gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Mantan Kepala Staf TNI AU

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Mantan Kepala Staf TNI AU
e-ti | disenau
Pekerjaan Utama:
Mantan Kepala Staf TNI AU
Lihat CV
Nama:
Marsekal TNI Herman Prayitno, S.IP, MM
Lahir:
Yogyakarta, 9 Januari 1951
Jabatan:
Kepala Staf AU (Dilantik 13/2/2006-28/12/2007)
Pendidikan Umum:
  • Magister Manajemen, 2001
  • S1 Ilmu Politik Universitas Terbuka, 1996
  • SMA-B, 1969
  • SMP, 1966
  • SD, 1963
Pendidikan Militer:
  • Lemhannas KSA 2000
  • Kursus Para Dasar Khusus, 1998
  • Pendidikan Sekbang 1976
  • Akabri TNI AU, 1973
Karir:
  • Kepala Staf TNI AU, 2006-2007
  • Wakil Kepala Staf TNI AU, 2004-2006
  • Komandan Sekolah TNI, 2003-2004
  • Asisten Personil Kepala Staf TNI AU, 2003
  • Panglima Komando Operasi AU I
  • Gubernur Akademi Angkatan Udara, 2001-2002
Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CV

Marsdya TNI Herman Prayitno menjadi Kepala Staf TNI AU (Kasau) menggantikan Marsekal TNI Djoko Suyanto, dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2006). Pada kesempatan itu Marsekal TNI Djoko Suyanto juga dilantik Presiden menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto. Kemudian, dia digantikan Marsda TNI Subandrio yang dilantik Jumat (28/12/2007).

Upacara pelantikan Marsdya TNI Herman Prayitno Mantan Kepala Staf TNI AU Herman Prayitno menjadi Kepala Staf TNI AU (Kasau) dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Ketua DPR Agung Laksono, serta sejumlah pejabat lainnya. Mantan Kepala Staf TNI AD (Kasad), Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, tidak hadir dalam acara pelantikan ini.

Herman Prayitno, S.IP, MM, kelahiran Yogyakarta, 9 Januari 1951, ini diterima menjadi Calon Prajurit Taruna 1970 dan dilantik Presiden RI 1973. Selanjutnya mengikuti Pendidikan Sekbang dilantik tahun 1976 dan Kursus Para Dasar Khusus, 1998. Dalam pendidikan umum, dia meraih gelar S1Ilmu Politik dari Universitas Terbuka (1996) Magister Manajemen (S2), 2001.

Sebelum menjabat Kepala Staf TNI-AU (dilantik 13 Februari 2006), Herman menjabat Wakil Kepala Staf TNI-AU (Wakasau) sejak tanggal 24 Maret 2004. Sebelumnya, lulusan Lemhannas KSA 2000, ini menjabat Komandan Sekolah TNI, 2003-2004, Asisten Personil Kepala Staf TNI AU, 2003, Panglima Komando Operasi AU I dan Gubernur Akademi Angkatan Udara, 2001-2002.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengingatkan agar TNI tidak terseret kembali ke wilayah politik. Reformasi di TNI adalah tidak terlibatnya lagi dalam wilayah politik. Apalagi sekarang masih ada jenderal, marsekal, dan laksamana yang tergoda untuk berpolitik.

Presiden berharap roh reformasi, yang menuntut TNI netral dan terbebas dari politik praktis, dilaksanakan. Presiden tidak ingin TNI bermain api dalam kegiatan politik.

Presiden menyadari dalam masa transisi ini masih ada jenderal, marsekal atau laksamana yang tergoda untuk masuk ke wilayah politik. "Mari kita ukir sejarah, jangan sampai itu terjadi dan terulang kembali. Ada masa-masa yang memerlukan ketegaran dan netralitas segenap pimpinan TNI untuk tidak terseret kembali atau main-main api dalam kegiatan politik. Tetaplah netral. Selamatkan prajurit dan satuan TNI yang kita cintai," kata Presiden.

Selain itu Presiden meminta pimpinan TNI untuk memperhatikan kesejahteraan prajurit yang menjadi prioritas agar kesejahteraan mereka layak sesuai kemampuan negara. Presiden meminta dilakukan pembinaan prajurit TNI dan dimodernisasi peralatan persenjataan (alutsista)

Dalam pengadaan peralatan dan modernisasi persenjataan, Presiden meminta dilakukan sesuai dengan kemampuan negara dan kebutuhan. Dalam hal pengadaannya sudah ada mekanisme dan prosedur sesuai aturan yang semuanya melalui Departemen Pertahanan. Karena itu Presiden meminta semuanya dilakukan secara transparan dan mengutamakan produksi dalam negeri.

Prioritas:Tingkatkan Kesiapan Alutsista

Marsekal Madya Herman Prayitno Mantan Kepala Staf TNI AU Herman Prayitno seusai upacara serah terima jabatan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (KSAU) dari Marsekal Djoko Suyanto Menko Polkam (2009-sekarang) Djoko Suyanto kepada dirinya, Rabu (15/2/2006) di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menyatakan akan memprioritaskan peningkatan kesiapan peralatan utama sistem persenjataan atau alutsista TNI AU dari sebelumnya sekitar 50 persen menjadi 60 persen pada tahun 2006.

Upacara serah terima jabatan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara itu dipimpin Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto Panglima TNI RI (2002) Endriartono Sutarto yang pada 20 Februari 2006 akan menyerahterimakan jabatan kepada Marsekal Djoko Suyanto.

Menurut Herman, memang kalau dilihat dari segi anggaran tidak akan cukup. Akan tetapi, dari anggaran yang ada dan ditambah rencana strategis yang telah kami susun lima tahun ke depan, TNI AU mencoba menaikkan kesiapan alutsista, khususnya pesawat, dari sebelumnya sebesar 40-50 persen menjadi 60 persen.

Saat ini tingkat kesiapan alutsista TNI, khususnya TNI AU, berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Menurut data Departemen Pertahanan, dari sekitar 258 pesawat berbagai jenis, hanya 130 unit (50,38 persen) yang siap dioperasikan.

Sedangkan dari 19 radar yang terpasang, sebanyak 17 radar (89,47 persen) siap dioperasikan, rata-rata sembilan sampai 24 jam sehari. Jumlah itu terbilang kurang jika dibandingkan dari kebutuhan sebanyak 33 unit. Sepanjang tahun 2005 Indonesia hanya berhasil mendeteksi tujuh pesawat tidak dikenal yang terbang melintasi wilayah udara RI.

Selain akibat minimnya alokasi anggaran dari pemerintah, banyak juga alutsista yang sampai sekarang masih digunakan, sudah berusia tua dan membutuhkan biaya perawatan yang lumayan tinggi. Belum lagi Indonesia pernah mengalami embargo senjata dari sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat.

Sementara mengenai personel, Herman menyatakan akan meningkatkan kualitas dengan jalan menerapkan secara konsisten sistem penilaian jasa sehingga mereka yang akan menduduki jabatan puncak benar-benar orang yang terpilih dan terseleksi dengan baik.

Menurutnya, semakin ke atas, struktur organisasi akan semakin mengecil. Akibatnya, orang yang bisa menduduki suatu jabatan memang benar-benar harus diseleksi dengan baik. Ditegaskannya, secanggih apa pun persenjataan yang kita punya, semua akan tergantung pada the man behind the gun. e-ti/tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Jan 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Intermezzo
Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas lebih dari 3,2 juta km2 dan pantainya terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh