkan pada Kamis (18/10/2007) setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Bulaksumur A 14, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
serta penghormatan terakhir dilaksanakan di Balairung UGM.

Selama empat tahun sejak 1982, Profesor Jacob memangku jabatan sebagai Rektor UGM . Seusai menjabat rektor, dia lebih berkonsentrasi sebagai ahli fosil.

Guru besar Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
antropologi
ini merupakan ilmuwan yang terus memperjuangkan penemuannya bahwa fosil di Flores bukan spesies baru, tetapi bagian salah satu dari subspesies Homo sapiens dengan ras Austrolomelanesid.

Rektor UGM Prof Sudjarwadi menuturkan, Prof Jacob merupakan sosok ilmuwan bidang paleoGuru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
antropologi
profesional dan tangguh. Nama Prof Jacob tak asing di dunia ilmu paleoGuru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
antropologi
internasional. Jabatan terakhir sebagai profesor emeritus Fakultas Kedokteran UGM.

Prof Etty Indriati, Kepala Laboratorium Bio-Paleoantropologi UGM yang menggantikan Jacob mengungkapkan, almarhum berjasa besar mengembangkan ilmu antropologi dan cabang-cabangnya, khususnya bidang antropologi ragawi. "Spirit Prof Jacob itu sangat besar dan tak pernah padam untuk terus bekerja dan mengabdi pada ilmu pengetahuan sampai akhir hayatnya," ujarnya.

"Pithecantropus"
Di forum internasional, Teuku Jacob dikenal sebagai ilmuwan andal dan kukuh prinsipnya. Atas jasa Prof Dr Teuku Jacob inilah, fosil kunci manusia Jawa pithecantropus erectus yang pernah ditemukan, lalu diperdagangkan, akhirnya bisa dibawa pulang ke Indonesia.

Dalam kasus lahan minyak di Celah Timor, Jacob ngotot agar Pemerintah Indonesia berani menyatakan hak atas kawasan itu. Ia pula yang tegas menolak klaim spesies baru oleh sekumpulan antropolog muda Australia atas fosil manusia kerdil Flores itu.

Setelah empat tahun memangku jabatan rektor UGM, sejak 1982, antropolog ragawi ini kembali menekuni penelitian di laboratorium. Ia menekuni lagi fosil manusia dan binatang sebagai kepala laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi.

Bungsu dari tiga bersaudara anak Teuku Sulaiman, Jacob tamat SMA di Banda Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
, 1949. Lulus FK UGM, 1956, ia belajar di Universitas Amerika, Washington DC, tetapi mengambil gelar doktor di Rijksuniversiteit, Utrecht, Negeri Belanda, 1970. Di dua perguruan tinggi ini, Jacob dibimbing dua arkeolog ternama: Prof. Dr. W. Montague Cobb, dan Prof. Dr. G.H.R. Koenigswald.

Berpendidikan sebagai dokter, tetapi Jacob lebih banyak menghabiskan waktu sebagai ahli fosil. Guru besar antropologi UGM ini sempat pula menjadi dosen tamu di San Deigo, AS. Pulang ke Indonesia, ia mengepalai seksi antropologi ragawi FK UGM, kemudian sekretaris,
lantas dekan fakultas yang sama, sebelum menjabat rektor, menggantikan Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardja.

Gagasannya di bidang pendidikan terasa orisinil. Misalnya, ia pernah melempar gagasan untuk menerima lulusan SMA IPS di fakultas kedokteran. Ia juga gusar melihat sebagian besar insinyur bekerja di kota. ''Kalau dokter bisa menjadi dokter Inpres, mengapa insinyur tidak,'' katanya.

Tetapi, memenuhi harapan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
P & K untuk mencetak kader penerus kegiatan bidang ilmu yang digelutinya, ia malah merasa sulit. Orang tidak banyak tertarik bidang ini karena hasilnya tidak langsung dirasakan. Lagi pula, bidang ini erat berkaitan dengan antardisiplin: ilmu kedokteran, biologi, kedokteran gigi, arkeologi, dan antropologi budaya. ''Menyiapkan program pendidikannya pun menjadi susah,'' ujarnya.

Di beberapa negara, Jacob tercatat sebagai anggota sejumlah perkumpulan. Ia juga menulis beberapa karya. Jacob menolak anggapan para ahli Barat bahwa manusia purba di kawasan Sangiran, Solo, bertradisi mengayau -- memenggal kepala lalu memakan otak sesamanya. Ia menyatakan, ''Temuan-temuan tengkorak Sangiran umumnya sudah tidak bertulang dasar, rusak karena lemah. Lagi pula, manusia purba cukup bekerja dua jam untuk makan sepanjang hari, sehingga rangsangan untuk membunuh menjadi berkurang.''

Menikah dengan Nuraini, Jacob dikaruniai seorang anak Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
, Nina Nurilani Jacob. Kegemarannya cuma membaca. Bila bepergian, ia sering membawa banyak kopor. Bukan pakaian, melainkan tulang belulang. Ketika membawa fosil ke Tokyo, 1977, ''Saya dijaga ketat, pakai Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
bersirene, dan lampu merah segala,'' ceritanya.

Bintang Mahaputra Nararya
Presiden Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Nararya kepada Prof Dr Teuku Jacob. Upacara penganugerahan berlangsung di Istana Negara Jakarta, Kamis 15 Agustus 2002. Penganugerahan itu dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 503/TK/2002.

UGM "Melepas"
Segenap anggota sivitas akademika Universitas Gadjah Mada Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, Kamis (18/10/2007) pukul 12.15 di Balairung Gedung Pusat UGM Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, melepas kepergian sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada sang guru sosok ilmuwan sejati Prof Teuku Jacob. Guru besar emeritus Fakultas Kedokteran UGM ini dimakamkan di Makam Keluarga Besar UGM, Sawit Sari, Sleman, Yogyakarta.

Pelepasan jenazah Prof Teuku Jacob di UGM dilakukan dengan upacara militer dengan inspektur upacara Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kodim) Sleman Mayor Infanteri Narso. Sewaktu muda, Prof Jacob tercatat sebagai pejuang yang tergabung dalam Tentara Pelajar Resimen Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
.

Terlihat hadir dalam upacara penghormatan Prof Jacob antara lain mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
Syafii Ma'arif serta dua mantan Rektor UGM, Ichlasul Amal dan Sofian Effendi.

Semua anggota keluarga dengan khusyuk mengikuti prosesi penghormatan terakhir almarhum di Balairung Gedung Pusat UGM. Selama prosesi pemakaman, istri Prof Jacob, Nuraini Jacob (68), lebih banyak menggandeng lengan menantunya, Afmi dan putri satu-satunya, Nina Nurilani Jacob.

Menurut keluarga, sejak masuk RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, pada 13 hari sebelum neninggal, Prof Jacob telah kehilangan kesadaran. "Sudah tidak bisa diajak berbicara lagi sejak masuk rumah sakit. Kondisinya lemah," kata famili almarhum.

Ketua Majelis Guru Besar UGM Suryo Guritno saat melepas almarhum menuturkan, bangsa Indonesia, khususnya UGM, telah kehilangan salah satu putra terbaik sosok ilmuwan sejati. Prestasi signifikan yang dimiliki almarhum, selain di bidang ilmu yang digeluti, adalah dalam kurun waktu 36 tahun usia UGM, sebanyak 56,8 persen dari doktor yang dihasilkan oleh UGM adalah saat beliau menjadi rektor.

Ichlasul Amal bercerita saat memangku jabatan sebagai Rektor UGM, Prof Jacob sering mengundang dirinya yang saat itu masih menjabat Dekan Fisipol UGM untuk berdiskusi masalah politik. "Sulit mencari pengganti Pak Jacob. Beliau mendalami antropologi ragawi, tapi juga mengajar ilmu perdamaian pada Program Perdamaian dan Keamanan pada Pascasarjana UGM," tuturnya.

Prof Jacob yang dikenal galak, justru sebaliknya bagi Sofian Effendi. Menurut Sofian, sosok Jacob memberikan banyak inspirasi dan anekdot keilmuan, bahkan dalam humor-humornya pada diskusi ilmiah. Sebab, Jacob memiliki pengalaman studi dan bidang yang luas di banyak negeri. ti (Sumber Kompas, 18 Oktober 2007, 19 Oktober 2007, PDAT.co.id dan csps.ugm.ac.id)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 17 Oct 2007  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Bela Wiranto Soal Ham Wakil Kepala Staf Tni Al

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Komik strip yang bekisah tentang seorang pemuda yang bernama Lotif.

Catatan Tuhor.com: Lotif muncul perdana di Koran Tempo Minggu pada 15 Mei 2005. Buku legendaris ini layak dimiliki oleh siapa saja terutama pencinta komik strip karena isinya menyentil isu-isu sosial dan politik dengan ringan, cerdas dan jenaka.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: