WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Mandor Pasar Modal dan Politik

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Mandor Pasar Modal dan Politik
Marzuki Usman | TokohIndonesia.com | rpr-tempo

Pria kelahiran 30 Desember 1943 asal Mersang, 160 kilometer dari Jambi arah ke Padang ini dikenal sebagai praktisi ekonomi yang piawai. Dia mantan 'mandor' pasar modal dan menjabat beberapa posisi di bidang ekonomi dan keuangan. Mantan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Kepala BKPM (1999) dan Menteri Kehutanan (2001) ini kemudian terjun ke dunia politik.

Menteri Kehutanan RI, 2000–2001
Lihat Curriculum Vitae (CV) Marzuki Usman

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Marzuki Usman

QR Code Halaman Biografi Marzuki Usman
Bio Lain
Click to view full article
Anies Baswedan
Click to view full article
Imam Bonjol
Click to view full article
Ubiet
Click to view full article
Adang Surahman
Click to view full article
Michael Bambang Hartono
Click to view full article
HOS Cokroaminoto
Click to view full article
Mahfud MD
BERITA TERBARU

Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta ini menyelesaikan pendidikan SD hingga SMA di kota Jambi. Anak keempat dari sembilan bersaudara dari ayah H. Usman Abul dan ibu Cholijah, ini ketika kelas tiga SD pernah dibelikan ayahnya buku ilmu bumi yang bergambar posisi kota-kota besar, seperti New York, London, Australia, dan lain-lain. Yang menarik, saat gambar itu ditunjukkan, Marzuki kecil menyatakan keinginannya mengunjungi kota-kota itu. Dengan enteng sang ayah menanggapi, "Kamu bisa ke sana, kalau sekolah."

Alhasil setelah menjadi pakar ekonomi melakukan keliling dunia ke mana saja dan kapan saja untuk membuktikan pernyataan profetik ayahnya tidaklah sulit bagi penulis buku "Tiga Menakbir Mimpi" tersebut. Buku yang dia luncurkan di tahun 1998 menandai hari ulang tahunnya ke-55 itu berkisah tentang Sabeni seorang anak desa yang memiliki keinginan keras untuk maju.

Tokoh rekaan Sabeni sesungguhnya adalah cerminan kepribadiaan dia yang sesungguhnya sebab semua kisahnya lebih mirip bahkan boleh dibilang sama persis dengan kisah hidup tokoh anak bangsa bernama Marzuki Usman.

Sebagai praktisi ekeonomi yang piawai, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (FE-UGM) ini merasa tidak risih ketika ditempatkan sebagai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Pariwisata, Seni dan Budaya (Menparsenibud) olah Presiden Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
BJ Habibie
di tahun 1998-1999 merangkap Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Peningkatan Investasi (Meninvest) dan Kepala BKPM tahun 1999.

Demikian pula ketika Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
mengangkatnya menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Kehutanan menggantikan Nur Mahmudi Ismail, tahun 2001.

Saat ditunjuk menggantikan Nur Mahmudi itu dia begitu yakin akan bisa menjalankan tugas menteri dengan baik sebab di tanah kelahirannya dia berasal dan hidup dari hutan. Mantan Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini menyebutkan pula cukup mengenal permasalahan kehutanan meski bukan melalui pendidikan formal.

Keyakinan itu masih ditambah keterbukaan dia menimba ilmu dari bawah yaitu para praktisi dan ahli kehutanan untuk mendukung keberhasilan pekerjaannya sebagai menteri.

Ayah lima orang anak ini memiliki wawasan dan pengalaman yang begitu luas tentang bidang ekonomi, perbankan, moneter, asuransi, investasi, pasar modal, perdagangan internasional, dan pengelolaan BUMN.

Nama dia mulai meroket ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam), tahun 1988-1992. Masa itu adalah era keemasan PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang menjadikan Marzuki Usman buah bibir di kalangan ekonom. Dia lantas dijuluki "Mandor Pasar Modal".

BEJ adalah institusi pemegang otoritas jual-beli saham yang memberi kesempatan kepada setiap perusahaan emiten untuk memperoleh modal usaha sebanyak-banyaknya lewat penjualan saham perusahaan. Teoritis, tugas emiten hanyalah menawarkan prospektus usaha ke investor di lantai bursa.

Nah, Bapepam yang dipimpin Marzuki Usman adalah pencipta sekaligus pengatur dan pengawas instrumen pasar modal agar bursa saham bergerak lincah berdasarkan aturan main yang ditetapkan.

Bursa saham bangkit sebagai sebuah produk baru kapitalis di Indonesia adalah pada era Marzuki Usman sebagai Kepala Bapepam. Karena itu, selepas dari Bapepam oleh pemerintah Marzuki dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Bursa Efek Jakarta.

Nama dia kembali muncul ke permukaan saat dipercaya sebagai Kepala Badan Analisa Keuangan dan Moneter, Departemen Keuangan tahun 1996. Selanjutnya, oleh Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Republik Indonesia Ketiga (1998-1999)
Presiden Habibie
dia ditunjuk sebagai Menparsenibud tahun 1998.

Baru, selepas Menteri Kehutanan seiring jatuhnya pemerintahan Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
Marzuki Usman terjun menjadi profesional murni sebagai Deputy Chairman pada PT Lippo E-Net Tbk, serta mulai memasuki dunia politik praktis dengan bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Menko Kesra (2004 - 2005)
Menko Kesra (2004 - 2005)
Alwi Shihab
.

Lippo E-Net sebelumnya adalah PT Lippo Life, Tbk yang berubah nama setelah di tangan Marzuki. Perubahan itu dia lakukan tanpa mengubah main business sebagai perusahaan asuransi jiwa. Tentang dia, "Ia seorang tokoh nasional yang paling unik dan istimewa," kata Billy Sindoro, Chairman Lippo E-Net, Tbk.

Perubahan nama itu didasarkan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat dan dipastikan akan sangat berpengaruh pada nilai saham perusahaan. Dia bersikukuh Lippo harus mampu menggerakkan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
teknologi informasi secepatnya sebab bila hal itu tidak diwaspadai kesempatan tersebut akan lebih dahulu diambil oleh orang luar.

"Pemikirannya yang tajam akan makin mengukuhkan implementasi strategi pengembangan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
internet dan e-commerce Lippo Life Tbk," terang Billy Sindoro, tentang sepak terjang terbaru Marzuki.

Gebrakan taktis semacam sebagai salah satu ciri khas pernah pula dia lakukan saat menjabat Menparsenibud. Untuk memulihkan pariwisata pasca kerusuhan Mei 1998 dia mengkritik tajam adaya upaya menutup-nutupi kondisi Indonesia yang sesungguhnya oleh sebagian besar pelaku usaha di bidang industri pariwisata. Termasuk oleh pejabat pemerintah di lingkungan Departemen Parsenibud, maupun oleh Dinas Pariwisata di lingkungan Pemerintah Daerah.

Dia menegaskan, Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
maupun pejabat tidak perlu merasa malu memberitahukan hal-hal buruk yang terjadi di dalam negeri kepada para wisatawan atau calon wisatawan mancanegara yang telah maupun akan datang ke Indonesia.

Keberanian Marzuki didasari fakta bahwa sesungguhnya tidak semua wilayah Indonesia mengalami rusuh sebab tempat wisata di Indonesia nyatanya tetap aman untuk dikunjungi.

"Saya tak tahu bagaimana mendobrak budaya tidak suka berterus terang ini," tegas dia ketika itu. "Selama ini kita berusaha keras menutup-nutupi barang jelek. Kita bilang saja semua aman-terkendali. Tidak ada apa-apa, semua beres."

Kepakaran Marzuki Usman di bidang ekonomi sesungguhnya tidak direncanakan. Si ayah sebelumnya berharap Marzuki menjadi dokter sebab dalam pandangan seorang dokter sekali suntik langsung dapat duit. "Ayah saya bilang, menjadi dokter itu enak. Suntik orang dapat duit," kata Marzuki menirukan ucapan ayahnya dahulu.

Karena itu setamat SMA dia langsung menuju kota gudeg Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, mendaftar ke Universitas Gajah Mada (UGM) untuk empat jurusan sekaligus: kedokteran umum, kedokteran gigi, sospol, dan ekonomi. Semua menerima dia kecuali kedokteran umum.

Marzuki akhirnya memilih jurusan ekonomi dengan alasan sederhana, biaya kuliah tergolong lebih murah untuk mahasiswa sekelas dirinya seorang anak petani yang masih hidup dalam kekurangan. Pilihan ini agaknya tidak salah, "Karena teman saya yang jadi dokter sampai sekarang masih jadi dokter Puskesmas ha...ha…ha…," gurau ayah lima orang anak ini.

Suami dari Aswarni yang dia nikahi tahun 1972 lalu pernah mencoba peruntungan di politik praktis dengan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, periode 2002-2007. Dia bahkan telah tiba pada posisi memperkenalkan diri serta memaparkan apa saja yang akan dia lakukan jika kelak terpilih menjadi gubernur. Sebelumnya dia secara arif telah mengamati apa saja permasalahan yang dihadapi oleh kota megapolitan terbesar dunia itu.

Salah satunya, dia berhasil menemukan fenomena masyarakat di Kampung Rawa, Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat harus tidur bergiliran karena keterbatasan tempat. Sementara di Gang Sentiong dia berhasil meneropong setiap orang harus membeli air untuk mandi seharga Rp 1.000. Berarti, tiap keluarga paling tidak harus mengeluarkan uang Rp 3.000-5.000 untuk sekali mandi.

"Saya tertantang untuk memecahkan masalah seperti itu," ujar pemilik gelar "Mandor Pasar Modal" ini. Sayang, dengan dukungan kuat Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
kader PKB ini kalah pamor terhadap Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Sutiyoso
yang akhirnya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. ht

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Mar 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Menghibur Sampai Jauh Menjulang Kala Berduet

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Berbagai persoalan bangsa dan khususnya TNI diulas - masalah integritas bangsa, proses reformasi, demokratisasi yang bergulir hampir tanpa kawalan nilai-nilai keindonesiaan, serta jatidiiri dan profesionalisme TNI.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: