WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pencetus Teknopreneurship di ITB

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pencetus Teknopreneurship di ITB
Iskandar Alisjahbana | TokohIndonesia.com | itb.ac.id

Prof Dr Ing Iskandar Alisjahbana, mantan Rektor Institut Teknologi Bandung (1977-1978) dan pencetus teknopreneurship di ITB meninggal dunia Selasa 16 Desember 2008 pukul 23.08 di Rumah Sakit Boromeus, Bandung. Bapak sistem komunikasi satelit domestik palapa kelahiran Jakarta, 20 Oktober 1931itu menderita pendarahan di bagian perutnya.

Rektor ITB (1976-1978)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Iskandar Alisjahbana

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Iskandar Alisjahbana

QR Code Halaman Biografi Iskandar Alisjahbana
Bio Lain
Click to view full article
Broery Pesulima
Click to view full article
Melli Nuraini Darsa
Click to view full article
Paulus Winarto
Click to view full article
Pramono Anung
Click to view full article
Hernowo Hasim
Click to view full article
Michael Bambang Hartono
Click to view full article
Imam Prasodjo

Ketua Majelis Wali Amanah ITB Periode 2001-2004 itu sempat dirawat ke RS Hasan Sadikin, Bandung, Selasa pagi. Namun, menurut Anna Alisjahbana, istrinya (seorang dokter spesialis anak-anak), almarhum hanya dalam kurun 21 jam dirawat, dan meningal. Sehingga Ibu Anna sangat merasa terkejut. Pakar elektronik ini meninggalkan seorang istri, Prof Anna Alisjahbana, tiga anak, yakni Andi Alisjahbana, Rian Alisjahbana, dan Bachti Alisjahbana, serta enam cucu.

Putra sulung Prof Dr Mr Sutan Takdir Alisjahbana yang dikenal egaliter dan berintegritas tinggi itu dimakamkan pada hari Rabu 17 Desember 2008 di samping makam ayahnya di Tugu, Jawa Barat. Sebelum dimakamkan, Keluarga Besar Institut Teknologi Bandung memberi penghormatan terakhir di Aula Barat ITB.

Iskandar berkulit kuning langsat dan hidung mancung ini telah kehilangan ibu (Raden Ajeng Rohani Daha) ketika berusia 4 tahun. Ayahnya, Sutan Takdir Alisjahbana, kemudian menikah lagi, dan total ia punya sembilan saudara. Seorang adiknya dari satu ibu, Sofjan Alisjahbana, memimpin Femina Group.

Ia seorang pakar elektronik penggagas tele blackboard sebuah teknologi yang bisa merekam tulisan tangan di atas papan elektronik, yang bisa dikirim ke lokasi yang jauh menggunakan gelombang radio atau televisi, sebuah teknologi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan telekomunikasi. Puncak karyanya adalah Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa yang diluncurkan 1976.

Pusat Data Tokoh Indonesia mencatat, Iskandar Alisjahbana meraih gelar Sarjana Muda dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada 1954. Kemudian meraih gelar diploma ingenieur (Dipl.Ing.) dari Sekolah Tinggi Teknik Muenchen (Technische Hochschule Muenchen), Jerman Barat (1956) dan gelar Doktor ingenieur dari Sekolah Tinggi Teknik Damstadt (Technische Hochschule Darmmstadt) di Jerman pada 1960. ingenieur dari Technische Hochschule Darmmstadt, Jerman Barat.

Pakar yang memelopori satelit Palapa, ini mengawali karir sebagai karyawan Laboratorium Pusat Siemens & Halske, Muenchen, Jerman Barat (1956-1960). Kemudian menjadi dosen dan Guru Besar Institut Teknologi Bandung sejak 1960. Sebagai dosen, ia pernah menjabat Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB (1972-1974) dan Rektor ITB (1976-1978).

Ia diberhentikan dari jabatan Rektor ITB sebelum waktunya, akibat "dukungannya" atas aksi demonstrasi mahasiswa yang melancarkan protes kepada pemerintah pada masa itu. Dinihari sebelum timbang terima, 16 Agustus 1982, rumahnya diberondong peluru oleh orang tidak dikenal. "Atap rumahnya pun ditembaki pihak tidak dikenal. Ini semua dilakukannya karena ia berpandangan mahasiswa pun perlu diperlakukan secara adil," kenang Prof Sudjana Sapiie yang menggantikannya sebagai rektor.

Dukungannya terhadap aksi mahasiswa antara lain terlihat dari seringnya ia menghadiri bahkan ikut bicara dalam diskusi-diskusi mahasiswa. Meski sering pula ia tidak sejalan dengan mahasiswa. Iskandar memang seorang tokoh sikapnya terbuka, bebas dan egalitarian.

Penulis A Satellite Communication System for Domestic and Regional Development in South East Asia, Unesco, Paris, 1964 dan Teknologi dan Perkembangan, Idayu, 1980, itu juga pernah duduk sebagai Dewan Telekomunikasi RI dan menjabat Wakil Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (1974- 1976) dan Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
PT Paparti.

Menurut Andi, putra sulung Iskandar, ayahandanya sosok yang sangat menggemari inovasi teknologi. Sangat percaya, inovasi teknologi mampu berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan daya saing bangsa.

Penggemar fotografi ini sangat giat meneliti bidang teknologi komunikasi. Gemar melakukan percobaan-percobaan di rumahnya di Jalan Ranca Bentang 12A. Para sahabat menyebutnya seorang sosok visioner yang selalu menginginkan entrepreneurship dan teknologi modern. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh sira  -  Dibuat 18 Dec 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Kiprah Politik Bermoral Dedikasi Dan Integritas Untuk Bangsa

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Rendi Suhandinata, kepala biro di sebuah instansi pemerintah, mati terbunuh secara misterius. Satu-satunya petunjuk yang ditemukan hanyalah jejak berdarah sepatu wanita yang menjurus ke sebuah lemari.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: