WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Mantan Kepala Staf TNI AU

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Mantan Kepala Staf TNI AU
e-ti | disenau

Marsdya TNI Herman Prayitno menjadi Kepala Staf TNI AU (Kasau) menggantikan Marsekal TNI Djoko Suyanto, dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2006). Pada kesempatan itu Marsekal TNI Djoko Suyanto juga dilantik Presiden menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto. Kemudian, dia digantikan Marsda TNI Subandrio yang dilantik Jumat (28/12/2007).

Mantan Kepala Staf TNI AU
Lihat Curriculum Vitae (CV) Herman Prayitno

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Herman Prayitno

QR Code Halaman Biografi Herman Prayitno
Bio Lain
Click to view full article
Chrisye
Click to view full article
Dian HP
Click to view full article
Nicholas Saputra
Click to view full article
Siti Walidah Ahmad Dahlan
Click to view full article
Budiman
Click to view full article
Tuti Maryati
Click to view full article
Sultan Syarif Kasim II
BERITA TERBARU

Upacara pelantikan Marsdya TNI Herman Prayitno menjadi Kepala Staf TNI AU (Kasau) dihadiri Wakil Presiden Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
, para Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
, Ketua MPR Ketua MPR-RI 2004-2009
Ketua MPR-RI 2004-2009
Hidayat Nur Wahid
, dan Ketua DPR Menko Kesra RI 2009-2014
Menko Kesra RI 2009-2014
Agung Laksono
, serta sejumlah pejabat lainnya. Mantan Kepala Staf TNI AD (Kasad), Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, tidak hadir dalam acara pelantikan ini.

Herman Prayitno, S.IP, MM, kelahiran Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, 9 Januari 1951, ini diterima menjadi Calon Prajurit Taruna 1970 dan dilantik Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
1973. Selanjutnya mengikuti Pendidikan Sekbang dilantik tahun 1976 dan Kursus Para Dasar Khusus, 1998. Dalam pendidikan umum, dia meraih gelar S1Ilmu Politik dari Universitas Terbuka (1996) Magister Manajemen (S2), 2001.

Sebelum menjabat Kepala Staf TNI-AU (dilantik 13 Februari 2006), Herman menjabat Wakil Kepala Staf TNI-AU (Wakasau) sejak tanggal 24 Maret 2004. Sebelumnya, lulusan Lemhannas KSA 2000, ini menjabat Komandan Sekolah TNI, 2003-2004, Asisten Personil Kepala Staf TNI AU, 2003, Panglima Komando Operasi AU I dan Gubernur Akademi Angkatan Udara, 2001-2002.

Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
dalam sambutannya mengingatkan agar TNI tidak terseret kembali ke wilayah politik. Reformasi di TNI adalah tidak terlibatnya lagi dalam wilayah politik. Apalagi sekarang masih ada jenderal, marsekal, dan laksamana yang tergoda untuk berpolitik.

Presiden berharap roh reformasi, yang menuntut TNI netral dan terbebas dari politik praktis, dilaksanakan. Presiden tidak ingin TNI bermain api dalam kegiatan politik.

Presiden menyadari dalam masa transisi ini masih ada jenderal, marsekal atau laksamana yang tergoda untuk masuk ke wilayah politik. "Mari kita ukir sejarah, jangan sampai itu terjadi dan terulang kembali. Ada masa-masa yang memerlukan ketegaran dan netralitas segenap pimpinan TNI untuk tidak terseret kembali atau main-main api dalam kegiatan politik. Tetaplah netral. Selamatkan prajurit dan satuan TNI yang kita cintai," kata Presiden.

Selain itu Presiden meminta pimpinan TNI untuk memperhatikan kesejahteraan prajurit yang menjadi prioritas agar kesejahteraan mereka layak sesuai kemampuan negara. Presiden meminta dilakukan pembinaan prajurit TNI dan dimodernisasi peralatan persenjataan (alutsista)

Dalam pengadaan peralatan dan modernisasi persenjataan, Presiden meminta dilakukan sesuai dengan kemampuan negara dan kebutuhan. Dalam hal pengadaannya sudah ada mekanisme dan prosedur sesuai aturan yang semuanya melalui Departemen Pertahanan. Karena itu Presiden meminta semuanya dilakukan secara transparan dan mengutamakan produksi dalam negeri.

Prioritas:Tingkatkan Kesiapan Alutsista

Marsekal Madya Herman Prayitno seusai upacara serah terima jabatan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (KSAU) dari Marsekal Menko Polkam (2009-sekarang)
Menko Polkam (2009-sekarang)
Djoko Suyanto
kepada dirinya, Rabu (15/2/2006) di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menyatakan akan memprioritaskan peningkatan kesiapan peralatan utama sistem persenjataan atau alutsista TNI AU dari sebelumnya sekitar 50 persen menjadi 60 persen pada tahun 2006.

Upacara serah terima jabatan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara itu dipimpin Panglima TNI Jenderal Panglima TNI RI (2002)
Panglima TNI RI (2002)
Endriartono Sutarto
yang pada 20 Februari 2006 akan menyerahterimakan jabatan kepada Marsekal Menko Polkam (2009-sekarang)
Menko Polkam (2009-sekarang)
Djoko Suyanto
.

Menurut Herman, memang kalau dilihat dari segi anggaran tidak akan cukup. Akan tetapi, dari anggaran yang ada dan ditambah rencana strategis yang telah kami susun lima tahun ke depan, TNI AU mencoba menaikkan kesiapan alutsista, khususnya pesawat, dari sebelumnya sebesar 40-50 persen menjadi 60 persen.

Saat ini tingkat kesiapan alutsista TNI, khususnya TNI AU, berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Menurut data Departemen Pertahanan, dari sekitar 258 pesawat berbagai jenis, hanya 130 unit (50,38 persen) yang siap dioperasikan.

Sedangkan dari 19 radar yang terpasang, sebanyak 17 radar (89,47 persen) siap dioperasikan, rata-rata sembilan sampai 24 jam sehari. Jumlah itu terbilang kurang jika dibandingkan dari kebutuhan sebanyak 33 unit. Sepanjang tahun 2005 Indonesia hanya berhasil mendeteksi tujuh pesawat tidak dikenal yang terbang melintasi wilayah udara RI.

Selain akibat minimnya alokasi anggaran dari pemerintah, banyak juga alutsista yang sampai sekarang masih digunakan, sudah berusia tua dan membutuhkan biaya perawatan yang lumayan tinggi. Belum lagi Indonesia pernah mengalami embargo senjata dari sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat.

Sementara mengenai personel, Herman menyatakan akan meningkatkan kualitas dengan jalan menerapkan secara konsisten sistem penilaian jasa sehingga mereka yang akan menduduki jabatan puncak benar-benar orang yang terpilih dan terseleksi dengan baik.

Menurutnya, semakin ke atas, struktur organisasi akan semakin mengecil. Akibatnya, orang yang bisa menduduki suatu jabatan memang benar-benar harus diseleksi dengan baik. Ditegaskannya, secanggih apa pun persenjataan yang kita punya, semua akan tergantung pada the man behind the gun. e-ti/tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Jan 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Seniman Legendaris Yang Menginspirasi Ruang Ruang Cak Tarno

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Jusuf Kalla

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Apakah kamu pencinta wisata kuliner yang rindu akan makanan khas daerah asal? Atau mungkin kamu ingin merasakan berbagai makanan khas daerah Nusantara?

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: