BERITA TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Sebelumnya
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 

Centurygate:

Bendera Yakin Datanya Valid


TokohIndonesia 3/12/2009 | Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) serta jaringan aktivis Jakarta dan Jawa Barat menyatakan bahwa datanya tentang aliran dana Bank Century ke lingkaran kekuasaan SBY-Boediono sebagaimana dirilis di Posko Bendera, Jakarta, Senin (30/11) adalah valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini ditegaskan Ferdi Simaun dalam jumpa pers yang dihadiri aktivis Bendera dan sejumlah aktivis Jakarta dan Jawa Barat, Rabu (2/12) di Jakarta, menanggapi pelaporan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya yang dilakukan sejumlah nama yang disebut-sebut menerima kucuran dana Bank Century. Walaupun Ferdi Simaun menolak merinci data yang ada, termasuk dari mana data itu diperoleh. Namun dia yakin data itu otentik dan tidak direkayasa.

”Namun, kami tidak mau mengungkap sekarang siapa yang memberi data itu. Masalah ini cuma soal strategi saja, tolong dipahami. Kami yakin data kami benar dan yang jelas memang ada aliran dana kepada nama-nama seperti kami sebutkan dalam jumpa pers sebelumnya,” tegas Ferdi.

Mereka juga berharap jangan ada pihak-pihak yang buru-buru menyatakan data itu sebagai fitnah. Aktivis Adian Napitupulu, SH ketika berbicara di TVOne, Rabu 2/12 data yang mereka rilis sebaiknya dianggap benar sebelum ada data pembanding. Adian, salah seorang penggagas dan pendiri Komunitas Mahasiswa Se Jabotabek (Forum Kota/Forkot) 1998 yang punya andil besar melahirkan reformasi, itu mendesak segera buka data aliran dana Bank Century. Setelah itu, jika ternyata data mereka salah, mereka siap mempertanggungjawabkan secara hukum.

Sama dengan pernyataan Ferdi Simaun dan Mustar Bonaventura, dan sejumlah aktivis, Rabu (2/12) di Jakarta, mendesak pemerintah dan semua lembaga terkait, seperti PPATK, bertindak cepat mengusut dan mengungkap skandal Bank Century. Bahkan mereka mengingatkan pihak kepolisian untuk tidak berbuat kesalahan, dengan mendahulukan kasus pencemaran nama baik daripada kasus dugaan skandal Bank Century.

”Kalau polisi profesional, mereka pasti akan mendahulukan mengusut aliran dana ilegal dalam kasus Bank Century itu. Kami bersedia datang untuk diperiksa jika kasus Bank Century itu sudah tuntas sehingga status kami bisa lebih jelas. Apakah benar kami mencemarkan nama baik mereka yang mengadukan kami kemarin,” papar Ferdi. Mereka juga menantang pemerintah untuk mengadu kevalidan data tentang aliran dana Bank Century dan kucuran ke orang-orang yang menerima.

Mustar Bonaventura menimpali akan mempraperadilankan polisi apabila pihaknya dipanggil paksa atau bahkan ditangkap menyusul pengaduan sejumlah pihak atas kasus pencemaran nama baik.

Mustar Bonaventura dan Fredli Samaun, memastikan tidak akan memenuhi panggilan polisi, jika Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Gubernur Bank Indonesia yang sekarang menjabat Wakil Presiden Boediono tidak ditahan untuk diperiksa terlebih dahulu karena harus bertanggung jawab atas dana kucuran Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

Bonaventura dan Fredli Samaun dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Hatta Rajasa, Djoko Suyanto dan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro serta Andi Alfian Mallarangen, Rizal Mallarangeng dan Choel Malarangeng, Selasa 1/12, dengan tuduhan mencemarkan nama baik. Mereka adalah tim sukses SBY-Boediono dalam pemilu presiden lalu. ►crs

Berita terkait:

= Pengantar dan Materi Hak Angket Century

= Ramai-ramai Laporkan Bendera ke Polda

= Presiden Bantah Lagi

= Para Penerima Dana Century?
= Boediono Tepis Dana untuk Capres
= SBY Bantah Ada Dana ke Demokrat

  BERITA LAINNYA  
= Bendera Yakin Datanya Valid
= Pengantar dan Materi Hak Angket Century
= Ramai-ramai Laporkan Bendera ke Polda
= Presiden Bantah Lagi
= Terdakwa Muntah-Muntah
= Para Penerima Dana Century?
= Boediono Tepis Dana untuk Capres
= SBY Bantah Ada Dana ke Demokrat
= Presiden Berubah Pendirian
= Anekdot Polisi yang Tulus
= Rekomendasi Tim Delapan Atas Kasus Bibit dan Chandra
= Kabinet Indonesia Bersatu 2 (Sementara)
= Calon Menteri, Sudah 30 Diuji di Cikeas
= Anwar Supriadi Bantah Terima Mobil
= Partai Golkar Dapat Tiga Menteri
= Reformasi TNI, Akuntabel dan Transparan
= Nominasi Kabinet SBY-Boediono
= Kemenangan Duet SBY-Boediono Teruji di MK
= SBY-Boediono, Menang Satu Putaran
= Pilpres, Satu atau Dua Putaran?
= Jika Pilpres Dua Putaran, SBY Bisa Kalah
= PILPRES: Rakyat yang Menentukan
= BLT Bukan Dari Utang?
= Debat Capres2: JK-SBY, Siapa Paling Benar?
= Debat Capres Versi Indonesia
= Debat Capres-Cawapres
= Matematika Politik Jusuf Kalla
= Megawati-Prabowo Bervisi Kerakyatan
= Koalisi Pilpres: PKS Syaratkan Kontrak Politik Islami
= SBY-Boediono, Tegakkan Presidensial
= Pemilu 2009: Perolehan Suara dan Kursi DPR
= PDIP: Solusi Buat Wong Cilik
=
JK Curhat, Bicara Blakblakan
= Pilpres 2009, JK-Wiranto Deklarasi Tercepat
= PDIP Tak Kapok Dipermainkan Golkar
= Pemilu Lahirkan Peta Politik Baru
= Pilih dengan Cerdas
= Awas Racun Politik Uang
= Amerika Mau Mendengar
= Megawati-Jusuf Kalla, Sepakati Pemerintahan yang Kuat
= Tiga Pahlawan Nasional
= Deklarasi Kampanye Damai dan Tertib
= Kampanye Mulai 12 Juli 2008
= Nomor Parpol Pemilu 2009
= 34 Parpol Peserta Pemilu 2009
= SKB Tentang Ahmadiyah
= Penerima Kalpataru dan Adipura 2008
= Pintu Air Manggarai Lindungi Menteng
= Awal Ramadhan 1427 H
= Maklumat Keindonesiaan
= Gempa Yogya Tewaskan 4.611 Orang
= Buron BLBI Ditangkap di AS
= Purnawirawan TNI-AD Tolak MoU Aceh
= Damai, Damai, Damailah Aceh
= DPR Pilih Anggota Komisi Yudisial
= Aljazair Anugerahkan Medali kepada 13 Tokoh Indonesia.
= 36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM
= Harga BBM Naik
= Tidak Semua Eselon I Akan Diganti
= Kementerian Negara Kominfo Jadi Departemen