gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Prioritas Atasi Konflik & Teroris

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Prioritas Atasi Konflik & Teroris
Widodo AS | TICOM | rpr-kb
Pekerjaan Utama:
Menko Polhukam RI ( 2004-2009)
Lihat CV
Nama:
Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sucipto
Nama populer:
Widodo AS
Lahir:
Boyolali, Jawa Tengah, 1 Agustus 1944
Pekerjaan:
Menko Polhukam RI, 2004-2009
Agama:
Islam
Isteri:
Sri Murniati SE
Jabatan:
Panglima TNI 1999-2002
Pendidikan:
Akademi Angkatan Laut Angkatan XIV (1968)
Karir:
  • Anggota Dewan Pertimbangan (2010-sekarang)
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2009
  • Panglima TNI 1999-2002
  • Wakil Panglima TNI
  • Kepala Staf Angkatan Laut.
  • Panglima Armada RI Kawasan Barat (1955).
  • Kepala Staf Armada RI Kawasan Barat (1994-1995)
  • Komandan KRI Abdu Halim Perdanakusuma (1989)
  • Komandan KRI Ki Hajar Dewantara (1988)
  • Komandan KRI Monginsidi (1986)
  • Perwira Senjata di KRI Irian (1968)
Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CV

Lama tidak tampil di depan publik, pensiunan Laksamana TNI-AL Widodo Adi Sucipto dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memegang pos Menko Politik, Hukum dan Keamanan. Prioritasnya menangani konflik dan terorisme. Prioritas lain, menyelamatkan sumber daya alam, komoditi hutan dan laut, dari pencurian.

Untuk meningkatkan koordinasi penanganan dan pemberantasan terorisme, Widodo membentuk sebuah badan tingkat domestik yang akan mengatur langkah-langkah operasional, termasuk payung hukum dan pendayagunaan aparat intelijen. Juga dibutuhkan dukungan dari publik untuk mengatasi aksi-aksi teror.

Widodo lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 1 Agustus 1944. Dia menamatkan ABRI-AL tahun 1968. Satu-satunya Laksamana Angkatan Laut yang menjabat Panglima TNI (1999-2002).

Ketika menjabat Panglima TNI, Widodo melihat berkecamuknya konflik yang dipicu oleh perbedaan kepentingan antar kelompok. Kepentingan kelompok sangat mengemuka mengalahkan kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, tiada hari adu pendapat untuk tujuan memenangkan kelompok sendiri.

Untuk keluar dari krisis, kata Widodo, bangsa ini harus mempererat rasa kebersamaan. Dengan demikian tidak ada persoalan bangsa yang tidak bisa diselesaikan. Krisis tidak bisa diselesaikan dengan menyalakan terus dendam dan permusuhan.

Prioritas utama lainnya, meredam konflik bersenjata di Aceh, Poso dan Papua. Soal status darurat sipil sudah diperpanjang dan terus menerus dievaluasi agar diturunkan statusnya menjadi tertib sipil. Operasi militer hanya dilakukan di sisa-sisa basis militer Gerakan Separatis Aceh.

Soal terorisme, Widodo ingin mengubah paradigma bahwa aksi terus melekat dengan ummat Islam. Sesungguhnya, kata Widodo, Islam itu agama yang menjunung perdamaian dan keselamatan ummat manusia, tanpa membedakan ummat dari agama dan bangsa apa pun.

Islam, kata Widodo, membawa missi keselamatan bagi seluruh alam. Membangkitkan sentimen agama hanya membuat bangsa ini terpuruk dan terpecah belah.

Ummat beragama diminta tidak terpedaya oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya. "Sekarang yang benar bisajadi salah, yang salah bisa jadi benar," kata Widodo. tsl/sh

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Okt 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Intermezzo
Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, baru disimpan Pemerintah RI setelah sebelumnya diserahkan oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, ia menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh