WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Guru Besar Para Pakar Politik

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Guru Besar Para Pakar Politik
e-ti | rpr-menpan.go.id

Guru besar ilmu politik yang ikut mendirikan FISIP UI (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia), dan mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Prof Miriam Budiardjo, meninggal dunia dalam usia 83 tahun, Senin 8 Januari 2007 sekitar pukul 14.10. Miriam kelahiran Kediri, Jawa Timur, 20 November 1923, itu meninggal di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, akibat menderita komplikasi pernapasan dan gagal ginjal.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI (1974 -1979)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Miriam Budiardjo

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Miriam Budiardjo

QR Code Halaman Biografi Miriam Budiardjo
Bio Lain
Click to view full article
Sumitro
Click to view full article
Maruli Gultom
Click to view full article
Valina Singka Subekti
Click to view full article
Arswendo Atmowiloto
Click to view full article
Otto Iskandardinata
Click to view full article
Agus Suhartono
Click to view full article
Gatot Mangkoepradja

Sejak 1 November 2006, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
diplomat pertama yang pernah bertugas di New Delhi, India, dan Washington DC, Amerika Serikat (AS), itu sempat beberapa kali dirawat inap di RSCM dan RS Medistra. Jenazah disemayamkan di Jalan Proklamasi No 37, Jakarta.

Dimakamkan Selasa 9 Januari 2007 pukul 10.00 di TPU Giritama, Desa Tonjong, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Miriam, meninggalkan seorang putri, Gitayana Prasodjo dan dua cucu. Suaminya, Ali Budiardjo (mantan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan), berpulang tahun 1999.

Pakar politik ini pernah menjabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI tahun 1974 -1979. Penulis buku Pengantar Ilmu Politik, yang menjadi buku wajib mahasiswa politik, itu dikenal sebagai seorang dosen yang cantik berkacamata, berpakaian rapi, dan bersuara lunak tetapi tegas, tetapi tetap bersahaja. Penampilannya yang tegas dan bersahaja itu membuat mahasiswa dan rekan kerjanya menjadi segan dan menghormatinya. Ibu Mir juga dikenal sebagai peminat fotografi dengan hasil-hasil jepretan yang cukup istimewa.

Sampai menjelang akhir hyatnya dia masih sibuk dengan dunia akademis. Terakhir sedang mengerjakan revisi buku Dasar-dasar Ilmu Politik yang telah 20 kali lebih dicetak ulang. Menurut putri tunggalnya, Gitayana, sebenarnya revisi sudah hampir selesai. Selain itu, menurut Gitayana, Ibu Mir juga sedang menyelesaikan kata pengantar buku klasik lainnya, Kuasa dan Wibawa.

Ibu Mir menghabiskan sebagian besar waktunya di sebuah ruangan kerja berjendela geser yang terbuka menghadap ruang makan rumahnya di Jalan Proklamasi No 37, Jakarta Pusat. Di situlah dia selama puluhan tahun, pagi, siang, dan malam membaca dan menulis, jika tak punya acara di luar.

Ibu Mir, juga ikut aktif dalam perjuangan kemerdekaan yang dekat dengan kelompok "pemuda Sjahrir" yang belakangan mendirikan Partai Sosialis Indonesia. Ia antara lain menjadi Sekretariat Delegasi Indonesia dalam Perundingan Renville (1947-1948).

Sebentar dia berkarier sebagai diplomat, bertugas di New Delhi, India, dan Washington DC, Amerika Serikat (AS). Dia Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
diplomat pertama di Indonesia. Kemudian, alumni program S-2 di Georgetown University, Washington DC, AS, itu memilih berkecimpung di dunia pendidikan dan keilmuan. Dia sempat mengikuti program S-3 di Harvard University, Cambridge, AS, namun tak sampaih diselesaikannya. Namun pada tahun 1990-an, dia dianugerahi gelar doctor honoris causa oleh almamaternya, FISIP UI.

Dia penulis buku klasik Pengantar Ilmu Politik dan Dasar-dasar Ilmu Politik yang menjadi buku wajib di semua FISIP di Indonesia. Karya penting Ibu Mir lainnya adalah buku berjudul The Provisional Parliament in Indonesia yang diterbitkan tahun 1956.

Bersama rekan-reknnya, antara lain Sujono Hadinoto, Selo Soemardjan, Sulaiman Sumardi, Ibu TO Ihromi, dan G Pringgodigdo, Ibu Mir mendirikan Fakultas Ilmu-ilmu Sosial (FIS) Universitas Indonesia. Dia menjadi dekan dua periode tahun 1974-1979 menggantikan Selo Soemardjan.

Dia telah menjadi guru bagi banyak pakar politik di Indonesia, di antaranya Juwono Sudarsono, Pengamat politik, dosen
Pengamat politik, dosen
Arbi Sanit
, Maswadi Rauf, dan Isbodroini Suyanto.

Sebagai pengamat ilmu politik, Ibu Mir sering mengoreksi kekuasaan dengan cara yang sopan namun tetap kritis. Salah satu yang bersejarah adalah ketika bersama Rektor UI Prof Dr dr Asman Boedisantoso dan rekan-rekan Rektorat UI menemui Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
di Jalan Cendana tanggal 16 Mei 1998. Ketika itu dalam situasi politik telah panas, menyampaikan hasil Simposium Kepedulian UI terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia. Berhubung Ibu Mir sudah sangat senior, dialah yang membacakan hasil simposium itu di hadapan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
. Intinya, mereka menyarankan agar Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
dengan sukarela lengser ing keprabon.

Butir pertama yang dibacakan Ibu Mir berbunyi, "Menyambut baik kesediaan Bapak (Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
) untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden...". Namun, kalimat tambahan "mendesak agar dilaksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya" batal da bacakan.

Tak lama setelah itu, Ibu Mir mundur dari berbagai kegiatan politik, termasuk dari jabatan Wakil Ketua Komnas HAM yang dijabatnya sejak tahun 1994. Memilih melanjutkan pengabdian dari ruangan kerja berjendela geser yang terbuka menghadap ruang makan itu.

Keberhasilan Ibu Mir dalam karirnya tak terlepas dari dorongan orang tuanya, Saleh Mangundiningrat dan Isnadikin Citrokusumo. Bersama saudara-saudaranya didorong untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Mereka pun berhasil menjadi putera-puteri bangsa yang berguna. Kakaknya, Soedjatmoko, merupakan salah seorang pemikir Indonesia modern. Adiknya, Nugroho Wisnumurti, pernah menjadi Duta Besar RI untuk PBB dan kakak Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
nya, Siti Wahyunah (Poppy), menikah dengan Perdana Menteri RI Pertama (1945-1947)
Perdana Menteri RI Pertama (1945-1947)
Sutan Syahrir
.

Miriam menerima Bintang Mahaputra Utama tahun 1998 dan Doktor Kehormatan Ilmu Politik dari UI (1997) dan menerima Bintang Jasa Utama Pengabdian kepada Republik Indonesia selama Masa Perjuangan Kemerdekaan (1995). e-ti/dap

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 08 Jan 2007  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Takkan Berhenti Menolong Orang Menyanyi Penuhi Panggilan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kita akan mengetahui tentang masalah pembagian harta warisan berserta hal-hal lain di dalamnya yang masih bersangkutan dengan masalah harta warisan. Buku ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh yang memudahkan pembaca untuk mengetahui, mempelajari serta menerapkannya secara otodidak.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: