WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kontributor Politik Nasional

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Kontributor Politik Nasional
Harry Tjan Silalahi | tokohindonesia.com-hotsan

Wakil Ketua Dewan Direktur dan Anggota Dewan Kehormatan sebuah lembaga pengkajian bernama CSIS (Center For Strategic & International Studies) ini dikenal luas sebagai peneliti senior bidang politik, budaya dan pertahanan. Sejak awal tahun 50-an, ia mulai aktif memberikan kontribusi dalam dunia politik nasional dan banyak menulis di berbagai surat kabar dan buku.

Pendiri Universitas Trisakti (1966)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Harry Tjan Silalahi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Harry Tjan Silalahi

QR Code Halaman Biografi Harry Tjan Silalahi
Bio Lain
Click to view full article
Arief Budiman
Click to view full article
Agus Suhartono
Click to view full article
Fadel Muhammad
Click to view full article
Panji Gumilang
Click to view full article
Tri Satya Putri
Click to view full article
Pierre Tendean
Click to view full article
Saripin Taidy

Lahir 11 Februari 1934 di Kampung Terban, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, kehidupan masa kecil Harry Tjan Tjoen Hok, anak kedua dari sepuluh bersaudara, serba sulit. Ayahnya buta huruf, ibunya penjual makanan kecil dan gudeg. Kedua orangtua itu mengharapkan Harry menjadi orang berpendidikan. Bahasa ibu yang pertama kali dia kenal bukanlah Mandarin, melainkan Jawa ngoko. Bahasa Indonesia dikenalnya di sekolah menengah lewat judul bacaan Empat Sekawan.

Awalnya Harry Tjan bercita-cita menjadi dokter. Selepas SMP St Yusuf di Dagen, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, dia masuk jurusan A (ilmu pasti) di SMA de Britto. Selain gemar berorganisasi, di sekolah ia menyenangi pelajaran sejarah, kesenian, dan ilmu kemasyarakatan. Karena sibuk berorganisasi, hal yang menjadi kegemarannya selain berpidato, dia tidak naik kelas. Dia harus pindah jurusan, ke jurusan C (ilmu sosial.

Ketika di SMA di kota kelahirannya, Harry anggota organisasi peranakan Cina, Chung Lien Hui. Di masa kepemimpinannya, organisasi ini beralih nama menjadi Persatuan Pelajar Sekolah Menengah Indonesia (PPSMI). Ia juga aktif di Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI

Setelah tamat SMA, Harry pindah ke Jakarta dan kuliah di Fakultas Hukum dan Ilmu Kemasyarakatan Universitas Indonesia, hingga lulus tahun 1961. Pilihan ke fakultas hukum pun, katanya, dipengaruhi oleh pernyataan Muhammad Yamin di tahun 1946, yang menolak diadili Pemerintah Indonesia karena Republik Indonesia masih memakai hukum Belanda.

Semasa kuliah di Jakarta, ia menjadi Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
, sekaligus menjadi guru sekolah dasar dan kepala sekolah menengah pertama (SMP). Ia juga aktif di perkumpulan Sin Ming Hui, dan Perkumpulan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Giat di bidang sandiwara, ia pernah main dalam Taufan arahan Sineas Perfilman
Sineas Perfilman
Teguh Karya
, malah pernah menyutradarai Mawar Hutan. Selepas fakultas hukum, ia bekerja beberapa tahun di sebuah perusahaan minyak asing di Pekanbaru. Ia kemudian terpilih sebagai Ketua PMKRI. Pada tahun 1964-1971, ia duduk sebagai Sekretaris Jenderal Partai Katolik yang diketuai Frans Seda. Dalam posisi sekjen itulah Harry menjadi anggota DPR-GR/MPRS sampai tahun 1971.

Namanya mulai terkenal setelah aktif memimpin pengganyangan G-30-S/PKI, dan menjadi Sekjen Front Pancasila. Giat dalam gerakan pembauran, aktivitasnya di Partai Katolik mengantarkan ia ke kedudukan sebagai ketua, hingga peleburan ke dalam Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Pada saat itulah ia memperoleh marga Silalahi lewat persahabatannya dengan Abe, alias Albertus Bolas Silalahi, yang juga pernah memimpin Partai Katolik. Harry sebagai sekjen pengurus pusat, dan Abe ketua di Tapanuli Utara.

Waktu itu, AB Silalahi mempunyai saudara yang merantau ke Pulau Jawa dan tidak pernah kembali. Harry "ditemukan" AB Silalahi sebagai pengganti saudaranya yang hilang itu, yang dianggap telah kembali dan diberi marga silalahi berikut segala hak karena gelar itu. Ia dianggap keluarga penuh yang mempunyai orangtua, kakak, adik, keponakan, juga sawah dan ladang. Kedua anak Harry juga diberi nama dengan marga silalahi.

Usai pemilu 1971, Harry tidak lagi giat di dunia kepartaian. Ia memilih kegiatan di CSIS dan Yayasan Pendidikan Trisakti. Di yayasan ini ia mengetuai bidang kemasyarakatan.

CSIS menurut Harry, berkeinginan menjadi think tank berbagai persoalan bangsa. Ia menyangkal mentah-mentah bila CSIS dikesankan berhubungan langsung dengan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
apalagi menjadi dapurnya Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
. Menurutnya, sejak awal CSIS tidak pernah jadi think tank untuk satu partai apa pun.

Harry juga menolak pernyataan pamor CSIS menyurut. Yang dia akui, CSIS semakin inklusif. Ini pun sebuah hasil perjuangan yang dirajut bertahun-tahun. Sejak awal berdiri, CSIS tak dikembangkan sebagai lembaga eksklusif. Selain sejumlah nama orang Katolik dan Cina, ada juga Daoed Joesoef, Barlianta Harahap, dan lain-lain, apalagi sekarang.

Hari-hari ini CSIS, sebagai lembaga pengkajian, tetap dikunjungi banyak orang. Diskusi, seminar, ataupun acara bedah buku tetap dihadiri banyak orang. Perpustakaan dengan lebih dari 50.000 eksemplar buku setiap hari dikunjungi 100-150 orang. Dengan sekitar 130 karyawan, 50 di antaranya analis dan sepertiga dari mereka adalah doktor lulusan luar negeri, CSIS tetap diperhitungkan. Harry mengatakan bahwa mereka dilatih untuk bekerja tanpa pamrih dan tidak menjadi penjual gagasan atau orang ke pemerintahan.

Di usianya yang ke-70 bulan Februari 2003 ini, ia ia mengaku bahagia karena bisa menimba banyak ilmu kehidupan dari orang-orang dekatnya. Tidak hanya dari kedua orangtuanya, mantri pembantu dokter mata terkenal Yap Hong Tjoen (Yap senior), dari refleksi keagamaan yang dianut dan pergaulan banyak orang, tetapi terutama juga dari rekan-rekan di Centre Strategic for International Studies (CSIS). Ia mengakui bahwa CSIS telah membuat dirinya terus-menerus muda.

Bukan hanya itu, wayang pun memperkaya dan membentuk sosok Harry Tjan Silalahi. Di kamar kerjanya, tokoh Sukrosono, adik Sumantri dalam lakon Sumantri-Sukrosono, ditempatkan dalam pigura besar. Baginya tokoh Sukrosono memberikan teladan kesetiaan yang patut ditiru. Menonton wayang juga membuatnya terkenang sebagai anak Tionghoa di tahun 40-an bertelanjang kaki bersama teman-teman sekampung nglurug nonton wayang ke mana-mana.

Sehari-hari ia bersama mereka cebar-cebur di Kali Code, yang mengalir deras di samping rumahnya. Tak ada perasaan sebagai "anak Cina". "Lingkungan saya adalah anak Jawa kampung," katanya.

Menikah dengan Theresia Marina Gani (almarhumah), dosen sastra Inggris FS UI, Harry dianugerahi dua anak, Herman dan Harin. Pada tahun 1996, ia menikahi Theresa Catharina Jing Liong dari Selandia Baru. Mengomentari pernikahan keduanya, Harry bilang "Love in the afternoon," cinta senja hari.

Hingga kini, penggemar olah raga renang ini masih melakukan lari pagi, atau bersepeda. Ia juga masih tetap senang membaca, ia pengagum Dr. Mendirikan Indische Partij (1912)
Mendirikan Indische Partij (1912)
Cipto Mangunkusumo
, Ki Hajar Dewantoro, Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
, Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
Proklamator, Wakil Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1956)
Bung Hatta
, juga Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
. e-ti | atur

***TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Feb 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Pembuka Momen Buka Bukaan Si Kancil Pengubah Sejarah

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb
Warisan yang paling berharga dalam kehidupan ini adalah lahirnya seorang bayi. Selamat berjuang untuk cepat hamil.
KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: