-
-
BIOGRAFI
-
Dr.Fridolin Ukur seorang pendeta penyair. Syair-syair mantan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (Sekum PGI) kelahiran Tamiyang Lajang, 5 April 1930, ini sarat dengan tema kemanusiaan (cinta kasih) dan keagungan Tuhan. Pendeta emiritus Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang suka memakai kopiah ini meninggal di Jakarta, 26 Juni 2003.
- biografi tokoh indonesia fridolin ukur
- puisi fridolin ukur
- zending di tamiang layang
- puisi pdt fridolin
Sebelum manjadi pendeta, Fridolin memulai karir sebagai Tentara Nasional Indonesia (1946-1950). Pernah jadi anggota Divisi IV ALRI (kini TNI AL), kemudian masuk TNI-AD hingga berpangkat pembantu letnan. Setelah menyelesaikan sekolah pendeta di Sekolah Tinggi Teologi, Jakarta (1956), ia ditahbiskan menjadi pendeta.
Dari sumber yang diperoleh TokohIndonesia.Com dari Gereja Kristen Evangelis (GKE), PGI dan BPK Gunung Mulia, Fridolin pertama kali bertugas sebagai Pendeta Mahasiswa (1956-1958). Kemudian melayani sebagai Pendeta Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (1958-1959) dan Dosen Akademi Teologi (1959-1970) serta staf di Lembaga Penelitian dan Studi (LPS) DGI. Tahun 1984-1989, ia dipilih menjabat Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Selepas itu, ia menjabat Rektor Akademi Teologi Gereja Kristen Evangelis (GKE) dan menjadi Pendeta Emiritus Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) hingga akhir hidupnya. Ia juga pernah aktif sebagai Direktur Yayasan Komunikasi Massa (Yakoma) dan acap tampil mengisi acara kebaktian di RRI dan TVRI.
Fridolin Ukur, seorang pendeta yang suka memakai kopiah. Ia seorang pendeta yang humoris dan dekat dengan anak muda. Seorang pendeta yang tidak hanya larut dalam upaacara ritual, tepai juga menjadi garam dalam dunia kemanusiaan dan masalah sosial.
Sebagai penyair, Fridolin termasuk penyair Angkatan '66. Syair-syairnya banyak diterbitkan di berbagai media massa. Terakhir, juga diterbitkan dalam satu buku berjudul Wajah Cinta (BPK Gunung Mulia, 2003). Puisi-puisi yang ada dalam buku ini merupakan hasil perenungan dan kisah perjalanan hidup yang dikumpulkan sekian lama.
Kata demi kata dijalin. Kalimat demi kalimat diuntai menjadi satu nada, satu irama, berjiwa dan bermakna. Ungkapan hati, jiwa dan perasaaan dituturkan secara apik dan menyentuh hati. Rasa syukur, cinta, keagungan Tuhan, kepasrahan diri, kasih Tuhan, dan kasih kepada sesama tertuang melalui kata-kata yang sederhana, namun sarat makna yang memberi kesejukan di hati pembacanya.
Ia menamatkan sekolah dari SD sampai SMA di Banjarmasin (1942 sampai 1948). Semasa remaja, ia juga sempat ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan sebagai tentara (1946-1950). Namun, 'jiwa pendeta' yang sudah terasuh dalam diri anak seorang penilik sekolah ini tampaknya lebih membara. Sejak kecil ia dan saudara-saudaranya telah menerima pendidikan agama dari orangtuanya. Ditambah lagi dengan pertemuannya dengan pendeta Ethel Bert Saloh, seorang pendeta pribumi suku Dayak, yang menjadi inspirasi dan memperdalam pengetahuan agama Fridolin.
Kemudian, berkat dukungan orang tua, ia pun masuk kuliah Sekolah Tinggi Teologia Jakarta (STT Jakarta). Dua tahun pertama, orang tuanya terus mengirim uang untuk membiayai kuliahnya. Tetapi setelah pihak STT Jakarta melihat motivasi dan kesungguhannya menjadi pendeta, ia diberi beasiswa. Ia menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana theologia (STh) tahun 1956.
Kemudian ia meraih gelar Doktor Theologia dari STT Jakarta, dengan disertasi Tantang Jawab Suku Dayak, 1971. Berupa hasil penelitian antropologi budaya yang kemudian diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia, 1971 dalam bentuk buku dengan judul Tantang Jawab Suku Dayak.
Fridolin juga pernah memimpin majalah Fiducia yang diterbitkan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Ia juga kolumnis di beberapa surat kabar nasional. Tulisan-tulisannya sangat menarik dan bermakna. Namanya juga mulai mencuat di dunia internasional sebagai penulis setelah tahun 1980, ia menjadi editor tamu International Review of Mission, yang diterbitkan Dewan Gereja Sedunia, dalam Sidang Raya di Melbourne. Saat itu, ia sempat keliling Australia.
Fridolin juga menulis beberapa buku. Satu di antaranya, berjudul: Tuaiannya Sungguh Banyak, diterbitkan BPK Gunung Mulia, 2002. Buku ini memaparkan keberadaan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), yang sebelumnya bernama Gereja Dayak Evangelis (GDE). Gereja ini mulai dirintis dengan kedatangan para penginjil Barat, mula-mula dari Zending Basel, kemudian dilanjutkan oleh Zending Barmen.
Fridolin Ukur, sebagai seorang putra Kalimantan, berupaya mengungkapkan pergumulan para penginjil Barat itu, yang kemudian dilanjutkan para pelayan gerejawi pribumi. Buku ini menguraikan betapa karya Tuhan yang amat besar di Indonesia sehingga kita pun dapat berseru, "Tuaiannya sungguh banyak!"
Fridolin meninggal di Jakarta, 26 Juni 2003 dan dimakamkan daerah kelahirannya, Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. crs
Update Data & Sponsorship
Dukungan Anda, Semangat Kami
(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.
Update Konten/Saran
Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:
- Menambah (Daftar) Tokoh
- Memperbaharui CV atau Biografi
- Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
- Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
- Menambah Galeri Foto
- Menambah Video
- Menjadi Member
- Memasang Banner/Iklan
- Memberi Dukungan Dana
- Memberi Saran
Contoh Penggunaan
Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:
Rumah Presiden SBY
Rumah Presiden Soekarno
Rumah Megawati Soekarnoputri
Silakan menghubungi kami di:
- Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
- Email:
- Atau gunakan FORM KONTAK ini
Sponsorship
Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.
Sponsor Bronze ![]() | Sponsor Silver ![]() |
Sponsor Gold ![]() | |


Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia: 
































Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.