Pemilu Legislatif 2009
Lahirkan Peta Politik Baru
Pemilu Legislatif 2009 menghasilkan perubahan peta politik 2004-2009.
Berdasarkan hasil quick count berbagai lembaga, Partai Demokrat tampil
sebagai pemenang dengan meraih lebih 20% suara, mengungguli Golkar dan
PDI Perjuangan yang keduanya melorot ke posisi dua dan tiga dengan
perolehan suara di kisaran 14-15%.
Partai Demokrat, yang dalam Pemilu 2004 hanya meraih sekitar 7% suara,
tampil perkasa dengan kenaikan ghampir tiga kali lipat. Partai yang
dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (sebagai Ketua Dewan Pembina) ini
menjungkirbalikkan harapan Partai Golkar dan PDI-P yang semula optimis
akan meraih suara di atas 20%. Partai Golkar mengalami kemerosotan
paling tajam.
Dari hasil quick count Lembaga Survei Indonesia (yang juga hampir sama
dengan hasil quick count lembaga survei lainnya) menunjukkan hanya ada
sembilan partai yang lolos ke Senayan, yakni: Partai Demokrat 20,65%,
PDI-P 14,66%, Golkar 13,94%, PKS 7,81%, PAN 5,73%, PPP 5,27%, PKB 5,13%,
Gerindra 4,64% dan Hanura 3,65%. Sementara 29 Parpol lainnya hanya
memperoleh suara di bawah 2% bahkan lebih banyak yang hanya meraih nol
koma. Namun, jika diakumulasi perolehan suara 29 Parpol ini mencapai
hamipr 20%.
Hasil ini menunjukkan, selain akibat kemenangan Partai Demokrat dan
kemerosotan Golkar dan PDI-P (tiga parpol papan atas), perubahan peta
politik juga terjadi di papan tengah dengan keberhasilan dua partai baru
meraih suara melampaui parliamentary threshold yakni Partai Gerindra dan
Hanura.
Berdasarkan hasil quick count ini hanya ada dua partai peserta Pemilu
2004 yang meraih suara lebih tinggi (mengalami kenaikan) dari Pemilu
2004. Yakni Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Yang
lainnya mengalami kemerosotan. Bahkan Partai Bulan Bintang (PBB), Partai
Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Damai Sejahtera (PDS) yang semula
punya fraksi di DPR harus rela terlempar dari Senayan.
Hasil Pemilu Legislatif ini melahirkan peta politik baru terutama dalam
rangka Pemilu Presiden. Partai Demokrat yang mengusung SBY tampil
sebagai pemegang kendali dalam hal peta koalisi. Partai Golkar yang
semula tampil gagah kemungkinan akan memilih menjadi penurut yang baik
jika ingin berkoalisi kembali dengan SBY (Demokrat). PKS mungkin bisa
bergabung, tapi tidak lagi dengan syarat kadernya menjadi Cawapres.
Sementara, siapa pesaing SBY? Megawati (PDI-P), Prabowo (Gerindra),
Wiranto (Hanura) atau Sutrisno Bachir (PAN)? Sutiyoso, Sri Sultan dan
lain-lain, tampaknya sudah duluan masuk kotak. Jika tidak ada perubahan
dalam hal figur Capres, maka kemungkinan SBY akan dengan mudah
memenangkan Pemilu Presiden 8 Juli 2009. ► crs
*TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|
|
|