WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Mantan Mendikbud 1985-1993

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Mantan Mendikbud 1985-1993
e-ti | tempo

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Fuad Hassan meninggal dunia Jumat 7 Desember 2007 pukul 15.40 di RS Cipto Mangunkusumo. Pria kelahiran Semarang 26 Juni 1929 itu meninggal akibat komplikasi beberapa penyakit. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl Brawijaya X/2 Kebayoran Baru, Jakarta.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1985-1993)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Fuad Hasan

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Fuad Hasan

QR Code Halaman Biografi Fuad Hasan
Bio Lain
Click to view full article
Ignatius Slamet Rijadi
Click to view full article
Abdul Radjak
Click to view full article
Didik J Rachbini
Click to view full article
Munir
Click to view full article
Agung Laksono
Click to view full article
Christopher Abimanyu
Click to view full article
Tatang Setiadi
BERITA TERBARU

Gesekan Biola Mendikbud 1985-1993

Prof Dr Fuad Hasan, Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
P&K - Mendikbud) Kabinet Karya Pembangunan IV dan V (1985-1993), tak pernah bercita-cita jadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
. Pria kelahiran Semarang, 26 Juni 1929, ini semasa kecil, malah ingin menjadi Konduktor, komposer, dan produser
Konduktor, komposer, dan produser
konduktor
. Dia piawai menggesek biola, mengikuti darah seni ayahnya, Ahmad Hassan pemain mandolin.

Anak kedua dari empat bersaudara terbilang nakal saat masih SD sampai SMA di Solo. Dia sering membolos untuk main biola. Berangkat dari rumah membawa tas sekolah, tapi sering singgah ke rumah tetangga untuk mengambil biola, lalu ke RRI. Kenakalan ini akhirnya ketahuan sama sang ayah, tetapi tidak dimarahi. Ayahnya yang berpaham liberal memberi kebebasan kepada anak-anaknya untuk menekuni cita-cita, apa saja baik, asal jangan setengah-setengah.

Bermaksud mengasah kemampuan musiknya, pada 1950 Fuad berangkat ke Jakarta untuk mengikuti tes masuk sekolah musik di Roma, Italia. Tapi niat itu urung karena pengaruh temannya. Dia juga melihat orang yang main musik puluhan tahun, tapi tak ada yang menggubris. Hal itu membuatnya mengurungkan niat jadi musikus profesional.

Akhirnya, Fuad tidak jadi ke Roma. Dia memilih masuk Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), lulus 1958. Kemudian belajar filsafat ke Universitas Toronto, Kanada, 1962. Setelah itu, Fud meraih gelar doktor dari UI (1967), dengan disertasi berjudul Neurosis sebagai Konflik Eksistensial. Kemudian dia menjadi guru besar (profesor) Fakultas Psikologi UI (FPs- UI).

Fuad mengawali karir sebagai Asisten pada Balai Psikoteknik Departemen P & K (1952- 1956). Kemudian menjadi Asisten Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran UI (1956-1958). Tahun 1965 menjadi Tenaga Ahli diperbantukan pada Koti G-5 dan Anggota Tim Ahli bidang Politik Staf Presiden (1966-1968).

Selain dosen (guru besar) di Fakultas Psikologi UI, Fuad juga meluangkan waktu menjadi Dosen Seskoad, Seskoal dan Lemhanas (1966-1976). Sebagai dosen, Fuad dikenal dekat dengan mahasiswa. Tahun 1968-1970, berkiprah politik praktis di Senayan sebagai Anggota DPR/MPR-RI. Setelah itu, Fuad diangkat menjabat Dekan Fakultas Psikologi UI, merangkap Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Lembaga Studi Strategis Dewan Pertahanan Keamanan Nasional (1972-1976).

Kemudian, dia dipercaya menjabat Duta Besar RI untuk Mesir, merangkap Sudan, Somalia, dan Jibouti (1976-1980). lalu menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Luar Negeri (1980-1985) merangkap Anggota MPR-RI (1982-1987).

Karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Nugroho Notosusanto meninggal dunia, Prof Dr Fuad Hassan dipercaya Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
menggantikannya meneruskan periode Kabinet Karya Pembangunan IV (1985-1988), dilantik 30 Juli 1985. Kemudian dia dipercaya kembali memimpin Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Karya Pembangunan V (1988-1993).

Saat hari pertama masuk kantor sebagai menteri, dia menegaskan tidak mengganti perabotan ruang kerja pendahulunya. Tdak diubah sedikit pun. Hal ini mencerminkan kebijakannya mencanangkan ''stabilitas kurikulum'' sampai akhir Pelita IV. Fuad ingin membuang konotasi 'ganti menteri ganti kurikulum. ''Gonta-ganti sistem dan kurikulum akan banyak menimbulkan keresahan masyarakat, anak didik, juga para guru,'' katanya sebagaimana dikutip Tempo.

Fuad juga segera membenahi administrasi untuk menghilangkan Siap. Forum Pendidikan dan Kebudayaan pun dibentuk, yang anggotanya tokoh- tokoh pendidikan dan kebudayaan di masyarakat. Forum inil dioptimalkan untuk menumbuhkan gagasan, sekaligus menampung kecaman, kritik, untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan.

Pria yang menikah dengan Tjiptaningroem (dosen di Fakultas Sastra UI) tahun 1958 dan dikaruniai dua anak, juga membenahi pendidikan nonformal, mengefisienkan promosi doktor, jaminan guru, mengatasi perkelahian antarpelajar dan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
skripsi pun dikecamnya. Di bidang seni, ia ingin membuat galeri nasional, yang memajang karya seni bangsa.

Hari-hari senggangnya sering diisi dengan menyalurkan hobinya menggesek biola. Walaupun dia tidak punya jadwal khusus untuk main biola. Namun, kalau sudah main biola, dia bisa melepas segalanya dan lupa segalanya, hingga pernah lupa ke kantor saking asyiknya. Dia memang seorang pemimpin yang bersahaja, yang menikmati hidup apa adanya, sebagai rahmat dari Tuhan yang Maha Kuasa. e-ti/tsl, sumber pdat.co.id

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Dec 2007  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Anggota Bpk 2004 2009 Vonis Tak Terlibat Bom Bali

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: