gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Kepala BP-BRR Aceh-Nias

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Kepala BP-BRR Aceh-Nias
e-ti | rpr
Pekerjaan Utama:
Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan Reformasi (1998-1999)
Lihat CV
Nama:
Dr Ir Kuntoro Mangkusubroto
Lahir:
Purwokerto, Jawa Timur, 14 Maret 1947
Pekerjaan:
Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan Reformasi (1998-1999)
Agama:
Islam
Isteri:
Tuti Hermiatin
Anak:
Lima orang
Pendidikan:
  • S3 ITB, Ilmu Teknik bidang Ilmu Keputusan (1982)
  • S2 Stanford University, Civil Engineer (1977)
  • Stanford University, Industrial Engineer (1976)
  • S1Teknik Industri ITB (1972)
Karir:
  • Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan di Kabinet Indonesia Bersatu II
  • Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh-Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara (2005)
  • Direktur Utama PLN (2000)
  • Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan Reformasi (1998-1999)
  • Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan VII (1988)
  • Deputi Bidang Perencanaan, Badan Kordinasi Penanaman Modal (1997-1998)
  • Direktur Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi (1993-1997)
  • Direktur PT Tambang Timah (1989-1994)
  • Dirut PT Tambang Batubara Bukit Asam (1988-1989)
  • Pembantu Asisten Administrasi Menteri Sekretaris Negara RI Safaruddin Husada (1984)
  • Staf Ahli Menteri Muda UP3DN (1983-1988)
  • Dosen Jurusan Teknik Industri, ITB (1972-sekarang)
Kegiatan Lain:
  • Sekjen IA ITB periode 1987-1992
  • Ketua ITB School of Business
Alamat Rumah:
Jalan Kesemek Blok S No. 1 Kalibata Indah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telepon 021-7972248
Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CV

Mantan Menteri Pertambangan (1998-1999) ini ditetapkan sebagai Kepala BP-BRR Aceh Nias (Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara), jabatan setingkat menteri, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63/M Tahun 2005, yang ditandatangani pada hari Jumat, 29 April 2005 dan dilantik Presiden Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Sabtu 30 April 2005.

Sebagai Ketua Badan Pelaksana, pria kelahiran Purwokerto, 14 Maret 1947 yang masih menjabat Ketua ITB School of Business, ini akan tinggal dan berkantor di Banda Aceh. Sementara di Jakarta akan dibuka kantor perwakilan BRR Aceh-Nias di Nias.

Pengurus BRR Aceh-Nias berada langsung di bawah Presiden dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Masa tugas BRR Aceh-Nias selama empat tahun dan dapat diperpanjang lagi apabila diperlukan.

Sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang No 2/2005 tentang BRR Aceh-Nias, Badan Pelaksana, antara lain, bertugas merumuskan strategi dan kebijakan operasional, menyiapkan rencana dan anggaran, menyusun rencana rinci sesuai dengan rencana induk, dan melaksanakan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh-Nias.

Langkah Pertama
Seusai dilantik, Kuntoro mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukannya sebagai Kepala Badan Pelaksana BRR Aceh-Nias adalah mendengarkan aspirasi dan harapan masyarakat. Langkah itu diambil sebagai prioritas untuk memastikan apakah semua aspirasi sudah tertampung dalam rencana induk.

Menurutnya, hal Ini penting sekali untuk memastikan partisipasi optimal masyarakat dengan kekayaan nilai budayanya.

Siapa Kuntoro?
Pria kelahiran Purwokerto, 14 Maret 1947 ini dibesarkan dalam keluarga terpelajar. Ayahnya pengacara dan ibunya dosen bahasa Inggris di Universitas Sudirman, Purwokerto. Dia menjalani pendidikan SD hingga SMA di kota kelahirannya. Lalu masuk jurusan Tehnik Industri ITB dan lulus 1972.

Setelah lulus, dia langsung diangkat menjadi dosen di almamaternya. Sebagai dosen, dia pun memperdalam ilmunya di bidang industrial engineering di Stanford University (1976). Lalu mendalami bidang civil engineering di universitas yang sama (1977). Kemudian meraih gelar doktor dari ITB (1982) dengan disertasi tentang analisa keputusan.

Tak lama kemudian (1983) Kuntoro ditarik ke kantor Sekretaris Negara menjadi staf ahli menteri muda UP3DN Ginanjar Kartasasmita dan Pembantu Asisten Administrasi Menteri Sekretaris Negara RI Safaruddin Husada (1984). Lima tahun kemudian (1988) dia diangkat menjabat Direktur Utama PT Tambang Batubara Bukit Asam, Tanjung Enim, Palembang.

Setelah itu, diangkat menjadi Direktur Utama PT Tambang Timah (TT), pada Desember 1989 sampai 1994. Dalam kepemimpinannya di Tambang Timah, di mencatat prestasi untuk pertama kalinya (1991) PT Tambang Timah tidak merugi. Kuntoro berhasil memperbaiki kinerja BUMN ini dari kondisi yang sangat memprihatinkan sebelumnya.

Tingkat efisiensi BUMN yang ketika itu menampung 24 ribu karyawan sangat rendah. Sehingga ketika harga timah di pasar dunia pada 1989 merosot tajam, TT nyaris karam. Bayangkan, total utangnya mencapai 25% dari aset perusahaan yang senilai Rp 500 miliar. Namun di bawah kendalinya, TT terselamatkan, hanya dalam tempo satu tahun.

Kuntoro melakukan kebijakan restrukturisasi besar-besaran meliputi empat aspek, yakni reorganisasi, relokasi kantor pusat dari Jakarta ke Pangkal Pinang, pelepasan aset dan rekonstruksi. Dalam rangka reorganisasi, Kuntoro juga melakukan rasionalisasi. Separoh karyawan "pensiun dipercepat", tanpa menimbulkan gejolak, dari 24 ribu tinggal 12 ribu yang dipertahankan.

Keberhasilannya memimpin Tambang Timah, kemudian mengantarkannya dipercaya menjabat Dirjen Pertambangan Umum Deptamben (1993). Pemikiran-pemikirannya kemudian mewarnai kebijakan dan strategi pemerintah dalam pengembangan industri pertambangan di Indonesia.

Namun tanpa diduga, tahun 1996, dia dipecat dari jabatan itu karena kasus penambangan emas Busang, Kalimantan Timur. Saat itu, banyak orang, termasuk dirinya sendiri, memperkirakan karirnya sudah tamat. "I was finished," katanya kal itu. "Saya setuju kata 'dipecat'. Dan lebih dalam lagi, seakan kasus ini merupakan part of the mistake ada pada saya. Ini resiko dari sesuatu yang saya pegang dan percayai," katanya seperti dikutip Kompas (18/3/98).

Sikapnya yang jentel dan selalu berpikir positif serta bersikap optimis, membuat jalan karirnya tidak tamat. Bahkan terjadi kejutan dalam perjalanan karirnya. Bukan hanya dia yang merasa terkejut, tapi banyak orang terkejut, ketika Presiden Soeharto Presiden RI Kedua (1966-1988) Soeharto memintanya menjabat Menteri Pertambangan dan Energi, tahun 1998.

"Saya tidak menyangka sama sekali akan mendapat kepercayaan sebesar itu. Saya juga tidak pernah bermimpi," kata Kuntoro terharu ketika itu.

Mengapa Kuntoro begitu kaget? Karena orang yang menelpon dan memintanya menjadi menteri adalah Pak Harto sendiri. Kala itu, sking tak percaya, Kuntoro malah bertanya: "Bapak ini siapa? Kok tahu nomor telepon saya". Penelpon menjawab lembut berwibawa: "Apakah tidak kenal suara saya ya?" Oh suara Pak Harto, ia tersadar.

Kuntoro dan isteri Tuti Hermiatin bersama kelima anaknya menyukuri kejutan karir yang semula dikira sudah berhenti ternyata malah melejit itu. Apalagi hari itu, 14 Maret 1998, dia genap berusia 51 tahun. Jabatan menteri itu, tak salah, jika disebut sebagai hadiah ulang tahunnya.

Ketika Pak Harto lengser digantikan Presiden BJ Habibie, Kuntoro dipertahankan menjabat Menteri Pertambangan itu. Namun dalam pemeritnahan Preiden Abdurrahman Wahid, pencinta olah raga mendaki gunung itu melepas jabatan itu digantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, terjadi lagi suatu 'keanehan' dalam perjalanan karirinya. Disebut 'keanehan' karena dia malah 'turun pangkat' diangkat menjadi Direktur Utama PLN, 12 Januari 2000, menggantikan Adhi Satriya yang mengundurkan diri Desember 1999.

Tapi, Kuntoro tidak merasa turun jabatan. "Orang seperti saya tidak pernah punya pangkat. Dari dulu juga nggak kenal pangkat," ujarnya seusai pelantikan. ia malah merasakannya sebagai suatu kehormatan penting diberi tugas, tanggungjawab, kehormatan dan kepercayaan untuk memimpin PLN.

Presiden pasti mempunyai pertimbangan khusus dalam pengangkatan itu. Memang, Kuntoro diharapkan dapat menyelesaikan masalah PLN yang tersangkut isu KKN berkaitan dengan tarif listrik swasta dari penyedia jasa listrik Paiton I. "Para menteri Ekuin sepakat menunjuk Pak Kuntoro selain untuk membenah intern PLN juga dengan tugas khusus menyelesaikan masalah listrik swasta," kata Menteri Pertambangan dan Energi Susilo Bambang Yudhoyono, kala itu.

Setelah dia digantikan Eddie Widiono Suwondho, Maret 2001, Kuntoro mengabdikan diri sebagai Ketua ITB School of Business. Namun, tiba-tiba Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono mengangkatnya menjabat jabatan setingkat menteri sebagai Kepala BP-BRR Aceh Nias (Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara), melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63/M Tahun 2005, yang ditandatangani pada hari Jumat, 29 April 2005 dan dilantik Presiden Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Sabtu 30 April 2005. e-ti | tsl, dari berbagai sumber

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 02 Mei 2005  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Intermezzo
Pulau Jawa dikenal dengan nama JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "Pulau Padi".

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh