Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Ketua Umum KONI Pusat

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Ketua Umum KONI Pusat
    Rita Subowo | e-ti | olympic
    Ketua Umum KONI Pusat 2007-2011
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Rita Sri Wahyusih Subowo (59) menorehkan sejarah di bidang organisasi olahraga Indonesia. Perempuan kelahiran Jogjakarta 27 Juli 1948, itu terpilih sebagai Ketua Umum KONI 2007-2011, pada Musyawarah Olahraga Nasional Ke-10 KONI hari Jumat (23/2/2007) di Jakarta. Mantan Sekjen KONI Pusat yang juga Wakil Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA), itu mendapat 43 suara mengungguli Luhut Pandjaitan 38 suara.

    QR Code Halaman Biografi Rita Subowo
    • biografi tokoh indonesia rita subowo

    Anak pasangan artis layar lebar kenamaan era 1950-an, Rendra Karno (almarhum)- Djuriah Karno (almarhum) itu menggantikan Mantan Menteri Perhubungan
    Mantan Menteri Perhubungan
    Agum Gumelar
    yang tak mencalonkan diri, meski masih diperbolehkan masuk dalam bursa bakal calon (balon) untuk mempertahankan posisinya.

    Inilah untuk kali pertama KONI Pusat dipimpin Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    wanita
    . Karena sejak payung induk-induk organisasi olahraga Indonesia itu lahir belum pernah dipimpin kaum hawa. KONI lahir pada 31 Desember 1966 dengan ketua umumnya Wakil Presiden Republik Indonesia (1973-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1973-1978)
    Sri Sultan HB IX
    (almarhum).

    Sesaat setelah terpilih, Rita berterima kasih atas dukungan masyarakat olahraga. "Mudah-mudahan saya dapat menjalankan amanah ini," katanya. Dia meminta diberi waktu untuk menyesuaikan Anggaran Dasar KONI dengan keberadaan Undang-Undang Olahraga.

    Untuk jangka pendek, Rita menyatakan, akan memfokuskan pekerjaan KONI pada pelaksanaan SEA Games Thailand 2007. Rita berharap dalam tempo sepuluh bulan prestasi Indonesia dapat meningkat dibandingkan dengan SEA Games 2005. Sedangkan dalam jangka menengah dan jangka panjang, Rita menyatakan akan dirumuskan segera.

    Terpilihnya Rita benar-benar di luar dugaan. Sebab, dalam usulan pencalonan sebelumnya, Wakil Presiden Eksekutif Bola Voli Dunia ini hanya menduduki urutan ketiga di bawah Luhut Pandjaitan dan mantan Deputi Menpora Djohar Arifin Husin.

    Dalam pemilihan putaran pertama, Luhut melejit dengan mendapatkan 36 suara. Sementara Rita 21 suara, Djohar (12), Achmad Sutjipto (8), dan Andi Muhammad Ghalib (5). Sesuai dengan aturan, Luhut dan Rita yang berhak maju ke putaran kedua.

    Di putaran kedua, Luhut yang hanya membutuhkan tambahan enam suara untuk menang ternyata hanya mendapat lima suara. Sementara Rita meraih 20 suara. Perolehan suara menjadi imbang karena masing-masing mendapat 41 suara.

    Pemilihan akhirnya harus diulang setelah sidang diskors selama satu jam. Kasak-kusuk pun bertebaran. Ada isu harga sebuah suara mendapat Rp 30 juta. Namun, ketika ditanyakan kepada beberapa PB dan KONI Provinsi, mereka membantah.
    Pada pemilihan puncak, Rita unggul lima suara atas Luhut. "Isu jender memenangkan Bu Rita," kata mantan Wakil Ketua KONI Djoko Pramono.

    Dalam bursa balon yang masuk dalam daftar Tim Penjaringan dan Penyaringan KONI, Rita hanya berada di posisi ketiga dengan 12 suara dukungan. Dukungan Rita itu di bawah Luhut Binsar Pandjaitan (20 suara) dan Djohar Arifin Husin yang mendapat dukungan 14 suara. Balon lainnya, Achmad Sucipto (11 suara) dan Andi M. Ghalib (10 suara).

    Tapi, jumlah dukungan yang dipersyaratan Tim Penjaringan dan Penyaringan KONI, yang membatasi minimal harus mendapat 10 dukungan untuk bisa bersaing memperebutkan kursi pimpinan KONI Pusat, ternyata memang bukan jaminan kemenangan bagi mereka yang mendapat dukungan terbanyak. Penentuan terakhir berada di peserta Musornas.

    Terpilihnya Rita juga lewat pemungutan suara yang berlangsung dramatis, tetapi sportif. Dramatis karena Rita baru terpilih setelah lewat sidang pemungutan suara yang ketiga. Dari 82 suara yang memiliki hak pilih, Rita berhasil mengumpulkan 43 suara. Jumlah itu hanya terpaut 5 suara dari Luhut yang mendapat 38 suara. Satu suara dinyatakan tidak sah karena memilih Luhut dan Rita. Sportif karena pemilihan dilakukan secara tertutup.

    Pada awal pemilihan, terdapat lima kandidat. Di sini, Luhut mendapat suara terbanyak, 36 suara. Dia sisusul Rita (21 suara), Djohar Arifin Husin (12), Achmad Sucipto (8), dan Andi M. Ghalib (5). Nah, karena suara terbanyak belum mencapai 50 persen plus satu - dari 82 suara yang punya hak pilih - maka harus dilakukan pemilihan tahap kedua. Dengan dua kandidat pengumpul suara terbanyak yang berhak dipilih, yakni Luhut dan Rita.

    Untuk menjaga agar pemilihan berlangsung sportif, pimpinan sidang Rosihan Arsyad memutuskan langsung melanjutkan pemungutan suara. Dengan melarang seluruh peserta musornas meninggalkan ruang sidang, maka tak ada kesempatan bagi tim sukses kedua kandidat untuk melakukan lobi demi keberhasilan kandidatnya. Ternyata, dari sidang kedua pemungutan suara itu, Luhut dan Rita sama-sama mendapat 41 suara.

    Sebelum dilanjutkan sidang pemungutan suara ketiga, muncul perdebatan sengit. Peserta meminta jika dalam pemungutan suara ketiga nanti kembali imbang, pemenangnya ditentukan oleh siapa kandidat yang lebih awal memperoleh 41 suara. Tapi usulan itu ditolak. Usulan lainnya, jika perolehan tetap sama, dilakukan undian. Juga ada usulan agar kedua kandidat itu ditetapkan saja sebagai ketua KON dan Ketua KOI. Tetapi semua itu ditolak.

    Lantas, muncul suara dari PSSI yang meminta agar pimpinan sidang melaksanakan pemilihan ketiga. Karena belum tentu hasilnya akan imbang. Tentang kemungkinan imbang, PSSI meminta agar dipikirkan setelah sidang pemungutan suara ketiga. Pimpinan sidang ternyata setuju dengan usulan dari PSSI itu.

    Tetapi karena waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, pimpinan sidang akhirnya menskors selama satu jam untuk memberikan kesempatan pada peserta melakukan salat.

    Jelang pemilihan ketiga inilah, PB Percasi melakukan interupsi, tetapi ditolak pimpinan sidang. Mengantisipasi agar hasilnya tidak imbang lagi, Percasi mengambil sikap abstain di pemilihan ketiga. Maksudnya, agar yang memiliki hak pilih 81 suara sehingga bisa ditentukan pemenangnya, Meski pimpinan sidang mempersilahkan abstain, Utut Adianto dari PB Percasi tetap memasukkan suara, yang ternyata memberikan suara ganda, sehingga dinyatakan tidak sah.

    Setelah dinyatakan Rita sebagai ketua umum KONI Pusat periode 2007-2011, tepuk tangan kegembiraan dari para pendukungnya tampak ramai. Rita banyak menerima ucapan dari para pendukung dan lawan-lawannya, yang secara sportif mengakui kekalahannya. Pemilik nama langkap Rita Sri Wahyusih Subowo itu pun tampak banyak mengumbar senyum.

    Ini sangat berbeda dengan Luhut. Meski balon dari Ketua Umum PB Forki itu mengakui kekalahannya secara sportif, tetapi wajah kekecewaan tak bisa disembunyikan. Buktinya, begitu sidang dinyatakan selesai, Luhut yang dikawal tim suksesnya langsung meninggalkan ruang sidang. Beberapa Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    yang coba meminta komentarnya hanya mendapat sedikit keterangan. e-ti

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Des 2007  -  Pembaharuan terakhir 22 Mei 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dirinya." ~ Kahlil Gibran

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.

    Click to view full article

    Leonowens SP dikenal sebagai sastrawan muda asal Indonesia yang dikenal dunia. Pria kelahiran Jakarta, Desember 1977 ini adalah seorang penulis solilokui, puisi, prosa liris,

    Click to view full article

    Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    BUMN Menteri BUMN (2011-2014)
    Menteri BUMN (2011-2014)
    Dahlan Iskan
    membuka momen untuk buka-bukaan memberantas korupsi. Dia menyerang balik DPR yang menudingnya salah urus PLN sehingga mengakibatkan inefisiensi Rp3,7


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us