|
Kasus Bank Century
SBY Bantah Ada Dana ke Demokrat
Jakarta 23/11/2009: Apakah dana Rp 6,7 triliun yang digelontorkan
pemerintah kepada Bank Century ada yang bocor atau tidak sesuai dengan
peruntukannya? Menyikapi pertanyaan ini, Presiden secara eksplisit
membantah desas-desus bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan
ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY.
Bantahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
ini tercermin dalam pidatonya ketika menyikapi kasus Bank Century dan
kasus Bibit dan Chandra (pimpinan nonaktif KPK) di Istana Negara, Senin
malam 23/11/2009. Bahkan, kata Presiden, berkembang pula desas-desus,
rumor, atau tegasnya fitnah yang mengatakan bahwa sebagian dana itu
dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres
SBY, sungguh fitnah yang kejam dan sangat menyakitkan.
Kasus Bank Century dan kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto
dalam tiga minggu terakhir telah menjadi perhatian masyarakat yang amat
mengemuka. Menurut Presiden, kedua isu ini juga telah mendominasi
pemberitaan di hampir semua media massa disertai dengan percakapan
publik yang menyertainya, bahkan disertai pula dengan berbagai
desas-desus atau rumor yang tidak mengandung kebenaran.
Oleh karena itu, selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, SBY
memandang perlu untuk menjelaskan duduk persoalan serta sikap pandangan
dan solusi yang perlu ditempuh terhadap kedua permasalahan tersebut.
Tanggapan itu diberikan setelah dalam waktu dua minggu terakhir ini,
Presiden mengaku sengaja menahan diri untuk tidak mengeluarkan
pernyataan menyangkut kedua kasus ini, dengan alasan tertentu.
Khusus menyangkut kasus Bank Century, selama ini dia masih menunggu
hasil pemeriksaan investigasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa
Keuangan atau BPK yang dilakukan atas permintaan DPR RI. Presiden
mengemukakan sungguh menghormati proses itu dan tidak ingin mengeluarkan
pernyataan yang mendahului, apalagi ditafsirkan sebagai upaya
mempengaruhi proses audit investigasi yang dilakukan BPK.
Tetapi setelah sore hari telah bertemu dengan Ketua dan anggota BPK yang
menyampaikan laporan hasil pemeriksaan investigasi atas Bank Century,
maka malam ini, Presiden beranggapan tepat baginya untuk menyampaikan
sikap dan pandangan berkaitan dengan kasus Bank Century tersebut.
Demi kemurnian pernyataan sikap Presiden, berikut ini transkrip
Pidato Presiden bagian pertama tentang Kasus Bank Century.
Sekarang saya akan menjelaskan yang pertama dulu, yaitu sikap dan
pandangan saya tentang kasus Bank Century.
Yang pertama-tama harus kita pahami adalah pada saat dilakukan tindakan
terhadap Bank Century tersebut, situasi perekonomian global dan nasional
berada dalam keadaan krisis. Hampir di seluruh dunia terjadi goncangan
keuangan dan tidak sedikit pula krisis di dunia perbankan. Banyak negara
melakukan tindakan untuk menyelamatkan perbankan dan perekonomian
mereka.
Pada bulan November 2008 yang lalu, apa yang dilakukan oleh pemerintah
dan BI, mestilah dikaitkan dengan situasi dan konteks demikian, sehingga
tidak dianggap keadaannya normal-normal saja. Kita punya pengalaman
sangat pahit dan buruk 10-11 tahun lalu, ketika Indonesia mengalami
rangkaian krisis yang menghancurkan perekonomian kita.
Dengan demikian, kebijakan yang ditempuh untuk melakukan tindakan
terhadap Bank Century yang di antaranya adalah tindakan hukum terhadap
para pengelola Bank Century serta penyaluran dana penyertaan modal
sementara, sesungguhnya bertujuan untuk mencegah terjadinya krisis
perbankan bahkan perekonomian. Meskipun ketika berlangsungnya proses
pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki
kewenangan dan tugas untuk itu, saya sedang mengemban tugas di luar
negeri, tetapi saya memahami situasi yang ada di tanah air beserta
rangkaian upaya untuk menyelamatkan perbankan dan perekonomian kita.
Tetapi kini yang menjadi perhatian DPR RI dan berbagai kalangan
masyarakat adalah:
Pertama, sejauh mana proses pengambilan keputusan dan tindakan
penyaluran dana penyertaan modal sementara kepada Bank Century yang
berjumlah Rp 6,7 triliun itu dinilai tepat atau proper?
Kedua, apakah ada pihak-pihak tertentu dengan kepentingannya sendiri dan
bukan kepentingan negara meminta atau mengarahkan pihak pengambil
keputusan dalam hal ini, Menteri Keuangan dengan jajarannya dan Bank
Indonesia, yang memang keduanya memiliki kewenangan untuk itu?
Ketiga, apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun
itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan
berkembang pula desas-desus, rumor, atau tegasnya fitnah yang mengatakan
bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye
Partai Demokrat dan Capres SBY, sungguh fitnah yang kejam dan sangat
menyakitkan.
Keempat, sejauh mana para pengelola Bank Century yang melakukan tindakan
pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana
penyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara?
Saudara-saudara,
Saya sungguh memahami munculnya sejumlah pertanyaan kritis itu yang
tentunya memerlukan penjelasan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Saya pun memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu sebagaimana yang
dialami oleh masyarakat kita. Saya juga ingin keempat pertanyaan kritis
menyangkut kasus Bank Century yang saya sebutkan tadi juga mendapatkan
jawaban yang tegas dan benar.
Dengan telah saya terimanya hasil pemeriksaan investigasi BPK atas kasus
Bank Century sore tadi, pemerintah akan segera mempelajarinya dan pada
saatnya nanti saya akan meminta Saudari Menteri Keuangan dengan
jajarannya bersama-sama dengan pihak Bank Indonesia untuk memberikan
penjelasan dan klarifikasinya. Saya sungguh ingin keterbukaan dan
akuntabilitas dapat kita tegakkan bersama. Saya juga ingin semua
desas-desus, kebohongan, dan fitnah dapat disingkirkan dengan cara
menghadirkan fakta dan kebenaran yang sesungguhnya.
Terhadap pemikiran dan usulan sejumlah anggota DPR RI untuk menggunakan
hak angket terhadap Bank Century, saya menyambut dengan baik agar
perkara ini mendapatkan kejelasan serta sekaligus untuk mengetahui
apakah ada tindakan-tindakan yang keliru dan tidak tepat. Bersamaan
dengan penggunaan hak angket oleh DPR RI tersebut, saya juga akan
melakukan sejumlah langkah tindakan internal pemerintah, berangkat dari
hasil dan temuan pemeriksaan investigasi BPK tersebut.
Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah percepatan proses hukum bagi
para pengelola Bank Century dan segera dapat dikembalikannya dana
penyertaan modal yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu kepada negara. Saya
telah menginstruksikan Jaksa Agung dan Kapolri untuk melaksanakan tugas
penting ini. ►crs
Berita terkait:
= Presiden Berubah Pendirian
= Dokumen Lengkap
Rekomendasi Tim Delapan
|
|
|
|
BERITA LAINNYA |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
= SBY Bantah Ada Dana ke Demokrat
= Presiden Berubah Pendirian
= Anekdot Polisi yang Tulus
= Rekomendasi Tim Delapan Atas Kasus Bibit dan Chandra
= Kabinet Indonesia Bersatu 2 (Sementara)
= Calon Menteri, Sudah 30 Diuji di Cikeas
= Anwar Supriadi Bantah Terima Mobil
= Partai Golkar Dapat Tiga Menteri
= Reformasi TNI, Akuntabel dan Transparan
= Nominasi Kabinet SBY-Boediono
= Kemenangan Duet SBY-Boediono Teruji di MK
= SBY-Boediono, Menang Satu Putaran
= Pilpres, Satu atau Dua Putaran?
= Jika Pilpres Dua Putaran, SBY Bisa Kalah
= PILPRES: Rakyat yang Menentukan
= BLT Bukan Dari Utang?
= Debat Capres2: JK-SBY, Siapa Paling Benar?
= Debat Capres Versi Indonesia
= Debat Capres-Cawapres
= Matematika Politik Jusuf Kalla
= Megawati-Prabowo Bervisi Kerakyatan
= Koalisi Pilpres: PKS Syaratkan Kontrak Politik Islami
= SBY-Boediono, Tegakkan Presidensial
= Pemilu 2009: Perolehan Suara dan Kursi DPR
= PDIP: Solusi Buat Wong Cilik
= JK Curhat, Bicara Blakblakan
= Pilpres 2009, JK-Wiranto Deklarasi Tercepat
= PDIP Tak Kapok Dipermainkan Golkar
= Pemilu Lahirkan Peta Politik Baru
= Pilih dengan Cerdas
= Awas Racun Politik Uang
= Amerika Mau Mendengar
= Megawati-Jusuf Kalla, Sepakati Pemerintahan yang Kuat
= Tiga Pahlawan Nasional
= Deklarasi Kampanye Damai dan Tertib
= Kampanye Mulai 12 Juli 2008
= Nomor Parpol Pemilu 2009
= 34 Parpol Peserta Pemilu 2009
= SKB Tentang Ahmadiyah
= Penerima Kalpataru dan Adipura 2008
= Pintu Air Manggarai Lindungi Menteng
= Awal Ramadhan 1427 H
= Maklumat Keindonesiaan
= Gempa Yogya Tewaskan 4.611 Orang
= Buron BLBI Ditangkap di AS
= Purnawirawan TNI-AD Tolak MoU Aceh = Damai, Damai, Damailah Aceh
= DPR Pilih Anggota Komisi Yudisial = Aljazair Anugerahkan Medali kepada 13 Tokoh Indonesia.
= 36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM = Harga BBM Naik = Tidak Semua Eselon I Akan Diganti = Kementerian Negara Kominfo Jadi Departemen
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|