WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pemekik Awal Semboyan RRI

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pemekik Awal Semboyan RRI
Jusuf Ronodipuro | TokohIndonesia.com | RRI

Dia adalah angkasawan Radio Republik Indonesia (RRI) yang sarat dengan peristiwa heroik. Pria kelahiran Salatiga, 30 September 1919 itu adalah salah seorang pendiri RRI ketika zaman revolusi masih bergolak. Pemberita pertama Proklamasi 17 Agustus 1945, ini meninggal dunia dalam usia 88 tahun, Minggu 27 Januari 2008 pukul 23.30 di Jakarta.

Kepala RRI 1945-1947 dan 1949-1950
Lihat Curriculum Vitae (CV) Jusuf Ronodipuro

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Jusuf Ronodipuro

QR Code Halaman Biografi Jusuf Ronodipuro
Bio Lain
Click to view full article
Ikrar Nusa Bhakti
Click to view full article
Liem Tiang Gwan
Click to view full article
Bachtiar Chamsyah
Click to view full article
Marie Muhammad
Click to view full article
Ali Umri
Click to view full article
Ajip Rosidi
Click to view full article
Yusuf Abdulrahman

Dia adalah pemekik awal semboyan kebanggaan setiap penyiar RRI untuk "sekali di udara tetap di udara". Dia juga menjadi sumber inspirasi penciptaan lagu "Berkibarlah Benderaku" berdasar peristiwa pada malam 21 Juli 1945.

Bersama Bachtiar Lubis, dia adalah orang pertama yang membacakan isi teks Proklamasi 17 Agustus 1945 lewat radio. Dia pula yang merekam suara Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
saat membacakan teks Proklamasi Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Kemerdekaan RI
tersebut yang menjadikan rekaman itu sebagai satu-satunya dokumen audio otentik pembacaan proklamasi.

Kendati sudah sepuh namun semangat Mohamad Jusuf Ronodipuro sepertinya tidak bisa berhenti jika hanya karena alasan batasan usia. Dia tetap tidak bisa duduk lalu diam. Melainkan dia sepertinya masih bersemangat sebagai penyiar yang di jiwanya selalu terpatri semboyan "sekali di udara tetap di udara!" yang sering dia pekikkan dahulu di depan corong Radio Republik Indonesia. Ronodipuro adalah salah sseorang pendiri RRI saat bergolak zaman revolusi tempo doeloe. Antara tahun 1947 sampai 1956 dia giat di bidang penyiaran radio dan terakhir bertugas sebagai kepala RRI Jakarta.

Sebagai penyiar dia sekaligus merangkap pula sebagai pejuang di zaman revolusi. Beberapa sumber banyak menyebutkan bahwa Jusuf Ronodipuro adalah sumber inspirasi terciptanya lagu "Berkibarlah Benderaku" yang sangat herorik itu. Ceritanya bermula pada malam 21 Juli 1945 saat Ronodipuro yang ketika itu berusia 33 tahun menolak perintah di bawah ancaman senjata dari para serdadu Belanda yang meminta agar dia menurunkan bendera merah-putih yang tengah berkibar. Ancaman senjata, dia balas dengan gertak ancaman pula, "Kalau memang bendera harus turun, maka dia akan turun bersama bangkai saya!" cecar Ronodipuro yang lalu mengilhami lahirnya sebuah lagu perjuangan.

Kendati bangga sebagai pejuang dan tokoh terpenting di balik pendirian RRI, namun hari ulang tahunnya yang jatuh pada setiap tanggal 30 September adalah hari yang sangat merisaukannya. Dia, sesunguhnya berseloroh, menyebutkan bahwa selama berpuluh tahun pemerintahan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
hari ulang tahunnya selalu diperingati dengan pengibaran bendera setengah tiang. Hal itu terkait dengan peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965. PKI telah diciptakan sebagai musuh besar Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
sehingga setiap tanggal 30 September rezim selalu menghantui seluruh rakyat Indonesia dengan sebuah rasa takut sekaligus benci akan PKI.

Salah seorang yang didakwa sebagai pesakitan terkait peristiwa tersebut adalah Oemardhani yang sebelum memasuki karir militer di Angkatan Udara Republik Indonesia adalah salah satu anak buah Ronodipuro. Tidaklah heran jika sebuah buku Biografi Oemardhani yang sudah ada di tangan Ronodipuro di halaman pertamanya tertulis sebuah kalimat berbunyi "For my Boss" yang lalu diikuti paraf tokoh yang diceritakan dalam buku yakni Oemardhani. Kendati telah divonis bersalah dan dipenjara karena peristiwa 30 September 1965 hubungan antara Ronodipura dan Oemardhani terus berlanjut.

Sejak tahun 1995 tanpa alasan yang jelas dia mulai meninggalkan kebiasaan lama mau menghadiri undangan peringatan 17 Agustus di Istana Negara. Sikapnya ini agak aneh mengingat Ronodipuro bersama Bachtiar Lubis adalah orang pertama yang membacakan isi teks Proklamasi 17 Agustus 1945 lewat radio. Siaran inilah yang banyak didengar orang Indonesia dan dunia untuk mengetahui bahwa Indonesia bebas merdeka dan telah lahir sebagai sebuah bangsa baru yang berdaulat penuh. Suara Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
yang jadi dokumen audio satu-satunya untuk proklamasi adalah hasil rekaman Ronodipuro yang direkam di awal tahun 1951.

Dia hanya merasa bahwa apa yang dia sumbangkan kepada masyarakat melalui berbagai posisi tugasnya di birokrasi Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
sudah cukup. Sebagai birokrat dia memasuki masa pensiun semenjak 31 Mei 1976 setelah menempati berbagai pos di Departemen Luar Negeri dan Departemen Penerangan. Namun baginya pensiun tak berarti harus berdiam diri di rumah. Ronodipuro masih tercatat sebagai penasehat di beberapa organisasi sosial nirlaba semacam LP3ES, Yayasan Lembaga Indonesia Amerika, dan Dewan Harian Nasional Angkatan '45.

Sebuah buku saku bersampul hitam selalu dikeluarkannya bila ada orang meminta waktunya untuk bertemu.

Kehadiran lima orang cucu yang dipersembahkan oleh tiga orang anaknya telah mengisi hari-hari masa pensiun Ronodipuro menjadi berarti. Ronodipuro sepertinya tak lagi pernah merasa tak punya waktu minimal sekali dalam seminggu untuk menemani cucunya. Sama halnya pada setiap menjelang tengah malam hari hingga pukul satu dinihari saat Ronodipuro tak pernah melewatkannya untuk menikmati cerutu Romeo and Julliet atau Davidoff berbandrol Havana Kuba di ruang tengahnya.

Dia juga akan selalu melewatkan setiap pergantian malam dengan memutar musik klasik sambil menelusuri lukisan Basuki Abdullah, Soedjojono, dan Pelukis
Pelukis
Affandi
yang tergantung di dinding rumahnya. Suara bising lalu lintas di jalan Talang Betutu, depan rumahnya di Jakarta telah mengendap di embun malam. Sementara istrinya Siti Fatma Rassat selalu setia. e-ti

***

Meninggal Dunia

Berselang 10 jam setelah mantan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
wafat, M. Jusuf Ronodipuro, meninggal dunia dalam usia 88 tahun pukul 23.20 WIB Mingu 27 Januari 2008. Jusuf meninggal akibat kanker paru-paru dan stroke. Almarhum sempat dirawat di RS Pusat Angkatan Darat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Gatot Subroto
, Jakarta.

Jenazah disemayamkan di rumah duku Jalan Talang Betutu, Menteng, Jakarta Pusat. Sejumlah kerabat dan pejabat datang melayat, di antaranya Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Pertahanan (Menhan) Juwono Soedarsono dan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Negara Pemberdayaan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
(Men PP) Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, KIB (1999-2004)
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, KIB (1999-2004)
Meutia Hatta
.

Dimakamkan di TMP (Taman Makam Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
) Kalibata pukul 12.45 Senin 28 Januari 2008. Pemakaman mantan duta besar RI untuk Argentina itu dilakukan dengan upacara militer tepat pukul 13.00 dipimpin Brigjen TNI Muhammad Yusron, Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
kesehatan Ditjen Wadhan Dephan. Satu kali tembakan salvo membubung di udara.

Dia meninggalkan isteri Siti Fatma dan tiga putra dan putri. Usai pemakaman, putra sulung Jusuf, Darmawan Ronodipuro, mengatakan bahwa ayahnya meninggal dengan tenang. "Papa hanya berpesan untuk selalu menjaga Mama," ujarnya.

Dirut RRI Parni Hadi mengemukakan akan mengabadikan nama Jusuf menjadi salah satu nama ruang di kantornya karena jasa Jusuf kepada negara. "Pak Jusuf dulu sembunyi-sembunyi mengabarkan naskah proklamasi yang pagi harinya dibacakan Pak Karno di kantor radio yang telah diduduki Jepang," katanya di TMP Kalibata. Karena keberaniannya itu, lanjut Parni, Jusuf dianiaya tentara Jepang yang menjaga stasiun radio tersebut. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 28 Jan 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Pengabdian Tiada Akhir Kesetiaan Seorang Kartunis

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini memecahkan rekor MURI sebagai Buku Sulap dengan Jenis Permainan Terbanyak. Buku ini akan menjadi koleksi berharga di perpustakaan pribadi Anda.

Note: Buku langka, kondisi masih baru namun ada bagian yang sedikit terlipat.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: