WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Mustasyar Ponpes Tebuireng

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Mustasyar Ponpes Tebuireng
e-ti | nu.or.id

Tokoh senior (sesepuh) NU dan Mustasyar Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Yusuf Hasyim, kelahiran Jombang, 3 Agustus 1929 yang akrab dipanggil Pak Ud, meninggal dunia hari Minggu, 14 Januari 2007 pukul 18.40 di Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya. Putra pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari, itu meninggal akbat menderita radang paru-paru.

Mustasyar Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur
Lihat Curriculum Vitae (CV) Yusuf Hasyim

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Yusuf Hasyim

QR Code Halaman Biografi Yusuf Hasyim
Bio Lain
Click to view full article
I Gusti Made Sutjaja
Click to view full article
Andre Hehanussa
Click to view full article
Ahmad S Natabaya
Click to view full article
Zuhairi Misrawi
Click to view full article
Sasminta Mardawa
Click to view full article
Bonar Napitupulu
Click to view full article
Dimyati Hartono

Yusuf Hasyim dirawat di Kamar 628 rumah sakit itu sejak 2 Januari 2007. Wakil Presiden Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
sempat membesuknya di ruang ICU Gedung Bedah Terpadu, Sabtu (13/1). Sebelum dirawat di RSU Dr Soetomo, Yusuf Hasyim dirawat di RSUD Jombang selama tiga hari sejak Sabtu (30/12).

Pak Ud sempat menjalani operasi kecil pada 11 Januari 2007, untuk mengeluarkan lendir dari tenggorokan yang terluka karena sering muntah. Namun ternyata virus yang ada di dalam lendir itu sudah menyerang paru-parunya.

Mantan Ketua Umum Partai Kebangkitan Ummat (PKU), itu sebelumnya terjatuh di kamar rumahnya di Cukir pada 30 Desember 2006. Setelah jatuh, dia mengeluh sakit pinggang. Kemudian, kondisinya memburuk. Yusuf Hasyim dirawat di RSUD Jombang, lalu dirujuk ke RSU Dr Soetomo.

Jenazah kakek dari 11 cucu itu dimakamkan Senin 15 Januari 2007 di Kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Hari Minggu, 14/1, ribuan santri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur menyambut kedatangan jenazah sesepuh pengasuh ponpes Tebuireng itu dengan bacaan tahlil.

Pengasuh Ponpes Tebuireng
Puluhan tahun KH Yusuf Hasyim alias Pak Ud mengasuh Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Jombang, sekaligus menjadi Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
nasional. Dia pernah menjabat anggota DPR RI, Wakil Ketua MPP Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Umat (PKU). Sejak 13 April 2006, dia menyerahkan tongkat kepemimpinan Ponpes Tebuireng kepada keponakannya, KH Salahudin Wahid (Gus Solah).

Acara penyerahan kepemimpinan tersebut digelar bersamaan Tahlil Akbar dan Pertemuan Alumni Ponpes Tebuireng yang dihadiri Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Agama Maftuh Basuni. Dalam kesempatan itu, Pak Ud menyatakan, sudah saatnya Ponpes Tebuireng melakukan regenerasi pada pucuk pimpinan. Ini diperlukan agar terjadi proses yang sehat dalam tradisi suksesi. "Itulah sebabnya, beberapa waktu lalu saya mengajukan permintaan pengunduran diri dari pimpinan Tebuireng. Alasannya, karena usia saya pada tahun ini sudah mencapai 77 tahun. Kedua, saya ingin menciptakan tradisi regenerasi pimpinan yang berjalan mulus,'' ujarnya dalam pidato sambutan.

Dengan usia 77, menurut Pak Ud, dia menjadi pimpinan tertua di kalangan ponpes se-Kabupaten Jombang. Sebagai perbandingan, usia KH Asad Umar, pimpinan Ponpes Darul Ulum, Peterongan, 73 tahun; dan KH Sholeh, pimpinan Ponpes Tambakberas, berusia 72 tahun.

''Dengan pertimbangan itu, saya sudah bulat mengajukan pengunduran diri yang dibahas beberapa kali di internal keluarga besar Bani Hasyim Asyari dan internal Pondok Tebuireng. Semuanya sepakat dengan pengganti Gus Sholah, yang tidak lain keponakan saya sendiri,'' ucap Pak Ud.

Pak Ud juga segera meningalkan ''rumah dinas'' yang disebutnya sebagai dalem kasepuhan, yang dulunya rumah pribadi almarhum KH Hasyim Asyari. Dia pindah ke kediaman pribadinya, di Cukir, masih dekat pondok.

Kepada Gus Sholah, Pak Ud meminta, istiqamah dan berpegang teguh pada semangat perjuangan pondok yang digariskan mendiang KH Hasyim Asyari. Gus Sholah, mengaku siap memimpin pondok dengan jumlah santri sekitar 7 ribu tersebut. Apalagi dia punya keinginan agar bisa pulang ke Jombang, daerah kelahiranya. ''Karena keinginan itu, saya menolak ketika ditawari menjadi Dubes di Aljazair. Saya lebih memilih memimpin pondok ini,'' papar adik kandung Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
ini.

Dalam silsilah keluraga Bani Hasyim Asyari, Gus Sholah merupakan cucu dari pendiri Ponpes Tebuireng dan pendiri NU tersebut. Dia putra dari almarhum KH Wahid Hasyim. Sedangkan Pak Ud adalah putra dari almarhum KH Hasyim Asyari. Di antara putra-putri almarhum KH Hasyim Asyari, Pak Ud satu-satunya putra yang masih hidup. e-ti/dap, dari berbagai sumber

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Jan 2007  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Begawan Seni Itu Telah Tiada Perjuangan Dan Pengabdian Ibu Negara

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Novel klasik terbesar sepanjang masa karya Leo Tolstoy ini membingkai berbagai segi dan kedalaman emosi cinta: kebencian, kesedihan, kecemburuan, kemarahan, kebahagiaan dan penderitaan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: