Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Paus Sastra Indonesia

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Paus Sastra Indonesia
    e-ti
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Sejarah mencatat, sepanjang hidupnya HB Jassin menumpahkan perhatiannya mendorong kemajuan sastra-budaya di Indonesia. Berkat ketekunan, ketelitian dan ketelatenannya, ia dikenal sebagai kritisi sastra terkemuka sekaligus dokumentator sastra terlengkap. Kini, kurang lebih 30 ribu buku dan majalah sastra, guntingan surat kabar, dan catatan-catatan pribadi pengarang yang dihimpunnya tersimpan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

    QR Code Halaman Biografi HB Jassin
    • biografi tokoh indonesia hb jassin
    • hb yasin sastrawan
    • biografi HB jassin
    • biografi hb jassin
    • siapa paus sastra indonesia
    • biodata h.b jassin
    • biografi tokoh sastra indonesia
    • biografi sastrawan lama
    • biografi h.b jassin
    • biografi hb. jassin
    • puisi lama menurut para ahli dan tokoh
    • H.B. Jassin: Paus Sastra Indonesia
    • biografi h b jassin
    • tokoh biografi di bidang sastra
    • biografi H.B Jassin
    • karya yg melegenda H.B Yassin
    • sastrawan h.b jassin
    • contoh biografi tokoh sastrawan indonesia
    • biografi hb yasin
    • biografi sastrawan indonesia yang masih hidup
    • biografi sastrawan hb jassin
    • biografi tokoh sastrawan indonesia

    Begitu besarnya pengaruh HB Jasin di antara kalangan sastrawan, Gajus Siagian (almarhum) menjulukinya "Paus Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    sastra Indonesia
    ". Saat itu berkembang suatu 'keadaan' dimana seseorang dianggap sastrawan yang sah dan masuk dalam 'kalangan dalam' bila Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    HB Jassin
    sudah 'membabtisnya'. Meski kedengarannya berlebihan namun begitulah adanya.

    Saat itu, ada beberapa pengarang yang lama berada di 'kalangan luar' sebelum akhirnya diakui masuk dalam 'kalangan dalam' seperti Motinggo Busye, Marga T yang aktif produktif mengarang, dan penulis novel-pop lainnya. Padahal karya-karya mereka cukup baik, berseni dan bernilai bernas. Mereka lama berada di 'kalangan luar' karena "pengaruh besar kepausan" Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    HB Jassin
    . Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    HB Jassin
    jugalah yang menobatkan Penyair Legendaris Indonesia
    Penyair Legendaris Indonesia
    Chairil Anwar
    sebagai pelopor Angkatan '45. Lebih dari 30 tahun, julukan itu disandangnya.

    Jassin rajin dan tekun mendokumentasikan karya sastra, dan segala yang berkaitan dengannya. Dari tangannya lahir sekitar 20 karangan asli, dan 10 terjemahan. Yang paling terkenal adalah Gema Tanah Air, Tifa Penyair Legendaris Indonesia
    Penyair Legendaris Indonesia
    penyair
    dan Daerahnya, Kesusasteraan Indonesia Baru Masa Jepang, Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai (empat jilid, 1954-1967) dan tafsir Alquran dalam buku Qur'an Bacaan Mulia. Pada saat ulang tahunnya ke-67, PT Gramedia menyerahkan ''kado'' buku Surat-Surat 1943-1983 yang saat itu baru saja terbit. Di dalamnya terhimpun surat Jassin kepada sekitar 100 sastrawan dan seniman Indonesia.

    Jassin memulai dan meneruskan kariernya dari banyak membaca. Lahir 31 Juli 1917 di Gorontalo, Sulawesi Utara, anak kedua dari enam bersaudara ini berayahkan seorang bekas kerani BPM yang ''kutu'' buku. Jassin mulai gemar membaca tidak lama setelah duduk di bangku HIS (SD). ''Waktu itu, cara membangkitkan minat baca murid sangat bagus,'' tuturnya tentang sekolah yang mengajarkannya teknik mengarang dan memahami puisi. Teknik mengarang dan memahami posisi sudah dipelajarinya sejak masih duduk di HIS (SD). Di HBS Medan -- saat ikut ayahnya yang pindah ke BPM Pangkalanbrandan, Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
    Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
    Sumatera Utara
    -- ia mulai menulis kritik sastra, dan dimuat di beberapa majalah.

    Bekerja di kantor Asisten Residen Gorontalo seusai HBS -- tanpa gaji -- memberinya kesempatan mempelajari dokumentasi secara baik. Tetapi, belakangan Jassin menerima tawaran Sutan Takdir Alisjahbana, waktu itu redaktur Balai Poestaka, bekerja di badan penerbitan Belanda itu, 1940. Di sana ia juga berkarya sebagai penulis cerpen dan sajak.

    Tak lama kemudian ia beralih ke bidang kritik serta dokumentasi sastra. Adalah Sastrawan
    Sastrawan
    Armijn Pane
    yang mengajarinya membuat timbangan buku dengan lebih baik. Inilah awal jabatannya sebagai redaktur berbagai majalah sastra dan budaya, seperti Pandji Poestaka dan Pantja Raja, lalu setelah Indonesia merdeka, di Mimbar Indonesia, Zenith, Kisah, Sastra, Bahasa dan Budaya, Buku Kita, Medan Ilmu Pengetahuan, dan Horison.

    Bekas Lektor Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    sastra Indonesia
    Modern Fakultas Sastra UI ini tetap belajar sambil mengajar. Gelar sarjana sastra diraihnya pada 1957, dan doktor honoris causa, delapan belas tahun kemudian -- keduanya di FS UI. Ia juga sempat mendalami ilmu perbandingan sastra di Universitas Yale, AS. Ia menguasai bahasa Inggris, Belanda, Prancis, dan Jerman.

    Ada kisah unik saat ia menempuh pendidikan di UI. Saat itu, HB Jassin merangkap sebagai mahasiswa dan mahaguru sekaligus. Ketika kuliah sastra-lama, terutama mata pelajaran Jawa Kuno, Sanskerta, HB Jassin menjadi mahasiswa, tekun duduk bersama mahasisawa lainnya dan penuh perhatian pada matakuliahnya. Tetapi begitu berganti matakuliah Sastra Modern, Masa Kekinian, HB Jassin berdiri dan maju ke depan, berdiri di podium lalu memberi kuliah, karena memang sebagai doktor Sastra Modern.

    Jadi dalam satu hari pada dua matakuliah, ia sekaligus bisa menjadi mahasiswa dan bisa menjadi mahaguru. Pada masa itu, orang seperti dia masih sangat langka. Ia memberikan teladan kepada para mahasiswa dengan rajin belajar, tekun, teliti dan sungguh-sungguh.

    HB Jassin terbilang bukan orang yang ahli berdebat atau ahli berbicara di depan umum. Ia adalah orang yang menulis, berpikir lalu menuliskannya, tekun, rajin, dan berhati-hati. Seringkali saat diajak berdebat di depan forum resmi, ia tidak meladeninya. Karena itu pula pada banyak kesempatan pada beberapa kali simposium sastra-budaya, konggres, konferensi, seminar, dia selalu menolak untuk berbicara yang sifatnya akan ada perdebatan.

    Pria yang tidak suka berdebat ini tidak bisa bersepeda. Ia lebih sering jalan kaki meski ada kalanya naik bis, becak dan kendaraan umum lainnya. Mungkin karena kebiasaannya itu ia panjang umur dan selalu dalam keadaan sehat pada zamannya.

    ''Wali Penjaga Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin
    sastra Indonesia
    '' -- julukan dari ahli sastra Indonesia Prof. A.A. Teeuw -- ini pernah terganyang dan dikecam. Setelah menandatangani Manifes Kebudayaan (''Manikebu''), ia dituding oleh kelompok Lekra sebagai anti Soekarno. Akibatnya, ia dipecat dari Lembaga Bahasa Departemen P & K dan staf pengajar UI.

    Namun, HB Jassin mampu bersikap jujur. Mengomentari buku Pramudya Ananta Toer, Bumi Manusia, ia menilainya tidak mengandung hal-hal yang melanggar hukum. Pelarangan terhadap buku itu lebih banyak karena dikarang oleh bekas tokoh Lekra.

    Cerpen Ki Panji Kusmin, Langit Makin Mendung, yang dimuat HB Jassin dalam Sastra, 1971, sempat dianggap ''menghina Tuhan''. Di pengadilan, ia diminta mengungkapkan nama Ki Panji Kusmin sebenarnya. Permintaan ditolaknya. Akibatnya, HB Jassin dihukum satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

    Kritik sastranya bersifat edukatif dan apresiatif serta lebih mementingkan kepekaan dan perasaan daripada teori ilmiah sastra. Hasil dokumentasinya lebih dari 40 tahun -- termasuk 30 ribu buku dan majalah sastra, guntingan surat kabar, dan catatan-catatan pribadi pengarang -- telah dihimpun dan disimpan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Komponis
    Komponis
    Ismail Marzuki
    , Jakarta.

    Pria gemuk pendek ini menikah tiga kali. Istri pertama, Tientje van Buren, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    wanita
    Indo yang suaminya orang Belanda yang disekap Jepang, pisah cerai. Lalu Arsiti, ibu dua anaknya, meninggal pada 1962. Sekitar 10 bulan kemudian ia menikahi gadis kerabatnya sendiri, Yuliko Willem, yang terpaut usia 26 tahun. Yuliko juga memberinya dua anak. Dari kedua istri ini, ia memiliki empat anak, yakni Hannibal Jassin, Mastinah Jassin, Yulius Firdaus Jassin, Helena Magdalena Jassin, 10 orang cucu, dan seorang cicit.

    Ia meninggal pada usia 83 tahun, Sabtu dini hari, 11 Maret 2000 saat dirawat akibat penyakit stroke yang sudah dideritanya selama bertahun-tahun di Paviliun stroke Soepardjo Rustam Rumah Sakit Mendirikan Indische Partij (1912)
    Mendirikan Indische Partij (1912)
    Cipto Mangunkusumo
    (RSCM) Jakarta. Sebagai penghormatan, ia dimakamkan dalam upacara kehormatan militer "Apel Persada" di Taman Makam Lihat Daftar Pahlawan Nasional
    Lihat Daftar Pahlawan Nasional
    pahlawan
    Nasional Kalibata, Jakarta.

    ***

    Apa Kata Mereka
    Kalangan sastra melihat HB Jassin sebagai pendokumentasi sastra yang sangat ulung dan sangat tekun. Menurut pengarang Budi Darma, peran Jassin sangat penting apalagi mengingat masyarakat Indonesia yang abai terhadap soal-soal dokumentasi dan kesadaran sejarahnya sangat rendah. Akibatnya banyak yang cenderung mengulang-ulang. Tambahnya ketika dihubungi di Surabaya, "ia juga kritikus sastra formal yang pertama. Sebelumnya seperti Sutan Takdir Alisjahbana, Armiyn Pane atau Wakil Pemerintah RI untuk Langkat yang berkedudukan di Binjai (1945-1946)
    Wakil Pemerintah RI untuk Langkat yang berkedudukan di Binjai (1945-1946)
    Amir Hamzah
    lebih banyak menulis puisi atau novel."

    Penyair Legendaris Indonesia
    Penyair Legendaris Indonesia
    penyair
    Sapardi Djoko Damono menilai, dewasa ini banyak orang sekaliber HB Jassin, bahkan melebihinya. "Tetapi orang yang setia pada sastra seperti Pak Jassin tidak ada lagi. Selama 60 tahun hanya itu pekerjaannya," ujar Sapardi yang pernah menjadi editor pada buku HB Jassin 70 Tahun, terbitan PT Gramedia tahun 1987.

    Menurut sejarawan Taufik Abdullah, HB Jassin adalah tokoh yang luar biasa dalam bidang sastra karena bisa memperkenalkan sastra kepada anak muda tahun 1950-an, yang sulit ditemui pada zaman sekarang. Yang lebih penting lagi, HB Jassin adalah pemelihara dokumentasi sastra terpenting di Indonesia. Tambahnya, "Dengan itu kita bisa menulis lebih baik."

    Mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta Dr Salim Said berpendapat, HB Jassin adalah pencari bakat terbesar yang dimiliki Indonesia. Dia pula satu-satunya sastrawan Indonesia yang diakui pemerintah dalam bentuk anugerah Bintang Mahaputera, sehingga HB Jassin dimakamkan secara militer. Ia menilai HB Jassin banyak menemukan pengarang-pengarang muda berbakat yang dia dorong untuk menjadi pengarang.

    Kalangan seniman yang lebih muda pun tetap merasakan jasa Jassin. Penyair Legendaris Indonesia
    Penyair Legendaris Indonesia
    penyair
    Dorothea Rosa Herliany (37) yang ditanya di Magelang, Jawa Tengah, mengaku tersentuh oleh sikap Jassin yang dalam keadaan sakit masih memperhatikan cerpen-cerpen anak muda.

    Kepada Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    , Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Gus Dur
    berkata, "Saya dibesarkan dalam tulisan beliau di Mimbar Indonesia dan beberapa buku. Saya menghormati beliau, karena beliau adalah raksasa tempat kita berutang kepadanya." Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Gus Dur
    mengaku terkesan dengan tulisan asli HB Jassin berjudul Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei, yang pertama kali diterbitkan tahun 1954. mlp

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 18 Jun 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, baru disimpan Pemerintah RI setelah sebelumnya diserahkan oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, ia menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us