Minggu 24 September 2006
Awal Ramadhan 1427 H
Jakarta 22/9/06: Awal Ramadhan 1427 Hijriah jatuh pada hari Minggu 24
September 2006. Ketetapan ini diambil dalam sidang itsbat, yang dipimpin
Menteri Agama Maftuh Basyuni, pada Jumat (22/9/2006) petang, setelah
mendengar laporan dari Ketua Badan Hisab Rukyat Depag Muzakir yang
menyatakan posisi hilal pada saat matahari terbenam masih di bawah ufuk.
Menteri Agama Maftuh Basyuni didampingi ketua Majelis Ulama Indonesia KH
Ma’ruf Amien dan Sekjen Depag Bahrul Hayat, kepada pers mengatakan
sidang itsbat dilakukan dengan menghargai perbedaan pendapat. "Keputusan
yang dibuat, selalu diupayakan penetapan yang terbaik dan dapat
menyatukan umat Islam. Kalau ada perbedaan, maka dengan semangat
toleransi, tidak menimbulkan perpecahan," kata Maftuh.
Sidang itsbat itu dihadiri pejabat Departemen Agama, wakil
ormas Islam, dan dari instansi terkait, serta sejumlah wakil dari
kedutaan besar negara-negara Islam di Indonesia.
Disebut, ijtimak akhir Syaban 1427 Hijriah/2006 Masehi jatuh pada Jumat
(22/9) pukul 18.46 WIB. Posisi hilal belum terlihat dengan ketinggian -2
derajat sampai -1 derajat 30 menit di bawah ufuk. Dari 28 titik
pemantauan hilal di seluruh Indonesia, dilaporkan hilal tidak terlihat.
Sehubungan dengan penetapan awal Ramadhan itu, Ketua Majelis Ulama
Indonesia KH Ma’ruf Amien mengingatkan, semua umat Islam agar mengikuti
keputusan pemerintah yang diwakili Menteri Agama itu. Menurut Ma'ruf,
"bagi MUI, yang berhak menetapkan itsbat Ramadhan dan Syawal adalah
pemerintah. Itu sudah jadi kewajiban pemerintah. Kalau sudah ditetapkan,
semuanya wajib mengikuti. Ini sudah disepakati dalam ijtimak pertama MUI
tahun 2003." e-ti |
|
|
|