WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Panglima Paling Dicintai Prajurit

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Panglima Paling Dicintai Prajurit
M Jusuf | TokohIndonesia.com | tb

Dia panglima yang paling dekat dan dicintai oleh prajurit. Semasa menjabat Menhankam/Pangab jenderal bintang empat ini sangat sering mengunjungi asrama prajurit. Salah seorang putra terbaik bangsa dan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kelahiran Kayuara, Bone Selatan, 23 Juni 1928, ini meninggal dunia dalam usia 76 tahun di Makassar, 8 September 2004, pukul 21.35 Wita. Indonesia berduka! Mabes TNI dan masyarakat Sulawesi Selatan mengibarkarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (1983-1988 dan 1988-1993)
Lihat Curriculum Vitae (CV) M Jusuf

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) M Jusuf

QR Code Halaman Biografi M Jusuf
Bio Lain
Click to view full article
Miriam Budiardjo
Click to view full article
Edi Subekti
Click to view full article
Maladi
Click to view full article
Munir
Click to view full article
Sjafrie Sjamsoeddin
Click to view full article
Agus Harianto
Click to view full article
Darmin Nasution
BERITA TERBARU

Mantan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Preindustrian dalam enam periode kabinet (1864-1978), ini meninggal dunia di kediamannya di Jalan Sungai Tangka Nomor 2, Makassar, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
didampingi isterinya Elly Saelan bersama semua sanak keluarga terdekat, di antaranya dua kemenakannya, Andi Hery Iskandar dan Andi Oni Tenri Gappa serta tim medis yang selama ini merawatnya. Sementara anak tunggalnya, Jaury Jusuf Putra, sudah lebih dulu meninggal. (Patung anaknya dibuat di depan Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putra di Makassar).

Sehubungan dengan meninggalnya panglima yang sangat dicintai para prajurit ini, Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) memerintahkan markas jajaran TNI di seluruh Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama tujuh hari, terhitung mulai 8 September 2004. Begitu pula Pemerintah Daerah Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
menyerukan kepada masyarakat Sulsel mengibarkan bendera Merah Putih selama tiga hari. M Jusuf dianggap sebagai seorang tokoh nasional yang mempunyai jasa-jasa yang sangat besar dalam sejarah pembangunan di Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
dan di Indonesia.

Dia seorang pejuang yang tegas, jujur, besih dan berani. Bangsa Indonesia sungguh kehilangan salah seorang putera terbaik dan tokoh panutan yang terus mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara hingga akhir hayatnya. Sejumlah pelayat berdatangan ke rumah duka. Dalam pandangan mantan Presiden Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Abdurrahman Wahid
, Jenderal Jusuf merupakan satu dari tiga jenderal yang dikaguminya selain Panglima Besar TKR/TNI
Panglima Besar TKR/TNI
Sudirman
dan Benny Moerdani. Menurut Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
, dia jenderal yang bersahaja dan dekat dengan prajuritnya. Dia sangat memperhatikan kesejahteraan prajurit.

Dia seorang prajurit sejati. Salah satu catatan karirnya yang cemerlang dalam bidang militer, selain kegemilangannya saat menjabat MenhankamPangab, adalah ketika menumpas pemberontakan Andi Azis di Sulawesi Selatan.

Kadispenum Mabes TNI, Letkol Achmad Yani Basuki di Jakarta, mengatakan, Panglima TNI Jenderal Endriartono Soetarto, menjadi inspektur upacara pada pemakaman jenazah mantan Menhankam/Pangab ini. Jenazah almarhum dimakamkan bersebelahan dengan makam putranya di Perkuburan Islam Panaikang Makassar yang bersebelahan dengan Taman Makam Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
, usai salat zuhur, hari Kamis 9 September 2004.

Kepergian tokoh yang menjadi salah satu kunci rahasia Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) itu telah pula membawa rahasia itu. Dia salah seorang dari tiga jenderal yang menemui Soekarno di Istana Bogor, yang berperan di balik lahirnya Supersemar. Dua jenderal lainnya, Basuki Rahmat dan Amirmachmud, telah lebih dahulu meninggal.

Rahasia Supersemar yang menjadi awal legitimasi berkuasanya Jenderal Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
selama 32 tahun sampai ketiga jenderal itu meninggal belum terungkap. Bahkan naskah asli Supersemar itu pun tak diketahui publik di mana berada. Banyak pengamat meyakini Jusuf mengetahui banyak hal tentang Supersemar, termasuk proses Supersemar itu dan di mana naskah aslinya berada.

Peran kuncinya dalam proses lahirnya Supersemar, telah membuat hubungannya dengan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
sangat dekat. Terbukti dari beberapa jabatan yang diembannya sejak 1966 sampai 1993. Ia satu-satunya seorang militer yang setelah dikaryakan menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
kemudian kembali berperan dalam bidang militer sebagai panglima.

Dia menjabat Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
perindustrian sampai enam periode kabinet. Mulai - Kabinet Dwikora-I (27/8/1964 - 21/2/1966), Kabinet Dwikora-II (24/2/1966 - 28/3/1966), Kabinet Dwikora-III (28/3/1966 - 25/7/1966), Kabinet Ampera-I (25/7/66 - 17/10/67), Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
I (6/6/1968 - 28/3/1973) dan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
II (28/3/1973 - 28/3/1978).

Setelah itu, M. Jusuf dipercaya menjabat Menhankam/Panglima ABRI dalam Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
-III (29/3/1978 - 19/3/1983). Saat menjabat Menhankam/Panglima ABRI ini ia sangat sering mengunjungi prajurit di lapangan dan mengunjungi keluarga prajurit di asrama-asrama. Mengunjungi prajurit dan keluarganya jauh lebih penting baginya dari pada berlama-lama duduk di kantornya. Tak segan-segan dia melompati parit dan menyeruak dari balik jemuran kain di asrama untuk menyapa keluarga prajurit. Dia menyapa kebapakan dengan penuh rasa kekeluargaan. Menanyakan tentang kesehatan dan kondisi asrama.

Dia pun memberi perhatian besar untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Prinsip dasarnya, untuk membangun tentara profesional harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan prajurit. Banyak asrama yang dibangun dan direhabilitasi. Begitu pula kebutuhan pokok diupayakan pengadaannya.

Perhatiannya kepada keluarga prajurit telah menempatkannya menjadi panglima paling disegani dan dicintai. Para prajurit pun sangat mengaguminya. Namanya pun disebut publik berpotensi jadi Presiden setidaknya Wakil Presiden. Namun hal ini membuat hubungannya dengan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
menjadi renggang. Maklum, ketika itu, tidak boleh siapa pun yang bisa mengimbangi ketokohon dan kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
. Tidak boleh ada dua matahari. Tidak boleh ada dua singa di lembah yang sama.

Jabatan Menhankam/Pangab pun ditanggalkan. Dia dialihkan menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan dalam dua periode (1983-1988 dan 1988-1993). Hubungannya dengan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
tetap terjalin kendati publik mengamatinya tidak demikian akrab lagi. Pak Harto sendiri tampaknya tetap menghormatinya.

Setelah melepas jabatan Ketua BPK, tokoh yang tak suka menonjolkan diri ini tampak memilih berdiam diri. Dia memang seorang bangsawan Kerajaan Bone bergelar Andi, bernama lengkap Andi Muhammad Jusuf Amir, namun melepas gelar kebangsawanannya pada tahun 1957. Dia bangsawan pertama yang melepas gelarnya dan tidak bersedia menggunakan lagi di depan namanya.

Soal hiruk-pikuk politik dan kekuasaan dia berdiam diri dan lebih memilih mengonsentrasikan diri mengurus Masjid Al Markaz dan Rumah Sakit Jauri Makassar. Dia aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial dan sebagai pendiri dan ketua Yayasan Mesjid Al Markaz Al Islami serta Rumah Sakit Jauri Makassar. Dia menghabiskan hari-hari tuanya dalam bidang sosial dan selalu memperhatikan Masjid Al Markas mulai dari hal yang kecil seperti kebersihan, wc, taman, sampai pembangunan fisiknya. tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Sep 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Advokat Peduli Ham Menjelma Menjadi Pengusaha

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku-buku Pilihan

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: