|
Centurygate
Para Penerima Dana Century?
Jakarta, 01/12/2009: Sungguh mengejutkan nama-nama yang dilansir Aktivis
Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Senin 30/11/2009 yang diduga
menerima dana total Rp 1,8 triliun dari Bank Century. Nama putra
Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
dan dua pimpinan Tim Kampanye Nasional Capres-Cawapres SBY-Boediono
serta Partai Demokrat disebut-sebut. Namun, penyebutan nama-nama itu
masih patut diragukan.
Menurut Koordinator Bendera Mustar Bonaventura aliran dana Bank Century
sebagian dipergunakan untuk kepentingan politik. ”Ini adalah mafia
politik dan ini sudah sangat jelas siapa-siapa saja yang menerima aliran
dana Century," katanya. Mustar Bonaventura mengatakan aliran data-data
dana Bank Century yang sebagian besar diterima sejumlah kalangan
politisi dan pengusaha tersebut siap dipertanggungjawabkan.
"Data-data ini berdasarkan dari jaringan aktivis Jakarta, Bandung,
Cianjur dan Bogor," kata Ferdi Simaun dari Aktivis Bandung kepada
wartawan di Posko Bendera, Jakarta, Senin (30/11), menimpali.
Ferdi mengungkapkan nama-nama yang diduga menerima dana Bank Century itu
adalah KPU menerima dana Rp 200 miliar, LSI Rp 50 miliar, FOX Rp 200
miliar, Partai Demokrat Rp 700 miliar, Edhie Baskoro Yudhoyono Rp 500
miliar, Hatta Radjasa (Ketua Tim Kampanye Nasional Capres-Cawapres
SBY-Boediono) Rp 10 miliar, Mantan Panglima TNI Djoko Suyanto (Wakil
Ketua Tim Kampanye Nasional Capres-Cawapres SBY-Boediono) Rp 10 miliar,
mantan Jubir Presiden Andi Malarangeng Rp 10 miliar, Rizal Malarangeng
Rp 10 miliar, Choel Malarangeng Rp 10 miliar, dan Hartati Murdaya Rp 100
miliar. Jadi total Rp.1,8 triliun. (primaironline.com)
Namun kebenaran data-data ini patut diragukan kebenarannya. Publik tidak
begitu mudah percaya. Sebab ketika ditanya sumber data -data tersebut,
Ferdi mengatakan pihaknya tidak ingin menyebutkan dari mana sumber data
yang dia terima tersebut. "Tidak etis kalau diberi tahu sumber data
tersebut. Ini rahasia dan kami melindungi sumber tersebut," katanya.
Walaupun Koordinator Bendera Mustar Bonaventura mengatakan data-data
aliran dana Bank Century yang sebagian besar diterima sejumlah kalangan
politisi dan pengusaha tersebut siap dipertanggungjawabkan, namun tanpa
bukti yang jelas, publik tidak mudah meyakininya sebagai kebenaran.
Bahkan jika penyebutan nama ini tidak benar, tentulah hal ini bisa
merugikan nama baik nama-nama yang dilansir tersebut.
Namun, bila data-data ini benar, tentulah hal ini sangat mengejutkan.
Sebab, sebagian besar (setidaknya 60,8%) rakyat (pemilih) telah menaruh
kepercayaan kepada Presiden SBY dan Wapres Boediono untuk memberantas
korupsi.
Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY secara eksplisit dalam
pidatonya ketika menyikapi kasus Bank Century dan kasus Bibit dan
Chandra (pimpinan nonaktif KPK) di Istana Negara, Senin malam 23/11/2009
telah membantah desas-desus bahwa sebagian dana itu dirancang untuk
dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY.
”Berkembang pula desas-desus, rumor, atau tegasnya fitnah yang
mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana
kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY, sungguh fitnah yang kejam dan
sangat menyakitkan,” tegas SBY.
Hal senada dikemukakan mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat
Wakil Presiden Boediono.
Dalam dialog dengan Jakarta Foreign Correspondents Club di Jakarta, Rabu
25/11, Boediono
menepis dugaan bahwa dana talangan untuk penyehatan Bank Century senilai
Rp 6,7 triliun sebagian digunakan untuk kampanye Partai Demokrat dan
Capres-Cawapres SBY-Boediono pada Pemilu 2009.
Boediono
mengatakan jangan campur adukkan dana kampanye Parpol dengan keputusan
yang dikeluarkan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk menyehatkan
Bank Century dengan dana talangan.
Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), selaku pemegang saham
utama Bank Century yang kini berubah nama menjadi Bank Mutiara,
memastikan dana talangan yang dikucurkan kepada Bank Century sebesar Rp
6,7 triliun tidak digunakan untuk keperluan tim sukses partai politik
tertentu.
"Saya pastikan 1 sen pun enggak ada yang dikasih ke parpol atau tim
sukses mana pun," ujar Direktur Eksekutif LPS Firdaus Djaelani, saat
jumpa pers kinerja keuangan Bank Mutiara, di Jakarta, Kamis (26/11).
Namun, Firdaus mengakui, aliran dana yang keluar dari Bank Century
memang sulit untuk diketahui tujuannya. Pasalnya, biasanya aliran dana
tersebut tidak langsung menuju tujuan akhirnya, tetapi mampir ke
rekening bank lain.
"Bisa saja kan mereka (pemilik rekening) transfer ke rekening bank lain,
kemudian digunakan dananya digunakan untuk itu (kampanye). Kalau bank
lain kita enggak tahu, tapi insya Allah enggak ada juga," kata Firdaus. ►crs
Berita terkait:
= Boediono Tepis Dana untuk Capres
= SBY Bantah Ada Dana ke Demokrat
|
|
|
|
BERITA LAINNYA |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
= Para Penerima Dana Century?
= Boediono Tepis Dana untuk Capres
= SBY Bantah Ada Dana ke Demokrat
= Presiden Berubah Pendirian
= Anekdot Polisi yang Tulus
= Rekomendasi Tim Delapan Atas Kasus Bibit dan Chandra
= Kabinet Indonesia Bersatu 2 (Sementara)
= Calon Menteri, Sudah 30 Diuji di Cikeas
= Anwar Supriadi Bantah Terima Mobil
= Partai Golkar Dapat Tiga Menteri
= Reformasi TNI, Akuntabel dan Transparan
= Nominasi Kabinet SBY-Boediono
= Kemenangan Duet SBY-Boediono Teruji di MK
= SBY-Boediono, Menang Satu Putaran
= Pilpres, Satu atau Dua Putaran?
= Jika Pilpres Dua Putaran, SBY Bisa Kalah
= PILPRES: Rakyat yang Menentukan
= BLT Bukan Dari Utang?
= Debat Capres2: JK-SBY, Siapa Paling Benar?
= Debat Capres Versi Indonesia
= Debat Capres-Cawapres
= Matematika Politik Jusuf Kalla
= Megawati-Prabowo Bervisi Kerakyatan
= Koalisi Pilpres: PKS Syaratkan Kontrak Politik Islami
= SBY-Boediono, Tegakkan Presidensial
= Pemilu 2009: Perolehan Suara dan Kursi DPR
= PDIP: Solusi Buat Wong Cilik
= JK Curhat, Bicara Blakblakan
= Pilpres 2009, JK-Wiranto Deklarasi Tercepat
= PDIP Tak Kapok Dipermainkan Golkar
= Pemilu Lahirkan Peta Politik Baru
= Pilih dengan Cerdas
= Awas Racun Politik Uang
= Amerika Mau Mendengar
= Megawati-Jusuf Kalla, Sepakati Pemerintahan yang Kuat
= Tiga Pahlawan Nasional
= Deklarasi Kampanye Damai dan Tertib
= Kampanye Mulai 12 Juli 2008
= Nomor Parpol Pemilu 2009
= 34 Parpol Peserta Pemilu 2009
= SKB Tentang Ahmadiyah
= Penerima Kalpataru dan Adipura 2008
= Pintu Air Manggarai Lindungi Menteng
= Awal Ramadhan 1427 H
= Maklumat Keindonesiaan
= Gempa Yogya Tewaskan 4.611 Orang
= Buron BLBI Ditangkap di AS
= Purnawirawan TNI-AD Tolak MoU Aceh = Damai, Damai, Damailah Aceh
= DPR Pilih Anggota Komisi Yudisial = Aljazair Anugerahkan Medali kepada 13 Tokoh Indonesia.
= 36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM = Harga BBM Naik = Tidak Semua Eselon I Akan Diganti = Kementerian Negara Kominfo Jadi Departemen
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|