|
Mar’ie Muhammad
Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad mengatakan, secara bertahap tetapi
konsisten dan pencapaiannya terukur, yang hendak dituju dalam jangka waktu
5-10 tahun yang akan datang melalui berbagai tahapan adalah membangun
kembali masa depan Aceh dengan identitas, budaya, adat-istiadat, tradisi,
dan kepercayaan mereka.
Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ, Wawancara (3)
Kepemimpinan yang bagaimana yang bisa membawa bangsa ini menjadi lebih
baik? Menurut Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ dalam percakapan dengan
Wartawan Tokoh Indonesia, dia harus demokratis, inklusif dan punya
komitmen pada solidaritas bangsa serta mampu memproyeksikan sebuah misi bagi seluruh bangsa.
WAWANCARA: Hatta Rajasa
Partai Amanat Nasional (PAN) menargetkan menjadi pemenang ketiga dalam
Pemilu Legislatif dan optimis akan mengantarkan Ketua Umumnya, Amien Rais memenangkan Pemilu Presiden 2004.
Sekjen DPP PAN
ini mengatakan PAN bertekad bagaimana membangun
masyarakat yang terbebas dari rasa ketakutan dan rasa kelaparan.
WAWANCARA: Syaykh Abdussalam Panji Gumilang (6)
MTI
08: Indonesia ini harus masuk dalam
‘zone of peace and democracy’ kalau ingin
menjadi negara yang beradab dan bermoral di muka bumi ini bersama-sama
dengan negara-negara lain. Demikian Syaykh Abdussalam Panji Gumilang,
pemimpin Ma’had Al-Zaytun dalam percakapan dengan Tim Wartawan
TokohIndonesia DotCom.
AT Mahmud (Wawancara)
Pengarang lagu anak-anak Abdullah Totong Mahmud atau dikenal dengan nama
AT Mahmud baru saja mendapat penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia
(AMI). Penghargaan yang diterimanya adalah Life Achievement Award atas
dedikasi dan sumbangsihnya yang tiada henti dalam angka waktu sangat
lama terhadap dunia musik, khususnya musik untuk anak.
WAWANCARA: Rokhmin Dahuri (3)
MTI
07: Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga guru
besar tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian
Bogor (IPB), ini menggagas paradigma baru pembangunan Indonesia berbasis
kelautan. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia melakukan reorientasi
paradigma pembangunannya.
WAWANCARA: Yusril Izha Mahendra (3)
Salah satu tokoh politik nasional yang memilih tidak menggembar-gemborkan
dirinya sebagai calon presiden adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang
juga menjabat Menteri Kehakiman dan HAM Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra.
Padahal, sebagai ketua umum partai terbesar keenam yang langsung lolos
verifikasi KPU dan bisa menjadi kontestan Pemilu 2004, ia memiliki peluang
yang cukup.
WAWANCARA: Theo L Sambuaga (2)
MTI
05: Pertama, aparatur pemerintahan harus berdasarkan sistem good
governance. Kedua, civil society harus kuat. Sektor negara seperti
pemerintah, MA, BPK dan sektor masyarakat seperti pers, mahasiswa, LSM,
Parpol harus diberdayakan. Semuanya ini harus kuat tidak hanya di Pemilu
saja tetapi setelah Pemilu terus diperkuat.
WAWANCARA: Hidayat Nur Wahid (2)
MTI
06: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus merupakan solusi
bagi permasalahan bangsa. Itu komitmen, harapan dan cita-cita PKS.
Sebagaimana ditegaskan Hidayat Nurwahid dalam wawancara
dengan Wartawan TokohIndonesia DotCom. Secara organisasi, PKS adalah
reinkarnasi dari Partai Keadilan (PK) untuk dapat ikut dalam Pemilu 2004,
karena PK tidak lolos electoral threshold Pemilu 1999.
WAWANCARA: Slamet Effendy Jusuf
MTI
04: Partai Golkar bakal pemenang lagi. Kenapa? Ketua DPP Partai Golkar Bidang
Pemenangan Pemilu ini mengatakan karena keberadaan dan kemenangan Partai
Golkar dalam Pemilu 2004 sudah menjadi kebutuhan nasional (national need).
Menurutnya, bangsa ini sangat memerlukan suatu kekuatan yang bisa
membangun kembali stabilitas politik dan keamanan, sebagai prasyarat untuk
membangun kembali perekonomian Indonesia.
WAWANCARA: Bachtiar Chamsyah (2)
E-TI: Politisi yang kini menjabat Menteri Sosial ini
dalam wawancara dengan Wartawan
Tokoh Indonesia DotCom pada Kamis Siang 19 Juni 2003 di ruang
kerjanya Jalan Salemba Jakarta, mengungkap beberbagai
pengalaman saat memimpin Pansus Bulog. Ada upaya suap dan
intimidasi. Juga bicara tentang ‘budaya’ korupsi di Depsos.
Serta adanya keinginan sebagian kader Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) mengadakan Muktarmar Luar Biasa.
WAWANCARA: M Jusuf Kalla
MTI
03: Krisis ekonomi yang memukul Indonesia sejak pertengahan 1997 masih belum
bisa dipulihkan. Krisis ekonomi itu memang disusul krisis politik yang
sudah mengakibatkan terjadi tiga kali pergantian kepemimpinan nasional.
Kabinet yang baru terbentuk tidak bisa berbuat banyak dalam umurnya yang
pendek. Untuk bisa sekadar survive saja harus melakukan kebijaksanaan
tambal sulam
WAWANCARA: Alinafiah, MBA
MTI
03: Pria yang dikenal sabar dan nyaris tak pernah marah ini membuka ‘rahasia’
kemanusiaannya dalam wawancara dengan Wartawan Tokoh Indonesia DotCom. Ia
seorang CEO yang mengandalkan kemampuan profesionalisme. Sehingga ia tidak
punya alasan yang bisa membautnya narah. Pengalaman profesionalisme dan
kemanusiaannya dapat berguna sebagai cermin yang baik bagi orang lain.
WAWANCARA: RO Tambunan,SH
E-TI: Popularitasnya
mencapai puncak ketika ia dengan berani tampil memimpin Tim Pem-bela
Demokrasi Indonesia (TPDI) untuk melawan kesewenangan penguasa Orde
Baru. Apa yang mendorongnya tampil di depan membela Megawati dan
partainya ketika itu? Apakah ia dibayar untuk itu? Lalu, kenapa ia
harus mendirikan partai?
:: Mar’ie
Muhammad: Bangun Aceh dengan Identitasnya
::
Syamsul Mu'arif: Langkah Menuju Information Society
::
BRAy Mooryati Soedibyo: Senator Percantik Jakarta
::
Franz Magnis-Suseno: Bicara Pemerintahan Baru 2004
::
Siswono Yudo Husodo: Sejahtera Petani Sejahtera Indonesia
::
Hatta Rajasa: PAN Membangun Rasa Tenteram
::
Syaykh AS Panji Gumilang: Zone of Peace and Democracy
:: AT Mahmud: Ekspresi Anak Tidak Lagi Alami
::
Rokhmin Dahuri: Pembangunan Berbasis Kelautan
::
Wiranto: Rakyat Butuh KTA
::
Yusril Izha Mahendra: Tak Ada Ambisi Jadi Presiden
:: Theo L
Sambuaga: Langkah Konkrit Memberantas Korupsi
::
Hidayat Nur Wahid: PKS Solusi Permasalahan Bangsa
::
Slamet Effendy Jusuf: Kemenangan Golkar Kebutuhan Nasional
::
Bachtiar Chamsyah: "Saya Tidak Mengejar Jabatan”
:: M Jusuf
Kalla: Kata Kuncinya Agroindustri
::
Abdul Khaliq Ahmad: Islah PKB Setelah Proses Hukum
:: Alinafiah,
MBA: Profesionalisme yang Tidak Pernah Marah
:: RO
Tambunan: Kembalikan
Kedaulatan Kepada Rakyat
::
Soenarno: Ketika Air Menggugat
::
Adang
Ruchiatna: Siap, Pikeun Ngawangun Jawa Barat
::
Alwi
Shihab: PKB Miliki Otoritas Redam Radikalisme
::
Hatta Rajasa: Kepentingan Bangsa dan Partai
::
Matori Abdul Djalil: Terorisme, Musuh Islam dan Demokrasi
::
Bagir Manan: Dahulukan Perkara Korupsi
::
Ali Sadikin
::
Satrio Billy Joedono: Bunyi Alarm Tiada Henti
::
Butet Kertaradjasa: Berpotensi Mati Muda
::
Aberson Sihaloho:
Berharap Musik Jazz di DPD
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
WAWANCARA: Siswono Yudo Husodo
MTI
11: Sekitar 51 persen populasi masyarakat Indonesia adalah petani, maka
sejahteranya petani adalah sejahteranya Indonesia. Ketua Umum HKTI (Himpunan
Kerukunan Tani Indonesia), yang juga salah seorang calon presiden Pemilu
2004, itu menegaskan hal itu dalam wawancara
dengan Wartawan TokohIndonesia DotCom.
|
 |
|
|
|
|
|
|
WAWANCARA: Matori Abdul Djalil
MTI
02: Sesungguhnya terorisme bukan saja musuh bagi demokrasi, tapi juga musuh
bagi Islam. Islam tidak membenarkan terorisme. Sebagai seorang muslim dan
Menteri Pertahanan, Matori Abdul Jalil menegaskan bahwa antiterorisme
tidak sama dengan anti-Islam. Terorisme adalah musuh Islam dan musuh
demokrasi.
WAWANCARA: Abdul Khaliq Ahmad
MTI
02: Sekretaris Jenderal DPP Partai Ke-bang-kitan Bangsa (PKB) Batutulis ini
membenarkan antara Gus Dur dengan Matori yang secara perorangn sudah
bertemu berkali-kali, bisa diartikan sebagai tanda-tanda ke arah rujuk
PKB. Bahkan secara kelembagaan dan formal dalam muktamar luar biasa PKB di
Jakarta menyatakan islah atau rujuk sangat dimungkinkan.
WAWANCARA: Ir. Hatta Rajasa
E-TI: Untuk dapat membedakan antara seorang negarawan dengan seorang politisi
dapat dilihat dari kemampuannya membedakan kapan ia harus berbicara atas
kepentingan bangsa atau kepentingan partai. Demikian Menristek Hatta
Rajasa yang juga menjabat Sekjen DPP Partai Amanat Nasional dalam
wawancara dengan Wartawan Tokoh Indonesia, Rabu 04/12/02. Simak
petikannya.
WAWANCARA: Dr. Alwi Shihab
E-TI: Negeri ini ter-puruk antara lain karena mera-jalelanya korupsi, kolusi dan
nepotisme (KKN). Sementara, penyebab utama KKN, menurut Dr Alwi Shihab,
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), adalah rendahnya penghayatan
kita tentang nilai-nilai moralitas. Orang ke masjid, ke gereja, tapi
korupsi jalan terus.
Dr. Ir. Soenarno, Dipl HE
E-TI: Air, sebenarnya memiliki tempat hidup atau habitat. Dia hidup di akar-akar
pohon, di danau-danau, di situ-situ, di alur-alur sungai. Sekarang habitat
air itu dirusak. Pohon-pohon ditebang, situ-situ diuruk menjadi industri,
mal-mal dan permukiman metropolitan. Di Jakarta, misalnya, yang dulu
namanya Rawa Buaya, Rawa Mangun dan lain-lain itu adalah habitat air.
|
|