WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Jenderal Pesta Demokrasi

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Jenderal Pesta Demokrasi
e-ti | bbc

Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Umum KPU Jenderal (Purn) Rudini meninggal dunia pada usia 77 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu 21 Januari 2006 malam sekitar pukul 23.00 WIB. Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (22/1) pukul 13.30 WIB.

Menteri Dalam Negeri (1988-1993)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Rudini

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Rudini

QR Code Halaman Biografi Rudini
Bio Lain
Click to view full article
Basuki Rahmat
Click to view full article
Syafruddin Arsyad
Click to view full article
Abdul Hafiz Anshary
Click to view full article
Theresia Esi Samkakai
Click to view full article
Vennetia Danes
Click to view full article
Feisal Tanjung
Click to view full article
Dwi Ryanta Soerbakti
BERITA TERBARU

Upacara pemakaman yang berlangsung sekitar 45 menit dengan upacara militer itu dipimpin Kepala Staf TNI AD Jenderal Joko Santoso. Prosesi pemakaman itu sempat molor dari jadwal semula yang direncanakan dimulai pukul 12.00 WIB menjadi 13.30 WIB akibat turunnya hujan.

Panglima TNI Jenderal Endriartono Soetarto, Sekjen Departemen Pertahanan Letjen Sjafrie Sjamsoedin, Wakil Ketua MPR Wakil Ketua MPR RI (2004-2009)
Wakil Ketua MPR RI (2004-2009)
AM Fatwa
, Mensekkab Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Menteri Sekretaris Negara 2009-2014
Sudi Silalahi
, Mantan Wapres Wakil Presiden Republik Indonesia (1993-1998)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1993-1998)
Try Sutrisno
, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Ketua Umum Partai Hanura
Ketua Umum Partai Hanura
Wiranto
, mantan Kepala Staf TNI AD yang juga mantan Ketua Umum KONI Jenderal (Purn) Wismoyo Aries Munandar, tampak hadir di antara ratusan pelayat dalam pemakaman tersebut.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden SBY
berserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono melayat di rumah duka di Jalan Istri Presiden I RI (Ir. Soekarno)
Istri Presiden I RI (Ir. Soekarno)
Fatmawati
23, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.30 WIB, Minggu (22/1). Presiden yang menggunakan Desainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik gelap mengatakan turut berduka cita atas meninggalnya Rudini. Presiden mengatakan bahwa almarhum adalah tokoh tentara yang baik serta patut diteladani.

Atas berbagai pengabdiannya, Rudini menerima beberapa penghargaan di antaranya tanda jasa Bintang Mahaputra, Satya Lencana Operasi Militer V, Bintang Lencana Santi Dharma, Bintang Lencana Seroja, Bintang Lencana Unicef, Bintang Lencana Kesetiaan 8 Tahun, 16 tahun dan 24 tahun.

***

Rudini

Mantan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Dalam Negeri Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
V (1988-1993), ini seorang pejabat Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
yang berkiprah dalam era reformasi. Dia terbebas dari penghujatan yang menerpa pejabat-pejabat Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
pada awal bergulirnya reformasi. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini, justru dipercaya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (1999-2001) yang bertugas sebagai penyelenggara Pemilu 7 Juni 1999. Dia jenderal pesta demokrasi 1999.

Jenderal bintang empat kelahiran Malang, 15 Desember 1929, ini memimpin 52 anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilihan umum dengan kontestan multi partai (48 partai politik dengan beragam asas dan kepentingan) pertama setelah 44 tahun. Penyelenggara Pemilu pada masa sangat sulit, terjadi krisis multidimensional.

Ketika itu, terjadi euphoria demokrasi. Semua orang merasa berhak melepaskan kebebasan menyatakan pendapat dan berorganisasi. Apa saja didebat dan ditentang jika tidak sesuai dengan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Nyaris tak peduli apakah hal itu sesuai dengan aturan main demokrasi atau tidak.

Belum lagi harga dan ketersediaan bahan-bahan pokok masih belum stabil, nilai rupiah berfluktuasi tak terkendali, pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi secara besar-besaran, pengangguran bertambah banyak, dan kekerasan massa yang bergantian meledak di berbagai wilayah.

Namun, dalam kondisi seperti itu, Pemilu 7 Juni 1999, berlangsung dengan baik. Andil kesadaran dan partisipasi masyarakat adalah yang terbesar dalam menentukan keberhasilan Pemilu tersebut. Tapi kepemimpinan Rudini di KPU yang beranggotakan unsur-unsur partai dan pemerintah itu, tentulah mempunyai makna besar.

Penampilannya yang banyak senyum dan tutur katanya yang lembut, serta kedisiplinannya yang sudah terasah dan teruji, telah menopang kepemimpinannya mengendalikan KPU yang beranggotakan unsur pemerintah dan partai-partai dengan berbagai tingkah dan kepentingan.

Rudini, memang seorang jenderal yang telah terlatih dalam soal kepemimpinan dan kedisiplinan sejak masa kecil. Ayahnya, R. Ismangun Puspohandoyo, seorang pegawai dinas pekerjaan umum, telah menerapkan disiplin keras kepadanya bersama saudara-saudaranya. Sang Ayah menetapkan jadual belajar, sholat dan bermain secara ketat. ''Sebelum magrib, semua harus di rumah, untuk salat dan makan bersama.

Masa kecilnya dilalui dengan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain di Jawa Timur, mengikuti kepindahan tempat kerja ayahnya. Anak ketiga dari sembilan bersaudara ini diboyang dari kota kelahirannya Malang ke Blitar, Tulungagung, Mojokerto dan kembali gai ke Malang saat dia duduk di kelas II HIS.

Kemudian saat ia kelas V, Jepang masuk menduduki Indonesia. Sehingga ijazah HIS-nya ditulis dalam bahasa Jepang. Saat belajar di SMP, dia ikut mendapat latihan kemiliteran dari PETA. Proklamasi Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Kemerdekaan RI
terjadi saat dia kelas III SMP.

Sungguh dia dibesarkan dalam suasana Perang Dunia II dan Revolusi Kemerdekaan. Saat mantan Panglima Kostrad (1981), ini masih remaja, sering menyaksikan parade militer di Malang kota kelahirannya. Dia sangat mengagumi kedisiplinan dan kejuangan para prajurit itu. Sejak itu, dia bercita-cita menjadi tentara. Padahal ayah-ibunya menginginkannya menjadi dokter. Sang Ayah melihat Rudini berpotensi menjadi dokter karena sangat menyenangi pelajaran berhitung dan IPA.

Namun, Rudini kukuh dalam cita-citanya menjadi tentara. Maka setamat SMA di Malang (1950), dia mendaftarkan diri menjadi anggota TNI-AD. Dia beruntung, karena kebetulan, saat itu (1951), ada pengiriman calon perwira ke Akademi Militer di Breda, Negeri Belanda. Rudini mendaftar mengikuti tes dan lulus. Empat tahun (1951-1955) dia belajar di negeri kincir angin itu. Dengan tekun dia belajar dan megikuti setiap latihan sampai lulus tahun 1955. Kemudian dia kembali ke Indonesia dan dilantik KSAD Jenderal AH Nasution menjadi perwira remaja dengan pangkat Letnan II.

Dia pun menjadi instruktur sebapan garran di Inspektorat Pendidikan dan Latihan sebelum menjabat komandan peleton pada Yon 518/Brawijaya (1956-1959). Kemudian dia dimutasi menjadi Pelatih Taruna AMN (1959). Saat menjadi pelatih AMN bagian darat di Magelang inilah dia berkenalan dengan Oddyana, gadis Cirebon, yang kemudian menjadi isterinya dan dikaruniai tiga anak.

Tahun 1961 prajurit yang gemar menyanyi dan meniup klarinet ini mengikuti pendidikan Suski di Bandung. Juga pendidikan Para (1964), Jump Master (1966) dan Suslapa (1967) semuanya di Bandung. Tahun 1967 dia menjabat Dan Yon 401/Para (1967). Lalu mengikuti pendidikan Seskoad (1970) di Bandung dan International Defence Management Course, AS (1973). Sebelum menjabat Panglima Komando Tempur Lintas Udara (1975), dia terlebih dahulu memimpin Brigif 18/Linud (1972). Kemudian ikut Lemhanas, Jakarta (1977). Lalu dipromosikan menjabat Kepala Staf Kostrad (1977) sebelum diangkat menjabat Panglima Kodam XIII/Merdeka (1978).

Tiga tahun kemudian (1981), pengagum Jenderal Eisenhower dan Achmad Yani, ini menjabat Panglima Kostrad. Dua tahun di Kostrad, dia dipercaya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (1983-1986). Dua tahun dia tidak mempunyai posisi penting, setelah pensiun dari jabatan Kasad. Ketika itu, banyak orang menduga bahwa kariernya sudah berakhir.

Namun, ketika Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
mengumumkan susunan personalia Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
V periode 1988-1993, Rudini dipercaya memegang jabatan penting sebagai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Dalam Negeri, yang kala itu antara lain bertugas sebagai pembina politik dalam negeri.

Pada saat menjabat Mendagri, dia menggagas dan mendirikan STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) di Jatinangor, Jawa Barat. Sekolah tinggi yang disetting dengan kedisiplinan tinggi, namun sayang kemudian di sana sering terjadi kekerasan oleh kakak kelas kepada adik kelas.

Dia seorang pejabat Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
yang tergolong bersih. Maka tak heran, pada awal bergulirnya reformasi dia tidak tergolong pejabat Orba yang dihujat. Bahkan dia dipercaya memimpin bergulirnya pesta demokrasi sebagai ketua KPU. Di luar jalur militer dan birokrasi, dia pernah menjabat Ketua Umum Federasi Olah Raga Karate Indonesia (FORKI), 1984- 1989, walaupun dia bukan seorang krateka. Dia penggemar tenis dan sepeda argo. ti/tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Jan 2006  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
lazada
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: