WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Pengamat Militer dan Intelijen

Pengamat Militer dan Intelijen
Djuanda Widjaja | TokohIndonesia.com | Wk

Dia pengamat militer, intelijen dan politik yang terbilang handal. Untuk berkonsentrasi dalam profesi itu, pria lajang kelahiran Bandung, 10 Desember 1959, berpangkat Letnan Kolonel, itu mengundurkan diri dari Korps TNI-AL tahun 1998. Namanya mencuat tatkala menjabat Penasihat Intelijen Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001). Dia meninggal dunia di Paris, Sabtu 18 Maret 2006.

Penasihat Intelijen Presiden Abdurrahman Wahid, 1999-2001
Lihat Curriculum Vitae (CV) Djuanda Widjaja

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Djuanda Widjaja

Letnan Kolonel (Purn) TNI-AL Djuanda Widjaja mengembuskan napas terakhir dalam usia 46 tahun di Rumah Sakit George Pampidu, Paris, sekira pukul 03.00 waktu setempat atau pukul 09.00 WIB akibat penyakit liver. Sebulan sebelumnya, Djuanda sering mengeluhkan sakitnya. Lalu, dia memilih diperiksa di Rumah Sakit George Pampidu, Paris karena ketika belajar di Paris rumah sakit itu tempatnya berobat secara rutin.

Setelah diperiksa, diketahui dia menderita livert dan langsung dirawat. Namun, menurut Anna Priana, kakak kandung Djuanda, kondisinya semakin memburuk sehingga tidak tertolong. Saat mengembuskan napas terakhir, Djuanda ditemani kakak kandungnya yang ketujuh, Metty Widjaya.

Jenazahnya diterbangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Senin 20 Maret 2006. Setelah tiba, disemayamkan di rumah duka (rumah kediaman pria lajang itu semasa hidupnya) di Jalan Gunung Karumbi No.3, Ciumbleuit, Bandung. Selanjutnya dimakamkan di Bandung.

Djuanda dilahirkan di Bandung 10 Desember 1959. Dia anak kedelapan dari sembilan bersaudara dari ayah Widjaja dan ibu Hj Hernie Abdulmanaf. Dari kecil, Djuanda rajin belajar. Dia termasuk orang yang banyak menggeluti dunia pendidikan. Setamat SMA dia sempat kuliah di ITB Seni Rupa, Bandung, tapi hanya dua smester. Dia meninggalkan ITB setelah diterima di Akabri TNI-AL.

Selain pendidikan di Akabri, Djuanda juga mengecap pendidikan militer di Junior Officer Maritim, Australia; Kursus Perang Ranjau, NATO, Belgia; Sekolah Staf di Perancis; serta Komando Gabungan di College Interarmees de Defense.

Tidak puas dengan pendidikan militer saja, Djuanda menggali pengetahuan juga di FISIP Universitas WR Supratman, Surabaya; Fakultas Hukum, Universitas Hang Tuah, Surabaya; Visiting fellow East West Centre Hawaii; dan Georgetown University, Washington DC.

Pangkat terakhir perwira lajang ini adalah Letnan Kolonel. Tahun 1998, dia mengundurkan diri dari Korps AL untuk bisa aktif sebagai pengamat dan analis sosial politik, militer dan intelijen. Saat Abdurrahman Wahid menjabat Presiden RI, Djuanda diangkat menjadi Penasihat Intelijen Pemerintah. Sejak itu namanya mencuat kepermukaan.

Kemudian, sampai akhir hayatnya dia dipercaya menjabat Sekretaris Bidang Wilayah di Dewan Maritim Indonesia, TNI Angkatan Laut. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 19 Mar 2006  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Novel tentang kisah detektif yang berusaha mengungkap kematian sembilan orang klien pengacara yang mengidap gangguan obsesif-kompulsif dan sangat terobsesi dengan kerapian. Kisah cinta sang detektif dengan sekretaris pengacara itu menjadi romantika yang menghias novel ini.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: