|
Nominasi
Kabinet SBY-Boediono
Jakarta 03/9/2009: Presiden dan Wakil Presiden terpilih Susilo Bambang
Yudhoyono dan Boediono belum menetapkan dan mengumumkan susunan kabinet
2009-2014. Namun, beberapa nama yang diprediksi dinominasikan sudah
banyak beredar.
Diperkirakan kabinet SBY-Boediono yang saat ini sudah sedang dalam
proses panjaringan dan penyusunan akan diberi nama Kabinet Indonesia
Bersatu Kedua (2). Hal ini sesuai tag line SBY-Boediono: Lanjutkan!
Juga, bila disimak pidato penerimaan kemenangannya dalam Pilpres 2009,
nama ini sudah tersirat. SBY mengatakan hakikatnya program
pemerintahannya mengandung kesinambungan dan perubahan. Hal-hal yang
sudah baik kita lanjutkan, dengan lebih tajam lagi.
Kemudian diperjelas oleh Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa yang
juga Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, bahwa komposisi kabinet
pemerintahan sekarang ini sudah ideal. Walaupun Hatta juga mengatakan
tetap terbuka kesempatan bagi presiden terpilih untuk menyusun kabinet
yang lebih ramping sesuai dengan amanat UU Kementerian Negara.
Hatta menjelaskan, dalam UU Kementerian Negara memungkinkan untuk adanya
suatu perubahan-perubahan. Dalam UU Kementerian Negara disebutkan bahwa
jumlah kementerian maksimum 34 di luar sekretaris kabinet, kepala
kepolisian, kejaksaan agung dan lain-lain.
Namun, menurut Hatta, komposisi atau struktur seperti sekarang sudah
cukup baik, justru tidak baik kalau melakukan perubahan drastis.
“Seperti yang dulu tiba-tiba ada Departemen A yang hilang, tentu akan
memakan waktu yang sangat panjang. Ke mana SDM-nya dan itu biasanya
bebannya cukup berat," ujar Hatta di Kompleks Kantor Sekretaris Negara
Jakarta, Rabu (26/8). Barangkali, lanjut Hatta, yang diperlukan adalah
penajaman, sinkronisasi dan beberapa penajaman dari masing-masing
kementerian.
Pernyataan Presiden SBY dan Mensesneg Hatta Rajasa tersebut juga
menyiratkan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu masih akan
dilanjutkan. Tidak semua menterinya akan diganti. Sementara, mengenai
nama-nama anggota kabinet, Presiden SBY sudah mulai mendiskusikannya
dengan Wapres terpilih Boediono. Presiden memang mempunyai hak
prerogatif mengenai pengangkatan menteri atau anggota kabinetnya. Namun
karena terkait dengan mitra koalisi serta adanya keinginan memilih
dengan tepat para menteri yang profesional di bidangnya, apakah itu dari
partai atau nonpartisan, sudah banyak nama-nama yang masuk untuk
diseleksi.
Hal ini, dalam era keterbukaan informasi, suka atau tidak, telah
memunculkan pemberitaan yang beraneka tentang nama-nama calon menteri
Kabinet Indonesia Bersatu 2. Dari beberapa nama nominasi yang beredar di
publik dan dari beberapa sumber yang dekat dengan kekuasaan dan elit
partai, Berita Indonesia merangkum nominasi KIB 2. Nominasi ini hanyalah
sebuah prediksi. Jadi bagi yang namanya dtidak disebut, kiranya
janganlah berkecil hati. Begitu pula yang namanya diunggulkan, tetapi
ternyata tidak dipilih, janganlah kecewa apalagi marah.
Berikut nominasi anggota Kabinet SBY-Boediono 2009-2014, rangkuman
(prediksi) Redaksi Tokoh Indonesia dan Berita Indonesia:
Menteri Koordinator:
Menko Polhukam:
Widodo AS (Menko Polhukam), Jenderal
Endriartono Sutarto (mantan
Panglima TNI) dan
Djoko Soeyanto (mantan Panglima TNI, Wakil Ketua Tim
Kampanye Nasional SBY-Boediono).
Menko Perekonomian:
Sri Mulyani Indrawati dan
Purnomo Yusgiantoro
Menko Kesra:
Hidayat Nur Wahid (PKS) dan
Agung Laksono (Partai Golkar), Ir.
Hatta Radjasa (Mensesneg, PAN).
Menteri Sekretaris Negara:
Sudi Silalahi (Mensekab saat ini, PD)
Menteri Memimpin Departemen:
Menteri Dalam Negeri:
Djoko Soeyanto (Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono),
Agus
Wijoyo (mantan Kepala Staf Teritorial TNI) atau
Mardiyanto (Mendagri
saat ini).
Menteri Luar Negeri:
Marty Natalegawa (Dubes RI di PBB, mantan Dubes Inggris, dan mantan
Jubir Deplu) atau Triyono Wibowo (Wamenlu saat ini)
Wakil Menlu: Dino Patti Djalal (Jubir Presiden Bidang LN) atau
Triyono Wibowo (Wamenlu saat ini)
Menteri Pertahanan:
Juwono Sudarsono (Menhan saat ini),
Freddy Numberi (Menteri Kelautan &
Perikanan) atau
Theo Sambuaga (Ketua Komisi I DPR-RI dari Partai
Golkar).
Menteri Hukum dan HAM:
Andi Matalatta (Menkum HAM, Partai Golkar) atau
Harkristuti Harkrisnowo
(Dosen UI)
Menteri Kominfo:
Mohammad Nuh (sedang menjabat), Andi Malarangeng (PD) atau
Ir. Tifatul
Sembiring (PKS).
Menteri Keuangan:
Sri Mulyani Indrawati (Menkeu saat ini),
Agus Martowardoyo (Direktur
Utama Bank Mandiri yang juga mantan calon Gubernur BI), Anggito
Abimanyu, Muhammad Ikhsan datau Chatib Basri. Jika Sri Mulyani menjabat
atau merangkap Menko Perekonomian, tiga nama terakhir dinominasikan
sebagai Wakil Menkeu.
Menteri ESDM:
Hatta Radjasa (Mensesneg) atau
Kuntoro Mangkusubroto (mantan Menteri
Pertambangan dan Energy).
Menteri Perindustrian:
Rachmat Gobel
(Kadin) dan Fahmi Idris (menteri saat ini, Partai Golkar)
Menteri Perdagangan:
Mari Elka Pangestu (Mendag saat ini) atau
Faisal Basri (Eokonom UI)
Menteri Pertanian:
Anton Apriantono (PKS) atau Herry Suhardiyanto (Rektor IPB)
Menteri Kehutanan:
Ir. Tifatul
Sembiring (PKS), atau Tjahyo Kumolo (PDIP)
Menteri Perhubungan:
Jusman Syafii Djamal (Menhub sekarang), Prof Sutanto Soehondho (Guru
Besar UI bidang transportasi),
Chappy Hakim (mantan ketua Tim Nasional
Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi)
Soemino Eko Saputro
(Mantan Dirjen Perkeretaapian dan mantan Dirut KA dan Tatang Kurniadi
(Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi). Kemungkinan juga akan
dibentuk Menteri Muda atau Menteri Negara Perkeretaapian, dua nama
terakhir dinominasikan untuk jabatan ini.
Menteri Kelautan & Perikanan:
Freddy Numberi (menteri saat ini),
Sumardjono (Kepala Staf AL),
Slamet
Soebijanto (mantan Kepala Staf AL),
Bernard Sondakh (mantan Kepala Staf
AL).
Menteri Tenaga Kerja:
Muhaimin Iskandar
(PKB), Tjahyo Kumolo (PDIP),
Ir. Tifatul
Sembiring (PKS)
atau Priyo Budi Santoso (PG).
Menteri Kesehatan:
Siti Fadilah Supari
Menteri Pekerjaan Umum:
Ir. Agoes Widjanarko MIP (Sekjen DPU), Ir. R. Bambang Goeritno Soekamto,
MSc. MPA (Staf Ahli Men-PU), DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono. Msc.
(Irjen PU)
Menteri Pendidikan Nasional:
Bambang Sudibyo (Mendiknas saat ini – PAN) atau Dr. Sunaryo Kartadinata,
M.Pd. (Rektor UPI)
Menteri Sosial:
Surya Dharma Ali (PPP),
Hidayat Nur Wahid (PKS),
Muhaimin Iskandar (PKB)
atau Tjahyo Kumolo (PDIP)
Menteri Agama:
Muhammad Maftuh Basyuni (Menag saat ini) atau
Prof Dr H Said Agil Siraj
(Ketua PB NU)
Menteri Kebudayaan & Pariwisata:
Jero Wacik (PD)
Menteri Negara:
Menteri BUMN:
Agus Martowardoyo (Direktur Utama Bank Mandiri yang juga mantan calon
Gubernur BI), Gita Iriawan Wirjawan (Anggota Dewan Komisaris Pertamina)
serta Dirut Garuda
Emirsyah Satar atau
Kuntoro Mangkusubroto (mantan
Menteri Pertambangan dan Energy). Juga
Raden Pardede,
Chatib Basri, atau
Faisal Basri.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas:
Anggito Abimanyu, Purnomo Yusgiantoro, atau
Bambang PS Brjojonegoro
Menristek:
Djoko Santoso (Rektor ITB), atau Suharna Surapranata, Zulkieflimansyah
dan Warsito Purwotaruno (Ketiganya dari PKS).
Menteri Koperasi & UKM:
Surya Dharma Ali (PPP) dan
Muhaimin Iskandar (PKB)
Menteri Lingkungan Hidup:
Warsito Purwotaruno (PKS), Sony Keraf (PDIP) dan Prof. Dr. Ir. Johny
Wahyuadi M. Soedarsono, DEA (UI)
Menteri Pemberdayaan Perempuan:
Dr. Meutia Hatta
MenPAN:
Marzukie Alie atau Syarief Hasan (PD)
Menteri PDT:
Lukman Edi (PKB), Lukman Hakim Saefuddin (PPP) atau Pramono Anung (PDIP)
Menpora:
Adyaksa Dault (Menpora saat ini, PKS),
Anas Urbaningrum
atau Andi
Malarangeng (PD)
Menpera:
Panangian Simanungkalit (PD) atau Zulkifli Hasan (Sekjen PAN)
Pejabat Tinggi Setingkat Menteri:
Jaksa Agung:
Hendarman Supandji
(Jaksa Agung saat ini) atau
Marsilam Simanjuntak
(Pemimpin Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi -
UKP3R, mantan Sekretaris Kabinet dan Jaksa Agung era pemerintahan Gus
Dur).
Sekretaris Kabinet:
Mayjen (Purn) Sardan Marbun (Staf Khusus Presiden) atau Mayjen TNI
(Purn) Setia Purwaka (Aspri Presiden).
Kepala BIN:
Syamsir Siregar (menjabat saat ini) atau
Jend. TNI (Purn) Luhut
Panjaitan
Juru Bicara Presiden
Juru Bicara Presiden Urusan Dalam Negeri:
Andi Malarangeng (PD), Syaiful Mudjani (LSI) atau Rizal Malarangeng (PD)
Juru Bicara Presiden Urusan Internasional:
Dino Patti Djalal (sedang menjabat) atau Bara Hasibuan (Wakil Ketua
Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono). ► Berita
Indonesia Edisi 70
*TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Klik: Komentar Anda?
|
|
|
|
BERITA LAINNYA |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
= Nominasi Kabinet SBY-Boediono
= Kemenangan Duet SBY-Boediono Teruji di MK
= SBY-Boediono, Menang Satu Putaran
= Pilpres, Satu atau Dua Putaran?
= Jika Pilpres Dua Putaran, SBY Bisa Kalah
= PILPRES: Rakyat yang Menentukan
= BLT Bukan Dari Utang?
= Debat Capres2: JK-SBY, Siapa Paling Benar?
= Debat Capres Versi Indonesia
= Debat Capres-Cawapres
= Matematika Politik Jusuf Kalla
= Megawati-Prabowo Bervisi Kerakyatan
= Koalisi Pilpres: PKS Syaratkan Kontrak Politik Islami
= SBY-Boediono, Tegakkan Presidensial
= Pemilu 2009: Perolehan Suara dan Kursi DPR
= PDIP: Solusi Buat Wong Cilik
= JK Curhat, Bicara Blakblakan
= Pilpres 2009, JK-Wiranto Deklarasi Tercepat
= PDIP Tak Kapok Dipermainkan Golkar
= Pemilu Lahirkan Peta Politik Baru
= Pilih dengan Cerdas
= Awas Racun Politik Uang
= Amerika Mau Mendengar
= Megawati-Jusuf Kalla, Sepakati Pemerintahan yang Kuat
= Tiga Pahlawan Nasional
= Deklarasi Kampanye Damai dan Tertib
= Kampanye Mulai 12 Juli 2008
= Nomor Parpol Pemilu 2009
= 34 Parpol Peserta Pemilu 2009
= SKB Tentang Ahmadiyah
= Penerima Kalpataru dan Adipura 2008
= Pintu Air Manggarai Lindungi Menteng
= Awal Ramadhan 1427 H
= Maklumat Keindonesiaan
= Gempa Yogya Tewaskan 4.611 Orang
= Buron BLBI Ditangkap di AS
= Purnawirawan TNI-AD Tolak MoU Aceh = Damai, Damai, Damailah Aceh
= DPR Pilih Anggota Komisi Yudisial = Aljazair Anugerahkan Medali kepada 13 Tokoh Indonesia.
= 36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM = Harga BBM Naik = Tidak Semua Eselon I Akan Diganti = Kementerian Negara Kominfo Jadi Departemen
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|