BERITA TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Sebelumnya
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
Tiga Pahlawan Nasional

Natsir, Bung Tomo dan Abdul Halim


Berita Tokoh 08/11/2008: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Mayor Jenderal (Purn) Soetomo atau Bung Tomo, Dr Mohammad Natsir, dan KH Abdul Halim. Ketiga tokoh ini dinilai telah mengabdi dan berjasa secara luar biasa kepada bangsa dan negara. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional itu dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November 2008 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/11/2008).

Penganugerahan Pahlawan Nasional itu ditetapkan Presiden dalam Keputusan Presiden Nomor 041/TK/Tahun 2008 tertanggal 6 November 2008 yang didasarkan pada hasil sidang Badan Pembina Pahlawan Pusat Tahun 2008 dan sidang Dewan Tanda-tanda Kehormatan RI.

Natsir, mantan Perdana Menteri RI (1950-1951) pertama, meninggal dunia 7 Februari 1993. Sutomo, mantan anggota DPR (1956-1959), meninggal pada 7 Oktober 1981. Abdul Halim, mantan Ketua Umum Persatuan Umat Islam, meninggal pada 7 Mei 1962. Kepada ketiga tokoh ini dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputra Adipradana.

Natsir berperan besar dalam proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dinyatakan pada 17 Agustus 1950 di tengah krisis kredibilitas Republik Indonesia Serikat. Natsir menyampaikan ”Mosi Integral” yang merupakan suatu mosi paling bernilai dalam sejarah parlemen dan sejarah kontemporer Indonesia. Natsir juga salah satu penandatangan ”Petisi 50” untuk mengoreksi kebijakan Presiden Soeharto.

Bung Tomo, salah seorang pejuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya melawan Belanda. Sementara itu, Abdul Halim berperan sejak perjuangan pembentukan dan kemerdekaan Indonesia hingga upaya mempertahankannya dari agresi Belanda. Abdul Halim ikut bergerilya bersama pejuang mempertahankan kemerdekaan dengan basis di sekitar kaki Gunung Ciremai pada Agresi Belanda II. Ia memimpin penghadangan pergerakan militer Belanda di wilayah Karesidenan Cirebon.

Selain tiga gelar Pahlawan Nasional, Presiden juga menganugerahkan Bintang Mahaputra Utama kepada Petta Lolo La Sinrang, tokok pejuang Kerajaan Sawitto. Bintang Budaya Parama Dharma kepada Wahyu Sihombing dan Marah Roesli.
 ►e-ti/bhs

 

  BERITA LAINNYA  
= Tiga Pahlawan Nasional
= Deklarasi Kampanye Damai dan Tertib
= Kampanye Mulai 12 Juli 2008
= Nomor Parpol Pemilu 2009
= 34 Parpol Peserta Pemilu 2009
= SKB Tentang Ahmadiyah
= Penerima Kalpataru dan Adipura 2008
= Pintu Air Manggarai Lindungi Menteng
= Awal Ramadhan 1427 H
= Maklumat Keindonesiaan
= Gempa Yogya Tewaskan 4.611 Orang
= Buron BLBI Ditangkap di AS
= Purnawirawan TNI-AD Tolak MoU Aceh
= Damai, Damai, Damailah Aceh
= DPR Pilih Anggota Komisi Yudisial
= Aljazair Anugerahkan Medali kepada 13 Tokoh Indonesia.
= 36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM
= Harga BBM Naik
= Tidak Semua Eselon I Akan Diganti
= Kementerian Negara Kominfo Jadi Departemen
= Ical, Sugiharto, dan Suryadharma Dapat Nilai Terendah
= M Samsul Arif, Kinerja Belum Sentuh Substansi
= Presiden Tak Pernah Janji Soal 100 Hari
= Dikritik, SBY Ngaku Lapang Hati
= Paul Sutaryono: 100 Hari Pemerintah dan Industri Perbankan
= FKB Kecewa, SBY-JK Tekesan Masih Kampanye
= Masalah 100 Hari, Presiden Terjebak Jargon Sendiri
= Seratus Hari Tanpa Perubahan Signifikan
= Gebrakan 100 Hari Tanpa Gebrakan
= Megawati: Janji SBY di Awang-awang
= Kinerja Kementerian BUMN Buruk