WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Perjuangkan Islam Dasar Negara

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Perjuangkan Islam Dasar Negara
Mohammad Natsir | TokohIndonesia.com | rpr

Mohammad Natsir, politisi Islam handal yang teguh pada prinsip dan cita-citanya. Pria kelahiran Alahan Panjang, Sumatera Barat, 17 Juli 1908, ini sesudah Pemilu 1955 memimpin Partai Masyumi, yang merupakan gabungan partai-partai Islam di Konstituante, yang secara sungguh-sungguh memperjuangkan Islam sebagai dasar negara.

Perdana Menteri Indonesia ke-5
Lihat Curriculum Vitae (CV) Mohammad Natsir

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Mohammad Natsir

QR Code Halaman Biografi Mohammad Natsir
Bio Lain
Click to view full article
Ratna Sarumpaet
Click to view full article
Agnes Monica
Click to view full article
Nuzran Joher
Click to view full article
Yusuf Mansyur
Click to view full article
Abdurrahman Wahid
Click to view full article
Ki Manteb Soedharsono
Click to view full article
Tumpak Hs Simanullang

Dia berjuang untuk menegakkan Islam sebagai dasar negara melalui prinsip-prinsip demokrasi. Meskipun, perjuangannya tidak diterima kalangan nasionalis dan sosialis kala itu, sehingga Konstituante gagal menetapkan UUD, yang diakhiri dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1955 yang antara lain menyatakan membubarkan Konstituante dan kembali ke UUD 1945.

Sejak itu, perbedaan pandangan politik antara M Natsir dan Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
(Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
) semakin jauh. Bahkan Partai Masyumi pun dibubarkan tahun 1960. Begitu pula setelah Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
digantikan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
(Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
), tak berapa lama M. Natsir akhirnya berbeda pendapat juga dengan pemimpin Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
itu.

M Natsir bersama teman seperjuangannnya di Partai Masyumi, sesudah partai ini dibubarkan, tetap teguh pada pendirian, selalu ingin mendirikan Partai Masyumi dan memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. Tetapi karena peluang untuk menghidupkan kembali Partai Masyumi tidak pernah terbuka, maka mereka mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Di DDII inilah M. Natsir dan kawan-kawan berkhidmat, sampai M Natsir meninggal di Jakarta, 6 Februari 1993, pada umur 84 tahun.

Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional
Sebelum memimpin Partai Masyumi di Konstituante, M. Natsir pernah menjabat Perdana Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Indonesia ke-5, masa jabatan 5 September 1950 – 26 April 1951, menggantikan Abdoel Halim dan kemudian digantikan Sukiman Wirjosandjojo.

M. Natsir juga sempat menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Penerangan. Kendati sudah menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
dan Perdana Menteri, dia tetap hidup bersahaja. Bahkan masih tak sungkan memakai baju tambalan. Pada saat baru menjabat PM, ia tinggal di sebuah gang, sehingga Idit Djunaedi menghadiahkan rumah di Jalan Cokroaminoto. Ia juga menolak hadiah mobil Chevy Impala dari cukong. Dan, satu-satunya pejabat pemerintah, yang pulang dari Istana yang membonceng sepeda sopirnya, sesudah menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
.1)

Semasa menjabat PM, Kabinet M. Natsir berhasil memerankan politik luar negeri bebas aktif yang dianut sejak awal Indonesia merdeka. Pada era Kabinet M. Natsir Indonesia diterima menjadi anggota PBB.

M Natsir juga mempunyai andil perjuangan pada awal-awal kemerdekaan. Atas jasa-jasanya itu, Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
, melalui Keputusan Presiden Nomor 41/TK/Tahun 2008, menetapkan M. Natsir sebagai Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional, bertepatan pada peringatan Hari Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
tanggal 10 November 2008 serta bersamaan dengan peringatan 100 tahun M. Natsir.

Mohammad Natsir adalah putra seorang pegawai pemerintahan di Alahan Panjang. Kakeknya seorang ulama. Semasa kecil, Natsir bisa beruntung belajar di HIS Solok serta di sekolah agama Islam yang dipimpin oleh para pengikut Haji Rasul. Pada masa itu hanya sedikit anak-anak yang berkesempatan sekolah di HIS. Bahkan tahun 1923-1927 Natsir mendapat beasiswa untuk sekolah di MULO. Setelah itu melanjut lagi ke AMS Bandung dan tamat 1930.

Semasa sekolah di AMS Bandung, Natsir berinteraksi dengan para Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
pergerakan nasional antara lain Syafruddin Prawiranegara, Mohammad Roem dan Perdana Menteri RI Pertama (1945-1947)
Perdana Menteri RI Pertama (1945-1947)
Sutan Syahrir
. Pada tahun 1932, Natsir berguru pada Ahmad Hassan, yang kelak menjadi tokoh organisasi Islam Persis. 2) ti/Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 17 Jul 2009  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Patih Pembela Kehormatan Bali Peroleh Gelar Pahlawan Nasional

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Soe Hok Gie ialah sosok yang lekat dengan dua topik: demonstrasi mahasiswa dan pendakian gunung. Kendati sudah meninggal 40 tahun yang lalu di G. Semeru, Jawa Timur, sosok Gie tetap menjadi idola sebagian mahasiswa dan pendaki gunung di Indonesia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: