BERITA 100 HARI SBY-JK
Presiden Yudhoyono

I Don’t Care

Pikiran Rakyat 4/2/2005: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku dirinya tidak peduli dengan menurunnya popularitas diri dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia lebih peduli dengan kerja pemerintahannya selama lima tahun mendatang supaya bisa memberikan kesejahteraan pada rakyat.

Effendi Gazali

"I Don’t Care"

Saya terpana cukup lama menyimak ungkapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono: "But everybody should know this: I don’t care about my popularity"" (The Jakarta Post, 4/2/2005). Ingatan saya kembali ke lima tahun lalu ketika saya menganalisis ungkapan yang lebih kurang sama oleh presiden yang berbeda: "Gitu Saja Kok Repot!"

 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 

 

  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Berita 2004
 ► Redaksi
 
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 
 

 

 


100 HARI SBY  
 
   
Kementerian Negara

Kominfo Jadi Departemen

Jakarta 3/2/05: Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi secara resmi berubah menjadi Departemen Komunikasi dan Informasi. Perubahan status kementerian ini tertuang dalam dua peraturan presiden (perpres). Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, mengatakan Presiden SBY menandatangani kedua perpres Senin 31/1/05 lalu.

 

Ical, Sugiharto dan Ali

Dapat Nilai Terendah

Indo Pos 3/2/05: Sorotan atas 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai terarah kepada para menteri bidang ekonomi. Kinerja tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu dievaluasi. Sejumlah menteri mendapat penilaian (rating) terburuk, yakni F (failure atau gagal). Mereka adalah Aburizal Bakrie, Sugiharto, dan Suryadharma Ali.

 

Masalah 100 Hari

Presiden Terjebak Jargon Sendiri

Republika 29/1/05: Dalam 100 hari Presiden lebih sering terjebak jargon sendiri. Lain dulu lain sekarang. Begitulah penyikapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap program 100 hari pemerintahannya. Dulu, Yudhoyono banyak sekali membuat target dalam 100 hari pemerintahannya. Kini dia mengatakan bahwa program 100 hari itu bukan sesuatu yang penting.

 

M Samsul Arif

Kinerja Belum Sentuh Substansi

Indo Pos 2/2/05: Genap sudah 100 hari pemerintahan Presiden Susilo B Yudhoyono (SBY). Realisasi atas janji perubahan yang pernah dikampanyekan SBY-JK, hingga saat ini, belum seperti diharapkan. Yang paling dicermati masyarakat adalah langkah-langkah dalam penegakan hukum, terutama pemberantasan korupsi dan penegakan HAM, belum memperlihatkan satu kemajuan.

 

Presiden

Tak Pernah Janji Soal 100 Hari

Kompas 1/2/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan dia tidak pernah menjanjikan bahwa dalam 100 hari program pemerintahannya dapat membereskan semua masalah kenegaraan. Pers diminta mengecek kembali rekaman pernyataan Presiden dalam berbagai acara jika pernyataan tersebut memang ada.

 

Dikritik,

SBY Ngaku Lapang Hati

Indo Pos 1/2/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku lapang dada terhadap hujan kritik atas kinerja 100 hari pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Dia menilai kritik maupun hujatan yang datang dari masyarakat saat ini sebenarnya merupakan dorongan yang baik bagi pembangunan bangsa.

 

Paul Sutaryono:

100 Hari dan Industri Perbankan

Kompas 1/2/05: Rasanya saat ini pasar tertuju pada titik fokus 100 hari kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lahirlah berbagai komentar, positif maupun negatif. Bagaimana kurs rupiah? Ketika SBY melantik para menterinya, nilai rupiah terhadap dollar AS berada pada kisaran Rp 9.075. Namun, pada Jumat, 28 Januari 2005 tepat 100 hari, kurs rupiah berada di level Rp 9.145.

 

FKB Kecewa

SBY-JK Tekesan Masih Kampanye

Suara Pembaruan 31/1/05: Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dengan Kabinet Indonesia Bersatu -nya, sangat mengecewakan, karena belum melakukan hal-hal yang menyentuh aspek substansial tuntutan rakyat. Dalam program 100 hari pertama, belum melakukan hal konkrit, malah terkesan masih dalam suasana kampanye.

 

Megawati Soekarnoputri

Janji SBY Jangan di Awang-awang

Kompas dan Waspada 29/1/05: Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, yang sebelumnya menyatakan, beroposisi terhadap pemerintah, melontarkan kritik terhadap kinerja 100 hari pemerintahan Presiden Yudhoyono. Menurut Megawati, janji kampanye yang dilontarkan SBY-Kalla jangan di awang-awang.

 

Pemerintahan SBY

100 Hari Tanpa Perubahan Signifikan

Sinar Harapan 28/1/05: Kinerja tim ekonomi kabinet pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 100 hari belum berhasil. Visi presiden yang besar dan dinyatakan dalam pernyataan-pernyataan populis belum bisa diterjemahkan oleh menteri-menteri yang tergabung dalam tim ekonomi.

 

Bappenas Tak Mampu

Janji-Janji Presiden Sulit Ditepati

Jakarta, Kompas 28/1/05: Bappenas tidak dapat menerjemahkan janji-janji politik yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat kampanye pemilihan Presiden. Ini tampak dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang telah disusun oleh Bappenas.

 

Presiden SBY

Jangan Cepat Vonis Pemerintah Gagal

Kompas 28/1/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai, upaya penegakan dan pencegahan hukum dan tindak pidana korupsi yang sekarang sedang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, dan Komisi Pemberantasan Korupsi sudah berada pada jalur yang benar.

 

Tajuk Sinar Harapan

Gebrakan 100 Hari Tanpa Gebrakan

Sinar Harapan 28/1/05: Tanggapan kepada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Yusuf Kalla (SBY-JK) dengan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB)-nya setelah seratus hari masa jabatannya bermunculan, dengan berbagai argumentasi dan alasan, mulai dari analisis, ilmiah sampai yang emosional.

 

Zulkieflimansyah

Kinerja Kementerian BUMN Buruk

Sinar Harapan 27/1/05: Anggota Komisi VI DPR RI, Zulkieflimansyah berpendapat kinerja kementerian BUMN hingga saat ini sangat mengecewakan. Penanganan BUMN boleh dikatakan merupakan salah satu kelemahan mendasar dari Kabinet Indonesia Bersatu.

 

Gadis Arivia

SBY dan Pusar Perempuan

Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah genap 100 hari. Ketika pada hari ke-50 kabinetnya mengumumkan evaluasi kerja mereka, tak dijelaskan secara eksplisit hasilnya selama ini, tetapi semua menteri tampak puas dan mereka optimistis menyelesaikan 59 program lainnya.

 

Jajak Pendapat

Ketidakpuasan Mulai Terekspresikan

Kompas 28/1/05: Niat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengawali 100 hari pemerintahannya dengan memberikan bukti nyata dan kerja keras ternyata belum banyak dirasakan hasilnya. Meskipun keyakinan masyarakat terhadap pemerintahan ini masih sangat tinggi, tampak kecenderungan meningkatnya ketidakpuasan terhadap pemerintah dalam menangani berbagai bidang kehidupan masyarakat.

 

Noktah Merah Rapor SBY

Korupsi di 100 Hari SBY-JK

Liputan6.com, Jakarta 28/1/2005 04:17: Korupsi yang dilakukan anggota Dewan merugikan negara hingga Rp 5,3 triliun. Jumlah tersangka pun tak main-main, seribu lebih. Taring SBY tak cukup mengerikan bagi anggota DPRD. Otonomi daerah, nilai merah di rapor SBY.

 

Presiden Belum Puas

100 Hari Dapat Ponten 4

Rakyat Merdeka 28/1/05: Ini berita sindiran terhadap 100 pemerintahan SBY-Kalla. Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis misalnya berpendapat cuma malaikat yang mampu merealisasikan janji perubahan SBY dalam 100 hari pemerintahannya.

 

Dr J Kristiadi

Hanya Retorika Politik

Suara Merdeka 28/1/05: Program 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Jusuf Kalla (JK), tidak efektif dan hanya retorika politik. Mereka juga belum bisa mewujudkan janji yang diucapkan dalam kampanye pemilu presiden. Janji SBY untuk menegakkan hukum dan memberantas korupsi, hingga sekarang belum seperti yang diharapkan masyarakat.
 

Penanganan Korupsi

SBY Sendiri Belum Puas

Bali Post 28/1/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku belum puas terhadap penanganan korupsi terkait 100 hari pertama kinerja aparat penegak hukum Kabinet Indonesia Bersatu. Mengingat, kasus korupsi yang begitu banyak, namun hanya beberapa yang tertangani.

 

100 Hari Pemerintahan SBY-Kalla

Tidak Puas Kinerja Aparat Hukum

Pikiran Rakyat 28/1/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tidak puas dengan kinerja aparat penegak hukum selama 100 hari pemerintahannya walaupun telah banyak hal dilakukan oleh Kejaksaan Agung dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

 

BERITA LAINNYA
= Effendi Gozali: I Don't Care

= Presiden SBY: I Don't Care

= Kementerian Negara Kominfo Jadi Departemen

= Ical, Sugiharto, dan Suryadharma Dapat Nilai Terendah

= M Samsul Arif, Kinerja Belum Sentuh Substansi

= Presiden Tak Pernah Janji Soal 100 Hari

= Dikritik, SBY Ngaku Lapang Hati

= Paul Sutaryono: 100 Hari Pemerintah dan Industri Perbankan

= FKB Kecewa, SBY-JK Tekesan Masih Kampanye

= Masalah 100 Hari, Presiden Terjebak Jargon Sendiri

= Seratus Hari Tanpa Perubahan Signifikan

= Gebrakan 100 Hari Tanpa Gebrakan

= Megawati: Janji SBY di Awang-awang

= Gadis Arivia: SBY dan Pusar Perempuan

= Kinerja Kementerian BUMN Buruk

= Janji-Janji Presiden Sulit Sitepati

= Ketidakpuasan Publik Mulai Terekspresikan

= Presiden Belum Puas, 100 Hari Dapat Ponten 4

= 100 Hari SBY-Kalla, Tidak Puas Kinerja Aparat Hukum

= Penanganan Korupsi, SBY Sendiri Belum Puas

= Tajuk Kompas: Kinerja 100 Hari Pemerintah SBY-Kalla

= 100 Hari Pemerintahan SBY Penegakan Hukum Masih Buruk

= Presiden Tidak Puas Kinerja Polisi dan Jaksa

= Sukardi Rinakit: SBY dan Politik "Gusti Ora Sare"

= Presiden SBY, Jangan Cepat Vonis Pemerintah Gagal

= Frans Seda, Budaya 100 Hari

= Noktah Merah Rapor SBY

= Dr J Kristiadi, Hanya Retorika Politik

 

 

Presiden

Tidak Puas Kinerja Polisi dan Jaksa

Media Indonesia 28/1/05: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak puas dengan kinerja kepolisian dan Kejaksaan Agung (Kejagung) selama 100 hari masa pemerintahannya, terutama dalam pemberantasan korupsi.

 

100 Hari SBY

Penegakan Hukum Masih Buruk

Suara Merdeka 28/1/05: Hari ini (28/1) genap 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ). Terkait dengan 100 hari masa kepemerintahannya itu, Kamis (27/1) SBY meminta laporan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dan Kapolri Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, sehubungan dengan adanya penilaian masih buruknya kinerja penegakan hukum selama 100 hari pemerintahan SBY.


 

BERITA TOKOH INDONESIA

:

 

 

Frans Seda

Budaya 100 Hari

Tanggal 28 Januari, genaplah 100 hari yang selama ini menjadi patokan bagi kesuksesan pasangan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Sebuah tantangan yang dengan penuh semangat telah diterima dalam rangka image building ketika kampanye pemilihan langsung presiden- wakil presiden.

Tajuk Kompas:

Kinerja 100 Hari Pemerintah SBY-Kalla

Kompas 28/1/05: KITA termasuk yang bertanya diri, tepatkah Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla mengintroduksi Agenda 100 Hari Pertama Kabinet Indonesia Bersatu. Mau tidak mau masa 100 hari mengundang penilaian, padahal masa 100 hari terlalu pendek.