WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pemimpin Bijak dan Bersahaja

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pemimpin Bijak dan Bersahaja
Fauzi Bowo | Tokohindonesia.com | Matanews.com

Dia pemimpin yang bijak dan bersahaja. Wakil Gubernur DKI Jakarta ini didukung Koalisi Rakyat Jakarta yang dimotori Partai Demokrat, PDIP, PPP, Partai Golkar dan beberapa partai dan Ormas lainnya untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta 2008-2003. Arsitektur putra bangsa asli Betawi ini diyakini akan memenangkan Pilkada Gubernur DKI Jakarta, Agustus 2007 untuk menjamin kelanjutan pembangunan dan kerukunan warga Jakarta yang heterogen.

Gubernur DKI Jakarta (2007-2012)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Fauzi Bowo

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Fauzi Bowo

QR Code Halaman Biografi Fauzi Bowo
Bio Lain
Click to view full article
Dewi Fortuna Anwar
Click to view full article
Masri Singarimbun
Click to view full article
Ibu Soed
Click to view full article
Hotman Paris Hutapea
Click to view full article
Ira Koesno
Click to view full article
Sutiyoso
Click to view full article
Zulkifli Anwar
BERITA TERBARU

Saat masih menjabat Sekretaris Wilayah Daerah Propinsi DKI, putra daerah Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
ini dijagokan beberapa partai dan Badan Musyawarah (Bamus) Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
sebagai salah satu calon gubernur DKI. Namun, dia memilih tetap berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Sutiyoso
, dan terpilih sebagai Wakil Gubernur. Diperkirakan, Gubernur DKI Jakarta (2007-2012)
Gubernur DKI Jakarta (2007-2012)
Fauzi Bowo
akan menggantikan Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Sutiyoso
melalui Pilkada langsung 2007.

Pada awalnya, mantan dosen Universitas Indonesia (1977-1984), ini sempat didaulat pendukungnya menjadi calon gubernur 2002. Namun, kebersahajaan dan kebijaksanaannya dalam mengikuti proses yang bergulir, akhirnya dia memilih berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Sutiyoso
, dicalonkan Fraksi PDI-P dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
. Fraksi PAN dan beberapa partai kecil yang ingin mengajukannya sebagai calon gubernur, tampaknya sempat kecewa.

Doktor Ingenieur dari Fachbereich Architektur/Raum Und Umweltplanung-Baungenieurwesen Universitat Kaiserlautern Republik Federasi Jerman, 2000, ini seorang pekerja keras dan berdisiplin. Banyak bekerja sedikit bicara. Dalam posisi sebagai Sekwilda bahkan sebagai Wakil Gubernur, Fauzi tidak banyak bicara. Dia sangat bersahaja dalam menempatkan diri sesuai dengan posisinya. Pria kelahiran Jakarta, 10 April 1948 ini, lebih memilih berkarya daripada baanyak bicara.

Lahir dan dibesarkan di ibukota Jakarta dari keluarga Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
yang mapan dan berpendidikan. Sempat masuk Fakultas Teknik Universitas Indonesia 1966/1967, sebelum kemudian melanjutkannya di Technische Universitat Brunschweig, Jerman. Dari universitas ini dia meraih gelar Sarjana Arsitektur, bidang Perencanaan Kota dan Wilayah.

Beberapa tahun kemudian, dia melanjutkan pendidikan arsitekturnya pada Universitat Kaiserlautern, Jerman, dan memperoleh gelar Doktor Ingenieur (Ing) dengan predikat Cum Laude, dengan tesis tentang pola tata ruang kota Jakarta.

Suami dari Hj. Sri Hartati dan ayah dari tiga orang anak, kemudian mendalami pendidikan pemerintahan dan kepemimpinan dengan mengikuti Sespanas (1989) dan Lemhanas (2000).

Putra bangsa asli Betawi ini memiliki hobi membaca dan fotografi. Sejak mahasiswa dia juga sudah aktif dalam berbagai organisasi. Ketika di UI dia salah seorang Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
KAMI Fakultas Teknik UI (1966/1967). Saat kuliah di Jerman, dia juga aktif dalam organisasi Persatuan Pelajar Indonesia di Jerman Barat.

Selain organisasi kemahasiswaan, dia juga aktif sebagai anggota Dewan Pertimbangan Pemuda KNPI Pusat 1982-1984. Juga aktif di Kosgoro dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
. Bahkan dia sempat menjabat bendahara DPD Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
DKI selama 10 tahun (1983-1993).

Karirnya di Pemda DKI cukup panjang. Tahun 1979-1982 sudah menjabat Pelaksana tugas Kepala Biro Kepala Daerah DKI. Kemudian menjadi Pejabat sementara (Pjs) Kabiro Kepala Daerah DKI (1982-1986), Pejabat Kabiro Kepala Daerah DKI (1986-1988). Setelah itu dipercaya menjabat Kepala Dinas Pariwisata DKI (1993-98) sebelum diangkat sebagai Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) DKI Jakarta (1998-2002). Terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta (2002-2007) berpasangan dengan Suyiyoso.

Arsitektur
Wagub DKI Gubernur DKI Jakarta (2007-2012)
Gubernur DKI Jakarta (2007-2012)
Fauzi Bowo
mengatakan di Balaikota, Jumat (24/12/2004), kawasan Kota Tua yang meliputi sebagian wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara harus ditata menjadi daerah tujuan bukan lagi daerah perlintasan.

Hal itu dikemukakan sejalan dengan pencanangan revitalisasi Kota Tua oleh Perkumpulan Jakarta Oldtown Kotaku, pimpinan Miranda S Goeltom pada 12 Desember 2004. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah arsitek, pemilik bangunan dan pecinta Kota Tua.

"Kita akan review tata ruang pada tahun 2005. Kawasan itu akan dijadikan destinasi atau daerah tujuan. Angkutan dan truk barang nanti diatur (tidak masuk ke kawasan itu)," ujar Fauzi.

Dalam rangka penataan itu, Stasiun Kota akan dijadikan stasiun regional yang hanya melayani daerah Jakarta dan sekitarnya dan tidak lagi menjadi stasiun antar-kota.

Sementara untuk membuka kawasan tersebut lebih menarik yang dikembangkan tidak hanya potensi historis, tetapi juga potensi komersial. Menurutnya, daerah sekitar Kota Tua harus ikut ditata. Kawasan itu punya potensi untuk dikembangkan hingga menjadi potensi baru yang punya nilai komersial tinggi. e-ti/tsl

***

IDEALISME Gubernur DKI Jakarta (2007-2012)
Gubernur DKI Jakarta (2007-2012)
Fauzi Bowo

"Untuk membangun Jakarta, serahkanlah kepada ahlinya dan kepada yang sudah berpengalaman. Jika tidak, kehancuran hanya tinggal menunggu waktunya."

Kalimat itu diucapkan berulang-ulang dan seakan menjadi salah satu slogan utama dalam masa-masa kampanye calon gubernur Fauzi Bowo.

Di antara keempat calon gubernur dan wakil gubernur yang maju dalam pilkada DKI Jakarta, Fauzi merupakan satu-satunya calon gubernur yang paling berpengalaman di birokrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia sudah masuk dalam jajaran birokrasi sejak 30 tahun lalu dan tahun depan akan menjadi tahun terakhirnya sebagai pegawai negeri sipil.

Karier Fauzi di birokrasi terhitung cepat. Latar belakang pendidikannya yang tinggi membuat pria campuran Jawa-Betawi ini hampir tidak pernah menjadi staf di suatu instansi. Sejak zaman Gubernur Tjokropranolo sampai Soerjadi Soedirja, Fauzi selalu menjadi kepala biro atau kepala dinas.

Fauzi mengawali pendidikannya di Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Indonesia pada 1966-1967. Karena memperoleh beasiswa, Fauzi melanjutkan studinya di Jurusan Teknik Arsitektur Perencanaan Kota dan Wilayah dari Technische Universitat Braunschweig Republik Federasi Jerman pada 1968 dan lulus pada 1976.

Selama menjadi mahasiswa, Fauzi aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari KAMI sampai organisasi pelajar Indonesia di Jerman Barat. Keaktifan itu yang membuat Fauzi matang dalam pengelolaan organisasi dan membangun jaringan.

Pada 1979 atau dua tahun setelah lulus dari Jerman, Fauzi langsung dipercaya sebagai pejabat sementara Kepala Biro Kepala Daerah DKI Jakarta. Kariernya terus meningkat sampai menjadi Sekretaris Daerah pada 1998.

Pada 2002, Fauzi sempat mengajukan diri sebagai gubernur dalam pemilihan gubernur yang masih dilakukan DPRD. Namun, setelah dibujuk beberapa tokoh, Fauzi akhirnya memilih mendampingi Sutiyoso sebagai wakil gubernur dan bukan menjadi pesaingnya.

Oleh rekan dan anak buahnya, Fauzi dikenal sebagai pribadi yang serius. Semua pekerjaan harus dipastikan beres secara detail. Semua itu buah pendidikan sejak kecil sampai dewasa.

Latar belakang
Fauzi Bowo merupakan anak Djohari Bowo bin Adipoetro dari Malang, Jawa Timur, dan Nuraini binti Abdul Manaf yang asli Betawi. Fauzi yang lahir di kalangan masyarakat Betawi mendapat pendidikan agama Islam yang ketat di bawah bimbingan kakeknya, Abdul Manaf, dan beberapa ulama besar Pendiri Nahdlatul Ulama 1926
Pendiri Nahdlatul Ulama 1926
Nahdlatul Ulama
(NU) saat itu. Ketaatan beribadah dan penguasaan ilmu agama yang unggul membuatnya mudah bergaul di kalangan NU. Fauzi bahkan dipercaya menjadi Ketua Pengurus Wilayah NU Jakarta.

Meskipun berdarah setengah Jawa setengah Betawi, Fauzi lebih banyak mendapat pembelajaran budaya Betawi. Kecintaan terhadap budaya Betawi dan kedekatan dengan berbagai kelompok dan tokoh Betawi membuatnya diangkat menjadi Ketua Badan Musyawarah Betawi.

Untuk pendidikan formal, Fauzi justru mendapat pendidikan formal di sekolah Katolik, SD St Belarminus, sampai SMP-SMA Kanisius. Prestasi akademiknya tergolong sangat baik. Fauzi bahkan dapat berbicara bahasa Belanda dan Inggris dengan fasih.

Keluarga besar Fauzi merupakan keluarga tuan tanah yang kaya. Itulah yang membuat ia bisa bersekolah di sekolah elite dan kuliah ke luar negeri. Kekayaan keluarganya juga sangat mendukung hobinya membaca berbagai buku dan fotografi.

Saat remaja, Fauzi gemar berkeliling sampai ke pelosok Jakarta sehingga mengerti persis perkembangan kawasan sejak masa lalu sampai saat ini. Di sisi lain, Fauzi juga mempunyai kegemaran membaca semua jenis surat kabar dan buku.

Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Fauzi menyusun berbagai program untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi Jakarta. Salah satu programnya yang masih berjalan sampai saat ini adalah program pemberdayaan masyarakat kelurahan (PPMK) yang memadukan partisipasi masyarakat untuk memperbaiki perekonomian mikro.

Pada masa pemerintahan Sutiyoso, Fauzi juga merintis proyek transportasi massal, seperti bus Transjakarta dan mass rapid transit (MRT) atau angkutan massal cepat. Fauzi memang sering menangani proyek infrastruktur berskala besar karena dinilai mampu mengatur perencanaan sampai implementasi proyek raksasa.

Keseriusan Fauzi untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta kali ini ditunjukkan dengan penggalangan massa sejak 2004. Dengan berbagai pendekatan, Fauzi merangkul berbagai elemen massa, baik yang berbasis keagamaan maupun kesukuan.

Berdasarkan data Fauzi Bowo Center, terdapat 20 partai politik yang berhasil digalang untuk mendukung Fauzi. Dukungan juga datang dari 42 organisasi kemasyarakatan dan 47 kelompok masyarakat lainnya.

Fauzi yang sejak kecil dididik ajaran Islam yang ketat, tetapi juga disekolahkan di sekolah Katolik dan mengenyam pendidikan tinggi di Jerman, berhasil menyatukan kelompok yang berbeda aliran politik. Pluralitas tampaknya sudah menjadi jiwa dalam dirinya. "Saya sangat mudah bergaul dan bekerja sama dengan semua kalangan karena sejak dulu komunitas saya sudah beragam. Keberagaman justru merupakan modal yang kuat untuk percepatan pembangunan," kata Fauzi.

Rekan-rekannya semasa sekolah dan kuliah di Jerman ataupun di Jakarta dia galang untuk mendukungnya. Untuk memperkuat pengaruhnya dan karena kepercayaan publik, Fauzi juga masuk ke dalam struktur beberapa organisasi, baik sebagai ketua maupun sebagai pengurus lainnya.

Keseriusan Fauzi mencalonkan diri juga ditunjukkan dengan menjual rumah pribadinya senilai sekitar Rp 9 miliar sebagai modal awal kampanye dan penggalangan organisasi pendukung. Paling tidak itulah pengakuannya. "Saya bukan orang yang terlalu kaya, tetapi juga tidak miskin-miskin amat. Saya dapat menyediakan modal awal kampanye tanpa minta bantuan siapa pun meskipun harus menjual rumah. Namun, untuk selanjutnya, jika ada donasi untuk kampanye, kami akan menerimanya," kata Fauzi, sebelum masa pilkada dimulai.

Fauzi mengaku meneladani mantan gubernur Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Ali Sadikin
yang sering turun ke tengah masyarakat untuk melihat langsung keadaan dan masalah serta mencari solusi yang paling tepat. Untuk pilkada ini, Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Ali Sadikin
juga mendukung Fauzi sebagai calon gubernur.

Fauzi mempunyai gambaran ideal mengenai kota Jakarta. Ia mempunyai obsesi: mewujudkan Jakarta untuk semua! Sebuah Jakarta tanpa diskriminasi! (neli triana/radhi kusumaputra) Sumber: Kompas, 2 Agustus 2007

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Oct 2007  -  Pembaharuan terakhir 29 Sep 2012
Risaukan Pelecehan Perempuan Iman Yang Bekerja Lewat Kasih

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini dirancang khusus sebagai panduan perjalanan praktis bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Singapura.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: